Kamis, 31 Oktober 2019

Astra Financial Service, Menjawab Tantangan Terbesar Penyedia Jasa Keuangan di Indonesia

12.09 15 Comments



Apa sih Penyedia Jasa Keuangan itu?
Boleh jujur nggak? Hmmm… Awalnya saya juga belum sebegitu mengenal banget mengenai Penyedia Jasa Keuangan itu. Pernah mendengar tapi belum sebegitu tahu secara detail. Akhirnya mulai deh searching sana-sini. Ya, biarpun aktivitas sehari-hari jadi emak-emak berdaster, tapi otak mah harus terus di starter biar tambah pinter.

Ok, jadi Penyedia Jasa Keuangan (PJK) itu penyedia jasa di bidang keuangan. Hayoo, ada yang masih bingung? Tenang… tenang… Sebenarnya kita tuh sangat familiar dan pastinya sering berhubungan dengan yang namanya Penyedia Jasa Keuangan. Nggak percaya? Nih saya kasih siapa saja yang termasuk ke dalam penyedia jasa keuangan.



Nah, itu dia beberapa penyedia jasa keuangan di Indonesia. Tentu saja kita sudah familiar, ya kan? Setiap hari kita sering berhubungan dengan penyedia jasa keuangan.

Di era revolusi 4.0 sekarang ini tentu saja para penyedia jasa keuangan pun memiliki tantangannya sendiri. Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi menjadikan para penyedia jasa keuangan pun harus bisa menjawab tantangan tersebut.


Tantangan Penyedia Jasa Keuangan

OJK sebagai lembaga pengawas industri jasa keungan terpercaya tentunya memiliki peran penting dalam hal ini. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, ada 6 tantangan di sektor Penyedia Jasa Keuangan, diantaranya:




Keenam tantangan tersebut tentu saja harus dicarikan solusi agar para penyedia jasa keuangan bisa tetap bertahan. Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK menetapkan 10 arah kebijakan, diantaranya:
  1. Mengembangkan dan melaksanakan pengawasan Sektor Jasa Keuangan (SJK) berbasis Teknologi Informasi – IT Based Supervision.
  2. Penguatan pengaturan, perizinan dan pengawasan terintegrasi bagi konglomerasi keuangan.
  3. Mengimplementasikan Standar Internasional Pridensial yang Best Fit dengan kepentingan nasional.
  4. Reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) untuk mewujudkan IKNB yang kuat dan berdaya saing.
  5. Efisiensi di Industri Jasa Keuangan untuk mewujudkan IJK yang berdaya saing.
  6. Revitalisasi pasar modal dalam mendukung pembiayaan pembangunan jangka panjang.
  7. Mengoptimalkan peran Financial Technology melalui pengaturan, perizinan dan pengawasannya yang memadai.
  8. Mengurangi tingkat ketimpangan melalui penyedia akses keuangan.
  9. Meningkatkan efektifitas kegiatan edukasi dan perlindungan konsumen.
  10. Mendorong peningkatan peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan.


Sepuluh kebijakan tersebut merupakan upaya yang dilakukan oleh OJK agar Penyedia Jasa Keuangan bisa tetap survive. Tentu saja efeknya bisa terasa sampai kepada masyarakat luas. Memang intinya, masyarakat sebagai konsumen haruslah menjadi fokus akhir dari keberadaan penyedia jasa keuangan. Selain memang akan ada efek pada pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.

Keberadaan Penyedia Jasa Keuangan memang harus lebih cerdas dalam meningkatkan daya saing. Meskipun belum banyak yang melek literasi keuangan, tapi setidaknya kita telah melangkah ke arah itu. Oleh karena itu, konsumen pun akan memilih peyedia jasa keuangan yang lebih amanah dan terpercaya.


Astra Financial Service
Astra Financial bermula ketika tahun 1981 PT Astra International Tbk membeli saham mayoritas PT Maskapai Asuransi Buana atau Asuransi Astra yang didirikan pada 1956.

Visi Astra Financial:
Mitra keuangan bagi kesejahteraan Indonesia.

Misi Astra Financial:
Menjadi rekan bagi masyarakat Indonesia untuk menjadi sejahtera.

Astra Financial adalah divisi layanan keuangan PT. Astra International Tbk yang memiliki tujuh lini bisnis, diantaranya:
  • Otomotif
  • Jasa Keuangan (Astra Financial)
  • Alat berat
  • Pertambangan
  • Konstruksi dan Energi
  • Agribisnis
  • Infrastruktur dan Logistik
  • Teknologi Informasi
  • Properti


Astra Internasional mendirikan PT. Raharja Sedaya, langkah pertamanya dalam bisnis Jasa Keuangan pada tahun 1982 dan pembelian saham mayoritas PT. Astra Buana yang didirikan pada tahun 1956.

Astra Financial Service adalah kompilasi dari 11 entitas, diantaranya:
  • Perbankan è

PermataBank




PermataBank adalah perusahaan terbuka, dimana Astra International dan Standard Chartered Bank sebagai pemegang saham utama. PermataBank melayani lebih dari dua juta nasabah.

  • Pembiayaan è

Astra Credit Companies



Group ACC merupakan gabungan dari empat perusahaan pembiayaan yaitu PT Astra Sedaya Finance, PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance, PT Astra Auto Finance, PT Setako Estika Sedaya Finance serta satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa penagihan, yaitu PT Pratama Sadya Sadhana. Pembiayaan yang diberikan oleh ACC adalah pembiayaan konvensional dan pembiayaan syariah.

ACC melayani pembiayaan mobil baru, mobil bekas, alat berat, pembiayaan multi guna, pembiayaan perumahaan serta pembiayaan modal kerja. ACC juga meluncurkan aplikasi ACC Yes! Your Easy Solution untuk memberikan akses tanpa batas bagi pelanggan dalam melakukan transaksi pembiayaan dan pembayaran secara online.


Federal International Finance




FIF Group adalah perusahaan pembiayaan yang didirikan pada tahun 1989 oleh Astra yang menyediakan fasilitas pembiayaan konvensional dan syariah bagi konsumen yang ingin membeli sepeda motor Honda. FIF Group terus berkembang dengan menambahkan rangkaian produk pembiayaan yang luas untuk memenuhi berbagai keperluan pelanggan, yang dilakukan dengan menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi.


Toyota Astra Finance



TAF menawarkan berbagai fasilitas pembiayaan multiguna untuk kepemilikan mobil Toyota, Daihatsu dan/atau merek lainnya yang berkaitan dengan Toyota, fasilitas pembiayan investasi dan fasilitas pembiayaan modal kerja. Seluruh fasilitas pembiayaan atas kepemilikan kendaraan ditawarkan dengan kemudahan melalui skema pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dan konvensional sesuai kebutuhan pelanggan. Selain menambahkan kantor cabang, TAF juga meluncurkan aplikasi “TOYOTA Flex” dan “DAIHATSU Flex” sebagai sarana digital yang mendudkung fungsi penjualan dan pelayanan dengan akses yang lebih luas kepada konsumen.


Surya Astra Nusantara Finance




PT Surya Astra Nusantara Finance (SANF) didirikan pada tanggal 25 Agustus 1983 dengan nama PT Sangga Loka Subur dan kemudian mengubah namanya menjadi PT Surya Astra Nusantara Leasing pada tahun 1984. Pada tahun 1989 mengubah namanya kembali menjadi PT Surya Astra Nusantara Finance dan telah memperoleh izin usaha sebagai lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.

SANF menyiadakan produk dan layanan pembiayaan yang fokus pada alat-alat berat melalui pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja. Pembiayaan yang diberikan oleh SANF antara lain sewa pembiayaan, jual dan sewa balik, fasilitas modal usaha, anjak piutang dengan atau tanpa pemberian jaminan dari penjual piutang.

  
Komatsu Astra Finance



Komatsu Astra Finance (KAF) didirikan pada 19 Mei 2005, merupakan perusahaan patungan antara PT Astra International Tbk. Melalu PT Sedaya Multi Investama (SMI) dan Komatsu Ltd. Melalui PT Komatsu Indonesia (KI) (50:50). KAF bertujuan untuk mendukung penjualan Komatsu dan produk-produk terkaitnya yang dipasarkan oleh PT United Tractors Tbk. (UT), dengan menyediakan solusi pembiayaan.


  • Asuransi è

Asuransi Umum
Asuransi Astra

Asuransi Astra telah hadir sejak 12 September 1956. Perusahaan yang dikenal dengan produk asuransi Garda Oto ini hadir melayani pelanggan melalui jaringan layanan yang tersebar di 27 kantor cabang, serta unit layanan dan Garda Center yang terus berkembang. Selain asuransi kendaraan bermotor, produk lain dari Asuransi Astra antara lain adalah asuransi untuk bisnis komersial seperti asuransi industri pertambangan, asuransi industri agribisnis, asuransi ruko, asuransi SPBU, dan Asuransi kesehatan Garda Medika. Seluruh produk asuransi yang dimiliki Asuransi Astra tersedia dalam bentuk konvensional dan syariah.

Asuransi Astra juga memiliki produk digital, yaitu Happyone.id meliputi empat jenis perlindungan, yaitu:
HappyMe untuk perlindungan atas risiko kecelakaan diri.
HappyEdu untuk perlindungan pendidikan anak.
HappyHome untuk perlindungan tempat tinggal.
HappyTrip untuk perlindungan perjalanan.

Asuransi Jiwa
Astra Life



PT Astra Aviva Life (Astra Life) adalah perusahaan asuransi jiwa patungan dengan kepemilikan saham 50:50 antara PT Astra International Tbk dan Aviva PLC yang didirikan pada tahun 2004. Astra Life menerapkan konsep “Best of Both World atau Terbaik di Dua Dunia” – dengan mengkombinasikan pengalaman dan kompetensi Aviva sebagai asuransi kelas dunia serta kekuataan Astra sebagai salah satu pelopor grup usaha nasional berikut jaringan dan distribusinya di Indonesia.

  • Modal Ventura è

Astra Ventura



PT Astra Mitra Ventura merupakan anak usaha PT Astra International Tbk yang didirikan pada tahun 1991. Astra Ventura turut membangun perekonomian Indonesia melalui penyediaan fasilitas pembiayaan dan penyertaan modal yang disertai dengan aktifitas pendampingan kepada dan pasangan usaha.

  • Perusahaan Teknologi Keuangan è

Astra Welab Digital Artha



PT Astra Welab Digital Artha (AWDA) adalah perusahaan berbadan hukum Penyelenggara Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi yang terbentuk pada tanggal 25 Juli 2018 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Agustus 2018. AWDA memiliki visi menjadi perusahaan teknologi yang paling dikagumi di Indonesia, dan misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


  • Dana Pensiun è

Dana Pensiun Astra



Dana Pensiun Astra (DPA) didirikan pada tahun 1986 oleh PT Astra International Tbk. Filosofi dasar dari founder adalah kesejahteraan sosial yang layak bagi karyawan di hari tuanya dan untuk mencapai kesejahteraan sosial ini diperlukan adanya usaha bersama untuk memupuk dana sebagai bekal hidup bagi karyawan dan atau keluarganya pada waktu memasuki masa pensiun.


Itulah sebelas brand lini bisnis Astra Financial Service. Kesebelas lini tersebut tentu saja sudah terbukti amanah dan terpercaya. Masyarakat sebagai konsumen sudah merasakan efek positif dari kehadiran sebelas lini bisnis Astra Financial Service. Sesuai dengan visi dan misinya, Astra Financial Servise hadir sebagai solusi untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan pengalaman lebih dari seperempat abad, Astra Financial Service diharapkan bisa menjawab tantangan yang ada.

Minggu, 27 Oktober 2019

Traveling Bareng Baby? 7 Benda Ini Wajib Dibawa Supaya Tetap Santuy

23.06 20 Comments

You don't have to be rich to travel well. (Eugene Fodor)


Hmmm… Benar banget sih. Kalau nunggu kantong tebal plus rekening berdigit-digit mah, mau nunggu sampe kapan? Kalau saya sih, traveling ya traveling aja. Nggak usah nunggu punya rumah atau mobil dulu. Tapi itu saya loh ya, kalau kamu? Ya, semuanya tergantung pilihan masing-masing. Kalau saya nggak mau kehilangan momen dan waktu begitu saja.  Hidup terlalu singkat kalau hanya dihabiskan untuk bekerja saja.



Karena menurut saya traveling itu bukan sekadar mengunjungi destinasi wisata, senang-senang, ketawa-ketawa atau mungkin menjajal kuliner. Bukan itu. Sekali lagi, bukan itu. Traveling itu merupakan cara untuk melekatkan rasa dengan pasangan dan keluarga.




Ya, bagi saya melakukan traveling itu jauh lebih menyenangkan dan berarti jika dilakukan bersama pasangan atau keluarga. Riweh? Ribet? Pasti. Tapi, kembali lagi, ada rasa yang tidak bisa tergantikan.

Saya dan suami paling senang kalau kemana-mana satu paket. Mau itu traveling ke tempat yang lumayan jauh, atau sekadar traveling tipis-tipis di sekitaran kota tempat tinggal. Tapi, percaya deh, seru pake banget loh, dan pastinya bisa tetap santuy, kok. Meskipun terkadang ada ‘keseruan’ berbumbu nano-nano, misalnya saja anak yang cranky, pesawat delay, terlambat ke bandara, waktu mepet nyampe ke stasiun, dua bocah pengen ke toilet pas lagi makan di kereta, atau barang yang ketinggalan. Gimana? seru-seru sedap gitu kan?



Oya, ngomong-ngomong tentang traveling bareng 2 bocah, persiapan itu it’s a must. Nge-list barang apa saja yang harus dibawa, biasanya sudah dilakukan beberapa hari sebelum berangkat. Maklum suami golongan darahnya O, jadi sudah bawaan lahir agak pelupa. Kalau saya sih sebenarnya memiliki daya ingat yang bagus, tapi karena efek setelah melahirkan jadi berubah sedikit pelupa hehehe… #NggakUsahProtes

Nah, kali ini saya mau berbagi sedikit tips agar kita bisa siap di jalan. Ini dia 7 Barang yang harus dibawa saat traveling bareng baby supaya tetap santuy:
  • Baju Ganti (baik itu buat anak maupun emaknya)



Meskipun kita hanya traveling ke tempat yang dekat atau mungkin tidak menginap, tapi baju ganti wajib loh. Kita nggak tahu kan kalau tiba-tiba si bayi gumoh, numpahin makanan atau minuman. Daripada nanti kita nggak bisa foto kece karena baju kotor, mendingan disiapin deh tuh baju ganti. Apalagi kalau niat mau menginap, ini sih wajib bin kudu bawa baju ganti. Nggak perlu banyak, seperlunya saja. Oya, manfaatin deh tuh jasa laundry kalau memang mau traveling lebih dari satu hari.

  • Makanan dan Minuman



Ini nggak boleh sampai lupa atau ketinggalan. Jangan berpikir, nanti kan bisa beli atau pesan lewat online. Please deh emak-emak muda nan cantik, yang namanya urusan perut itu nggak bisa ditahan apalagi buat anak-anak. Dari masalah makanan ini biasanya bisa bikin cranky anak loh. Apalagi kalau punya anak yang picky eater kayak yang nulis nih, bawa camilan dan makanan kesukaan itu sebuah keharusan.

  • Mainan dan Buku




Namanya juga anak-anak, ya nggak bisa jauh dari mainan kan? Nah, kalau memang si anak punya habit baca, biasanya buku bisa jadi teman perjalanan yang menyenangkan. Kalau mereka sudah bosan lirik kanan-kiri, lari mondar-mandir, mainan dan buku bisa jadi solusi untuk mendiamkan mereka sesaat.

  • Perlengkapan bayi (diapers, kosmetik bayi, tissue basah dan kering)




Bawa bayi tapi nggak bawa perlengakapannya, ya sama saja mau naik kereta tapi nggak bawa tiket. Yang namanya punya bayi, kita harus mau berberat ria membawa perlengkapan seperti diaper, minyak telon/minyak kayu putih, lotion, tissue basah/tissue kering, dan lain sebagainya. Itu sih wajib banget dibawa.

  • Jaket



Mau menggunakan moda transportasi apapun, jaket itu barang wajib untuk si kecil. Kencangnya angin, udara di malam hari atau suhu AC yang terlalu dingin tentu akan membuat si kecil tidak nyaman. Dengan memakai jaket, mereka akan jauh lebih terlindungi. Tapi, fleksibel juga ya, kalau mereka ingin dibuka, nggak perlu memaksa untuk memakainya terus. Dibawa enjoy aja, agar perjalanan jadi lebih menyenangkan.

  • Topi



Kalau benda yang satu ini sangat berguna kalau kita traveling ke daerah pantai, laut atau destinasi wisata outdoor lainnya. Karena tidak semua anak nyaman dengan menggunakan payung, apalagi kalau kita bawa anak lebih dari satu.

  • Payung




Ini juga wajib dibawa loh. Tidak hanya untuk melindungi teriknya matahari, tapi kalau tiba-tiba hujan, it’s very useful. Oya, bagi yang bawa baby usia di bawah satu tahun, benda ini wajib loh, biar mereka juga bisa tetap terlindungi.

Itu dia 7 benda yang wajib dibawa saat melakukan traveling bareng baby supaya tetap santuy. Nggak ribet kok, percaya deh. Kalau untuk masalah bawanya, bisa bagi-bagi tugas sama paksu loh. Nggak harus juga nyewa porter buat nentenginnya.

Nah, kalau kamu-kamu mau traveling dalam waktu dekat ini, dan masih bingung nyari semua perlengkapan tersebut. Take is easy, guys! Kalian tinggal kunjungi aja Ayoomall.com. Ada banyak produk yang bisa kalian pilih sesuai dengan selera dan budget tentunya. Misalnya nih, kalian butuh baju buat si kecil, tinggal klik aja category fashion, pilih deh baju mana yang cocok buat buah hati kita. Atau, kalau mau nyari mainan, klik category Mainan&Hobby. Pokoknya apapun yang kita butuhkan buat traveling, Ayoomall.com solusinya.

Ayoomall.com yang merupakan toko retail online terluas se-Indonesia. Bisa dibayangin tuh, terluas se-Indonesia. Jadi kita butuh apapun, semua tersedia di sini. Bagi para traveller sejati, Ayoomall.com sangat membantu sekali buat mencari kebutuhan tanpa pakai ribet dan lama. Oya, Ayoomall.com juga selalu memberikan promo, loh. Jadi, nggak usah mikir panjang lagi deh buat belanja di Ayoomall.com. Belanja di Ayoomall.com bikin traveling kamu tetap santuy, cuy!

Selasa, 22 Oktober 2019

Umat Sadar Zakat, Negara Akan Kuat

22.53 22 Comments



Zakat merupakan satu kewajiban dan bagian dari Rukun Islam. Perintah untuk berzakat disebutkan berulang sebanyak 32 kali dalam Alquran. Ibadah yang perintahnya dalam Alquran selalu beriringan dengan perintah sholat.

Kalau kita telaah dan mencoba untuk memahami, mengapa perintah zakat selalu berbarengan dengan perintah sholat? Jawabannya, keseimbangan. Ya, Allah tidak memerintahkan kita untuk menjadi hamba-Nya yang hanya fokus pada diri sendiri, tapi harus juga bermanfaat untuk sesama. Ketika kita sholat, itu adalah hubungan kita dengan Allah. Dan, sejatinya harus seimbang antara hubungan kita dengan sesama makhluk juga.




Zakat mengajarkan kita untuk berempati kepada sesama. Zakat menjadikan kita belajar memahami dan berbagi. Dengan berzakat kita diajarkan untuk tidak menjadi pribadi yang terlalu mencintai dunia.

Ada banyak sekali manfaat yang dirasakan dengan melaksanakan zakat. Bagi orang yang berzakat, manfaatnya tidak bisa diragukan lagi. Menurut Founding Director of The Center for Neuroeconomics Studies dari Claremont Graduate University, Paul Zak, mengatakan bahwa ketika seseorang berbagi, tubuh akan melepaskan hormone oksitosin. Hormon oksitosin ini bisa mengurangi stress.

Kalau dilihat secara kasat mata, tentu saja yang menerima akan terlihat bahagia. Padahal, sebenarnya orang yang memberi pun merasakan hal yang sama. Ada rasa bahagia yang tidak bisa dilukiskan oleh kata-kata. Itulah fitrah manusia.

Sekarang, kalau dilihat dari sisi si penerima zakat, tentu manfaatnya pun tidak kalah banyak. Ketika umat Islam sadar akan kewajibannya membayar zakat, maka bisa dipastikan masalah sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan akan teratasi dengan baik.


Indonesia, Negara Dengan Potensi Zakat Terbesar



Sudah bukan rahasia lagi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Berdasarkan data dari Globalreligiousfuture seperti yang dilansir oleh databoks.katadata.co.id, pada tahun 2020 diprediksai jumlah penduduk muslim di Indonesia akan bertambah menjadi 263,92 juta jiwa. Dengan jumlah sebanyak ini, maka Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia.

Sebuah kebanggan tersendiri tentunya kita bisa menjadi bagian dari mayoritas tersebut. Tapi, apakah dengan jumlah tersebut berbanding lurus dengan kesadaran untuk berzakat?

Kita patut berbangga karena ternyata Indonesia memiliki potensi zakat sebesar Rp 232 trilyun. Bila dibandingkan dengan negara berpenduduk muslim lainnya, kita masih memiliki potensi paling besar. Tapi, sayangnya realitanya, zakat yang terkumpul baru mencapai 8,1 triliun.

Ini merupakan PR besar bagi kita semua. Selisih tersebut tidak bisa dikatakan sedikit. Kalau kita boleh berandai-andai, seandainya semua umat memiliki kesadaran untuk berzakat, maka negara ini akan lebih sejahtera.


Zakat Sebagai Solusi



Kita tidak bisa menutup mata kalau di luaran sana masih ada orang yang membutuhkan uluran tangan. Meskipun menurut data BPS, penduduk miskin hingga Maret 2019 tercatat 9,41 persen atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya 9,82 persen. Namun, tetap saja jumlah tersebut tidak bisa kita abaikan begitu saja.

Tidak hanya permasalahan sosial yang harus dipecahkan. Kita jangan terfokus pada kemiskinan secara global. Kita juga harus melihat faktor lain yang harus dicarikan solusinya. Contohnya saja, pengangguran, kelaparan, kekurangan gizi, putus sekolah dan lain-lain.

Karena itulah, zakat seharusnya hadir sebagai solusi. Kesadaran umat untuk membayar zakat seharusnya bisa memangkas masalah yang ada. Potensi zakat yang begitu luar biasa di negara ini bisa membantu mengatasi permasalahan sosial bangsa ini.

Ketika umat sudah memiliki kesadaran untuk membayarkan zakatnya tanpa diminta apalagi dipaksa, maka amil pun tidak akan merasa kesulitan untuk menyalurkan dana zakat tersebut. Tapi, apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang masih enggan untuk menunaikan perintah satu ini. Dengan berbagai alasan, seakan-akan zakat merupakan perintah Allah yang tidak penting.

Padahal saat ini, rasanya kita tidak perlu ribet untuk berzakat. Kemajuan teknologi membuat kita bisa dengan mudah menunaikan zakat. Jika kita tidak memiliki waktu untuk datang ke kantor amil zakat, maka kita bisa membayar secara online. 

Satu hal yang paling penting, ketika kita ingin membayar zakat, maka pilihlah badan amil zakat yang benar-benar amanah. Ketika kita masih ragu dan belum paham tentang hal yang berkaitan dengan zakat maupun wakaf, kita bisa mengunjungi mengunjungi website Bimas Islam Kemenag atau kita pun bisa mendapat informasi di Festival Literasi Zakat dan Wakaf 2019. Jadi, intinya, tidak ada alasan untuk tidak menunaikan zakat.

Dan, saat ini, kita patut berbangga karena pemerintah mau turun tangan untuk mengatasi masalah ini. Para ASN akan diwajibkan untuk berbayar zakat. Zakat bukan lagi bersifat opsional seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ini tentu saja sebuah usaha yang patut apresiasi. ASN yang berjumlah sekitar 4 juta lebih tentu bukan jumlah yang sedikit. Kalau semua ASN sadar akan kewajibannya membayar zakat, maka pendapatan zakat pun tentu akan sesuai dengan yang seharusnya.

Tidak hanya ASN, tapi semua pihak yang sudah wajib untuk berzakat pun, seharusnya memiliki kesadaran sendiri untuk membayarkan zakatnya. Tidak perlu khawatir dan banyak pertimbangan untuk berzakat. Secara kasat mata, manfaatnya untuk orang lain, padahal sejatinya kitalah yang akan lebih banyak mendapatkan manfaat.

Intinya, dengan berzakat, tidak hanya menjadikan kita hamba yang taat kepada perintah Allah, tapi menjadikan kita pribadi yang memiliki empati terhadap sesama. Hati kita akan terlatih jauh lebih lembut ketika tangan ini dengan mudahnya berbagai kepada saudara-saudara kita.



Dengan kesadaran berzakat yang tinggi, tidak akan ada lagi tangis-tangis kelaparan. Dengan bertambahnya muzakki, tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Dengan semakin bertambahnya dana zakat, tidak akan ada jurang pemisah yang lebar antara si kaya dan si miskin. Impian kita menjadian negeri ini sejahtera dan bahagia rakyatnya, bukan hanya sebuah slogan. Dengan umat yang sadar zakat, negara akan kuat.