Minggu, 13 Oktober 2013

Pemburu Kebahagiaan atau Pemburu Kesenangan?

Siapa yang tidak ingin hidup bahgia? Saya yakin pastilah semua orang ingin hidup bahagia. Tapi apakah selama ini kita sudah yakin, jika yang kita kejar itu kebahagiaan atau sebenarnya kita hanya mengejar kesenangan saja?


Mari kita lihat kenyataan yang ada. Ketika kita disakiti oleh orang terdekat kita, apa kita marah? Sakit hati? Atau bahkan jadi balik membencinya?

Jika jawabannya ia, maka kita masih mengejar kesenangan, bukan kebahagiaan. Kenapa?

Ya. Pemburu kesenangan akan ngedumel ketika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ia akan terfokus pada apa yang ada di luar dirinya. Ia mengharapkan penilaian orang, penghargaan, dan hal lain yang datang dari luar. Alat utama bagi pemburu kesenangan adalah uang dan ‘aksesori duniawi’ lainnya.

Sedangkan pemburu kebahagiaan hanya akan terfokus pada apa yang ada di dalam diri. Ketika ditimpa musibah, ia akan berpikir semua itu sebagai pemoles kalbu agar lebih berkilat. Ia akan memiliki kesadaran, kelapangan jiwa dan hal lain yang ada dalam dirinya. Alat utama bagi pemburu kebahagiaan itu hanya agama. Baginya agama merupakan kebutuhan bukan kewajiban.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar