Senin, 02 Mei 2016

Terasa Berbeda


20 April, tanggal yang tidak akan aku lupakan. Mungkin sebagian orang hanya melihat dari 2 angka yang digabungkan menjadi satu. Tapi, bagiku tanggal ini ialah tanda saat seorang insan yang kini jatah usianya sudah semakin berkurang. Ya, di tanggal inilah aku dilahirkan.
Sebenarnya hanya satu kali aku merasakan perayaan ulang tahun dari orang tuaku, dan itupun ketika aku masih kecil. Selebihnya aku sering menerima suprise dan hadiah yang tak terkira dari murid-muridku. Namun, 2 tahun terakhir, ada sedikit yang berbeda.
Ya, tahun kemarin, di saat usia pernikahan baru menginjak 4 bulan, suamiku sengaja meluangkan waktu seharian untuk menemaniku berkeliling di kota kelahiranku yang penuh cinta, Bandung. Menelusuri indahnya Bandung masa kini dan mencoba beberapa kuliner kota kembang ini. Sebenarnya itu juga sekalian memperkenalkan Bandung kepada suami yang bukan urang sunda ini. Sekalian jadi tour guide ceritanya J.
Dan, tahun ini, ada atmosfer yang berbeda di momen bertambahnya angka usiaku. Kehadiran si kecil yang semakin lucu dan banyak tingkahnya itu, membuat aku bersyukur berkali-kali. Bagiku, keberadaan suami dan kehadiran si kecil ialah kado terindah dari yang Maha Kuasa. Karena memang menjalani kehidupan yang hampir sempurna ini, membuatku tak bisa lari dari kata bersyukur.
Di ulang tahun kali ini, sebenarnya aku tidak berharap banyak mendapatkan surprise atau hadiah apapun. Aku paham betul, kondisi suami yang sangat sibuk akhir-akhir ini, menjadi alasan paling mendasar. Dengan bisa berkumpul dengan keluarga kecil pun dan juga mendengar keluarga di Bandung sehat, itu jauh membuatku bahagia.
Tapi, ternyata ada sebuah kejutan yang telah disiapkan oleh suamiku. Kejutan di siang bolong. Aku menyebutnya seperti itu. Kejutan yang berhasil membuat air mata ini membasahi pipi.
Ketika aku sedang berada di kamar mandi, suamiku yang seharusya sedang berada di kantor, ternyata pulang. Aku merasa ada yang berbeda dengan sikap suamiku. Tidak biasanya ia menutup pintu kamar rapat-rapat. Dan sangat kebetulan juga, si kecil sedang digendong ibu mertuaku di luar rumah.
Taraaa... Speechless... Ya, aku tak kuasa melihatnya. Sebuah kue ulang tahun bertuliskan nama penaku ada di atas tempat tidur. (Aku tahu kenapa suamiku tidak menuliskan nama asliku, pasti takut nggak muat di kuenya ya hehe...) Aku merasa terharu karena di tengah kesibukan pekerjaan yang tak mengenal kompromi itu, suamiku masih menyempatkan memesan kue sepulang kerja malam sebelumnya. Dan yang paling amazing, kue yang diberikan suamiku itu sama persis dengan kue yang sebulan lalu sempat aku inginkan. Tapi, aku memang tidak pernah mengatakannya kepada suami. Ternyata pesannya langsung terkirim tanpa lewat kata hehe....
Sebenarnya bukan kali ini aku mendapat surprise atau hadiah dari suamiku. Tapi, jujur, bentuk perhatiannya kali ini sangat mengobati rasa rindu pada keluarga besar di rumah. Dan, satu hal lagi, suamiku sudah seringkali memberikan kejutan di momen-momen istimewa. Tapi, aku tidak pernah bisa menebak apa yang akan ia lakukan. Ya, termasuk di ulang tahunku kali ini.
Oya, di ulang tahunku ini juga suamiku berhasil membuatku menangis dan mengeluarkan air mata di depan ibu mertuaku. Hmm... itu adalah aib bagi seorang golongan darah A kalau sampai ketahuan menangis di depan umum. Biasanya kan menutupi tangisan dengan fake smile-nya. Eh...#Abaikan J
Tapi, rasa senangku jauh lebih besar sih dibanding kekesalan dikerjain di depan mertua. Nah, sekarang giliran si aku ini buat merengek minta foto bareng meskipun suamiku hanya menggunakan kaos oblong. Padahal suamiku itu orangnya perfeksionis dan paling nggak pede kalau difoto nggak dalam keadaan rapih. Ya, tapi kan kalau buat istri apapun akan dilakukan. (Demi terciptanya ketenteraman, foto tidak akan di share hehe...)
Bagiku, ulang tahun kali ini terasa sangat berbeda. Beda semuanya pokoknya. It’s the unforgettable birthday for me. Oya, satu hal yang wajib aku tuliskan, seperti apapun perayaan ulang tahunku, yang terpenting aku bisa semakin baik di sisa usiaku ini.





Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger.




10 komentar:

  1. caelaaaaa, romantis banget dah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. :)
      Makasih sudah mampir di rumah mayaku ya...

      Hapus
  2. subhanallahhh
    romantis skali suami mbak
    hhhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...iya...meskipun istrinya ga ada romantis2nya sama sekali :)
      Makasih sudah mampir ya...:)

      Hapus
  3. Ya ampuuuuun romantis banget :') aku jadi iri :') Oh ya, makasih sudah berpartisipasi dalam lomba ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Mbak, suamiku memang romantis, ada aja yg bisa bikin hati luluh :)
      Sama2, Mbak :)

      Hapus
  4. Senangnya punya suami yang perhatian, Mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Mbak. Suamiku memang perhatian banget sama istri :)
      Makasih Mbak sudah mampir :)

      Hapus
  5. Senang ya Mbak punya suami penuh kejutan 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang banget, Mbak. Ya sama senangnya juga dikomentari sama dua penulis kembar yang keren, Mbak Evi dan Mbak Eva :) (Eh, bener kan ya Mbak Eva dan Mbak Evi ini kembar? :) )
      Makasih Mbak sudah berkenan mampir di rumah mayaku :)

      Hapus