Minggu, 04 September 2016

Kepincut Nasi Pecel Pincuk


Awalnya hanya niat keliling kota Jember, tapi memang kita berdua kadang suka punya ide tiba-tiba. Ya, hari Minggu ini, kami mencoba menelusuri jalan perbatasan Jember – Banyuwangi. Bersepeda motor bertiga dengan si kecil melintasi perkebunan tembakau dan hutan pinus. Suamiku menawarkan untuk menyapa kota Banyuwangi, tapi karena hari sudah terlanjur siang, kami memutuskan untuk  putar arah di daerah Garahan, Kecamatan Silo.
Eh, lirik kanan – kiri, ternyata di sepanjang jalan Gunung Gumitir itu, banyak sekali warung pecel pincuk. Hmm...katanya sih Pecel Pincuk khas Garahan itu terkenal banget. Kayanya kalau sampai nggak mencoba, rugi banget deh. Kami berdua pun memutuskan untuk singgah sebentar melepas lelah di salah satu warung pecel pincuk.
Meski kami bingung, mau memilih warung yang mana. Akhirnya, suamiku menepikan motornya di “Warung Nasi Pecel Pincuk Bu Erik 23”. Kenapa namanya pecel pincuk? Kenapa juga harus ada angka 23-nya?

Ok, ok, aku jelasin satu-satu. Namanya nasi Pecel Pincuk, karena nasi dan pecelnya disajikan dalam pincuk (daun pisang yang dilipat seperti kerucut). Oya, isi dari pecelnya sih sama saja dengan pecel kebanyakan, ada tauge, genjer, dan pepaya muda, lalu disiram dengan bumbu kacang. Kalau soal rasa pedas, itu sih sesuai dengan selera. Kita pun bisa menambahkan lauk pauk yang lainnya sesuai dengan selera, seperti telur, daging ayam, rampelo ati, dan dendeng daging sapi. Tapi kalau tempe dan tahu sih sudah include di menu pecelnya.
Awalnya agak sedikit pesimis dengan rasanya. Makanya kami hanya memesan satu porsi saja. Eh, ternyata rasanya enak banget. Tadinya kami mau memesan lagi. Tapi, karena satu porsinya lumayan banyak, jadi cukuplah mengganjal dua perut yang keroncongan.
Terus harganya? Tenang...tenang... jangan khawatir dengan harga. Aku aja kaget ketika tahu harga satu porsi pecel pincuk hanya Rp. 5000,00,- Gila nggak tuh? Perut kenyang, hati tenang hehe...
Oya, kenapa juga nama warungnya harus ada angka 23? Ya, warung-warung di sana memang sengaja diberikan nomor sesuai dengan urutan posisi warungnya. Oya, warung nasi pecel pincuk Bu Erik ini bukan mulai dari pukul 04.30 – 22.00. Satu lagi yang kamu mesti tahu, Bu Erik ini sudah berjualan nasi pecel pincuk selama 10 tahun.

Pokoknya, kalau kamu-kamu melewati jalan perbatasan Jember – Banyuwangi, jangan lupa singgah di warung pecel pincuk. Kita memang bisa memilih dimana saja untuk menikmati sepiring nasi pecel atau sekedar ngopi dan makan cemilan. Rasakan sensasi pecel pincuk yang dinikmati di pinggiran jalan dengan suasana hutan pinus dan udara yang dingin. Yakin deh, kamu- kamu bakalan kepincut nasi pencel pincuk khas Garahan ini. 

7 komentar:

  1. Duh jadi kepincut juga nih. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak, cobain deh! Pasti pengen lagi, lagi dan lagi :)

      Hapus
  2. Lama nggak makan pecel :D Jadi pingin hunting. Murah juga ya cuma goceng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya murah meriah, Mbak Nita :)
      Mbak Tira, asli madiun ya?

      Hapus
  3. Wonderful Indonesia masakannya banyak banget....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mbak. Makanya wisata kuliner menjadi sangat menyenangkan :)

      Hapus