Kamis, 24 April 2014

I'm Talking About You

20.24 0 Comments
Sometimes...
You change the darkness into brightness
You change the narrow into wide
You change sadness into happiness

Sometimes...
Tears change into smile
Weakness change into strength
Fear change into braveness

Sometimes...
I find the different condition
I feel the better feeling
I can smile and laugh

Sometimes...
I am talking about you
Eventhough just in my heart
But, you can understand when you look at my eyes
I always have the best words for you
Trust me...
I am talking about you, now

Rabu, 23 April 2014

Karena Kita Wanita

09.01 0 Comments
Wanita...
Ingatkah ketika kita menanti amanah terindah dalam hidup
Ada impian dan harapan yang tak pernah redup
Untaian doa yang mengalun syahdu dalam simfoni detak jantung yang berdegup
Menunggu sesosok makhluk suci yang akan menyempurnakan hidup

Wanita...
Senyuman membungkus rasa sakit dan lelah saat menanti
Untaian doa kebahagiaan meretas semua rasa yang terkungkung dalam harap nan suci
Menunggu kebahagiaan yang datang dari surgawi
Tuk menjadikan setiap napas ini lebih berarti

Wanita...
Tapi, kadang kita lupa dengan selaksa kisah sepenggal waktu
Fitrah dikesampingkan demi emansipasi tak menentu
Persamanaan hak tanpa pemahaman diburu
Kesetaraan gender jadi sesuatu yang disukai laku

Wanita...
Tidur panjang tersadarkan lewat sapa yang tak diharap
Ketika sosok dicinta berubah sikap
Hati ini bagai tersayat ketika ia berucap
Dan saat matanya enggan tuk menatap

Wanita...
Tidak ada yang salah dengan emansipasi
Tapi kadang kita tak cerdas menangkap esensi
Kaum kita terlalu terlena dengan setitik sensasi
Hanya demi sesuatu yang kita namai obsesi

Wanita...
Kita tercipta dengan penuh kelembutan
Kita dipantaskan dengan keindahan
Kita dibutuhkan karena keberadaan
Kita ada sebagai tanda kasih tanpa jeda 

Senin, 14 April 2014

Inspirasi Kesetiaan Bersama Cap Kaki Tiga

09.28 0 Comments



Setia itu...
Jika banyak orang mencari arti kata setia. Aku sudah menemukan arti kata itu. Bukan, maksudku bukan arti tapi makna. Ya, ibuku, yang lebih senang kupanggil mamah, sudah mengajarkan bagaimana mengeja setiap makna kata ‘setia’ itu. Mamah mungkin tidak pernah merasa, tapi aku selalu belajar banyak darinya tentang apa itu setia.
Menentukan pilihan menikah dengan ayah dan menjalani hidup bersama kurang lebih 37 tahun, tentunya bukan waktu yang sebentar. Senang dan susah dijalani bersama dalam satu jalur kehidupan berumah tangga. Melangkah bersama untuk menggapai tujuan yang sama. Mungkin kadang harus terjatuh, tapi dirinya mampu untuk bangkit mengulurkan tangan untuk orang-orang yang ada di sampingnya.
Seperti halnya larutan penyegar Cap Kaki Tiga, kesetiaan Mamah sudah sangat teruji. Tidak hanya sekedar slogan, namun sudah sangat terasa oleh setiap insan yang mengenalnya. Karena memang baginya, kesetiaan itu bukan hanya sekedar berurusan dengan kata namun juga rasa.
Mamah sudah mengajarkanku banyak hal tentang apa itu setia. Bukan mengajarkan lewat ucap yang mungkin akan membuatku bosan. Tapi, ia ajarkan lewat perilaku yang selalu membuatku kagum sekaligus malu. Kagum, ya aku kagum dengan segala hal yang ia lakukan. Mamah ialah guru kehidupan yang mengajariku tanpa pernah aku merasa digurui. Mamah bagai mata air yang terus memberikan manfaat bagi setiap orang. Mamah juga bagai telaga tak bertepi yang selalu membuatku ingin selalu di dekatnya.
Namun, selain itu, aku juga malu, karena aku belum bisa membalas semua kebaikannya. Sedikit saja, aku masih belum bisa membuatnya kagum dengan diriku. Terlalu sulit untuk menyamai kesetiaannya.
Aku mungkin tidak akan tahu dan mengingat semua perjuangan dan pengorbanan Mamah untuk orang-orang yang dicintai. Tapi, aku sering memerhatikan bagaimana Mamah mengurusi suami dan kami anak-anaknya. Bagaimana ketika Mamah merawat Bapak yang sedang sakit hingga sekarang. Kesabaran dan ketulusan terlihat dari bagaimana Mamah begitu telaten mengurusi Bapak sekaligus kelima anaknya. Kelelahannya ia sembunyikan di balik senyum dan semangat hidup.
Aku tidak tahu bagaimana dulu Mamah dan Bapak bertemu. Aku juga tidak pernah tahu seberapa besar rasa cinta keduanya di awal bertemu. Namun, saat ini, ketika usia telah semakin senja dan pernikahan pun bukan berdasar lagi atas dasar cinta, kesetiaan itu semakin begitu jelas terlihat. Dalam sorot mata yang semakin redup, aku menemukan makna cinta yang sesungguhnya.
Ya, aku belajar banyak tentang makna setia dari sosok yang telah kupinjami rahimnya itu. Tepatnya ketika keberlimpahan berubah menjadi kekurangan. Wanita tegar itu tak pernah mengeluh dengan segala keadaan yang ada.
Cintanya sudah teruji. Ia tidak hanya bisa mencintai ketika semuanya ada, namun ketika semuanya tiada, ia masih tetap untuk tetap tersenyum berada di samping orang-orang yang ia cintai.
Kesetian Mamah memang tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Senyum dan doa tulus selalu terukir indah di bibirnya. Dorongan untuk selalu memberikan yang terbaik, tidak pernah hilang dari kamus kehidupannya.
Baginya mencintai itu bukanlah menerima, tapi mencintai itu memberi. Baginya tak peduli dirinya menderita, asalkan orang-orang di sekelilingnya bahagia. Setia memang tidak selamanya bisa terukur, tapi bisa dirasakan. Setia memang tidak mudah untuk dilakukan, namun juga tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Setia itu seperti mentari, selalu ingin menyinari tanpa pernah letih. Setia itu seperti larutan penyegar Cap Kaki Tiga, terus mengabdi dan berarti untuk negeri bukan hanya untuk pribadi.

Assalamu'alaikum, Beijing! [Resensi]

05.01 0 Comments

Judul              : Assalamu’alaikum, Beijing!
Penulis           : Asma Nadia
Penerbit         : Noura Books
Cetakan ke-1 : Oktober 2013
Tebal              : 342 halaman
Harga             : Rp 54.000,00

“Ajarkan aku mantra pemikat cinta Ahei dan Ashima, maka akan kutaklukan penghalang segala rupa sampai cintaku padanya.

Kisah tentang cinta, namun bukan kisah yang berawal dari ketidaksengajaan dan berakhir dengan indah yang memaksa. Ini adalah sebuah kisah yang mengajarkan kita tentang cinta yang seutuhnya. Cinta yang dilandasi atas dasar cinta paling luhur kepada Sang Maha Mencintai.
Cinta seorang gadis yang tulus kepada seorang lelaki yang awalnya ia anggap sebagai sahabat, akhirnya harus ia relakan demi perasaannya sebagai seorang wanita. Dalam kesendirian ia terus melangkah. Awalnya hanya untuk menghapus jejak yang sulit menghilang dalam alam pikirnya. Tapi, ternyata cinta tak pernah putus asa untuk menyapa setiap insan, meski ia telah tersakiti karenanya.
Cinta kembali melambaikan tangan kepadanya. Ia berpikir itu hanyalah cinta sesaat yang tak mungkin bisa berlanjut menuju kisah berujung bahagia. Bagaimana tidak, pertemuannya dengan sosok yang membuatnya merubah persepsi tentang lelaki non muslim berubah. Keramahan dan kelembutan lelaki itu membuatnya bertanya pada dirinya sendiri, apakah lelaki itu benar-benar sosok yang selama ini ia cari?
Perbedaan negara, budaya dan tentu saja agama, sesuatu yang paling ia agungkan, terbentang luas diantara keduanya. Ia tak pernah berpikir terlalu jauh dengan hubungan yang ia jalin. Persahabatan saja sudah sangat cukup baginya.
Tapi, takdir berkata lain. Rasa cinta memang akan mengalahkan segalanya, termasuk perbedaan yang menurut logika terlalu sulit dan tidak mungkin. Berbagai cara yang mungkin awalnya sangat tidak masuk akal, sepertinya terjadi dengan mudah atas dasar cinta. Meski kenangan masa lalu pun kembali menyapa. Tapi, keyakinan untuk terus melangkah dan melupakan masa lalu, telah membuatnya siap menerima kisah hidup berikutnya bersama seorang laki-laki pengagum mitologi.
Perjalanan panjang itu singgah sebentar dalam kebahagiaan terucapnya janji suci.  Meski mereka berdua harus mengikat ikrar suci dalam suasana yang tak wajar dan ruangan yang tak semestinya. Tapi, dengan cinta semuanya menjadi terlihat lebih indah.

Novel ini begitu ‘renyah’ untuk dinikmati. Jalan ceritanya memanjakan imajinasi dan emosi pembaca. Setting Cina yang begitu kuat mengajak pembaca merasakan langsung atmosphere negeri tirai bambu tersebut. Tidak ada titik kebosanan yang ditemukan saat membaca halaman demi halaman.

Jumat, 11 April 2014

USA

20.47 0 Comments

“Asli orang mana?”
“Tiasa nyarios sunda?”
“Ngartos basa sunda?”

Hmm...entah berapa kali aku dengar pertanyaan-pertanyaan aneh itu. Termasuk kemarin, padahal orang itu sudah sangat kenal dengan kakakku. Eh, masih nanya kalau aku ini orang mana. Kan nggak ada ceritanya kakaknya orang sunda, adiknya orang Inggris? Hiks...apa memang nggak ada wajah sunda di wajahku?
Katanya kalau aku bicara bahasa sunda itu logatnya aneh, aksennya bukan seperti sunda Bandung atau bahkan Cianjur. Aduh, perasaannya aku bicara sama dengan yang lain. Serius...aku nggak pernah pakai bahasa Sunda dengan aksen British atau American. Emang ada? J
Karena sudah bukan satu atau dua orang yang bilang seperti itu, sepertinya pronunciation-ku harus benar-benar diperbaiki. Biasanya aku baca tongue twister untuk melatih lidahku agar terbiasa dengan kata-kata bahasa Inggris. Kalau sekarang, aku harus baca apa ya biar bahasa Sundaku sama seperti yang lain? Atau aku harus melepas pinku yang bertuliskan “I can speak English” dan menggantinya dengan “Abdi tiasa nyarios basa sunda”?
Ah, sudahlah daripada capek mikirin penilaian orang lain, yang terpenting aku masih cinta dengan Bandung. Aku pun selalu mempromosikan budaya sunda kepada orang luar. Semoga tidak ada lagi yang bertanya seperti di atas. Aku kan memang USA (Urang Sunda Asli), trust me J.

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

09.36 1 Comments
Sumber: Pribadi

ASUS Eee PC Seashell series sahabat sejati menjemput impian.  Bagiku netbook Eee PC Seashell series itu mengerti apa yang kumau.  Mengejar mimpi menjadi seorang penulis, tentunya menjadi suatu kebutuhan untuk menjadikan notebook yang mudah dibawa kemana-mana tapi memiliki fungsi yang luar biasa.
Sebagai seorang pendidik, penulis dan juga pembicara, notebook adalah alat yang tidak boleh tidak, harus dibawa setiap hari. Ya, kemana pun aku melangkah, ASUS Eee PC Seashell series selalu ada di tas.
Meskipun sekarang sudah zamannya tablet ataupun iPhone, tapi bagiku keberadaan notebook tidak bisa disingkirkan. Simple tapi juga sangat lengkap. Bagiku, ASUS Eee PC Seashell series completes my life.
Produk ASUS memang tidak bisa diragukan lagi. Ketika dulu, aku mau membeli notebook pun, banyak penjual ataupun penjaga toko di pusat pertokoan elektronik di kota Bandung, menyarankan kepadaku untuk memilih produk ASUS. Aku yang sudah memakai produk lain dan ingin mengganti, agak sedikit ragu ketika kakakku pun menyarankan hal yang sama. Dengan keraguan yang masih mengusik, tapi karena waktu itu dikejar dengan deadline pekerjaan, aku pun setuju untuk membeli produk ASUS ini.
Baru satu minggu, karena ‘kekreatifanku’, notebook ASUS yang aku beli tidak bisa dibuka sama sekali. Layarnya mati total. Dengan menggerutu, aku pun datang ke tempat yang sama untuk membetulkan netbook-ku. Untunglah masih garansi, jadi tanpa membayar sepeser pun.
Saat itu juga aku katakan kepada kakakku kalau perkiraanku benar, ASUS itu tidak sebagus produk yang lainnnya. Tapi ketika diperiksa, ternyata itu semua karena aku yang salah meng-klik icon sehingga harus di setting ulang. Dan itu bukan merupakan kerusakan. Notebook-ku bisa kembali seperti semula.
Setelah kejadian itu, aku tidak pernah lagi menemukan ketidaknyamanan dengan notebook ASUS yang aku miliki. Notebook ASUS Eee PC Seashell series sepertinya mengerti apa yang kumau. Meskipun hampir setiap hari dan selama kurang lebih 19-20 jam aku pergunakan, aku tidak pernah dibuat kesal dengan notebook ini. Selain itu, karena pekerjaanku sebagai pendidik dan juga mengisi acara, kadang beberapa flashdisc masuk ke notebook-ku tanpa bisa dicegah. Tapi, kembali lagi, notebook ini tidak pernah bermasalah dengan semua itu.
Sudah hampir 5 tahun lebih, ASUS Eee PC Seashell series menemaniku. Bagiku benda inilah sahabat sejati. Ya, kemanapun aku pergi, aku selalu membawa si mungil hitam ini. Semua data penting dan rahasia ada di sini. Semua impianku dalam menjemput impian pun, aku simpan di sini. Notebook ASUS Eee PC Seashell series saksi sejarah perjalanan hidupku.
Notebook ASUS Eee PC Seashell series, notebook yang tidak pernah rewel dan membuat pekerjaanku terganggu. Jika aku harus mengganti notebook, aku akan tetap memilih ASUS. Aku tidak bisa pindah ke lain merek. Bagiku, ASUS memang rajanya notebookdan laptop. ASUS, notebook terbaik dan favoritku. 

Jumat, 04 April 2014

No Connection, No Signal

05.04 0 Comments
Pernah merasa bete gara-gara tidak ada signal?
Atau bahkan marah-marah nggak jelas gara-gara layar handphone selalu bertulisakan ‘emergency call only’?

Hmm...aku tidak sedang menceritakan atau membicarakan orang lain. Tapi, semua itu terjadi pada diriku sejak kemarin malam. Mendadak tidak bisa membalas sms, membuka WA, update BBM, TWITTERan, aktif LINE, dan bahkan menerima atau melakukan panggilan telepon

Hufft...rasanya mau ngapa-ngapain juga jadi nggak enak. Lebay ya? Iya sih, tapi nggak tahu, memang itu yang terjadi. Sampai-sampai melakukan berbagai cara, mulai dari beli sim card baru sampai ada niat untuk mendatangi gerai atau customer service-nya langsung. Tapi, untunglah tidak beberapa lama, akhirnya jaringannya kembali normal. Senangnya, dan akhirnya bisa tersenyum lega.

Hmm...kadang jadi berpikir dan malu sendiri. Muncul pertanyaan, apakah aku akan melakukan hal yang sama ketika no connection, no signal dengan Allah SWT? Apakah aku akan merasa tidak nyaman dan juga tidak enak hati ketika aku tidak bisa melakukan kontak kepada Allah SWT? Ataukah aku akan tenang-tenang saja dan berkata “kita kan manusia, ada saatnya baik, ada saatnya tidak baik’?

Kamis, 03 April 2014

Kamis Inggris Bareng Miss (10)

12.24 0 Comments

Hi, guys!
Are you ok? Happy? Or sad?
Today, I don’t want to share about grammar or games. I just want to tell a little reason why I like English very much. Is it important? Yup…for me, it’s very important because it can remind me the first step when I chose this job J.
When my students or my friends asked me why I choose to become an English teacher, I’ll smile at them. When I was a little, I never dreamt becoming a teacher. Teacher is not my dream job. And, I hated to be a teacher. But, I really like English. And I want to be a tour guide or English translator. In my opinion, those jobs are more interesting.
But, I don’t know I can enjoy this job now. I can teach everyday. I never feel tired and bored. I always find some interesting things. It’s not only about money, but more than it. English has taught me everything. I can learn the other things when I understand English. I can meet many people, not only Indonesian people, but also the foreigners.
Thank God, because my father has taught me English when I was little. At the first I was forced, but I love it very much now. I have got many advantages by understanding English. So, there’s no reason for me to hate English and to be a teacher, of course. J

“Man proposes, God disposes.”

“Possible thing is usual, usual thing is forced or love.”

Selasa, 01 April 2014

Tanpa BPKB

14.26 0 Comments

Pernah punya kendaraan tanpa BPKB?
Hmm...pastinya ribet. Kok ribet? Ya, kalau kendaraan tanpa BPKB itu tentunya  tidak bisa digunakan, bisa-bisa berurusan dengan polisi. Tapi, kalau pun kita jual, mana ada orang yang mau beli kendaraan tanpa BPKB.
Nah, ternyata begitu juga diri ini. Jangan jadikan diri kita menjadi pribadi seperti kendaraan tanpa BPKB. Maksudnya? Ya, jangan sampai pasangan kita merasa bahwa kita ini bukanlah seseorang yang luar biasa, adanya seperti tiada. Ia membiarkan kita berada di sampingnya hanya karena faktor kasihan bukan karena cinta dan membutuhkan keberadaan kita.
Tentunya kita tidak ingin menjadi ‘sosok’ seperti itu. Impian kita ialah menjadi pasangan yang bisa melengkapi hidup pasangan kita masing-masing. Jadikan diri ini hebat dan juga menghebatkan pasangan kita. Jadikan pasangan kita dengan tulus berkata, “Aku bersyukur Allah memilihkanmu untuk kucintai.”


#terinspirasi dari ta’lim madani bersama Ust. Dudi Muttaqien :)