Sabtu, 05 Maret 2016

Rehat Sejenak



Ditengah info lomba menulis yang saling berkejaran dan impian menerbitkan buku, aku berhenti sejenak. Ya, entah kenapa beberapa bulan ini, aku kehilangan ‘sesuatu’. Aku terus menulis, tapi rasanya apa yang aku impikan sama sekali tidak aku dapatkan.
Begitu banyak target yang ingin aku dapatkan. Dari mulai memenangkan lomba seperti hal nyatahun lalu, atau menerbitkan buku lagi. Impian yang memang patut aku perjuangkan. Aku berkata seperti ini, tentunya aku telah berusaha. Hampir setiap hari aku usahakan untuk menulis setidaknya satu halaman untuk tetap menjaga habits menulisku.
Tapi, kadang apa yang aku inginkan tidak selamanya bisa aku dapatkan. Aku ikuti beberapa lomba, tapi tidak satupun yang mendapatkan kabar menggembirakan. Aku juga masih melanjutkan naskah yang terbengkalai, tapi rasanya aku tidak pede dengan tulisanku yang satu ini. Selain itu, beberapa naskah yang kukirim ke media dan penerbit, belum tahu kabar beritanya.
Ada apa denganku? Ya, hari ini aku benar-benar merenung. Apa yang terjadi dengan diriku. Kemana Intan yang dulu? Bahkan, awalnya aku berpikir, apa aku harus mengubur rapat-rapat impianku menjadi penulis?
Tapi, saat mata ini kuarahkan pada sosok malaikat kecil yang sedang tersenyum menatapku. Ah, semuanya berubah. Mungkin saat ini, aku boleh saja tidak menjadi pemenang lomba-lomba menulis. Sekarang, bisa jadi naskahku masih tidak tahu dimana rimbanya. Namun, aku telah menjadi pemenang karena dititipkan oleh Allah Swt seorang pahlawan kecil yang sholeh, cerdas, sehat, tampan dan hebat. Diantara banyak wanita, akulah yang dipilih-Nya untuk menerima hadiah terindah ini. Terima kasih Ya Rabb...
Bismillah...mulai saat ini, aku ingin belajar untuk menulis dengan hati. Aku tidak ingin menulis hanya karena hadiah, memiliki banyak karya, dipuji, disanjung, dan semua niatan yang pada ujungnya hanyalah untuk kesombongan belaka.
Bismillah...mulai saat ini, menulis ialah sebagai tanda syukur atas apa yang telah Allah Swt berikan kepadaku. Semuanya butuh proses. Dan, sekarang, aku sedang menjalani proses itu. Aku sedang melangkah selangkah demi selangkah untuk menjemput keridhoan-Nya dengan jalan menulis. Aku harus terus melangkah menebar kebaikan melalui kata yang kutorehkan. Aku bertekad menulis adalah jalanku untuk menabung kebaikan sebagai bekal di kehidupan yang kekal kelak.
Bismillah...Ya Allah izinkan dan bimbing diri ini agar senantiasa menulis dengan hati. Aamiin...


#Muhasabah
#LuruskanNiat
#MyDreamsComeTrue

#BelieveInAllah

3 komentar:

  1. Selamat menikmati prosesnya, Mbak. hasil yang manis akan hadir pada waktu yang tepat.

    BalasHapus
  2. Selamat menikmati prosesnya, Mbak. hasil yang manis akan hadir pada waktu yang tepat.

    BalasHapus