Jumat, 10 April 2015

Episode Kehidupan


Patut kita akui kalau hidup ini memang panggung sandiwara. Sejatinya setiap panggung sandiwara itu ada peran dan alur cerita yang harus diperankan. Alur cerita akan menarik ketika ada berbagai rasa yang diracik secara seimbang. Sang pemeran pun tidak bisa memilih untuk menjadi peran yang lain, atau misalnya merubah isi cerita. Kalau pun mau ‘improvisasi’ tetap harus berada di alur yang tidak terlalu melenceng.
Ya, mungkin itulah yang sedang aku rasakan akhir-akhir ini. Setelah beberapa bulan fokus ke persiapan pernikahan dan ngunduh mantu, aku sedikit ‘melupakan’ hobi menulisku. Dan ketika sekarang aku ingin kembali menyapanya, terasa sulit sekali. Beberapa kali aku coba kirimkan naskah ke media dan panitia lomba, tapi hasilnya membuatku harus mengelus dada.
Aku kehilangan semangat untuk menulis. Aku merasa semua yang aku tuliskan jelek, tidak berbobot, dan tidak menarik untuk dibaca. Perasaan serba salah sering menyapaku. Apa yang salah denganku? Itulah pertanyaan yang sering aku lontarkan.
“Neng pasti bisa berkarya lagi. Sekarang Allah sedang memberikan nikmat yang luar biasa. Janin yang Allah titipkan di rahim Neng itu jauh lebih berharga dibanding segalanya.”
Itulah kalimat penguat yang suamiku ucapkan. Ya, aku sadar, semua pasti ada saatnya. Aku harus mencoba memahami itu. Kini yang terpenting bukan mempermasalahkan hasil, tapi seberapa besar usahaku untuk menyapa kembali kata yang penuh makna. Biarkan tangan Allah yang bekerja untuk memberikan hasil yang terbaik untukku.
Aku bersyukur karena sekarang ada seseorang yang selalu menguatkan ketika aku lemah. Dan tidak hanya itu, sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang bangga karena ibunya tidak pernah lelah menjemput setiap impian.
“Aku akan tetap menulis, karena Allah memberikan jalan kita bertemu lewat buku yang aku tulis, suamiku,” janjiku dalam hati.
Aku yakin semua pasti ada waktunya. Kini, aku sedang menjalani episode menjadi wanita yang paling bahagia dengan titipan janin dalam rahimku. Semoga aku bisa melalui setiap episode kehidupan dengan baik, hingga Sang Sutradara Kehidupan bangga dengan caraku memerankan peran yang telah ditentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar