Senin, 21 Desember 2020

Anak TK dan Aplikasi Mobile Di Masa Pandemi



“Ibu, Kakak hari ini Video Call atau Zoom Meeting?”

“Bu, ustadzah udah ngirim link youtube-nya?”

“Bu, Kakak hari ini jawab pertanyaan di Quizizz ya?”

“Ibu, beli ayam crispy-nya pakai aplikasi Go Food aja.”

 

Itulah contoh celoteh anak pertama saya yang masih duduk di bangku TK. Benar-benar tidak terbayang sebelumnya anak usia TK sudah sangat familiar dengan berbagai aplikasi mobile. Karena hampir setiap hari ia mendengar kata aplikasi, sampai-sampai semua hal selalu dihubungkan dengan aplikasi.

 

Pernah suatu hari, ia minta makan. Dan, saya pun mengatakan harus ke dapur untuk menyiapkan makanan kesukaannya itu. Ia pun mengatakan, “Aduh Ibu ini gimana sih, nggak usah masak, pakai aplikasi aja. Jadi Ibu tinggal main-main sama Kakak.” Terus saya tanya aplikasi itu apa. Dan, ia menjawab, “Aplikasi itu yang ada di handphone terus kita tinggal klik aja, nanti bayarnya juga tinggal klik, jadi nggak usah pakai uang.” Hmmm… Ada benarnya juga sih. Itulah Generasi Alpha, yang dari lahir saja sudah sangat dekat dengan yang berbau digital.




 

Selain karena perkembangan zaman, kondisi pandemi pun telah menggiring kita untuk lebih intim dengan dunia digital. Hampir setiap hari kita bersinggungan dengan beberapa aplikasi mobile. Mulai dari membuka mata di pagi hari, sampai tidur lagi pun, kita tidak bisa jauh dari aplikasi mobile.

 

Bisa dicek di setiap ponsel, pasti semua orang memiliki lebih dari 5 aplikasi mobile. Karena mungkin kita akan menjadi kaum minoritas ketika tidak mengenal dan menggunakan berbagai aplikasi mobile. Apalagi di saat wabah Covid-19 ini, semua hal serba di ujung jari dan genggaman. Tinggal sentuh dan klik, semua sudah didapat dan terselesaikan.

 

Menurut data dari perusahaan analisa pasar aplikasi mobile App Annie, di Quartal ketiga tahun ini, orang-orang di seluruh dunia menghabiskan 180+ miliar jam kumulatif menggunakan aplikasi mobile. Ini artinya terjadi peningkatan 25% dari tahun ke tahun. Aplikasi yang paling banyak digunakan ialah Facebook (termasuk Whatsapp, Messenger dan Instagram), Amazon, Twitter, Netflix, Spotify dan TikTok.

 

Masih menurut laporan yang dirilis oleh App Annie, pasar aplikasi mobile Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif. Indonesia beserta empat Negara berkembang lainnya (Brazil, Mexico, Turki dan Indian) dinilai memegang peranan kunci dalam mempengaruhi pertumbuhan grafik yang signifikan dalam pertumbuhan pasar aplikasi mobile di dunia.

 

Hal ini tentu saja memberikan angin segar kepada para pengembang aplikasi mobile. Karena di era sekarang, aplikasi mobile sudah menjadi kebutuhan semua orang. Adanya perubahan pola pikir dan juga gaya hidup menjadikan manusia ingin sesuatu yang lebih praktis dan cepat.

 

Sudah bukan zamannya lagi hal-hal yang berbau konvensional. Dari mulai dunia usaha, pedidikan, bahkan yang berhubungan dengan sosial pun, membutuhkan aplikasi mobile.

 

Jika dilihat dari segmentasi usia, sejak muncul wabah Covid-19 ini, semua generasi membutuhkan dan menggunaka aplikasi mobile untuk menunjang aktivitas mereka. Aplikasi mobile tidak lagi menjadi hak orang dewasa, anak usia TK pun membutuhkannya. Mulai dari belajar, mencari hiburan hingga memenuhi kebutahan hidup, semuanya menggunakan aplikasi mobile. Bahkan saat ini, cari jodoh aja menggunakan aplikasi mobile.

 

Oleh karena itulah, ini merupakan sebuah kesempatan emas yang tidak bisa didiamkan begitu saja. Saat ini memang bukan hal yang sulit untuk mempelajari dunia digital. Ada banyak cara untuk bisa mengembangkan kemampuan di bidang ini.

 

Tidak harus kita mengambil kuliah dengan waktu belajar yang sangat panjang. Saat ini ada banyak lembaga kursus yang memberikan pelatihan membuat aplikasi mobile. Tentu saja, kita harus lebih cermat dan cerdas dalam memilih lembaga kursus. Pilihlah lembaga kursus yang bisa membuat kita tidak hanya sekadar tahu, tapi paham dan bisa menjadi ahli dalam membuat aplikasi mobile.

20 komentar:

  1. Iya lho. Anak anak usia balita saja saat ini mulai bisa memakai gadget alih alih perkembangan teknologi yang nggak bisa dihindari. Memaksa si kecil hidup konvensional malah nggak baik juga.

    BalasHapus
  2. Hehehe, saya pun jadi teringat anak saya.
    Yang kalo saat saya gak bawa dompet saat dia minta jajan, dia akan bilang
    "Bayar pake hape aja ma.."
    Maksudnya pake e-money. Atau scan pake barcode..
    Hihi emang anak TK sekarang, karena masuk di generasi alpha mereka semakin dekat dengan teknologi.

    BalasHapus
  3. Iya ya, kalau kreatif asyik juga nih belajar bikin aplikasi mobile sendiri...

    BalasHapus
  4. Aplikasi mobile memang memudahkan dan sekarang jamannya serba digitalisasi jadi kudu mengikutinya, asal tetap bijak

    BalasHapus
  5. Betul, bikin aplikasi mobile enggak harus jadi sarjana dulu. Kuncinya adalah mau belajar sambil praktek. Jaman sekarang pasti pemrograman/codingnya juga mudah.

    BalasHapus
  6. Perkembangan teknologi makin canggih ya, terkadang sejak dini anak-anak harus dikenalkan dengan berbagai perangkat teknologi karena itulah dunia mereka kelak setelah dewasa nanti, tapi durasi dan jenis tontonan serta aplikasi tetap harus dipantau serta diawasi ketat ya agar sesuai dengan usianya.

    BalasHapus
  7. Masa pandemi memang mengharuskan smua orang untuk bisa menggunakam aplikasi gadget dan laptop karena kan belajar aja online malah kadang yang bkin bngung tuh smua harus divideoin anak2 suka mau kadang jga gk mau tergantung moodnya mereka ajaa

    BalasHapus
  8. Anakku dalam hal pemakaian gadget ttg fitur2nya kyknya malah lbh paham drpd aku hahaha
    Tapi emang tetep kita yang awasi dan pantau supaya anak gak kecanduan dan matanya tetep sehat sih ya

    BalasHapus
  9. Bener banget mbak, ponakan aku yang masih PAUD aja udah paham mobile. Karena tuntutan semua harus serba mobile jadilah begini, tapi penting banget orang tuanya mesti ekstra hati-hati dan mendampingi saat penggunakannya

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Anak jaman now udah melek digital ya padahal baru anak tk. Jamanku dulu baru pegang hp pas kuliah. Main gadget gpp yang penting masih dalam pengawasan ortu ya kan :)

    BalasHapus
  12. Jadi keingat kalau anakku kemarin pas TK sempat ini belajar online, yang awalnya aku pikir dia bakal bosan online dan ternyata malahan anteng mengikuti pembelajaran dari sekolah.

    BalasHapus
  13. Zaman sekarang ya, semua kalangan, dari mulai anak bayi, hingga orang tua, sudah gak bisa lepas dari gadget. Karena memang mainan, hingga segala pekerjaan, dan bacaan, adanya di gadget. Jadinya ya, mau gak mau, aplikasi yang spesifik di tiap usia harus ada. Jadi lahan bisnis buat para anak muda kreatif untuk membuat aplikasi online ini.

    BalasHapus
  14. Oh...serius bisa bikin aplikasi dengan mudah?
    Lucu juga yaa...punya aplikasi, tapiiii untuk diri sendiri. Jadi sesuai keinginan dan pas.

    BalasHapus
  15. Hihi aku ngakak pas Anaknya bilang bayar nggak usah pakai duit. Iya, nak nggak pakai duit tapi tetap aja jadi pengeluaran keluarga 😂

    BalasHapus
  16. Perkembangan jaman tentunya ada perubahan dan semoga tetap bisa ikutin perkembangan jaman oleh siapapun. Asalkan ke arah positif ya mba

    BalasHapus
  17. Betul, anak sekarang melek digital banget ya...kita yg seringnya ketinggalan. Aplikasi memang dibuat untuk memudahkan kita. Jadi nanti semua serba instan. Bisa pesen apa-apa lewat aplikasi..

    BalasHapus
  18. Iya mbak, makin kesini anak balita makin pintar aja main leptop ataupun hape, anak saya saja sudah bisa caranya mesen makanan di aplikasi

    BalasHapus
  19. Jadi inget juga sama ponakan yang semenjak pandemi ini jadi familiar banget sama zoom meeting, dan aplikasi lainnya yang menunjang kegiatan belajar dia. Sampe terakhir aku tau dia udah bisa pake aplikasi edit-edit foto, wkwk

    BalasHapus
  20. dikondisi pandemi kayak gini apa2 serba online. Anakku juga akhirnya mau gak mau saya perbolehkan, asal tetap bijak dalam penggunaan nya..eh akhirnya malah bisaan anaknya daripada mamanya hehehe

    BalasHapus