Kamis, 19 Desember 2019

Di Make Over-in Make Over Cosmetics

21.07 0 Comments



Demo kecantikan di Dharma Wanita? Ah, namanya juga tempat ngumpul emak-emak, bukan hal yang aneh kali. Secara perempuan tuh nggak bisa dijauhkan dari yang namanya kosmetik. Salah satu yang bisa mengubah mood cewek itu katanya kosmetik loh. Tahu nggak kenapa? Karena perempuan itu paling suka kalau dibilang cantik.

Nah, kali ini Dharma Wanita Persatuan BPS Jember kedatangan tamu dari Make Over Cosmetic. Sebenarnya saya sendiri baru tahu. Tapi, karena saya aktivis konten, jadi sayang aja kalau nggak dibikin tulisan. Lumayan buat update blog hehehe…

Sebelum memulai demo, perwakilan dari Make Over Cosmetics memberikan pemaparan sedikit tentang kosmetik satu ini. Ternyata Make Over Cosmetics ini masih satu lini dengan brand kosmetik halal yang cukup terkenal itu lho. Hmmm… Pastinya pada tahu kan?

Tapi, Make Over Cosmetics memang nge-branding menjadi kosmetik yang setara dengan brand international. Yap, Make Over ini sebenarnya kosmetik lokal loh, punya Indonesia asli. Saya sendiri awalnya mengira ini kosmetik dari luar. Meskipun Make Over ini brand Indonesia, tapi mampu bersaing loh dengan produk luar.

Brand yang kemasannya didominasi hitam ini memang dibuat simple tapi terkesan elegan. Dengan memilih model cantik Paula Verhouven menjadi Brand Ambassador, menjadikan brand satu ini sesuai dengan slogannya, Beauty Beyond Tools. 

Oya, Make Over juga sering direkomendasikan oleh para beauty enthusiast tanaha air, seperti Tasya Farasya, Tyna Kanna Mirdad, Alodita dan masih banyak lagi yang lainnya. Nggak hanya itu loh, Make Over juga mendukung salah satu fashion show di tingkat internasional.

Make Over memiliki beberapa produk unggulan, diantaranya:
  • Intense Matte Lip Cream
  • Multifix Matte Blusher
  • Powerstay Demi-Matte Cover Cushion
  • Powerstay Matte Powder Foundation
  • Powerstay Eye Palette Uptown Bae


Terus harganya? Hmmm… Ada rupa, ada harga. Ya, sesuailah. Bahkan untuk produk sekelas kosmetik internasional sih, terbilang sangat terjangkau loh. Kalau mau cantik kayak model, ya harus punya modal. Kecuali kalau kalian memang pengen tampil alami tanpa olesan make sedikit pun hehehe… (nggak usah baper ya bacanya J)



Ok, kembali ke acara demo kecantikannya ya. Salah satu karyawati BPS Jember, Mbak Wahyu Widjayanti pun maju ke depan untuk di-make over. Tim dari Make Over pun mulai mengaplikasikan satu persatu make up. Make up yang digunakan lebih untuk make up sehari-hari, jadi nggak terlalu banyak alat make up yang digunakan.



Memang benar Make Over Cosmetics itu keren. Wajah jadi terlihat lebih segar loh. Terlihat sekali perbedaannya. Selain itu nggak bikin breakout di wajah juga.

Oya, ada beberapa tips nih yang didapat dari tim Make Over, diantaranya:
  • Sebaiknya menggunakan bedak tabur terlebih dahulu sebelum memakai bedak padat agar make up bisa bertahan lama.
  • Penggunaan cushion memiliki banyak manfaat diantaranya melembabkan wajah, sebagai oil control, mencerahkan wajah dan menyamarkan kulit belang.
  • Setelah menggunakan cushion, kita bisa saja tidak menggunakan bedak jika ingin terlhat natural.
  • Penggunaan foundation bisa membuat make up sempurna dan tahan lama.
  • Ketika menggunakan eyeliner sendiri, lebih baik cermin diletakkan di bawah.


Ngobrolin make up memang seru. Saya sendiri jadi mendapat ilmu banyak nih setelah acara tersebut. Tapi, yang perlu diingat dan ditanamkan dalam pikiran kita, semua wanita itu cantik, loh. Oya, Satu lagi nih, jangan sampai kita hanya terfokus untuk mempercantik wajah, tapi kita lupa mempercantik hati dan otak.

Sabtu, 14 Desember 2019

Aplikasi SehatQ: Serasa Punya Asisten Kesehatan Keluarga

20.39 32 Comments





Andaikan teman-teman diberikan pilihan, antara kesehatan atau kekayaan? Mana yang akan dipilih? 

Saya pikir, tidak hanya saya, namun semua orang akan memilih yang pertama. Dengan tubuh yang sehat kita bisa mendapatkan kekayaan. Tapi sebaliknya, ketika kita sakit-sakitan maka harta kita akan tergerus habis untuk mengobati penyakit kita. Apapun akan kita lakukan agar kita bisa sehat.


Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak.
(Mahatma Gandhi)


Sehat itu mahal. Sehat itu berharga. Semua umat sejagat raya pastinya setuju dengan ungkapan tersebut. Apalagi hari gini, butuh berdigit-digit untuk membayar biaya pengobatan di fasilitas kesehatan terbaik. Sudah menjadi sebuah kesepakatan kalau fasilitas dan juga obat-obatan yang terbaik itu, pastilah harganya mahal.

Nah, karena alasan itulah, tentu saja semua orang akan berusaha untuk tetap sehat. mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Meskipun terdengar klise, tapi memang hal itulah yang harus dilakukan.

Apalagi sebagai seorang ibu dari dua balita seperti saya. Ya, hanya seorang ibu yang tahu bagaimana rasanya kalau anak atau suami sakit. Jawaban satu, nggak tentu rasa. Sering terbersit, lebih baik rasa sakit itu pindah saja ke kita sendiri. Rasanya tidak tega melihat orang-orang yang kita sayangi sakit. Pokoknya seorang ibu nggak bakalan enak makan, enak tidur dan nggak bisa tenang melakukan apapun.

Bahkan tidak sedikit yang kadang jadi salah tingkah. Dalam pikir kita bagaimana bisa melihat pasangan dan buah hati kembali sehat. Berbagai cara kita lakukan. Mulai dari mencari referensi obat alami hingga langsung mencari jadwal dokter yang sedang praktek.

Tidak hanya itu, bahkan ketika stress melanda, ibu juga butuh support. Seorang ibu butuh teman hanya untuk sekadar mendengar curhatan, atau mungkin mencari orang yang pernah mengalami hal yang sama. Terlihat sederhana dan receh banget, tapi bagi seorang ibu hal tersebut bisa membuatnya tetap waras.

Masalah kesehatan keluarga memang menjadi hal yang sangat penting dalam kamus emak-emak. Apapun akan dilakukan agar anak-anak dan suami tetap sehat. Sudah bukan hal yang aneh ketika para ibu rajin banget mencari artikel tentang kesehatan. Lihat anak dan suami agak kurang sehat, langsung aja browsing dan mencari referensi apa yang harus dilakukan.

Di era digital saat ini memang sudah menjadi hal yang wajar ketika semuanya selalu dihubungkan dengan dunia internet. Kita merasa lebih mudah dan bahkan lebih percaya dengan apa yang kita dapatkan di dunia digital. Sebenarnya alasannya sederhana, kita selalu mencari yang lebih mudah, cepat dan juga terpercaya. Untuk urusan kesehatan pun, kita tidak mau dibuat ribet dan lama.

Ya iyalah, untuk urusan anak dan suami sakit, kita nggak mau menunggu lama. Cukup satu klik, kita harus sudah bisa menemukan solusi. Tidak hanya pada saat sakit, kita pun tentu saja membutuhkan referensi untuk menjaga kesehatan keluarga.

Hmmm… Tentu saja saat ini banyak sekali aplikasi tentang kesahatan. Tapi, kita tidak bisa percaya begitu saja. Kita juga harus memilih yang benar-benar terpercaya. Tidak hanya itu, kita juga pastinya memilih yang lebih lengkap.

Nah, sekarang ada solusi dari masalah kesehatan keluarga. Aplikasi SehatQ. Apa itu aplikasi SehatQ?

Aplikasi SehatQ



SehatQ adalah platform kesehatan yang bertujuan menjadi asisten kesehatan bagi keluarga Indonesia.

Tim SehatQ menyiapkan informasi kesehatan dengan referensi yang jelas dan kredibel, menyediakan platform komunitas bagi pengguna untuk bertukar informasi dan saling mendukung dalam perjalanan kesehatannya, dan menghubungkan pasien dengan tenaga medis maupun penyedia layanan kesehatan. 

Dengan memiliki aplikasi SehatQ, kita bisa tanya dokter langsung. Tanpa harus menunggu lama, kia bisa langsung tercerhakan dan menemukan jawaa

Apa Saja Yang Ada Di Aplikasi SehatQ?
Aplikasi kesehatan satu ini memang benar-benar lengkap. Ada sembilan fitur yang bisa membantu kita dalam urusan kesehatn keluarga, diantaranya:
  • Obat





Di sini kita bisa mengetahui jenis obat apa yang cocok untuk berbagai jenis penyakit. Kita mendapatkan edukasi tentang nama obat dan juga cara penggunaannya. Dengan mengetahui nama dan jenis obat, tentu saja tidak membuat kita bisa mendapatkan obat tersebut dengan mudah. Di situ akan dijelaskan apakah obat tersebut jenis obta resep atau obat konsumen.





Ada banyak artikel tentang kesehatan yang bisa mencerahkan kita. Ada artikel tentang pencegahan yang bisa membantu kita terhindar dari penyakit. Kita juga bisa membaca tulisan tentang bagaimana cara pertolongan pertama dari sebuah penyakit. Ada beberapa tema yang bisa kita baca, diantaranya:
  1. Hidup sehat
  2. Kulit & Kecantikan
  3. Bayi & Menyusui
  4. Penyakit
  5. Sex & Realtionship
  6. Kesehatan Wanita


  • Dokter




Kita bisa mendapatkan direktori dokter. Ini lengkap banget, loh. Kita bisa mencari dokter dengan mengurutkan jarak terdekat dari lokasi kita. Dokternya pun dari mulai dokter umum sampai dokter spesialis, ada di sini. Kita tinggal klik saja untuk melihat jadwal praktek dan lokasi dokter tersebut dan bisa langsung booking dokter. Oya, dokternya pun nggak hanya di Jabodetabek. Di beberapa kota lain pun ada, loh.

  • Rumah Sakit




Di fitur ini kita bisa memilih Rumah Sakit atau Klinik yang sesuai dengan pilihan kita. Selain itu, kita pun bisa melihat berdasarkan google review. Ada sekitar 2452 fasilitas kesehatan yang tersebar di beberapa kota. Jadi dengan mudah kita bisa memilih Rumah Sakit terdekat dengan posisi kita berada.

  • Penyakit




Kita bisa mendapatkan edukasi tentang berbagai jenis penyakit. Di sini akan dibahas mulai dari pengertian penyakit, gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, pencegahan, kapan harus berkonsultasi ke dokter, apa yang harus dipersiapkan sebelum konsultasi ke dokter, dan apa yang akan dilakukan dokter pada saat berkonsultasi.

  • Chat Dokter




Kita bisa melakukan chat dengan dokter setelah sebelumnya kita harus log in terlebih dahulu. Caranya mudah kok, kita bisa menggunakan akun email, facebook atau google.

  • Promo




Sssttt… Ada banyak promo yang bisa kita nikmati dari beberapa Rumah Sakit atau Klinik. Promonya pun dari mulai 20% sampai 71% loh. 


  • Forum



Fitur ini berisi tentang beberapa pertanyaan yang diajukan oleh penanya dan langsung dijawab pleh dokter yang kompeten. Dalam fitur ini, selain menjadi ajang konsultasi, bisa juga menjadi sarana sharing karena kita yang mengunjungi laman ini bisa ikut berkomentar. Oya, fitur forum kesehatan ini hanya ada di dalam versi website, dan tidak terdapat dalam  versi aplikasi. 

  • Acara



Kita bisa tahu jadwal seminar dan penyuluhan, senam hamil, dan bahkan lomba. Keterangan yang dibagikan pun sangat jelas.

Itu dia fitur yang ada di aplikasi SehatQ. Lengkap banget, kan? Rasanya rugi banget kalau kita nggak install aplikasi satu ini.

Oya, selain ada aplikasinya, SehatQ juga memiliki akun sosial media yang juga memberikan banyak manfaat bagi kita, loh.

Jadi, mulai sekarang nggak perlu mengeluh atau bingung sendiri kalau sakit. Tinggal install aplikasi SehatQ, terus follow juga akun sosial medianya. Yakin deh, dengan aplikasi SehatQ, kita tuh serasa punya asisten kesehatan keluarga.  

Kamis, 12 Desember 2019

SDM Unggul, Indonesia Produktif

20.07 37 Comments



SDM Unggul, Indonesia Maju. Tema perayaan 74 tahun Republik Indonesia sekaligus tema kebijakan APBN tahun anggaran 2020 ini tentu saja bukan tanpa alasan dan tujuan. Pemerintah berusaha untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci Indonesia maju. Tekad ini bertujuan agar negara kita mampu bersaing dengan negara lain di era industri 4.0.

Menghadapi era disrupsi, kita membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan berinovasi. Saat ini semuanya bergerak serba cepat, oleh karena itu kita harus mampu bersinergi dengan zaman yang tidak bisa lagi ada kata menunggu. Sudah bukan saatnya lagi mengikuti air mengalir, tapi seharusnya sudah mampu mencipta atau memodifikasi yang telah ada menjadi lebih kekinian.

Mau tidak mau atau sadar tidak sadar, saat ini kita sudah berada di era VUCA. Apa itu VUCA? VUCA merupakan akronim dari Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kolpleks) dan Ambiguity (tidak jelas). Berada di era ini, kita dituntut untuk bergerak sangat cepat dan efisien.

Perlu kita akui, dunia bisnis pun merasakan efek VUCA ini. Bisa kita perhatikan, berapa banyak bisnis yang akhirnya gulung tikar karena mereka tidak mampu bertahan dengan gempuran yang ada. Contohnya saja, keberadaan toko-toko konvensional yang posisinya tergeser oleh toko online. Saat ini, orang sudah berpikir bagaimana bisa mendapatkan produk dengan cepat dan efisien. Berbelanja ke toko online adalah solusinya.

Sebenarnya kita bisa tetap bertahan di era VUCA ini. Menurut Bob Jahansen, dalam bukunya Leaders Make the Future: Ten New Leadership Skills for Uncertain World, VUCA perlu dilawan dengan VUCA lagi. Maksudnya, VUCA yang kedua ini merupakan akronim dari:
  • Vision (Visi)

Visi merupakan sesuatu yang ingin kita wujudkan di masa depan. Visi inilah yang menjadi pembeda. Artinya seseorang yang memiliki visi yang hebat dan revolusioner akan menjadi pemimpin, sedangkan orang yang memiliki visi biasa-biasa saja hanya akan menjadi pengikut atau bawahan.

  • Understading (Pemahaman)

Maksudnya ialah memahami akan adanya perubahan sekaligus bagaimana cara bertahan di era super cepat ini. Mereka yang memiliki pemahaman yang tinggi, tentu saja akan melihat fenomena yang ada sekarang. Setelah itu, mereka akan paham agar tidak terdisrupsi.

  • Clarity (Kejelasan)

Kita dituntut untuk bisa melihat dengan jelas masa depan. Artinya kita bukan disuruh menjadi cenayang. Tapi, kita harus mempunyai kemampuan yang jelas untuk mewujudkan visi yang sudah kita buat. Intinya, visi yang hebat akan terwujud dengan aksi yang jelas.

  • Agility (Kelincahan)

Perubahan yang ada sekarang menuntut kita untuk bisa lebih lincah. Ketika kita hanya diam, maka kita akan musnah. Era serba cepat sumber daya manusia yang tidak hanya menunggu, tapi mampu melangkah dan berlari.

Di era industri 4.0 ini memang kita tidak bisa memakai cara lama untuk bertahan. Kita butuh inovasi. Kita juga harus bertransformasi. Negara ini memerlukan sumber daya manusia yang unggul. Lalu, pertanyaannya, apa saja karakteristik sumber daya manusia unggul tersebut?

Merujuk pada pidato Bapak Presiden usai dilantik sebagai Presiden periode 2019-2024, sumber daya manusia unggul itu haruslah:
  • Bekerja keras
  • Dinamis
  • Terampil
  • Mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Mampu berinovasi
  • Cerdas EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient)


Keberadaan sumber daya manusia yang unggul tentu saja bisa menjadikan negeri ini bangkit. Apalagi saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi. Usia produktif yang banyak dan merupakan Generasi Z serta Alpha dengan karakter yang serba cepat, maka efeknya akan terasa pada berbagai sisi.

Ketika kita mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dengan karakteristik yang sudah disebutkan diatas, maka Indonesia akan menjadi negara yang sangat produktif. Bahkan target Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia termasuk kedalam 5 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2045, bisa terwujud.

Selaras dengan tema kebijakan APBN, KADIN pun memiliki visi merujuk kepada pengembangan sumber daya manusia unggul. KADIN Indonesia sebagai pilihan pertama dan utama dalam mewakili suara dan kepentingan dunia usaha beserta seluruh stakeholders-nya, berkaitan dengan pembuatan dan impelentasi kebijakan ekonomi di seluruh Indonesia. Selain itu, salah satu misinya adalah KADIN bersama pengusaha kreatif menciptakan sebanyak-banyaknya “inovasi dan teknologi siap pakai”.

Dengan hal tersebut, maka akan lebih banyak lagi sumber daya manusia unggul. Dan tentu saja, efek lainnya adalah Indonesia akan jauh lebih produktif dan tidak hanya mengandalkan negara lain. Kita akan jauh lebih maju dan mampu bersaing dengan negara-negara maju.

Kamis, 21 November 2019

Merindu Kota Yogya, Lagi

21.21 21 Comments



“Ibu, Kakak pengen ke Yogya.”

Akhir-akhir ini anak pertamaku yang baru berumur 4 tahun, sering sekali mengucapkan kalimat tersebut. Dia mengenal Yogya dari buku yang dibacanya. Dia sering bertanya tentang Malioboro, Keraton, pantai yang ada di Yogya termasuk tentang bagaimana rasanya naik delman.

Mendengar anak hebat itu sering mengutarakan keinginannya, aku dan suami memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Kami juga berpikir, anak-anak kami harus mengenal luasnya dunia ini. Saat ini, kami memang baru memperkenalkan beberapa kota yang ada di Indonesia. Tapi, kami yakin mereka akan menjejakkan kaki di banyak kota dunia ini.

Paksu lagi dapat tugas plus jalan-jalan tipis ke Yogya :)


Yogya, Kota yang Menyimpan Kenangan
Yogya, kota yang memiliki daya pikat tersendiri. Ada magnet kuat yang selalu membuat hati ini ingin mengunjunginya lagi. Tidak ada kata bosan untuk menjejakkan kaki di kota pelajar ini.

Nge-Mall bareng teman baru di Ambarukmo Plaza


Yogya, bagiku kota yang menyimpan banyak cerita. Cerita tentang menjemput impian. Tiga kali menapaki kota gudeg ini, semuanya karena dua passion dalam hidupku. Ya, pertama kali aku mendatangi kota Yogya karena profesi saat itu sekaligus passionku, guru Bahasa Inggris. Kedatangan kedua dan ketiga karena sebab passionku yang lainnya, menulis. Dua kali tulisanku terpilih dalam sebuah kompetisi dan mendapat reward mengikuti pelatihan plus jalan-jalan di Yogya.

Foto bareng semua peserta dari seluruh Indonesia plus pemateri :)


Dapat hadiah Lava Tour pake Jeep nih. Seruuuu....


Aroma Yogya selalu memikat untuk selalu menyapanya. Ada rasa rindu untuk kembali menelusuri keramahan kota satu ini. Entah kenapa, keinginanku untuk mengunjungi lagi Yogya, ternyata sama dengan keinginan suami. Dan, kami memang tengah merencanakan untuk mengajak kedua buah hati kami.

Niat ini sudah kami bicarakan sepulang traveling dari kota Batu. Aku dan suami memang selalu menginvestasikan waktu untuk traveling. Alasannya, karena kami tidak ingin kehilangan momen dan juga ingin mengikat kelekatan. Dengan melakukan traveling bareng pasangan dan buah hati, kami merasakan jauh lebih dekat. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman kamu juga bisa bertambah, lho.

Terus, masalah biaya? Jalan-jalan kan nggak bisa terbang sambil puasa? Terus, tidurnya gimana? Masa mau tidur di stasiun atau bandara? Hmmm… Hari ini gini tuh mau traveling nggak harus ngedebit dari rekening sendiri kok. Ada banyak cara buat traveling tetap asyik tanpa biaya yang mencekik.

Nggak percaya? Saat ini banyak loh kesempatan untuk traveling dengan biaya minim bahkan tanpa satu rupiah pun. Aku pun pernah merasakan gratis menginap di hotel 3 hari 2 malam pada waktu traveling ke Batu. Itu semua karena aku menang lomba blog.

#PastiAdaOYO
Sssttt… saat ini aku juga lagi mupeng banget nih jalan-jalan tanpa harus mendebit rekening pribadi. Lumayan kan kalau pas jalan-jalan ke Yogya, nggak harus bingung mikirin biaya nginap di hotel.s

Hmmm… Seandainya aku dapat voucher 70% dari OYO Hotels Indonesia, wah senang pakai banget deh. Liburan bakalan komplit dengan menginap di hotel favorit di Yogya. Makanya, aku tuh sekarang lagi rajin berselancar mencari rekomendasi hotel di Yogya yang pas buat anak-anak.

Ya, secara kan, traveling bawa duo krucil itu harus benar-benar pilih hotel yang ramah anak. Nah, pas lihat di www.oyorooms.com, ternyata banyak juga ya hotel murah meriah di Yogya yang fasilitasnya okey, dan harganya pun sangat ramah di kantong.

Kalau aku tuh paling suka dengan hotel atau penginapan yang ada kolam renangnya. Maklum punya dua bocah yang kalau jalan-jalan tuh harus ada acara nyemplung air. Jadi, sesuatu yang wajib tuh pilih hotel yang ada kolam renangnya plus jaraknya nggak terlalu jauh dari area wisata.

Wah, senang plus-plus deh, plus ngarep juga sih :).  Ya, ngarep banget bisa mewujudkan impianku sama suami. Pengen banget bisa traveling dan dapat hotel yang nyaman buat anak-anak. Ini bakalan jadi hadiah buah anak-anak sekaligus hadiah ulang tahun pernikahanku dan suami. Semoga saja, impian sederhana bagi sebagian orang, tapi sangat berarti bagi kami, bisa terwujud. #PastiAdaOYO

Selasa, 19 November 2019

Cagar Budaya Indonesia, Haruskah Musnah Ditelan Zaman?

23.35 18 Comments


Apa Cagar Budaya Itu?
Menurut Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, Cagar Budaya ialah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya baik yang ada di darat maupun di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Ada Berapa Jumlah Cagar Budaya di Indonesia?
Mungkin pertanyaan ini muncul di benak kita. Tidak semua orang tahu dan paham berapa jumlah Cagar Budaya yang ada di negara kita. Sebagian dari kita juga mungkin tidak cukup mengenal letak Cagar Budaya tersebut.

Menurut data yang dikutip dari www.publikasi.data.kemdikbud.id, terdapat 2.319 Cagar Budaya di Indonesia pada tahun 2018. Provinsi DI Yogyakarta memiliki jumlah paling banyak, yaitu 535 Cagar Budaya. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah berada di urutan terbanyak kedua, yaitu 397 Cagar Budaya. Lalu, di urutan ketiga Provinsi Sumatera Barat dengan jumlah 181 Cagar Budaya.

Sedangkan menurut data dari wikpedia, terdapat 1.492 Cagar Budaya di Indonesia pada tahun 2019. Tapi, tidak semua provinsi memiliki atau belum terdeteksi adanya Cagar Budaya. Seperti halnya di Kalimantan Utara, Sulawesi Barat dan Papua Barat.

Contoh Cagar Budaya
Sebenarnya kita sudah sangat familiar dengan Cagar Budaya, loh. Bahkan sejak kita belajar di bangku SD, kita sudah mempelajarinya. Namun, memang cara pembelajaran dan penyampaiannya yang kurang menarik, maka seakan-akan kita acuh tak acuh dengan keberadaan Cagar Budaya tersebut.

Kita patut berbangga ada beberapa Cagar Budaya warisan dunia d Indonesia yang ditetapkan oleh UNESCO, diantaranya:
  • Komplek Candi Borobudur

Sumber: id.wikipedia.org



  • Komplek Candi Prambanan

Sumber: id.wikipedia.org



  • Situs Manusia Purba Sangiran

Sumber: nationalgeographic.grid.id 


  • Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana.


Sumber: id.wikipedia.org


Tentu saja nama-nama itu sudah sangat sering kita dengar, bahkan mungkin kebanyakan orang sudah mengunjunginya. Nah, pertanyaannya, apa kita juga sudah sangat familiar dengan Cagar Budaya yang lainnya. Coba kita perhatikan, pasti kita juga sudah sangat mengenal beberapa Cagar Budaya ini:
  • Benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan




  • Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat

  • Monumen Nasional, Jakarta


  • Gedung Merdeka di Bandung, Jawa Barat


  • Kota Tua, Jakarta




Itu hanya beberapa dari sekian banyak Cagar Budaya yang ada di Indonesia. Dan, tentu saja, sebenarnya kita mungkin sering mendengarnya. Meskipun tidak setiap saat, namun setidaknya kita pernah melihat dan mengunjungi Cagar Budaya tersebut.

Haruskah Cagar Budaya Musnah Ditelan Zaman?
Sebuah pertanyaan yang seharusnya menjadi PR besar bagi kita semua. Saat ini kita tidak menutup mata dengan perkembangan zaman yang begitu pesat. Tuntutan perkembangan di era digital seringkali menggoda kita untuk melupakan warisan budaya.

Masih ingatkah kita dua kasus yang berhubungan dengan perusakan Cagar Budaya? Pertama, pada tahun 2018 pemugaran Cagar Budaya Rumah Kembar di Jalan Gatot Subroto, Bandung. Rumah hasil rancangan Ir. Soekarno ini dihancurkan dan dibangun ulang oleh pemiliknya. Disebut Rumah Kembar karena terdapat dua rumah yang saling berhadapan dengan arsitektur sama, dengan nomor rumah 54 dan 56. Rumah no. 54 inilah yang dihancurkan oleh pemiliknya. Pembongkaran ini tentu saja melanggar Undang-Undang, karena seharusnya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Tim Cagar Budaya.

Rumah Kembar No. 54 yang dihancurkan pemiliknya (Sumber: www.news.detik.com)


Rumah Kembar di seberangnya no. 56 (Sumber: www.newsdetik.com)


Kasus kedua terjadi pada Juni 2019, terjadi perusakan di Waruga Kaima yang berada di Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Diduga motifnya adalah pencarian harta karun yang berada di dalam Waruga.

Waruga yang dibongkar. (Sumber: www.kebudayaan.kemdibud.go.id)


Dua kasus di atas seharusnya menjadi pelajaran penting tentang perlunya pelestarian Cagar Budaya. Mengapa kita harus melestarikan Cagar Budaya? Apa Cagar Budaya tersebut lebih baik dimusnahkan saja?

Tentu saja bukan hal yang etis dan pilihan yang tepat untuk memusnahkan Cagar Budaya. Cagar Budaya merupakan warisan dunia yang memang sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan. Cagar Budaya merupakan saksi bisu perjuangan dan kisah masa lalu. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari keberadaan Cagar Budaya.

Tidak hanya itu, Cagara Budaya pun bisa menjadi alat bantu kita menceritakan sejarah masa lalu. Apa jadinya ketika Cagar Budaya tersebut dimusnahkan? Anak cucu kita kehilangan kepingan puzzle sejarah bangsanya dan bahkan sejarah dunia.

Karena alasa itulah, baik itu pemerintah maupun semua pihak sudah sepantasnya dans seharusnya merawat Cagar Budaya. Cagar budaya itu warisan dunia, kekayaan yang menyimpan pesan sejarah. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Maukah kita melihat anak cucu kita tumbuh tanpa adanya saripati nilai-nilai positif dari sejarah masa lalu?



Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog "Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah!" Bagi teman-teman yang ingin mengikuti kompetisi ini, yuk cek infonya di poster ya... :) 

Kompetisi Blog Cagar Budaya Indonesia