Minggu, 07 Juni 2020

Ancaman Kekeringan di Tengah Pandemi




Saat ini Indonesia sedang menghadapi dua ancaman. Pertama, pandemic Covid-19 yang kurvanya terus menunjukkan peningkatan, terutama di beberapa daerah. Kedua, ancaman kekeringan yang terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia.

Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah yang diprediksi akan mengalami kemarau lebih kering yaitu di sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, Jawa tengah bagian tengah dan utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, NTB bagian timur, sebagian kecil NTT, Kalimantan Timur bagian tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, dan Maluku bagian barat dan tenggara.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Muhammad Reza yang merupakan koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak Asasi Air (KRuHA) kepada Ruang Publik KBR, ada 2 pandangan berbeda mengenai krisis. Satu pandangan yang dominan melihat krisis sebagai kelangkaan. Sedangkan, cara pandang lainnya adalah ketidakadilan, artinya krisis air di Indonesia berbeda dengan di negara lainnya.

Dijelaskan pula, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan krisis air, diantaranya:
  • Situasi global
  • Politik
  • Perlakuan terhadap air


Masalah krisis air ini merupakan sesuatu yang sangat krusial, karena hampir 71 persen permukaan bumi tertutup air. Sedangkan pada manusia pun, kandungan air itu sekitar 60%-70% dari berat tubuh. Jadi, bagaimanapun juga dalam kehidupan ini kita tidak bisa dipisahkan dari air. Air merupakan kehidupan. Tidak akan ada kehidupan tanpa air.

Sumber Gambar: www.duniapendidikan.co.id


Sebenarnya kita patut bersyukur karena Indonesia menduduki peringkat ke-4 yang memiliki sumber air terbanyak, setelah Brasil, Rusia dan Kanada. Selain itu, Indonesia pun merupakan satu dari enam negara yang menguasai 50 persen cadangan air tawar dunia. Keenam negara tersebut ialah Brasil, Rusia, Kanada, Indonesia, China, dan Kolombia.

Jadi, kuncinya ialah bagaiman kita bisa memanfaatkan dan menjaga sumber air tersebut, agar tidak terjadi krisi air yang menyebabkan kekeringan. Menurut beberapa sumber, kekeringan yang terjadi di Indonesia ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
  • Posisi geografis

Indonesia berada tepat di garis khatulistiwa dan diapit oleh 2 benua serta 2 samudera. Indonesia juga terletak di daerah monsoon. Monsoon merupakan sebuah fenomena alam diaman seringnya terjadi perubahan iklim secara ekstrim karena terjadinya perubahan tekanan udara dari daratan.

  • Penggunaan air tanah secara berlebihan

Faktor ini merupakan permasalahan agronomis. Penggunaan air tanah secara berlebihan yang dilakukan oleh para petani ketika musim kemarau untuk mengairi sawah dan ladangnya, secara tidak langsung membuat cadangan air ikut terangkut.

  • Kerusakan hidrologis

Kerusakan yang disebabkan rusaknya fungsi dari wilayah hulu sungai karena waduk dan saluran irigasinya terisi sedimen dalam jumlah besar.

  • Rendahnya tingkat curah uap air dan awan

Terjadinya penyimpangan iklim yang membuat hujan menjadi jarang turun juga dapat mengakibatkan kekeringan di Indonesia.

  • Faktor global warming

Pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca, pemakaian zat-zat kimia, polusi udara dan juga membuang sampah secara sembarangan memang menyumbang peran besar dalam masalah kekeringan ini.

  • Minimnya daerah resapan

Dengan banyaknya pembukaan lahan perubahan alih fungsi lahan menjadi penyebab berkurangnya daerah resapan air. Air hujan yang dulu bisa diserap oleh pohon, sekarang kehilangan area resapan karena hutan sudah berubah menjadi gedung dan perumahan.


Apa yang Sudah Saya Lakukan?

Think Globally, Act Locally 

Yap, saya sangat setuju dengan ungkapan tersebut. Kita boleh dan bahkan harus memikirkan kondisi bumi yang sudah sangat menyedihkan. Pemanasan global menjadi isu yang sangat krusial akhir-akhir ini. Tapi, itu semua hanya akan menjadi sebuah topik pembicaraan yang tak berujung.

Aksi nyata. Saat ini yang kita butuh tindakan. Tidak perlu berpikir untuk melakukan hal besar. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan, meskipun itu hal yang mungkin receh untuk sebagian orang. Tapi, kalau saya pribadi, melakukan sesuatu sebisa dan semampu kita, itu jauh lebih bernilai daripada tidak melakukan apa-apa.

Lalu, apa yang sudah saya lakukan dalam menjaga bumi ini, terutama penggunaan air. Saat ini, saya baru bisa melakukan beberapa hal, diantaranya:

  • Mengganti bak mandi dengan shower

Mengapa memilih shower? Berdasarkan penelitian, shower bisa memompa hingga 9,5 liter per menit. Jadi jika kita membersihkan badan dalam 10 menit, hanya membutuhkan 95 liter saja.

Sedangkan ketika menggunakan bathub standard bisa menampung air hingga 190 liter saat kita berendam. Lalu, bagaimana ketika menggunakan gayung? Sebuah bak mandi berukuran standard bisa menampung air hingga 270 liter.

Selain itu, mandi dengan shower pun memiliki manfaat meringankan pegal linu di punggung dan sakit otot. Mandi menggunakan shower juga bisa menghilangkan kecemasan. Satu lagi manfaat yang kita dapat ketika mandi menggunakan shower, uap yang terkumpul ketika kita mandi, berfungsi sebagai dekongestan alami ketika sedang flu.

  • Membiasakan membawa tumbler sendiri

Mengurangi sampah plastik tentu saja merupakan PR terbesar kita semua. Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton diantaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sedangkan kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 milyar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

Oleh karena itu, kondisi tersebut harus dicari solusinya. Kembali lagi, tidak perlu berpikir mengubah kebiasaan dan pola pikir seluruh penduduk negeri ini. Satu hal yang paling penting, apa yang bisa kita sendiri lakukan. Mulailah dari diri sendiri, bersahabatlah dengan bumi, karena itulah tempat kita berpijak saat ini.

  • Mendukung program yang berhubungan dengan penyelamatan bumi

Dengan menulis ini pun, merupakan salah satu cara saya membantu menyelamatkan bumi. Saya belum bisa memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan para pembuat kebijakan. Atau, saya pun tidak punya kewenangan untuk mengerahkan seluruh warga masyarakat untuk menjaga bumi. Tapi, dengan tulisan yang saya buat ini, saya berharap bisa dibaca dan menjadi inspirasi orang lain untuk ikut sama-sama bergerak menjaga bumi semampu kita.


Saat ini, saya mungkin belum bisa bisa berbuat banyak, tapi setidaknya saya sudah melakukan apa yang saya bisa. Ancaman kekeringan bukanlah hal yang sepele. Efeknya akan terasa ke berbagai sisi, apalagi di saat pandemi ini.

Coba kita perhatikan, ketika banyak daerah yang mengalami kekeringan, maka sektor pertanian akan terkena dampaknya. Para petani akan gagal panen karena sawahnya tidak bisa terairi. Lalu, bagaimana dengan pasokan pangan kita?

Nah, kita bisa mengambil kesimpulan sendiri, kan? Memang solusinya, harus ada turun tangan dari berbagai pihak. Namun, yang terpenting saat ini, mulailah dari diri kita sendiri. Belajarlah bijak dalam memperlakukan air dan perlakukan bumi dengan baik. Kembali saya ingatkan, air itu kehidupan. Tidak ada kehidupan tanpa air. Jadi, jangan menunggu bumi menangis dan marah, baru kita tersadarkan. Save the water, save the earth.



Referensi:


Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.


16 komentar:

  1. yang harus dilakukan lebih bagaimana kita menjaga bumi bersama-sama, memgingatkan diri sendiri jangan egois kasian anak cucu kelak

    BalasHapus
  2. Bermanfaat sekali tulisannya. Saya sendiri termasuk orang yang sangat hati2 ketika menggunakan air tetapi tidak permah melakukan penghijauan. Semoga kedepan saya lebih suka dengan penanaman pohon sehingga serapan air dilingkungan saya terjaga

    BalasHapus
  3. Air banyak manfaatnya oleh karena itu jagalah air dengan cara bisa menghemat air, karena di bumi ini masih banyak yang membutuhkan air yuk kita lestarikan untuk menjaga bumi ini untuk anak cucu kita nantinya

    BalasHapus
  4. Mpo suka banget dengan membahasan mengenai air . Air penting bagi kehidupan. Susah hidup tanpa air. Jaga air jangan sampai berlebihan menyedot nya dan buang buang air dengan lupa mematikan kran.

    BalasHapus
  5. Waduh ngeri juga kalau ada ancaman kekeringan. Air itu kebutuhan vital bagi manusia. Memang sebaiknya bijak deh dengan penggunaan air

    BalasHapus
  6. Posisi keempat dan masuk dalam 6 negara yang memiliki persediaan air,menjadikan kita bersama-sama untuk merawat dan menjaga kualitas air, agar tetap berkelanjutan

    BalasHapus
  7. Ahh uya bener banget. Indonesia kaya akan SDA termasuk air. Meski begitu tetap harus hemat air ya karena ngga tahu juga ke depannya bakal kayak gimana.

    Btw ide mengganti bak dengan shower boleh dicoba nih.

    BalasHapus
  8. Banyak faktor ya yang bisa membuat kita kesulitan air bersih, langkah penghematan air dimulai dari diri sendiri dan keluarga bisa jadi salah satu solusi yaa

    BalasHapus
  9. aku kalau di rumah paling bawel banget soal penggunaan air, apalagi anakku demen banget main air. Jadi aku juga sambil edukasi ke dia tentang dampak kalau kita kekurangan air.

    BalasHapus
  10. Benar sekali mbak, saat ini kita punya dua ancaman...
    Covid 19 dam kekeringan..

    Smg dgn langkah2 sederhana yg bisa kita lakukan bisa ikut andil mencegah kekringan ya

    BalasHapus
  11. Kita harus menjaga agar air tetap bersinergi dengan alam demi generasi selanjutnya.

    BalasHapus
  12. haduuuh, Sulawesi Tenggara masuk juga ya dalam prediksi BMKG? tapi bagian selatannya itu dimana ya? *buta peta ini.
    semoga stock air masih cukuplah untuk kita semua, kalau ada hujan bisa itu ditampung tuk siram kotoran saat BAB kalau gak mau digunakan untuk cuci bilas. Air wudhu juga bisa ditampung tuk ini, pokoknya biar gak boroslah, latih diri biar siap kalau stock air terpaksa terbatas.

    BalasHapus
  13. Suka banget sama kata-kata ini, kak...
    "Think Globally, Act Locally"

    Dimana kita sering lupa bahwa air itu berharga dan mahal untuk daerah tertentu.
    Jadi harus bisa meminimalisisr penggunaan dan selalu mencintai lingkungan.

    BalasHapus
  14. Setuju banget kita memang harus berpikiran global tapi tetap menjaga kearifan lokal

    BalasHapus
  15. Indonesia sebentar lagi masuk musim kemarau. Makin khawatir kekurangan air. Aku ikut program2 yang mendukung kelestarian sumber air bersih. Bekas cuci beras, bekas rebus mie, aku pake buat siram tanaman.

    BalasHapus
  16. semoga semakin banyak yang tersadar untuk menyelamatkan bumi dari ancaman kekeringan.
    tentunya dimulai dari keluarga sendiri

    BalasHapus