Sabtu, 30 Agustus 2014

Sejauh Mana Peran IKAPI?

IKAPI, sebuah wadah penerbit yang sudah berdiri sejak 17 Mei 1950. Dan kini, anggotanya sudah mencapai lebih kurang 1.126. Kita semua berharap IKAPI bisa menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan dan mencerdaskan bangsa sesuai dengan cita-cita IKAPI.

IKAPI memiliki misi yang sangat mulia, yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif, dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab.

Berdasarkan misi IKAPI itulah, lembaga ini diharapkan bisa menjadi pengawas bagi penerbit-penerbit yang nakal. Penerbit yang hanya mengejar keuntungan materi. Seperti contoh, dalam salah satu buku LKS Bahasa Inggris kelas XI SMA semester 2, ada teks yang menceritakan tentang Israel dan Palestina, yang isinya sangat tidak sesuai dengan kenyataannya. Kasus lain, dalam buku LKS Bahasa Inggris kelas XII, terdapat sebuah teks yang isinya sangat tidak nyaman dibaca (berisi kisah pembunuhan yang diceritakan dengan sangat vulgar).

Mungkin untuk sebagian anak tidak akan berpengaruh dengan isi cerita tersebut. Tapi, kita juga harus memikirkan anak-anak yang dengan keinginan penuh membaca dan mempelajari seluruh isi buku. Sebagai wadah para penerbit, IKAPI diharapkan bisa berbuat sesuatu untuk kasus-kasus seperti ini. IKAPI diharapkan bisa menertibkan penerbitan buku yang bisa membodohkan masyarakat.

Pengurus dan anggota IKAPI harus berbimbing tangan untuk mewujudkan cita-cita IKAPI. Meskipun sejauh ini, harus kita akui IKAPI sudah melakukan banyak hal dalam mencerdaskan bangsa. Namun ada baiknya, visi dan misi yang sudah dirumuskan haruslah dijalankan dengan sebaik-baiknya. IKAPI benar-benar bisa menjadi sarana untuk memberikan pendidikan tentang dunia baca tulis Indonesia. Misalkan dengan lebih sering mengadakan pelatihan menulis bagi semua kalangan, mengadakan pembibitan relawan baca tulis yang nantinya bisa disebar di daerah-daerah rawan buta huruf dan tentunya saja, IKAPI harus menjadi pengawas dari penerbitan dan penyebaran buku di masyarakat.  

Sumber Gambar: pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar