Selasa, 10 Oktober 2017

Bandung, Lebih Dari Sekadar Cerita


“Dan Bandung bagiku bukan cuman masalah geografis, lebih jauh dari itu yang melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” (Pidi Baiq)

Suka banget sama kata-kata di atas. Sepertinya ungkapan tersebut mewakili apa yang aku rasakan. Menghirup udara di bumi pasundan selama lebih dari seperempat abad. Mengurai cerita dari masa ke masa. Menorehkan kisah di atas buku kehidupan.

Bandung, kota yang semakin cantik. Rasanya ada magnet tersendiri untuk kembali ke kota ini. 2 tahun sudah meninggalkan kota yang berjulukan kota kembang ini, tapi masih saja terbayang saat menelusuri kota Bandung.

Bagiku, selain orangtua dan keluarga besar, ada satu hal yang aku rindukan dari kota ini. Atmosfer ilmu dan religi. Ya, saat di kota Bandung, mendatangi majelis ilmu dan kajian agama, adalah rutinitas yang menyenangkan. Mendengarkan tausyiah dan pencerahan dari para ustadz yang keilmuannya tak diragukan lagi, menjadi sebuah agenda mingguan. Berkumpul dengan para pecinta ilmu, berbagi dan saling menguatkan dengan amanah ilmu yang dititipkan oleh Allah Swt.

Aku akui, saat itu, di tengah kesibukan mengajar, terkadang sangat sulit untuk membagi waktu. Tapi, panggilan untuk recharge hati dan pikir, jauh lebih kuat dibanding rasa lelah yang menyapa. Seakan ada tambahan energi setelah mendatangi majelis ilmu atau berkumpul dengan teman-teman di komunitas. Bertemu dengan banyak orang sekaligus juga teman-teman baru, menjadikan wawasanku terbuka lebar. Tidak hanya itu, tidak jarang, aku dipertemukan dengan orang-orang hebat dengan ilmu yang luar biasa.


Bahkan tak hanya aku yang merindu pada bumi pasundan. Suamiku pun merasakan hal yang sama.  Meskipun hanya 1 tahun merasakan dinginnya kota Bandung, tapi impian untuk menetap di sana selalu terlontar. Kembali lagi, alasan atmosfer itulah yang memberikan tarikan magnet tersendiri.

Aku bercerita bukan karena aku tak bersyukur dengan kondisi dan tempatku sekarang. Tapi, ini hanya sekadar pengingat tentang cerita dari kota yang telah membuatku merasa ada. Meskipun aku sadar, setiap kota punya cerita. Dan, saat ini, aku sedang menorehkan cerita di kota lain. Namun, aku yakin, ke Bandung aku akan kembali menuangkan cerita baru bersama suami dan buah hatiku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar