Minggu, 25 November 2018

5 Fakta Tentang Saya




Seberapa kenal kalian dengan saya sih? Mungkin ada sudah sangat mengenal saya, tapi ada juga yang hanya sepintas menilai saya. Ada yang menilai A dan ada yang menilai B. Itu sih terserah kalian mau menilai dari sudut mana. That’s your business.

Tapi, ada 5 fakta tentang saya yang mungkin belum pada tahu nih. Mau tahu nggak? Ya, mumpung saya belum jadi orang terkenal, saya bagi nih di sini. (Emang penting ya, hahaha…). Ya, siapa tahu ada yang penasaran, nanti kalau kalian jadi kepikiran kan saya nggak enak, apalagi kalau sampai stalking akun gossip hehe… (#Apasih). Apa aja sih 5 fakta tentang Intan Daswan? Taraaa… Ini dia:

1.        Introvert namun terkadang belajar menjadi ekstrovert
Saya itu sebenarnya sangat-sangat introvert. Saya memang tipe orang yang lebih suka dengan kondisi yang tidak terlalu ramai.  Saya nggak suka terlalu banyak bicara kalau memang itu tidak perlu untuk dibicarakan.

Tapi, satu hal yang perlu digarisbawahi meskipun saya introvert, saya belajar untuk bisa berkomunikasi dengan semua umur karena memang dulu tuntutan profesi juga. Saya harus berhadapan dengan anak-anak, remaja bahkan orang yang usianya jauh lebih tua daripada saya setiap harinya. Saya juga harus mendatangi beberapa rumah, tentunya memiliki karakter dan kebiasan yang berbeda. Dan, tidak jarang saya pun harus berhubungan dengan orang-orang dengan berbudaya barat.

Tapi, saya jadi belajar satu hal. Se-introvert-introvertnya orang, pasti dia juga akan bisa jadi ekstrovert. Terkadang kondisi bisa membuat kita bisa bersikap beda. Bukan menjadi bunglon atau kamuflase, tapi sebuah keharusan dalam bersosialisasi dan tuntutan profesi. Menurut saya sih itu sah-sah saja, kalau niatnya untuk kebaikan.

Disitulah saya belajar untuk lebih pandai menempatkan diri agar bisa diterima dengan baik oleh mereka. Seringkali saya harus bisa menanggapi orang-orang yang kemampuan mengobrolnya di luar batas normal, tapi tidak jarang juga saya harus memancing orang-orang yang jauh lebih introvert dibanding saya.

2.        Sesuai SOP
Kata-kata ini sering terucap dari mulut suami saya. Katanya saya itu SOP banget. Bangun di jam yang sama, terus setelah itu mengerjakan aktivitas satu persatu sampai tuntas. Saya selalu berusaha untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu.

Kembali lagi, kebiasaan ini sudah tertanam sejak masih kecil ditambah lagi menjadi sebuah keharusan ketika saya menekuni profesi. Kalau saja saya tidak mematuhi jadwal yang saya buat, maka semuanya akan berantakan. Ketika saya telat datang ke satu tempat, maka itu akan berpengaruh ke tempat lain pula. Dari situlah saya berusaha untuk tidak bermain-main dengan waktu, bahkan waktu makan dan lama di perjalanan sudah saya hitung.

Dan, yang lucunya, itu terbawa sampai sekarang. Di awal menikah suami sampai geleng-geleng kepala melihat cara saya mengatur waktu setiap hari. Cara saya memperlakukan anak-anak pun terpengaruh dengan kebiasaan saya ini. Jam 5 pagi, anak-anak sudah saya mandikan dan berpakaian rapih. Di sore hari, 5 atau 10 menit sebelum adzan ashar, mereka berdua sudah ganteng, jadi pas ayahnya pulang kerja sudah terlihat rapih.

Apa saya lelah? That’s my habit. Bukan sebuah paksaan atau merasa tertekan. Bahkan ketika semuanya tidak teratur, saya malah jadi bad mood. Meskipun masukan dari suami sih, belajar agak sedikit toleran dengan waktu. Tapi, sejujurnya itu bukan hal yag mudah hehehe…

3.        Tidak terlalu suka shopping dan nge-mall
Kalau dikasih pilihan, mau ke mall atau jalan-jalan cari daerah baru? Saya pasti akan memilih yang kedua. Mencari tempat baru, suasana yang tenang, udara yang sejuk, jauh lebih saya sukai daripada harus keliling-keliling di mall.

Saya akan jauh lebih mendapatkan inspirasi untuk menulis ketika saya mendatangi daerah atau tempat wisata baru. Kalau pun saya harus ke mall, yang dicari pasti toko buku hehehe…

4.        Lebih baik disuruh berbicara di depan forum (berbagi hal positif), ketimbang nimbrung ngobrol nggak jelas
Yap, itulah saya. Bahkan banyak orang yang sangat kaget ketika baru melihat saya berbicara di depan. Terkadang waktu yang diberikan berasa kurang. Tapi, ketika saya diajak ngobrol ngalor ngidul, ah jangan tanya, seringkali saya speechless dan bingung mau cerita apa. Dan, inilah yang menjadikan saya sering dicap jutek, nggak asyik dan pendiam.

Saya sadari, saya memang terkenal dengan pribadi yang pendiam nggak banyak omong. Kalau dulu, jatah 20.000 kata per hari sudah tersalurkan lewat menulis dan menjalani profesi. Coba aja bayangin saya harus ngajar dari mulai jam 5 shubuh sampai pukul 8 atau 9 malam. Dan, sekarang setelah menikah, jatah katanya sudah habis dipakai nulis dan ngajari 2 anak hebat. Sepertinya waktu untuk ngobrol syantik nggak jelas, juga nggak ada.

5.        Nggak bisa jauh dari mamah, tapi sekarang merasakan harus jauh dari mamah
Saya tuh sebenarnya anak mamah banget. Dari kecil sampai sebelum menikah paling nggak bisa jauh dari mamah. Bahkan kalau sakit, dengan usapan tangan mamah, entah kenapa besoknya bisa langsung pulih lagi. Saya paling nggak bisa melihat mamah sedih.

Tapi, kita tidak pernah tahu susunan puzzle kehidupan ini seperti apa. Meskipun saya ini deket banget dan nggak bisa jauh dari mamah, tapi ternyata potongan puzzle kehidupan saya harus ada di kota lain, berjauhan dengan mamah. This is life. Bukan untuk dikeluhkan, tapi harus dijalani, nikmati dan disyukuri. Jadi, meskipun saat ini saya berjauhan dengan mamah, tapi gelombang cinta saya tidak pernah terputus untuk mamah.

Itulah 5 fakta tentang diri saja. Itu bukan mitos lho. Dan, itu menurut saya sendiri. Mungkin penilain orang lain berbeda-beda tentang saya. Tapi, yang pastinya apapun penilain itu, saya jadikan cerminan diri untuk menjadi lebih baik lagi.

6 komentar:

  1. Whoahhh jadi tahu deh mbak Intan hheee
    Iya waktu pas kita d Greenhill itu mbaknya ramah tapi kokk😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau mbak rohmah menilai saya ramah hehe....

      Hapus
  2. No 1 pantas saja bu intan lebih banyak bekerja darpada berbicara dalam urusan yg kecil saja contohnya dalam hal mengolah rumah tangga....:-) saya bersyukur sekali memiliki tante yg multitalen :-D

    BalasHapus
  3. Mba, yang 1,2 dan 3 sama loh :D
    Saya introvert tapi anehnya ga ada temen yang percaya kalau saya introvert hahaha.

    Saya juga terlalu SOP bangeett :D dan lebih suka ngendon di rumah, cuman kalau ada pilihan ke luar mending ke tempat baru ketimbang shooping, karena biasanya kalau abis shooping saya nyesel deh hahaha.

    Kalau jauh dari ortu, udah biasa sih, meski kangen tapi udah hampir 20 tahun jauh2an ama ortu hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya tah Mbak? heheh... Jadi pengen ngobrol banyak nih sama Mbak Rey :)

      Hapus