Minggu, 04 Agustus 2019

Summary KulWap MomxJagapati #WeightLossTipsForBusyMom




Sssttt… Bisa dilihat perbandingannya? Beda kan? Setelah menikah dan punya dua anak, saya ini memang jauh lebih lucu bin chubby (baca: agak gemuk). Punya niat dan cita-cita langsing seperti masih single, tapi kenyataan tak sesuai dengan impian.

Setuju nggak sih, mungkin nggak hanya saya sih yang merasakan ini. Di luaran sana, banyak juga curhatan emak-emak yang pingin langsing. Niat emak-emak itu udah di level dewa deh, tapi hasil tak seperti yang diidamkan. Padahal udah ikutan berbagai program diet, bahkan yang menyiksa diri pun diikutin, sampai semua pantangan dipatuhi.

Taraaa… Selow aja, moms. Sepertinya kita harus meluruskan pemahaman kita tentang diet. Nah, saya mau bagi-bagi ilmu nih, langsung dari ahlinya lho. Penasaran? Hmmm… Duduk tenang dan selamat menikmati ya, moms. Siapin juga camilannya… #Eh… Maksudnya camilan sehat dari Superbowl Indonesia atau jagapatidotcom 😊😊. 

Beruntung banget bisa dapat ilmu dari Anton Hendraputra, nutritionist and owner Superbowl Indonesia. Ada satu statement yang kece abis nih dari beliau, slim and weight loss is a bonus, our main goal is to be healthier so that we can spend more quality time with our loved ones. Setuju kan, moms?



Ok, daripada kepanjangan, mending langsung aja ke summary dari kulwapnya ya. Ada 4 poin penting yang bisa kita cerna dan tentunya dipraktekkan juga ya, moms. Pengen tahu apa aja?

Ø  Apa itu diet dan weight loss?
Kata ‘diet’ itu berasal dari bahasa Yunani, dieta, yang artinya way of life. Nah tuh, jadi diet itu bukan hanya weight loss ya, moms. Diet itu lebih kepada cara hidup.

Jadi kalau selama ini kita berpikiran diet itu sekadar membuat tubuh kurus, itu salah besar. Lagian kalau mau weight loss itu kan penyebabnya banyak, salah satunya penyakit. Tapi kan siapa sih yang mau sakit hanya karena ingin mengurangi berat badan.



Nah, mulai sekarang mindset kita harus dirubah. Bukan hanya mengejar weight loss, tapi yang terpenting fat loss. Artinya, yang terpenting itu pengurangan massa lemak dan meningkatkan massa otot dalam lemak.

Memang perlu diakui wanita memiliki kadar persentase lemak lebih banyak dibanding pria. Kok bisa? Kenapa? Ya, karena lemak dibutuhkan untuk pembuatan hormone dan persiapan melahirkan.

Berapa sih normalnya kadar persentase lemak di tubuh?
Normalnya kisaran 15 – 30% dari total berat badan.

Apa lemak itu nggak penting bagi tubuh?
Tubuh kita membutuhkan lemak, tapi lemak yang sehat. Nah, lemak sehat itu bisa didapatkan dari minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat dan sebagainya.

Ø  Metode diet yang sehat untuk menurunkan berat badan
Seperti yang kita tahu, ada banyak jenis diet. Kita ambil contoh, misalnya:
-      Keto
-      Intermitten Fasting
-      Mayo
-      Dll

Satu hal yang perlu diingat baik-baik, there’s no one fits all. Jadi jangan pernah memukul rata jenis diet. Kita tidak bisa menyalahkan jenis diet yang kita terapkan tidak memberikan hasil yang sama dengan teman kita.

Diet yang cocok untuk moms itu diet yang selalu mementingkan asupan protein dan serat yang cukup. Mengapa harus protein dan serat? Karena protein dan serat itu bisa membuat rasa kenyang lebih lama daripada karbohidrat dan lemak.

Protein dan serat bisa didapat dari dada ayam, ikan, tahu/tempe dan sayuran warna-warni.

Satu hal yang paling penting bagi yang ingin diet dan fat loss yaitu mengatur pola makan. Disadari atau tidak, entah itu naluri atau apalah itu, emak-emak itu selalu memiliki motto, jangan membuang makanan. Ayo, ngaku? Hehehe…

Kita ambil contoh nih, kalau makanan anak kita nggak habis, pasti moms yang menghabiskan. Alasannya karena sayang kalau dibuang. Padahal tentu saja kebutuhan tubuhnya sangat berbeda.

Solusinya?
Mengatur pola makan. Maksudnya, ketika menyiapkan makanan untuk anak, siapkan pula makanan untuk kita sendiri. Bahan makanan bisa mirip, tapi tentu saja untuk kita ada tambahan protein rendah lemak dan juga serat.



Oya, untuk moms yang super sibuk, bisa memesan makanan dan camilan sehat. Tenang moms, sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkannya kok, misalnya saja di Superbowl.

Catatan penting ya, moms. Diet yang paling ampuh adalah diet yang mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah biasa dikonsumsi sehingga nggak terbebani untuk makan.

Ø  Bagaimana cara menurunkan berat badan pasca melahirkan?
Sebelum kita menjawab dan menjelaskan pertanyaan di atas, coba perhatikan 4 ungkapan yang sering kita dengar, atau mungkin kita sendiri yang sering mengungkapkannya.
1.    Berat badan yang berlebihan pas hamil, kebawa setelah hamil.
2.    Ngga k bisa olahraga pas hamil, jadi keterusan magernya.
3.    Stretch marks bagian perut setelah melahirkan.
4.    Susah jadi langsing lagi kayak sebelum melahirkan.

Ingat satu hal ini ya, moms!
Don’t eat for 2. Yap, ada yang salah dengan pola pikir sebagian moms. Diakui atau tidak, kebanyakan dari kita berpikiran kalau sedang hamil itu harus makan yang banyak, kan untuk dua orang. Sekali lagi itu salah besar. Bukan dengan porsi dua kali lipat, tapi yang harus diperhatikan adalah kandungan nutrisinya.

Terus, gimana dong? Nasi sudah jadi bubur, badan sudah keburu melar?
Nggak usah terlalu khawatir, moms. Waktu 6 bulan ekslusif menyusui, itu merupakan cara paling ampuh loh buat nurunin berat badan. Catatan penting ya moms, coba kurangi asupan kalori dan perbanyak yang berair serta manis natural, contohnya bua-buahan dan sayuran.

Oya, memiliki komunitas atau teman-teman yang sepemahanan itu penting loh. Kita bisa saling mengingatkan dan mengajak untuk tetap berolahraga. Karena mau nggak mau, olahraga itu sangat penting buat tubuh.

Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak konsumsi Omega-3. Kenapa? Omega-3 itu bisa membantu dalam elastisitas kulit, sehingga mengurangi bekas stretch marks. Omega-3 bisa didapat dari ikan kacang-kacangan.

Kembali lagi, nggak perlu terburu-buru atau bahkan sampai depresi kalau setelah melahirkan kita nggak langsung langsing. Hamilnya aja 9 bulan, artinya berat badan kita naik selama itu, masa kita ingin turun dalam hitungan minggu atau bulan. Semuanya butuh waktu, moms. Ya, setidaknya paling cepat kita butuh waktu 6 bulan.

Apa sih yang harus diperhatikan? Intinya menjaga makan seperti saat masih hamil. Simply less processed food, no alcohol, no cafein, cut the sugar and micin.

Nah, terus, apa kabar dengan kalori?
You need it for the little baby. Nggak perlu terlalu terbebani ya, moms. Saat ini tentu saja yang terpenting itu si kecil tetap tumbuh sehat.

Oya, kalau kita mau intens ngukur berapa seharusnya kalori yang masuk ke tubuh, it’s so easy, moms. Moms bisa cek pakai aplikasi loh. Misalnya saja myfitnesspal, gorrywell, dan lain-lain. Pokoknya moms bisa searching sendiri aplikasi untuk track kalori.

Ø  Olahraga yang cocok untuk bussy super moms
Nah, biasanya sebagian moms punya banyak alasan untuk tidak berolahraga. Dari mulai sibuk ngurusin anak sampai nyelesain pekerjaan rumah tangga. Tenang moms, kalian nggak sendiri kok hehehe…

Terus, gimana dong solusinya?
Moms, sebenarnya olahraga yang bisa dilakukan sambil jaga anak adalah jaga anak. Maksudnya, kita ikuti apa yang anak kita lakukan. Contoh sederhananya, ketika anak kita belajar merangkak, coba kita ikut merangkak. Atau, ketika si anak udah bisa berjalan, kita bisa ikut bermain bola, kejar-kejaran atau permainan lainnya. Percaya deh, itu semua bakalan bikin kita keluar keringat plus bakar kalori juga.

Tapi, yang terpenting, ingat satu hal ya, moms. Hindari shortcut. Apa itu, gadget. Ini dia yang bikin moms sekaligus anaknya juga ikut mager.

Nah, kalau moms bisa menitipkan anak sebentar, entah itu ke nenek kakeknya, ART atau mungkin suami, moms bisa melakukan home workout. Nggak perlu yang ribet dan lama, cukup 30 menit. Moms bisa searching di google loh. Contohnya saja moms bisa ikutin body weight, HIIT, tabata dan lain-lain. Oya, mungkin moms juga bisa ikutan yoga atau pilates. Semua itu hanya butuh waktu 15 menit sampai 30 menit kok, moms.

Kapan sih amannya kita bisa mulai berolahraga setelah melahirkan?
Kita harus memastikan dengan dokter kandungan kalau tidak ada lagi pendarahan  atau luka yang terbuka. Biasanya sih sekitar 2 bulan setelah melahirkan kita bisa melakukan high impact exercise.

Satu hal yang perlu diingat moms, untuk menurunkan berat badan, olahraga itu bukan jawaban yang tepat. Kenapa? Nih saya kasih gambarannya ya:
Untuk membakar 100 kalori, kita butuh 10 menit lari di treadmill
Untuk makan 100 kalori, kita hanya butuh 1 bakwan saja

So, gimana moms? Makanya jangan kaget kalau berat badan nggak turun-turun padahal setiap hari olahraga. Mungkin asupan kalorinya jauh lebih banyak daripada yang dibakar.  



Nah, gimana moms, sekarang kita jadi semakin terbuka kan tentang diet. Intinya, semuanya harus seimbang. Dan, yang terpenting, ayuk mulailah dengan gaya hidup sehat, karena sehat itu investasi tak ternilai.

37 komentar:

  1. ya bener gaya hidup lebih sehat itu yang terpenting untuk menjaga kestabilan tubuh agar tidak melebar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggi itu ke atas bukan ke samping ya? hehehe... Yuk, mulai hidup sehat!

      Hapus
  2. Hihi saran olahrga utk ibu working mom nya unique tapi sangat recommended dicobaa ya mom. Hehe. Betul juga, utk sesuatu yang baik, ga bisa instan butuhproses termasuk weight loss.. eh fatloss Karena fokusnya di lemak yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bener banget butuh usaha biar bisa sehat plus dapat bonus tubuh nggak melar hehehe...

      Hapus
  3. Cita2 langsing tapi makan tidak teratur. Hehe kalo aku masih suka ngopi jadi badan berasa melar. Ya aku harus coba tips dan trik diatas deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya hidup seimbang aja, Mbak. Kalo ngopi sih, aku juga kadang masih suka kalo udah ngantuk dan lagi bad mood hehehe...

      Hapus
  4. Waa, berat badan terus naik, kebiasaaan mengemil tidak berhenti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, niat dan perbuatan nggak matching tuh hehehe...

      Hapus
  5. yeay akhirnya aku sampai ke tulisan ini yang tadinya bikin penasaran pas kamu share di IG mba, berhubung aku masih menyusui jadi sejauh ini kalo laper apa aja yg dirumah dimakan :D, tapi lagi belajar sih lebih banyakin serat dan protein

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga masih menyusui, tapi lagi belajar untuk nggak asal ngemil sih hehehe... #UsahaKeras :)

      Hapus
  6. Aku malah kebalikannya mba. Pengen naikin berat badan seperti dulu kala waktu masih ABG. Tapi susahnya minta ampun. Punya tipsnya nggak mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Sepertinya belum punya tips yang bisa di share nih, Mbak... :)

      Hapus
  7. Berarti makan 100 bakwan harus diimbangi dengan 10 menit treadmill. Eyaapun, padahal saya sekali makan bakwan bisa 4-5. Belum lagi makan lainnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan 100 mungkin, tapi 1 bakwan, Mbak. Kalau 100 bakwan berarti kita harus 1000 menit treadmillnya, Mbak :)

      Hapus
  8. Masalah lemak tidak terhindarkan untuk mama2 yng sudah punya kaya saya nih aduh susah bngt buang lemak yg ada di paha apalagi paling pola makan yang saya jaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya memang nggak mudah sih, tapi dengan pola hidup yang seimbang insya Allah pasti bisa, Mbak. :)

      Hapus
  9. Hwaduuh...mo mengubah si bakwan jadi energi butuh 10 menit lari eeunk...
    Padahal kalo makan gorengan mah...susah berenti banget.
    Hiiks~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, gorengan itu kan cemilan yang bisa bikin diet gagal total ya, Mbak :)

      Hapus
  10. Aku takuuuut sama yg namanya kegemukan, apalagi PR suamiku nih harus bisa turun BB nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo semangat, Mbak! Insya Allah bisa kok, kalau kita punya niat dan usaha yang kuat :)

      Hapus
  11. Kalo aku malah pengen naikin berat badan. Dan pengen rutin olahraga nih mbak. Bisa nih dipake tipsnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti Mbak udah langsing, nggak usah dinaikin, nanti kalau kalau mau nurunin berat, Mbak hehehe...

      Hapus
  12. Weight loss begitu ya maksudnya. Hmm, daku kalau dengar teman yang ingin diet, sepertinya harus saranin mereka baca artikelnya kak intan nih, biar mereka paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm... boleh...boleh... ini kan dapat ilmunya langsung dari ahlinya heheh...

      Hapus
  13. Sharing ikmunya bermanfaat sekali, ademm banget deh denger penjelasannya...aku sendiri ga terlalu bermasalah dengan berat badan, cuma tetap wajib menjaga pola makan supaya sehat. Setuju banbet dengan moto " Slim and weight loss is a bonus, our mind goals is to be healthier

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap bener banget meskipun sudah punya berat badan ideal, tetap aja harus jalanin pola hidup seimbang ya, Mbak :)

      Hapus
  14. Saya malah pengennya bb naik Mbak. Soalnya dari dulu badan kurus mulu sekalipun makan banyak. Pernah gemuk itupun saat hamil saja, pasca melahirkan BB turun drastis banget. Etapi btw ini materinya bagus banget ya Mbak. Yang mau diet kudu banget nih baca post ini biar tercerahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, berarti Mbak Siska beruntung tuh bisa tetap langsing.

      Siipp...boleh di share kok :)

      Hapus
  15. Dari dulu selalu pengen diet, tapi dietnya selalu gagal, hahaha. Memang sih ntuk diet butuh konsistensi yang tinggi, etapi untungnya ada cemilan yang mengerti moms yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah boleh dong dibisikkin cemilan apa tuh, Mbak :)

      Hapus
  16. Wah susah nih menghindari gadget karena kerjaan pake gadget wkwk... Aku sih sudah berusaha mengurangi makan tapi hasilnya blm maksimal. Masih banyak tumpukan lemak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Kita memang nggak bisa jauh dari gadget ya, Mbak.

      Tetap semangat, Mbak... Tapi disyukuri aja ya, Mbak :)

      Hapus
  17. Beberapa tahun lalu aku pernah berhasil diet turun 10kg karena komitmen karena kata nyokap kekurusan akhirnya aq stop dietnya. Pas di stop ya Allah skg makin gede badanku hahaha. Boleh nih aku coba deh tips2 di artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nurunin berat badan butuh waktu lama, tapi naikin berat badan cukup hitungan detik ya, Mbak. I feel you, Mbak :)

      Hapus
  18. Ohh begituu. 2 hal ini ternyata sangat berbeda ya Mba. Penting banget ya mengetahui hal-halterkait dengan penurunan berat badan sebelum eksekusi yaa 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, betul banget, Mbak. Weight loss dan fat loss itu emang beda :)

      Hapus
  19. Makasih mbak infonya, jadi tahu perbedaan weight loss dan fal loss. Informasinya berguna banget nih buat emak emak kek aku yg mau nurunin berat badan.

    BalasHapus