Sabtu, 08 Oktober 2016

Pengikat Janji Pengingat Rasa



Dua tahun yang lalu, sebuah tanda pengikat rasa ini melingkar di jari manis. Dikenakan langsung oleh beliau, yang sekarang kupanggil Ibu. Ya, malam itu, ibu mertuakulah yang memasangkan benda sakral ini.
Bagiku, saat itu ialah salah satu momen tak terlupakan dalam perjalanan menemukan cinta suci. Ketika sebuah pertanyaan diajukan oleh paman dari suami yang diulang kembali oleh bapakku. Pertanyaan yang tidak aku jawab oleh kata-kata, tapi hanya mampu kubalas dengan anggukan dan air mata syukur.
Aku paham kalau khitbah bukanlah cara untuk menghalalkan hubungan kami. Tapi, ketika tanda pengikat janji ini mulai menyatu dengan jari manis, maka aku sudah menutup hati untuk ikhwan yang lain. Aku sudah yakin dengan ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah Swt.
Saat ini, tidak hanya ada sosok seorang imam yang membimbingku, tapi ada malaikat kecil yang selalu menemaniku setiap saat. Sebuah anugerah yang harus selalu aku syukuri. Semoga cincin ini tidak hanya sebagai pengikat janji, tapi juga sebagai pengingat rasa dan tanda cinta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar