Jumat, 13 Juli 2012

Unforgettable Moment



7 hari yang lalu, kaki ini menginjak bumi para raja.
7 hari yang lalu, mulut ini menyapa kawan baru.
7 hari yang lalu, pikir ini bertemu dengan inspirasi tak bertepi.
7 hari yang lalu, rasa ini menyimpan seribu asa.

Meski awalnya aku sempat dilema dengan kesempatan yang diberikan oleh Penerbit Diva Press. Bukan karena acarnya atau orang-orangnya. Tapi, karena aku tidak terbiasa pergi jauh sendiri. Ah, dasar anak bungsu... (skip...^o^)
Pertama menginjakkan kaki di stasiun Tugu di pagi buta. Bersyukur, karena panitia menyediakan jemputan. Ah, begitu baiknya panitia ini. Padahal awalnya aku akan dijemput pukul 9. Tapi, mungkin panitia tidak tega aku menggelandang di kota yang asing bagiku.
Ternyata service yang aku dapatkan belum selesai. Baru saja aku sampai di tempat kost salah seorang editor Diva Press, aku sudah disambut dengan keramahan mereka. Tidak cukup sampai disitu, malah mereka menyediakan sarapan untukku. Jadi malu... tapi menyenangkan juga :D.
Selang beberapa jam, aku dan kawan baruku dijemput. Kami diajak ke asrama putra. Dan, ternyata, sudah ada kawan baru menanti di mobil. Canggung. Ya, awalnya aku canggung menyapa teman baruku itu.
Tapi, memang bahasa adalah rasa, kata ialah mantra. Aku yakin, meski kami berasal dari kota yang berbeda dengan bahasa berbeda, tapi kami bisa menyapa dengan rasa yang sama.
Kami bertiga ternyata memiliki kesamaan, sama-sama tidak betah diam. Dan, yang terpenting, sama-sama suka di foto. Untunglah, panitia sangat perhatian. Mereka mengizinkan dan mengantarkan kami ke Ambarukmo Plaza. Belanja? Tepatnya, tidak. Ya, just window shopping J.

Setelah puas foto-foto plus makan sepiring bertiga, kami pun segera beranjak ke tempat acara. Welcome to Quack-quack Cafe. Wah... Ternyata sudah banyak orang.
“Hai, Charlies Angels,” sapa salah seorang panitia.
Sapaan yang sekaligus juga sindiran (meski kami tidak merasa tersindir :D).
The show begins... Akhirnya acara inti pun tiba. Kami diberangkatkan ke Hotel Kana. Seru...naik bus bareng-bareng dengan peserta dan sebagian panitia.
Wouw... Ternyata ada yang dari Aceh, Makasar, Palangkaraya, dan daerah-daerah lainnya. Jadi malu sendiri nih. Aku yang dari Bandung saja, penuh pertimbangan untuk memutuskan ikut.
Materi demi materi, kami terima. Benar-benar nggak nyesel deh, ikutan 'Just Write'. Aku, yang masih mentah dalam menulis, seperti diberikan suntikan motivasi untuk terus berkarya. Pengetahuanku tentang dunia menulis semakin tercerahkan.
Off Road...That’s the interesting time. Kapan lagi bisa naik jeep... J. Senang, takut, tegang, dingin... Ah, pokoknya kayak es campur gitu deh. Menjemput inspirasi sampai ke Merapi.
Ah, rasanya baru satu jam kami saling menyapa. Berat hati ini untuk mengucapkan kata perpisahan. Meski hanya tiga hari, tapi waktu itu sangat berarti. Aku merasa seperti di rumahku sendiri. Penuh dengan kata dan sapa, ceria oleh canda dan tawa. Yogya menyapaku dengan ramah. Yogya tersenyum kepadaku.
I always miss the moment. Love and miss you all ^o^. 

2 komentar:

  1. kapan yah kita bisa ke jogja bareng? hehehe

    BalasHapus
  2. besok yuuk...:)Atau mau ke China dulu? ^o^

    BalasHapus