World Immunization Week 2021 bersama Kenapa Harus Vaksin #LindungikuLindungimu

 



Kenapa harus vaksin?”

“Emang bahaya ya kalau anak nggak divaksin?”

“Gimana caranya agar anak bisa tetap divaksin di masa pandemi ini?”

 

Pertanyaan di atas mungkin juga terlintas di pikiran para moms. Terkadang sebagain moms masih terpengaruh dengan apa kata orang. Apalagi bagi para orang tua baru, tidak jarang masih bingung tentang vaksin ini. 

 

Nah, beruntung sekali saya bisa mengikuti webinar world immunization world yang diselenggarakan oleh TheAsianParents. Materi tentang “101 Vaksin: Kupas Tuntas Vaksinasi Anak” dipaparkan oleh Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti Sp.A(K) dan moderator Sissy Prescilia.



 

Saat ini, kata vaksin semakin familiar di telinga kita. Di masa pandemi ini, kita semakin sadar akan pentingnya vaksin. Tapi untuk kali ini yang akan dibahas adalah khususnya vaksin untuk balita dan anak. Timbul pertanyaan, kenapa harus divaksin? Berikut alasan mengapa vaksin itu penting:

  • Mencegah kematian

2-3 juta kematian dapat dicegah dengan imunisasi

 

  • Mencegah penyakit

Vaksin dapat mencegah lebih dari 26 penyakit


  • Mengurangi resistensi antibiotic

Membantu membatasi atau mengurangi terjadinya resistensi antibiotic karena dapat mencegah penyakit pada tahap awal.

 

  • Menyelamatkan orang

Meningkatkan cakupan imunisasi secara global yaitu dapat menyelamatkan lebih dari 1,5 juta orang per setiap tahunnya.

 

Dengan manfaat yang didapat, tentu saja vaksin itu sangat penting. Tidak ada alasan untuk tidak divaksin. Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan vaksin. Ada 5 alasan mengapa si kecil harus divaksinasi, yaitu:

  1. Sistem imun tubuh si kecil yang belum sempurna. Oleh karena itu, membutuhkan vaksinasi di kemudian hari dapat melawan kuman yang masuk ke dalam tubuhnya.
  2. Vaksinasi dapat memperkuat sistem imun si kecil.
  3. Vaksinasi dapat menghindarkan si kecil tertular penyakit yang membahayakan.
  4. Vaksinasi tidak hanya melindungi si kecil tapi juga semua orang di sekitarnya.
  5. Melakukan imunisasi berarti menghemat waktu dan biaya.

 

Sebagai seorang ibu tentu saja kita ingin melindungi buah hati. Jadi, dengan memberikan vaksinasi kepada si kecil, kita telah  berusaha untul mengurangi risiko si kecil terkena penyakit.

 

Nah, setelah kita alasan si kecil harus divaksin, moms juga harus paham bagaimana cara membaca jadwal vaksin anak. Tentu saja kita sudah sangat familiar dengan table jadwal imunasis anak rekomendasi Ikatana Dokter Anak Indonesia (IDAI). Moms pastinya tahu ada perbedaan warna dari table tersebut, diantaranya:

Biru è imunisasi bersifat primer.

Kuning muda è catch up, artinya melengkapi imunasasi yang belum lengkap.

Merah è Vaksin Booster

Kuning è Daerah endemis



 


Jadi, moms harus paham, saat ini usia si kecil harus mendapatkan vaksin apa. Lalu, kalau seandainya kita lupa memberikan vaksin atau ada jadwal yang terlewat, apa nih yang harus kita lakukan?

 

Menurut penjelasan dari dr. Attila, bila imunisasi terlambat atau tidak teratur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1Segera lanjutkan imunisasi yang tertunda sesuai jadwal

2. Bila status imunisasi ragu/lupa:

  • Dianggap belum pernah
  • Vaksinasi tetap diberikan

3. Interval vaksin tetap/tidak berubah

4. Tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah imun

 

Jadi, bagi moms tidak perlu khawatir atau bingung lagi seandainya kita lupa mengajak si kecil divaksin. Selain itu juga, si kecil boleh diberikan lebih dari 1 vaksin dalam waktu bersamaan.

 

Mungkin selama ini kita pernah mendengar catch up immunization (imunisasi kejar), yang merupakan salah satu strategi yang dianjurkan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Catch up immunization adala upaya melanjutkan vaksinasi yang tertunda.

 

Ada juga istilah multiple injection (imunisasi ganda), adalah memberikan lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orang tua tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan berulang kali.

 

Dan, ada vaksin kombinasi, yaitu gabungan beberapa komponen vaksin ke dalam satu vaksin untuk mencega lebih dari 1 jenis penyakit. Vaksin kombinasi ini sangat efektif di masa pandemi.

 

Moms, semua vaksin aman tanpa terkecuali diberikan berbarengan. Imunisasi dilakukan di bagian tubuh yang berbeda (misalnya paha/lengan kiri dan kanan), menggunakan alat suntik yang berlainan. Bila tidak diberikan bersamaan:

  • Jarak diantara 2 injeksi vaksin hidup yang dilemahkan adalah 28 hari.
  • Vaksin mati tidak ada jarak khusus.


Tidak ada alasan lagi ya Moms untuk tidak memberikan vaksin kepada si kecil, meskipun di masa pandemic saat ini. Jangan sampai kita mengabaikan kewajiban kita untuk mengantar si kecil mendapat vaksinasi lengkap.

 

Banyak penelitian di berbagai Negara membuktikan bahwa bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak cacat dan kematian.

 

Contoh wabah difteri tahun 2017.Terjadi wabah difteri yang cukup masif dengan temuan yang cukup mengkhawatirkan:

Cakupan imunisasi yang rendah untuk vaksinasi DTP antara usia 2-6 tahun hanya 75.6%.

Dari kasus wabah difteri yang dilaporkan tahun 2017, 66% tidak pernah mendapatkan vaksinasi DTP.

Sementara pada kasus lainnya, 31% tidak lengkap status vaksinasi DTP-nya.

 

Berdasarkan data di atas, moms tidak ingin dong terjadi hal yang tidak diinginkan kepada buah hati kita. Jadi kita harus mulai sadar untuk membawa si kecil mendapatkan vaksinasi lengkap sesuai dengan usianya. Tapi, para moms juga harus tahu juga kalau ada beberapa kondisi yang tidak membolehkan anak divaksin, yaitu:

  • Anak dengan keganasan (kanker) atau sedang menjalani kemoterapi.
  • Anak yang sedang mengkonsumsi obat-obatan immunosupresi.
  • Anak dengan riwayat alergi berat pada pemberian vaksinasi yang sama pada dosis sebelumnya.

 

Itulah tiga kondisi yang perlu diingat. Lalu, bagaimana kalau anak sakit biasa, apa boleh divaksin?

 

Anak sakit dengan gejala ringan tetap dapat diberikan vaksinasi walaupun sedang menderita:

  • Demam sub febris
  • Gejala salesma (batuk, pilek)
  • Diare

 

Vaksinasi tidak akan membuat penyakit anak bertambah parah. Selain itu, anak yang sedang minum antibiotik boleh melakukan vaksinasi.

 

Berbicara tentang vaksin untuk balita, pasti salah satu yang kita pikirkan ialah demam setelah divaksin. Mungkin para moms ada yang belum tahu, mengapa dapat timbul demam setelah imunisasi? Normal nggak kalau anak demam setelah divaksin? Lalu, bagaimana cara penanganan yang tepat?

 

Moms, demam setelah vaksinasi merupakan reaksi normal. Gejala demam menunjukkan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh untuk membentuk antibodi. Pada umumnya reaksi ini akan menghilang dalam 24 – 36 jam. Vaksin dengan risiko demam tinggi ialah DTwP dan Campak.

 

Untuk penanganannya ialah cukup berikan ASI. Jika masih belum reda demamnya dalam kurun waktu yang disebutkan di atas, moms bisa langsung berkonsultasi kepada dokter agar segera ditangani.

 

Terakhir, dr. Attila memberikan beberpa tips yang berhubungan dengan vaksinasi si kecil. Pertama, tips agar si kecil nyaman saat divaksin, yaitu:

  • Pelukan dan sentuhan saat imunisasi sangat berarti untuk si kecil.
  • Jika si kecil disuntik di area lengan:

Pangku si kecil atau posisikan dirinya berdiri di depan moms

Peluk si kecil melingkar di lengannya

Tahan kaki si kecil diantara paha moms

 

  • Jika si kecil disuntik di area paha:

Pangku si kecil

Lingkarkan lengan mengitari badan si kecil

Pegang kedua lengan si kecil dengan lembut

Tahan kaki si kecil diantara paha moms

 

Selain tips di atas, ada juga tips yang perlu diperhatikan ketika kita membawa si kecil untuk divaksin di masa pandemi, diantaranya:

  • Siapkan kunjungan vaksinasi ke fasilitas kesehatan dengan tetap menjaga protocol kesehatan
  • Tetap jaga jarak dan hiegienitas selama berada di fasilitas kesehatan
  • Sesampai kembali ke rumah, tetap jaga kebersihan.


Intinya, sebagai orang tua, kita harus memastikan si kecil tetap mendapatkan vaksinasi lengkap. Satu hal yang perlu diingat, vaksin itu aman. Pandemi ini bukan alasan tidak divaksin. Jangan tambah beban pandemi dengan wabah PD3I. #LindungikuLindungimu

 

Posting Komentar

13 Komentar

  1. info yang menarik dan jujur aku baru tau ada world immunization week lho.. semoga semua anak Indonesia sehat ya

    BalasHapus
  2. Vaksin merupakan tindakan pencegahan yang penting ya Mbak. Semoga sehat selalu.

    BalasHapus
  3. Bagi saya, vaksin itu penting. Setidaknya ini adalah ikhtiar untuk menjaga imunitas tubuh. Oleh karenanya kedua anak saya pun saya kasih haknya untuk mendapatkan vaksin.

    BalasHapus
  4. Vaksin memamng penting kok untuk pencegahan jangka panjang.. Salam sehat untuk anak-anak Indonesia.. ^^

    BalasHapus
  5. Saya dukung banget pelaksanaan vaksin bagi anak anak. Memberikan vaksin adalah bentuk dukungan kepada anak untuk tetap sehat

    BalasHapus
  6. Tinggal vaksin JE nih yang masih belum kujadwalin ke anak. Aku masih bimbang mau kasih karena setauku di Jakarta, potensi penyakit JE tidak terlalu tinggi..

    BalasHapus
  7. Bagiku vaksin itu sangat penting bagi anak anakku
    makanya meski pandemi,aku tetap bawa mereka vaksin sesuai jadwal
    tentunya dgn memperhatikan protokol kesehatan

    BalasHapus
  8. Iya nih di masa pandemi gini jangan lupa vaksinnya. Kalau khawatir di klinik ramai skrng udah banyak kan klinik yang lebih privat bahkan petugas jg bisa ke rumah ya

    BalasHapus
  9. Semangat mengedukasi ya mba,,, meskipun vaksin udah lama ada tapi masih banyak masyarakat kita yg blm faham betul manfaat vaksin , pro kontra masih banyak bermunculan.

    Buat aku yang pro vaksin aku mendukung penuh , karena mungkin aku sendiri sudah melihat manfaat vaksin.

    Berawal dari coba coba vaksin influenza buat anakku yg selalu pilek. Sekarang setelah vaksin bener bener jadi jarang bgt kena flue

    BalasHapus
  10. aku juga ikut webinar ini, isinya "daging" banget ya, banyak informasi yang di dapatkan saat ikut webinarnya

    BalasHapus
  11. vaksin memang sangat pentin sekali untuk kesehatan ya, mom. Aku juga ga pernah telat membawa anak2 untuk vaksin sejak lahir. Semoga ke depannya vaksin tambahan bisa disubsidi oleh pemerintah, jadi semua anak2 di Indonesia bisa vaksin tambahan juga

    BalasHapus
  12. Vaksin penting banget. Suka heran sama ortu yang anaknya ga boleh divaksin. Alhamdulillah anakku divaksin semua.

    BalasHapus
  13. Penting banget nih untuk vaksin. Alhamdulillah anak pertama ku sisa yang untuk 4 tahun keatas aja, kaya DPT pas 5 tahun dkk. Nah berhubung ada si anak bayi yang baru lahir nih, mulai dari 0 hihi. Harus rajin check jadwal.

    BalasHapus