Sabtu, 22 Desember 2012

The Perfect Friendship is Only on The Film




Sebuah ungkapan yang sepertinya ekstrim. Tapi, begitulah adanya. Kita semua mungkin pernah merasakan, persahabatan yang sejati itu bukan menuntut kesempurnaan, tapi pengertian.
Bukan hal yang mudah untuk memahami orang lain. Karena sebagai makhluk, kita tercipta dengan berbagai keragamaan dan keunikan tertentu. Kita tidak akan bisa menuntut orang lain sama seperti apa yang kita inginkan.
Persahabatan itu haruslah dilandasi oleh sebuah keikhlasan. Keikhlasan untuk memahami sahabat kita, keikhlasan untuk mengerti keberadaanya untuk kita. Tidak perlu banyak  berharap banyak dari sahabat kita. Karena berharap kepada sesama makhluk, pastilah akan menuai kekecewaan.
Jangan pernah merubah diri menjadi sama seperti orang lain, tapi tetaplah jadi diri sendiri, dan belajar memahami keberadaan orang lain. Jangan pernah menjadi bunglon yang tidak pernah konsisten dengan dirinya sendiri.
Biarkanlah semesta yang akan memilihkan sahabat terbaik untuk kita. Sahabat terbaik, ialah sahabat yang selalu tahu rasa sakit kita, tanpa kita mengeluh kepadanya. Sahabat terbaik ialah sahabat yang selalu mendoakan kita, meski kita tidak pernah meminta untuk didoakan. Sahabat terbaik, tidak hanya akan menjadi sahabat kita di dunia, tapi juga di keabadian kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar