Jumat, 28 Agustus 2015

Antara Aku, Dia dan AirAsia

17.14 0 Comments
Sumber: Pribadi
Tak pernah terbayangkan olehku akan dipertemukan dengan jodoh yang berasal dari beda provinsi. Tidak hanya itu, aku sama sekali tidak pernah mengenal siapa dirinya. Bahkan ketika dia datang mengetuk pintu rumah pun, semuanya benar-benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
16 September 2014, saat itulah sebuah titik yang akan menjadi rangkaian huruf dan cerita dimulai. Dengan menumpang pesawat AirAsia, dia tiba di Bandara Husein Sastranegara sore hari. Tanpa jeda waktu yang lama, ia bersama sahabat dan juga kakak keduaku langsung menuju rumah. Hari itu ialah hari pertama aku dipertemukan dengan dirinya.
Setelah pertemuan pertama itu, kami berdua saling membuka diri untuk mengenal satu sama lain. Tentunya banyak diskusi yang kami lakukan di dunia maya. Ya, kami berdua memang sepakat untuk tidak saling bertemu atau bahkan saling menelpon. Mungkin terasa aneh untuk sebagian orang, tapi inilah jalan yang kami pilih.
Awalnya, ada sedikit ketakutan dan kekhawatiran dalam diriku, apakah perbedaan budaya tidak akan menjadi masalah? Ditambah lagi, jika aku menerimanya, apakah jarak tempat tinggal keluarga kami masing-masing tidak terlalu jauh? Dan masih banyak ketakutan yang menyapaku pada masa perkenalan itu.
Tapi, memang cinta selalu menemukan jalannya sendiri. Hanya berjarak tiga minggu dari pertemuan pertama itu, akhrinya kami memutuskan untuk saling menerima dan bersiap untuk mengikat janji. Kami berdua merasa memiliki visi dan misi hidup yang sama. Dan yang terpenting, dia mau menerimaku dengan segala kekurangan yang aku miliki. Dengan keyakinan yang penuh, kami tetapkan untuk segera menghalalkan hubungan kami.
8 Oktober 2014 ialah hari yang tak akan pernah aku lupakan. Dia bersama Ibu dan pamannya serta ditemani sahabat baiknya, datang untuk menyatakan niat suci itu. Mereka datang dari kota yang berada hampir di paling timur Pulau Jawa untuk meyakinkan niat suci itu. Kali ini pun, AirAsia menjadi saksi perjalanan calon suami beserta Ibu dan pamannya. Meskipun mereka baru tiba di Bandung sore hari dan dilanjut berkunjung ke rumahku malam hari, tapi hanya perasaan bahagia yang mampu terlukiskan. Tidak ada wajah kelelahan dengan jarak yang begitu jauh. Malam itu, pertunangan kami pun berjalan dengan lancar dan khidmat.
Sumber: Pribadi
Dari mulai masa perkenalan, tunangan hingga prosesi ngunduh mantu, keberadaan AirAsia sangat membantu kami. Dengan harga yang tidak membuat rekening tabungan kami menipis, kami bisa melakukan semuanya dengan mudah. Jarak seakan-akan tidak menjadi penghalang bagi kami.
Kami tidak menutup telinga dan mata tentang berita di luar sana. Kami sadar banyak orang yang kurang memercayai maskapai AirAsia. Tapi apa yang sudah kami rasakan benar-benar jauh dari apa yang selama ini diberitakan. Kami percaya dengan kinerja para awak kapal maskapai ini. Jadi, sangat tidak adil kalau kita menghakimi sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja.
Bagi aku dan suamiku, AirAsia merupakan saksi perjalanan cinta kami. Banyak kisah yang sudah dan akan kami torehkan bersama AirAsia. Bukan hanya sebelum kami menikah, bahkan sampai sekarang dan nanti. Kisah yang akan selalu menjadi bagian dari perjalanan panjang kehidupan rumah tangga kami.
AirAsia akan menjadi sahabat kami menatap masa depan. Keberadaan keluarga besar kami yang berada di dua provinsi yang berbeda, mengharuskan kami untuk melakukan perjalanan jauh, setidaknya setahun sekali. Dan kami yakin,  jarak yang begitu jauh terasa dekat dan nyaman dengan adanya AirAsia. AirAsia benar-benar akan menjadi bagian dari hidupku, suami dan juga keluarga besarku. 

Rabu, 26 Agustus 2015

Samsung Galaxy Note 5

09.24 1 Comments
Sumber: geeksnack.com

Samsung memang selalu memberikan terobosan yang menggoda. Selalu ada kelebihan dari ponsel keluaran Samsung. Tidak salah jika Samsung dikatakan sebagai pioneer dalam dunia gadget. Samsung tidak pernah kehilangan ide untuk menarik perhatian konsumen. Samsung Galaxy Note 5 ialah salah satu bukti dari keluarbiasaan ide Samsung kali ini.
Sumber: y www.GalaxyLaunchPack.com outube.com
Samsung Galaxy Note 5 hadir dengan berbagai kelebihan yang belum dimiliki oleh ponsel pintar lainnya. Dalam acara Samsung Galaxy Unpacked 2015 di Lincoln Center, New York City, President&CEO Samsung Electronics, JK Shin, menjelaskan bahwa Samsung selalu menawarkan better product dan new product first bagi para konsumennya. Hal itu sesuai dengan filosifi Samsung, listening to you. Samsung selalu mengerti apa yang konsumen butuhkan dan inginkan. Karena alasan itulah, Samsung Galaxy Note 5 hadir dengan gaya yang beautiful dan useful. Ponsel pintar ini sangat cocok bagi multimedia cosumer dan mulitasker.
Samsung Galaxy Note 5 memiliki terobosan terbaru yang sama sekali belum dimiliki oleh ponsel pintar lainnya, yaitu Samsung Pay. Samsung Pay ialah sebuah mobile payment solution. Kita sebagai konsumen dimanjakan dengan fasilitas Samsung yang satu ini. Kita tidak perlu ribet membawa banyak kartu kredit, kartu keanggotaan atau kartu-kartu lainnya. Karena semuanya sudah bisa kita nikmati dalam fasilitas Samsung Payment  yang simple dan safe. Kelebihan yang luar biasa ini bisa dinikmati mulai 20 Agustus di Korea,  28 September di Amerika, dan disusul oleh negara-negara lain.
Fitur terbaru Samsung Galaxy Note 5 lainnya, yaitu:
-            S Pen
Fitur yang satu ini disebut juga all powerful pen dan menggunakan clicking method. Dengan terobosan terbaru Samsung, kita akan dengan mudah menuliskan sesuatu di layar dan juga bisa langsung di-save.  Semuanya bagaikan kita menulis di atas kertas menggunakan pulpen biasa. Kita juga bisa dengan mudah membuat scrapbook sendiri.
-            Smart Multitasking
Ponsel pintar yang satu ini menghadirkan fitur yang bisa memudahkan kita membuka beberapa aplikasi sekaligus. Bagi orang-orang yang multitasker, tentunya fitur ini akan sangat membantu dan memfasilitasi apa yang kita inginkan.
-            Refined Camera
Dari dulu Samsung memang terkenal degan kualitas hasil jepretannya. Tidak heran ketika Samsung mendapat penilain bahwa kamera Samsung itu ialah kamera terbaik di dunia.
-            Battery
Samsung Galaxy Note 5 menggunakan fitur battery leadership. Dengan fitur ini konsumen bisa merasakan fasilitas fast charging. Selain itu ponsel pintar ini memiliki kelebihan fast wireless charging. Kita hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk pengisian baterai dari kosong hingga full, itu artinya 1 jam lebih cepat dari ponsel-ponsel yang lainnya.
-            Video Live Broadcast
Dengan fitur ini, Samsung Galaxy Note 5 memanjakan penyuka dunia hiburan. Dengan fasilitas ini, kita bisa dengan mudah menikmati banyak video live.
-            Sidesync (PC-Phone Correction)
Samsung Galaxy Note 5 menggunakan sistem wireless and automatically. Artinya ponsel pintar ini bisa dengan mudah dihubungakan ke PC.


Dengan segala kelebihan yang dimiliki, Samsung Galaxy Note 5 merupakan ponsel pintar yang benar-benar pintar. Dan tentu saja, ponsel pintar yang satu ini akan memanjakan kita sebagai konsumen. Samsung Galaxy Note 5, ponsel pintar khusus orang pintar. Samsung is always listening to us


Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Samsung Galaxy Note 5. 
Ingin tahu lebih banyak tentang Samsung Galaxy Note 5, silakan kunjungi  www.GalaxyLaunchPack.com dan subscribe untuk mendapatkan informasi paling update tentang Samsung Galaxy Note 5

Sabtu, 22 Agustus 2015

Perjalanan dan Nasionalisme

14.55 0 Comments
Sumber: Pribadi

Perjalanan. Sebuah kata yang bisa dimaknai dari dua sisi. Perjalanan dalam arti sebenarnya dan perjalanan dalam makna yang tersirat. Tapi tentunya, dari keduanya itu ada satu kesamaan, bergerak.
Ya, perjalanan itu pergerakan. Sejatinya kata berjalan selalu beriringan dengan kata bergerak. Dan tentu saja setiap pergerakan pastilah menghasilkan sesuatu. Baik itu sebuah kisah baru atau pengalaman yang tak terlupakan. Dan semuanya akan menjadi sejarah yang sulit untuk terhapus.
Ketika seseorang melakukan sebuah perjalanan, secara tidak disadari ia akan belajar banyak hal. Ia akan menjadi lebih mencintai apa yang sebelumnya hanya ia abaikan. Contohnya saja, ketika seseorang melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, ia akan menemukan sebuah perbandingan. Ia akan membandingkan keadaan tempat tinggalnya dengan kota yang ia datangi. Bisa jadi ia menemukan hal yang lebih baik dari kotanya, atau sebalilknya.
Begitu pun ketika seseorang itu pergi ke luar negeri. Ia akan menemukan banyak sekali pelajaran berharga ketika menginjakkan kaki di tempat yang baru. Tapi, dari semuanya itu, intinya adalah kita akan menemukan sesuatu yang berbeda. Selain itu rasa cinta akan tanah tempat kelahiran akan bertambah. Misalkan saja, ketika kita berkunjung ke beberapa kota di Indonesia, kita akan menilai kalau Indonesia itu kaya akan budaya.
Sumber: Pribadi
Setiap daerah di negeri ini memang memiliki keunikan masing-masing. Selalu ada hal yang menakjubkan dan mengagumkan. Keindahan alam, adat dan budaya serta keramahan dan keunikan orang-orangnya menjadikan setiap daerah memiliki magnet untuk dikunjungi.
Semakin sering kita melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain, kita akan menemukan banyak hal berharga. Kita akan semakin sadar kalau bangsa ini kaya. Negeri kita ini berbeda dengan yang lain. Tidak salah, ketika banyak wisatawan mancanegara yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata yang patut diperhitungkan.
Kita sebagai warga negera Indonesia seharusnya malu, ketika orang-orang begitu bersemangat untuk mengenal Indonesia lebih jauh. Sedangkan kita malah sebaliknya. Kebanyakan orang kurang begitu suka untuk mengenal lebih jauh kekayaan yang ada di negeri ini. Tidak sedikit yang lebih merasa bangga mengunjungi tempat wisata di luar negeri. Tidak salah memang, ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Tapi, akan lebih baik kalau kita mengenal negeri ini terlebih dahulu sebelum menjelajah negara lain.
Sumber: Pribadi
Negeri ini terlalu indah untuk diabaikan. Tanah Air kita ini terlahir dengan begitu banyak kelebihan yang tidak dimiliki negara lain. Untuk itu, mulai sekarang, cobalah untuk melangkahkan kaki mengenal lebih jauh negeri kita ini. Buka mata dan telinga kita dan temukan sisi positif di setiap langkah kaki kita. Rasa nasionalisme itu perlu dipupuk, dan salah satunya dengan mengenal setiap jengkal kekayaan dan keunikan yang ada di negeri tercinta, Indonesia.


Tulisan ini disertakan dalam lomba 'jalan-jalan nasionalisme' yang diadakan Travel On Wego Indonesia.

Jumat, 21 Agustus 2015

Kekayaan Tak Ternilai

21.41 0 Comments

Anak, sosok yang kehadirannya selalu dinanti. Tidak ada satu orang pun di dunia, yang masih punya hati, mampu menelantarkan buah hatinya. Sebagai fitrah seorang manusia dan orangtua, pasti kita akan sangat bersyukur ketika diamanahi anak.
Seorang anak dilahirkan untuk disayangi dan dididik bukan untuk diterlantarkan. Anak itu amanah terindah dari Sang Maha Pencipta. Sejatinya ketika kita diamanani (dititipi) sesuatu berarti kita harus menjaganya dengan sangat baik. Suatu saat ketika titipan itu diminta kembali, maka Sang Pemilik akan senang ketika “titipannya” itu terjaga dengan baik.
Karena anak merupakan titipan, maka kita harus terus berusaha menjaga titipan itu. Jangan sampai atas dasar pemuasan ego, kita memperlakukan anak dengan tidak manusiawi. Bahkan tak jarang akhir-akhir ini banyak kasus penganiayaan anak yang dilakukan oleh orangtua kandungnya sendiri.
Sungguh ironis memang, orangtua yang seharusnya menjadi sahabat, pelindung dan juga orang yang membuat mereka nyaman, malah menjadi algojo bagi nyawa si anak. Lantas, kalau sudah begini, kemana anak harus mencari tempat ternyaman dalam kehidupannya? Dan yang membuat kita tidak habis pikir ialah banyak kasus yang menjadikan ibu sebagai tersangka dari kejadian kriminal tersebut.
Mungin timbul pertanyaan, sudah hilangkah surga di bawah telapak kaki ibu? Kemanakah cinta tulus yang dulu selalu didapatkan saat si buah hati masih dalam rahim? Apakah harga untuk sebuah kasih sayang sudah terlalu mahal hingga orangtua sudah tak sanggup memberikannya?
Sebenarnya ketika kita mengingat kembali tujuan dan niat kita untuk mendapatkan buah hati, maka kita akan sadar dalam memperlakukan mereka. Kita semua harus menyakini kalau anak itu bukan orang dewasa bertubuh kecil. Anak ya anak. Jangan samakan pola pikir kita dengan mereka.
Contoh kasus, ada orangtua yang berani melakukan kekerasan kepada anaknya, hanya karena si anak tidak mau menurut apa yang dikatakan atau diperintahkan. Hal itu terjadi, karena kita menganggap anak harus paham 100% dengan apa yang kita ucapkan. Padahal dunia mereka berbeda dengan dunia kita. Mereka tidak bisa dipaksakan untuk memahami semua yang kita inginkan.
Mungkin sebagian orang menganggap cara mendidik orangtua dengan kekerasan dan dilabeli atau dibalut dengan kata disiplin itu baik. Padahal apapun alasannya, kelembutan dan kasih sayang jauh lebih ampuh dalam mendidik anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebenarnya kita bisa bercermin pada beberapa kasus yang terjadi. Banyak anak yang pada akhirnya memilih untuk hidup di jalanan dan hidup semau mereka, karena intinya mereka tidak betah dengan situasi rumah. Mereka lelah dengan perlakuan orangtua yang penuh dengan tuntutan dan amarah.
Sebagai orang dewasa, sudah sepantasnya kita menerapkan lima bahasa cinta kepada anak-anak. Menurut Dr. Gary Chapman ada lima bahasa cinta yang harus kita tunjukkan kepada orang-orang yang kita sayangi, yaitu
1.        Words of Affirmation (Kata-kata yang membangun)
Ketika kita membiasakan mengatakan kata-kata positif yang memotivasi, maka anak itu akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan bermental pemenang.
2.        Quality Time (Waktu yang berkualitas)
Memberikan waktu kita kepada anak-anak merupakan aset yang tidak bisa ditukar dengan apapun. Anak yang merasakan keberadaannya orangtua di sisinya, mereka akan tumbuh menjadi anak yang penuh cinta. Dan tentu saja, seseorang yang merasa penuh cinta akan dengan mudah membagi cinta kepada orang lain.
3.        Receiving Gifts (Menerima hadiah)
Berilah kejutan dengan memberinya hadiah. Sebuah reward akan membuat anak diperhatikan dan dihargai kerja kerasnya. Tak perlu barang yang berharga mahal. Karena meskipun hanya sebatang coklat, anak akan merasa kita sebagai orangtuanya menilai mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik.
4.        Acts of Service (Mau melayani)
Melayani di sini bukan artinya kita harus bersikap seperti pembantu, tapi sesekali membantu meringankan pekerjaan mereka.
5.        Physical Touch (Sentuhan fisik)
Menurut beberapa penelitian, sentuhan atau pelukan akan memberikan energi. Selain itu, pelukan juga akan meningkatkan kecerdasan otak anak, merangsang keluarnya hormon oksitosin, memberikan perasaan senang, mengurangi racun dari zat derifit glutamat yang berbahaya pada otak anak.

Kelima bahasa cinta ini jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya kepada anak-anak, maka akan memberikan efek yang luar biasa. Kita jangan terlalu ideals dengan memikirkan bagaimana mengurus seluruh anak di negeri ini. Karena yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memulai semuanya dari rumah atau keluarga sendiri. Ketika setiap orang memiliki pemikiran yang sama untuk menjadikan anak-anaknya bermental pemenang dengan pemenuhan cinta dari orangtua, maka efek virus positif tersebut akan menyebar sampai ke seluruh negeri ini.
Kita harus selalu ingat, anak merupakan kekayaan tak ternilai bagi seseorang. Ketika kita menyia-nyiakannya kesempatan untuk mendidiknya, maka hanya penyesalan yang akan kita dapatkan. Waktu yang kita investasikan untuk menemani mereka, semuanya akan tergantikan dengan perkembangan kecerdasan hati, pikir dan perilaku mereka. Anak tidak bisa ditukar dengan harta yang lain. Sekali kita mengabaikannya, maka itu artinya kita telah kehilangan kekayaan yang tidak ada bandingannya.


Rabu, 12 Agustus 2015

Sepenggal Kisah di Hari Raya

13.13 1 Comments
 #GiveAwayLebaran

Berbeda,
Ya, ada yang berbeda di Ramadhan dan lebaran tahun ini. Tak pernah terbayangkan akan ada sosok pendamping yang menemani. Dulu, Ramadhan hanya dilewati bersama keluarga dan teman-teman. Tapi, sekarang, ada seseorang yang selalu menjadi pengingat untuk meningkatkan semangat beribadah.
Di Ramadhan dan Idul Fitri kali ini pun, aku dan suami merasa sangat bahagia dan bersyukur. Kehadiran amanah terindah yang selalu menjadi penyemangat untuk terus dekat dengan-Nya. Alhamdulillah, Kuasa-Nya memang sungguh luar biasa, kami bertiga bisa melaksanakan shaum bersama-sama. Sungguh, bahagia yang tak cukup dilukiskan dengan kata-kata.
Meski awalnya, kami sempat khawatir apakah janin ini bisa diajak berpuasa. Tapi, Alhamdulillah, Dokter dan Bidan sangat membolehkan Debay diajak berpuasa. Katanya biar jadi anak sholeh, aamiin J.
Tapi, kekhawatiran kedua pun datang menyapa ketika kami harus mudik. Kami memang sudah berniat untuk merayakan hari raya di Lumajang, Jawa Timur. Tentunya perjalanan dari Bandung ke Lumajang harus memakan waktu yang begitu lama, dan dalam kondisi berpuasa juga. Tapi, kami yakin Allah bersama kami, meski ada sedikit ‘insiden zupa-zupa’ dalam perjalanan kami.
Ya, entah karena kelelahan atau karena kami tidur terlalu larut, akhirnya ketika prama dan prami menawarkan makanan untuk sahur, kami sami sekali tidak mendengarnya. Akhirnya suamiku langsung memesan ke dapur. Namun sayang, mereka katakan kalau yanng tersisa tinggal sup dan roti. Suamiku berpikir lebih baik memilih roti saja. Dalam pikiran suamiku, cukuplah makan roti untuk sahur. Tapi, kami saling berpandangan ketika seorang prama menghampiri kursi kami, ia datang sambil membawa dua mangkuk zupa-zupa.
Suamiku yang baru pertama makan zupa-zupa, sama sekali tidak menyukai makanan yang katanya aneh itu. Aku, yang memang kurang suka dengan zupa-zupa, akhirnya memesan sup. Menurutku, semangkuk sup ayam panas lebih bisa bersahabat dibanding zupa-zupa. Tapi, kembali lagi aku dan suamiku saling berpandangan dan menahan tawa. Ya, ternyata sang prama datang dengan semangkuk zupa-zupa di nampan. Yang dimaksud sup oleh prama itu, ternyata zupa-zupa juga.
Karena takut mubazir, akhirnya kami membatalkan pesanan itu. Untunglah, prama itu mau menerima pembatalan pemesanan tersebut. Kami berdua pun memutuskan untuk makan udang goreng dan hati ayam sisa buka puasa. Kami makan udang dan hati ayam dicampur keripik pedas tanpa nasi.
Suamiku menyarankanku untuk tidak berpuasa karena khawatir dengan kondisi janin. Tapi, aku katakan kalau aku akan melihat kondisi nanti siang saja. Jika sekiranya tidak kuat, aku akan membatalkan puasaku demi Debay.
Sepanjang perjalanannya, aku dan suamiku terus saling meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja. Kami berdua pun tak lepas berdoa untuk kesehatan Debay. Alhamdulillah dengan afirmasi dan kami ajak ngobrol setiap saat, Debay tetap sehat dan lincah dalam rahim.
Setelah melewati perjalanan hampir 24  jam dari Bandung, akhirnya kami sampai di rumah sederhana nan sejuk. Ibu, kakak, keponakan dan Bu Lek sudah standby di depan rumah menyambut kami. Rasa haru dan bahagia ketika melihat keluarga sehat, terutama Ibu.
Perjalanan kami bertiga memang sudah ditunggu-tunggu oleh Ibu dan keluarga besar di Lumajang. Ibu bahkan sempat mengungkapkan rasa kangen yang begitu besar kepada kami bertiga. Sejak selesainya perhelatan “Ngunduh Mantu” akhir Maret kemarin, kami memang hanya bertegur sapa lewat telepon dan sms dengan beliau, jadi wajar jika kedatangan kami ditunggu-tunggu. #Merasa bahagia :D
Sepuluh hari shaum kami lewatkan di Lumajang dengan begitu khusyuk. Tak ketinggalan menu khas Lumajang buatan Ibu, menjadi santapan saat tiba waktu buka dan sahur. Untunglah cita rasanya hampir sama dengan masakan Sunda yang sudah sangat familiar di lidahku.
Melewati Ramadhan dengan sensasi yang berbeda, itulah yang aku rasakan. Ada banyak hal yang membuatku banyak bertanya kepada suami. Perbedaan budaya memang kadang membuatku harus cepat memahami dan menyesuaikan diri.
Tak terasa 30 hari sudah, bulan Ramadhan menyapa. Suara takbir yang terus berkumandang mulai terdengar dari pengeras suara. Takbiran menyambut lebaran keesokan harinya kami lewatkan dengan seluruh keluarga. Suamiku juga mengajakku berkeliling kota Lumajang melihat keramaian malam takbiran. Semua itu merupakan momen yang tak akan terlupakan.
Lebaran spesial, itulah yang sering kami ucapkan. Banyak nikmat yang kami rasakan di hari raya tahun ini. Berkah Ramadhan menyapa kami silih berganti. Tak ada kata yang lebih pantas selain rasa syukur kepada Allah SWT.

Artikel ini diikutsertakan dalam#GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa KreatiSandermDhofaro, dan Minikinizz

Minggu, 02 Agustus 2015

BNI, Mengukir Prestasi Tanpa Henti

19.49 0 Comments


BNI, bank yang berdiri sejak 5 Juli 1946 ini, merupakan bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan. Pada saat kemerdekaan BNI berfungsi menjadi Bank Sentral dan Bank Umum. Baru setelah 1955, bank ini mengkhususkan diri menjadi Bank Umum.

BNI memili empat nilai budaya kerja yang luar biasa, yaitu:
-          Profesionalisme
Nilai profesionalisme bisa kita lihat dari cara kerja yang tidak asal-asalan. Semua direksi dan karyawan membudayakan sikap profesionalisme yang tinggi.
-          Integritas
Sistem yang dibuat dan juga sikap para karyawan dan direksi sudah menyatu. Hal itu tentunya akan menghasilkan sebuah kekuatan yang bisa saling mempengaruhi.
-          Orientasi pelanggan
BNI memang menjadikan pelanggan sebagai mitra kerja yang harus selalu diprioritaskan. Kepuasaan dan kenyamanan benar-benar harus menjadi nomor satu dari sebuah pelayanan.
-          Perbaikan tiada henti.
Nilai yang satu ini yang sering dilupakan oleh lembaga atau perusahaan lain. Meskipun BNI sudah sangat sering mendapatkan penghargaan, tapi menilai dan memperbaiki keadaan di dalam merupakan hal yang sangat diwajibkan.

Tentunya keempat nilai budaya kerja tersebut tidak hanya tertulis, tapi juga menjadi acuan bagi para direksi dan karyawan BNI.  Selain memiliki empat nilai budaya tersebut, BNI juga memiliki enam nilai perilaku utama insan BNI. Keenam nilai itu ialah:
-       meningkatkan kompetensi dan memberikan hasil terbaik
-       Jujur, tulus dan ikhlas
-       Disiplin, konsisten dan bertanggung jawab
-       Memberikan layanan terbaik melalui kemitraan yang sinergi
-       Senantiasa melakukan penyempurnaan
-       Kreatif dan inovatif

Sejalan dengan empat nilai budaya, keenam nilai perilaku utama insan BNI juga tidak hanya sekedar tulisan semata. Seperti contoh, nilai perilaku yang pertama itu meningkatkan kompetisi dan memberikan hasil terbaik. Dari satu nilai itu saja, kita sudah bisa melihat kalau BNI memang menyiapkan diri untuk terus melakukan yang terbaik untuk para pelanggan.

Dengan empat nilai budaya kerja dan enam nilai perilaku utama insan BNI itu juga, bank ini mampu meraih segudang prestasi. BNI muncul menjadi Bank terbaik di negeri ini. Ukiran prestasi bisa menjadi bukti kerja keras BNI untuk menjadi lebih berkualitas setiap saatnya, dan dipercaya oleh para nasabah.

Penghargaan demi penghargaan diterima oleh bank yang tahun ini akan berusia 69 tahun. Penghargaan terakhir yang didapat oleh Bank BNI ialah Peringkat Pertama Digital Brand of The Years dari iSentia dan Infobank untuk Produk BNI Taplus dan Kartu Debit BNI, Jakarta, Kamis (26 Maret 2015).

Sedangkan satu bulan sebelumnya, seperti dilansir oleh bisnis.com, PT. Bank negara Indonesia (Persero) Tbk. Beserta dua anak perusahaannya, yaitu BNI Life dan BNI Securities menerima 5 penghargaan sebagai  financial service group terbaik di Asia Tenggara dari Alpha Southeast Asia Magazine.
Sumber: www.bni-life.co.id

Kelima penghargaan yang diterima oleh BNI Group adalah Trade Finance, Remittance, Cash Management, Kredit Sindikasi Terbaik di Asia Tenggara, dan Merger & Akuisis terbaik dengan partner internasional.

Itu hanyalah contoh kecil dari penghargaan yang diterima BNI. Kalau kita perhatikan dari tahun ke tahun, BNI mampu mengukir prestasi tanpa henti. Dan itu semua menjadi bukti kalau BNI selalu berusaha untuk menjadi Bank yang terbaik dari yang terbaik.

Dengan prestasi yang tidak bisa dilihat dengan sebelah mata tersebut, bisa menjadi penyemangat bagi pihak BNI sendiri untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas kerja. Tidak hanya itu, prestasi tersebut bisa menjadi rujukan bagi kita untuk beralih ke Bank yang sangat bisa dipercaya, BNI.