Rabu, 22 November 2017

Kita Unik dan Berharga


Teman-teman kita main tebak-tebakan yuk! Tahu nggak ini gambar apa?




Tahu?
Ini gambar siapa?
Masih belum ketebak?
Ok, saya kasih yang lebih jelas.


Udah bisa ketebak?
Kenal?
Masih nggak kenal?

Ok, ok, good! Empat jempol buat kalian yang bisa mengenali siapa gambar di atas. Bagi yang belum tahu, aku harus bilang, open your eyes and read a lot J. Hari gini nggak cerdas? iyuuuhhh...

Nyantai...nyantai...nggak usah marah. Yang penting sekarang kamu udah punya keinginan untuk rajin baca, menambah ilmu. Dengan kamu pegang buku ini lalu membukanya halaman per halaman, itu artinya kamu tuh cerdas J. Pokoknya TOP BGT dah.

Ok, sekarang kita bahas gambar di atas. Gambar siapa ya?
Yapp... Itu lukisan Monalisa. Lukisan yang luar biasa, tak lekang dimakan waktu. Kalau kita perhatikan sebenarnya banyak yang bisa melukis sosok wanita. Tapi, kenapa lukisan ini begitu dikagumi banyak orang?

Karena pelukisnya merupakan pelukis yang luar biasa, Leonardo da Vinci. Ya, mungkin salah satunya memang itu alasannya. Tapi, ada yang lebih menarik untuk dibahas dari lukisan tersebut, yaitu harganya. Harga dari lukisan itu mencapai kurang lebih 14,3 trilyun rupiah. Lalu, apa yang membuat harga lukisan itu menjadi sefantastik itu?

Senyuman wanita yang ada di lukisan itu. Bisa jadi ya. Ada lagi yang lain? Unik, nggak ada duanya. Yap, lukisan itu menjadi luar biasa mahal, karena memang hanya ada satu lukisan asli Monalisa di dunia ini. Meskipun sekarang banyak orang yang meniru lukisan tersebut, tapi tetap saja harga lukisan aslinya masih yang paling tinggi.

Lalu, apa hubungannya dengan kita? Kenapa kita harus membahas lukisan Monalisa? Apa dengan membahas lukisan itu, kita bakalan kecipratan rejekinya?

Tentu saja bukan itu. Kita tidak ada sangkut pautnya dengan berapa pun harga lukisan tersebut. Tapi, tujuan saya memberikan gambaran tentang harga dari lukisan Monalisa hanya untuk menjadikan bahan pemikiran bagi kita semua.

Harga sebuah lukisan Monalisa itu bisa mencapai trilyunan rupiah. Hanya sebuah lukisan, kok bisa? Terus apa kita bisa berharga sama dengan lukisan itu? Atau mungkin lebih? Atau kurang?

Kalau kalian merasa lebih berharga dari lukisan tersebut, aku wajib berdiri dan mengucapkan selamat kepada kalian. Tapi, jika kalian merasa kurang dari harga lukisan tersebut, sepertinya kita harus duduk bersama mendiskusikan semua ini.

Oya, sebelum salah persepsi, saya ingin meluruskan dulu makna ‘harga’ disini. ‘Harga’ yang saya maksud bukan seperti harga sebuah barang. Tapi, bagaimana kita menjadi lebih berharga dan berguna.

Ok, bagi yang merasa dirinya tidak berharga, aku ingin mengungkap berbagai fakta. Sebenarnya semua orang juga sudah tahu. Tapi, biarkan saya untuk mengingatkan kembali.

Sebelumnya, saya ingin bertanya? Merasa nggak diri kita UNIK?
Tidak?
Ok, ok, sekarang saya ingin nanya, andaikan ada seseorang yang kaya raya mendatangi kamu. Terus dia minta mata kamu dan akan ditukar dengan 1 Milyar, mau nggak? Atau kalau mata terlalu berharga, dia meminta sebelah tangan kamu dan akan ditukar dengan harga yang sama, mau?

Tetap nih nggak mau. Apa sih yang membuat kamu menggelengkan kepala kamu dengan penawaran yang fantastik itu? Nggak mau badan kamu menjadi cacat? Atau mungkin harganya terlalu rendah.

Sahabat, sebenarnya mau ditukar dengan gunung berlian sekalipun, saya yakin hanya orang yang bodoh yang akan menukarkan tubuhnya dengan materi. Karena memang tubuh kita ini tidak bisa ditukar dengan apapun. Tidak ada harga yang pantas untuk tubuh kita.

So, bukankah kita semua sudah tahu, betapa kayaknya kita. Kita bahkan tidak tergoda dengan lembaran rupiah maupun dolar sekalipun yang ditawarkan. Kalau misalkan kita merasa tubuh ini tidak ada harganya, mungkin dengan mudah kita akan memberika tangan, kaki, mata dan juga bagian tubuh kita yang lain dan ditukar dengan rupiah.

Setiap manusia diciptakan Tuhan dengan banyak kelebihan dan dianugerahi pula beberapa keterbatasan. Sebagai contoh mudah adalah ada teman kita yang sangat cakap dalam hitung menghitung tapi tidak begitu mahir dalam seni sastra, sedangkan ada teman kita yang piawai dalam seni sastra tapi tidak cakap dalam dunia olah raga. Adanya kelebihan dan keterbatasan membuat setiap orang menjadi unik. 

Tidak ada orang yang sama di atas dunia ini meski itu orang kembar sekalipun.  Fakta menunjukan bahwa potensi dan kelebihan dalam diri tidak disadari oleh sebagian besar orang di atas dunia ini. Ketidaksadaran ini sangat berpengaruh pada kualitas hidup, karena tidak dapat mengoptimalkan manfaat dari kelebihan dalam dirinya.

Sikap terbaik adalah kita menggunakan kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri untuk menciptakan beragam kebaikan. Serta tetap menyadari bahwa kita pun memiliki beberapa keterbatasan.  Keterbatasan itu kita manfaatkan untuk kontrol diri agar tidak takabur serta untuk memahami kondisi dirinya denganlebih utuh.  Keterbatasan itu jangan jadi penghambat untuk mencapai kemajuan, teruslah berfokus dan mengoptimalkan kekuatan maka sukses itu tentu lebih mudah diraihnya. 


Ingat, kita UNIK dan BERHARGA. Meskipun kita terlahir sebagai anak kembar, tapi tetap saja, kita TIDAK SAMA. Kita terlahir dengan sejuta KELEBIHAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar