Rabu, 27 September 2017

Penuhi Tangki Cintanya


Ibarat sebuah tangki, ia akan bisa mengeluarkan air yang banyak ketika sudah terisi. Semakin banyak isi tangki tersebut, maka yang dikeluarkannya pun akan banyak pula. Dan, sebaliknya ketika tangki itu hanya memiliki isi sedikit, ia akan mengalirkan air sedikit pula.
Seperti halnya tangki air, itulah jiwa kita. Ketika jiwa kita terisi cinta yang penuh, maka kita akan lebih mudah menebar cinta kepada sesama. Rasa empati dan menghargai akan muncul dengan sendirinya karena kita merasakan hal yang sama dari orang-orang terdekat. Perhatian dan kasih sayang dari keluarga adalah aliran yang luar biasa untuk memenuhi tangki cinta kita.
Mungkin diantara kita sering bertemu dengan seseorang yang temperamen, tidak mau kalah dan tidak memiliki empati sedikit pun. Coba perhatikan bagaimana pola asuh di keluarganya. Kita cermati bagaimana kedua orangtuanya memperlakukannya.
Ketika sejak kecil hanya cacian, amarah dan hinaan yang dia dengar, maka hatinya akan kerontang, jiwanya mengalami dehidrasi cinta. Ia akan berlajar menjadi pribadi yang tidak jauh dari apa yang ia dapatkan. Sebaliknya, ketika kita perlakukan anak-anak itu penuh cinta, maka ia akan lebih mudah menyebar cinta pula. Ingat, anak itu peniru yang hebat.
Oleh karena itu, akan jauh lebih bijak bagi kita untuk menginestasikan waktu mengisi tangki cinta anak-anak kita. Usia anak-anak tidak akan pernah bisa terulang. Jangan pernah berdalih karena kita sibuk dengan urusan pekerjaan, akhirnya kita berikan waktu sisa kepada mereka. Akhirnya, mereka tidak pernah merasakan tangki cinta yang terisi tpenuh.
Menjadi ayah atau ibu bukan hanya sebuah status. Tapi, ini merupakan amanah yang luar biasa. Kita dipilih oleh Allah SWT untuk menjaga makhluk-Nya. Apakah kita tidak malu mengabaikan amanah dari-Nya? Apa pertanggungjawaban kita nanti dihadapan-Nya?
Untuk itu, mulai saat ini ayo kita sama-sama belajar menjadi orangtua yang dinanti bukan yang ditakuti. Kita isi tangki cinta kita dan pasangan terlebih dahulu. Setelah itu, kita isi tangki cinta anak-anak kita, agar ia tumbuh menjadi pribadi hebat dan menghebatkan. Negeri ini sedang menanti siraman cinta ditengah moral generasi yang sudah kerontang.

Anak-anak Belajar dari Kehidupannya

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakukan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

(Puisi karya Dorothy Law Nolte, Ph.D)


1 komentar: