Jumat, 24 Januari 2014

The Swordless Samurai (Review)


Judul               : The Swordless Samurai
Penulis             : Kitami Masao
Penerbit          : Pustaka Inspira
Cetakan ke-1  : Mei 2013
Tebal               : 262 halaman

Buku ini mengisahkan tentang seorang yang awalnya adalah manusia bisa menjadi luar biasa, Toyotami Hideyoshi. Ia terlahir dari seorang keluarga miskin. Ia berwajah jelek mirip dengan kera, bahkan orang-orang memanggilnya monyet. Ia juga tidak memiliki status sosial. Ayahnya seorang petani penggarap lalu menjadi prajurit rendahan di ketentaraan Oda dan meninggal dunia ketika Hideyoshi berumur 7 tahun. Ibunya menjadi seorang penggarap lahan semenjak kematian ayahnya hideyosi. Lalu ia menikah lagi dengan Chikuami yang juga prajurit rendahan di ketentaraan Oda.
Sejak kecil Hideyosi merupakan anak yang sulit diatur, tidak suka belajar, dan selalu membuat masalah. Semua orang sudah tidak bisa mengatasi Hideyoshi, bahkan Budha sekalipun. Ibunya Hideyoshi sudah sering menyuruh anaknya itu untuk pergi dari rumah agar tidak bertengkar dengan ayah tirinya. Dan Hideyoshi menuruti apa kata ibunya itu. Namun, selalu saja tidak bertahan lama, Hideyoshi selalu kembali lagi ke rumah.
Hingga suatu hari Hideyoshi memutuskan untuk pergi jauh dan tidak akan kembali sebelum berhasil. Ibunya membekalinya dengan sekantong penuh koin tembaga yang cukup untuk membeli beras selama satu tahun.
Pertarungan hidup dimuali, Hideyoshi langsung berpikir untuk membeli jarum dengan semua koin tembaga tersebut dan menjualnya  untuk bertahan hidup. Setiap pekerjaan yang menghasilkan uang ia lakukan, namun ia selalu merugi. Namun, dalam hatinya ia bertekad untuk menjadi seorang Samurai.
Suatu hari ia bertemu dengan seorang utusan Matsuhita, yang bernama Naganori. Akhirnya Hideyoshi diperkerjakan di Klan Matsuhita. Lord Matsuhita menganugerahinya nama keluarga Nakamura. Hideyoshi bekerja dengan sangat baik di Klan Matsuhita. Tapi itu tidak bertahan lama karena ada seseorang yang memfitnah Hideyoshi. Akhirnya Hideyoshi dipecat karena Lord Matsuhita tidak ingin terjadi keributan di klannya.
Hideyoshi pun mencari lagi majikan baginya. Akhirnya ia kembali ke kampungnya dan meminta bekerja pada seorang pemimpin muda di Klan Oda, Lord Nobunaga. Hideyoshi memutuskan untuk menjadikan Lord Nobunaga sebagai majikannya.
Bersama Lord Nobunagalah, peristiwa demi peristiwa mulai menempanya sebagai seorang samurai tanpa pedang. Sebenarnya, awalnya Lord Nobunaga pun  memandang sebelah mata kepadanya. Kekurangan fisik dan juga tidak memiliki kemampuan bela diri, sepertinya sulit bagi Hideyoshi untuk ikut ambil bagian dalam peperangan. Tapi Hideyoshi mampu merubah segala kekurangannya menjadi kelebihan.
Prestasi demi prestasi ia raih. Bagi Hideyoshi, siapapun yang punya aspirasi untuk memimpin mula-mula harus belajar melayani. Hideyoshi memiliki prinsip kepemimpinan yang luar biasa, yaitu penghargaan, pengabdian, kerja keras dan tindakan berani. Menurutnya, prinsip –prinsip tersebut menempa jiwa seorang samurai.
Buku ini kaya akan filosofi kehidupan yang luar biasa. Ilmu tentang kepemimpinan bisa kita pelajari dengan mudah. Dengan memakai sudut pandang orang pertama, membuat kita seperti sedang menjejaki setiap langkah Hideyoshi. Setiap kata yag dituturkan membuat kita tidak henti-hentinya termotivasi.
Jika kita ingin menjadi seorang pemimpin yang luar biasa, buku inilah jawabannya. Karena apa yang dituliskan di dalam buku ini, bukanlah sekedar kata-kata namun telah menjalani pembuktian yang nyata.

“Jangan jadi orang yang, dua puluh tahun dari sekarang, mengingat-ingat masa lalunya dan menyesali kegagalannya memanfaatkan momen yang mungkin aka mengubah keberuntungannya. Sambarlah kesempatan dengan kedua tanganmu.” (Hideyoshi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar