Sabtu, 24 Agustus 2013

Melankolis Sejati


Memiliki seorang ayah yang berprofesi seorang guru itu ada enak dan nggak enaknya. Enaknya, aku bisa belajar di rumah dengan bimbingannya. Nggak enaknya (tapi sekarang aku berpikir itu semua positive), aku dididik dengan sangat disiplin. Bapakku memang ingin sebelum mengajari orang lain, anak-anaknya dulu yang diajarkan.

Karena alasan itulah, semua anak-anaknya dituntut untuk memiliki keahlian, salah satunya adalah beladiri. Bapak sengaja meminta pelatih Pencak Silat untuk melatih kami berlima. Keempat kakakku begitu bersemangat jika saatnya latihan.

Tapi, aku berbeda. Aku selalu mencari-cari alasan jika disuruh latihan. Bahkan aku harus dibujuk dan diiming-imingi dengan sesuatu sebelum berlatih. Tidak hanya itu, akulah satu-satunya yang paling takut ketika disuruh sparring. Kalaupun aku ikut berlatih, aku hanya ikut berlatih seninya saja.


Awalnya Bapak dan keempat kakakku selalu memaksa. Tapi, akhirnya mereka mengerti juga. Hatiku memang terlalu lembut, nggak suka kekerasan. Maklum aku kan melankolis sejati J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar