Minggu, 16 Desember 2018

5 Kebahagiaan Sederhana Versi Intan Daswan




Bahagi itu sederhana. Sebuah ungkapan yang sangat familiar di telinga kita. Tapi, apa benar bahagia itu sederhana? Apa betul menjadi bahagia itu semudah kita mengucapkannya?

Saya tidak akan sok bijak dengan mengatakan bahagia itu sangat sederhana. Karena saya sendiri terkadang tidak bisa tersenyum lebar ketika hati dan pikiran sedang tak enak. Namun, perlu kita sadari bersama, kita itu manusia. Pastilah ada sisi kesadaran tersendiri untuk mengaminkan ungkapan tersebut.

Saya pribadi pun, yang masih sering mengeluh dan belum bisa sebijak orang lain, mengakui kalau sebenarnya menjadi bahagia itu sederhana. Bagi saya ada 5 hal yang bisa membuat saya tersenyum penuh syukur di tengah kondisi hati dan pikiran tak menentu. Apa aja kelima kebahagiaan sederhana versi saya? Taraaa… Ini dia 5 kebahagiaan sederhana versi Intan Daswan:
1.        Melihat suami dan anak-anak sehat dan senantiasa dekat dengan Allah



Entah kenapa, saya tidak pernah putus berdoa agar suami dan anak-anak senantiasa diberikan kesehatan. Bagi saya, nikmat sehat itu jauh lebih berharga daripada apapun. Selain itu, saya merasa sangat bahagia ketika melihat suami dan anak-anak dekat dengan Allah. Apalagi yang hendak dicari selain ketenangan melihat orang-orang yang disayangi dengan Allah Swt.

2.        Mendapat perhatian dan quality time dari suami



Bahasa cinta saya itu salah satunya quality time. Saya jauh akan lebih senang ketika suami mau berlama-lama berbagi cerita dengan saya. Bagi saya, kehadiran fisik dan juga pikiran jauh lebih penting dan berharga daripada limpahan hadiah atau harta.

3.        Bisa posting tulisan di blog setiap hari



Bagi seorang yang passion-nya di dunia kata, bisa menuis setiap hari itu kebahagiaan tersendiri lho. Termasuk berhasil posting setiap hari meski harus terjeda tangis dan demoan 2 krucil hehehe… Bagi saya, ada kepuasan tersendiri kalau postingan udah nongol di blog. Ah, rasanya seperti berhasil melewati perjuangan yang luar biasa gitu hehehe…

4.        Memiliki berat badan ideal 

Sumber: www.brilio.net

Nah, ini nih yang selalu dirindu setiap wanita di seluruh dunia. Memiliki badan idela meski sudah melahirkan dan dalam kondisi menyusui. Bagi saya, yang sebelum menikah memiliki berat badan selalu di angka 45 atau 46, ini menjadi PR besar bagi saya untuk turun 3 kg lagi. It’s so hard. Maklum setelah jadi emak-emak, jadi lebih nyunnah, mubazir kalau lihat sisa makan anak tuh hahaha…

5.        Bisa berkomunikasi dengan mamah dan bapak setiap hari



Ah, baper deh kalau nulis ini. Maklum bisa bertemu mereka satu tahun sekali saja sudah sangat bersyukur. Risiko jadi perantau mah gini ya? Mau ketemua orang tua aja, nggak bisa setiap hari. Tapi, saya tidak menyesali jalan hidup lho. Karena itu, dengan kecanggihan teknologi, saya bersyukur masih bisa nelpon atau video call-an sama keduanya.

Bagi saya, kelima itulah kebahagiaan sederhana yang saya rasakan. Bukan karena saya bergelimang harta, lantas saya bahagia. Bukan pula karena limpahan hadiah dari suami, saya bisa tersenyum. Cukup 5 hal tersebut, maka saya sudah akan merasa sangat bahagia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar