Minggu, 04 Agustus 2019

Summary KulWap MomxJagapati #WeightLossTipsForBusyMom

21.52 37 Comments



Sssttt… Bisa dilihat perbandingannya? Beda kan? Setelah menikah dan punya dua anak, saya ini memang jauh lebih lucu bin chubby (baca: agak gemuk). Punya niat dan cita-cita langsing seperti masih single, tapi kenyataan tak sesuai dengan impian.

Setuju nggak sih, mungkin nggak hanya saya sih yang merasakan ini. Di luaran sana, banyak juga curhatan emak-emak yang pingin langsing. Niat emak-emak itu udah di level dewa deh, tapi hasil tak seperti yang diidamkan. Padahal udah ikutan berbagai program diet, bahkan yang menyiksa diri pun diikutin, sampai semua pantangan dipatuhi.

Taraaa… Selow aja, moms. Sepertinya kita harus meluruskan pemahaman kita tentang diet. Nah, saya mau bagi-bagi ilmu nih, langsung dari ahlinya lho. Penasaran? Hmmm… Duduk tenang dan selamat menikmati ya, moms. Siapin juga camilannya… #Eh… Maksudnya camilan sehat dari Superbowl Indonesia atau jagapatidotcom 😊😊. 

Beruntung banget bisa dapat ilmu dari Anton Hendraputra, nutritionist and owner Superbowl Indonesia. Ada satu statement yang kece abis nih dari beliau, slim and weight loss is a bonus, our main goal is to be healthier so that we can spend more quality time with our loved ones. Setuju kan, moms?



Ok, daripada kepanjangan, mending langsung aja ke summary dari kulwapnya ya. Ada 4 poin penting yang bisa kita cerna dan tentunya dipraktekkan juga ya, moms. Pengen tahu apa aja?

Ø  Apa itu diet dan weight loss?
Kata ‘diet’ itu berasal dari bahasa Yunani, dieta, yang artinya way of life. Nah tuh, jadi diet itu bukan hanya weight loss ya, moms. Diet itu lebih kepada cara hidup.

Jadi kalau selama ini kita berpikiran diet itu sekadar membuat tubuh kurus, itu salah besar. Lagian kalau mau weight loss itu kan penyebabnya banyak, salah satunya penyakit. Tapi kan siapa sih yang mau sakit hanya karena ingin mengurangi berat badan.



Nah, mulai sekarang mindset kita harus dirubah. Bukan hanya mengejar weight loss, tapi yang terpenting fat loss. Artinya, yang terpenting itu pengurangan massa lemak dan meningkatkan massa otot dalam lemak.

Memang perlu diakui wanita memiliki kadar persentase lemak lebih banyak dibanding pria. Kok bisa? Kenapa? Ya, karena lemak dibutuhkan untuk pembuatan hormone dan persiapan melahirkan.

Berapa sih normalnya kadar persentase lemak di tubuh?
Normalnya kisaran 15 – 30% dari total berat badan.

Apa lemak itu nggak penting bagi tubuh?
Tubuh kita membutuhkan lemak, tapi lemak yang sehat. Nah, lemak sehat itu bisa didapatkan dari minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat dan sebagainya.

Ø  Metode diet yang sehat untuk menurunkan berat badan
Seperti yang kita tahu, ada banyak jenis diet. Kita ambil contoh, misalnya:
-      Keto
-      Intermitten Fasting
-      Mayo
-      Dll

Satu hal yang perlu diingat baik-baik, there’s no one fits all. Jadi jangan pernah memukul rata jenis diet. Kita tidak bisa menyalahkan jenis diet yang kita terapkan tidak memberikan hasil yang sama dengan teman kita.

Diet yang cocok untuk moms itu diet yang selalu mementingkan asupan protein dan serat yang cukup. Mengapa harus protein dan serat? Karena protein dan serat itu bisa membuat rasa kenyang lebih lama daripada karbohidrat dan lemak.

Protein dan serat bisa didapat dari dada ayam, ikan, tahu/tempe dan sayuran warna-warni.

Satu hal yang paling penting bagi yang ingin diet dan fat loss yaitu mengatur pola makan. Disadari atau tidak, entah itu naluri atau apalah itu, emak-emak itu selalu memiliki motto, jangan membuang makanan. Ayo, ngaku? Hehehe…

Kita ambil contoh nih, kalau makanan anak kita nggak habis, pasti moms yang menghabiskan. Alasannya karena sayang kalau dibuang. Padahal tentu saja kebutuhan tubuhnya sangat berbeda.

Solusinya?
Mengatur pola makan. Maksudnya, ketika menyiapkan makanan untuk anak, siapkan pula makanan untuk kita sendiri. Bahan makanan bisa mirip, tapi tentu saja untuk kita ada tambahan protein rendah lemak dan juga serat.



Oya, untuk moms yang super sibuk, bisa memesan makanan dan camilan sehat. Tenang moms, sekarang ini kita bisa dengan mudah mendapatkannya kok, misalnya saja di Superbowl.

Catatan penting ya, moms. Diet yang paling ampuh adalah diet yang mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah biasa dikonsumsi sehingga nggak terbebani untuk makan.

Ø  Bagaimana cara menurunkan berat badan pasca melahirkan?
Sebelum kita menjawab dan menjelaskan pertanyaan di atas, coba perhatikan 4 ungkapan yang sering kita dengar, atau mungkin kita sendiri yang sering mengungkapkannya.
1.    Berat badan yang berlebihan pas hamil, kebawa setelah hamil.
2.    Ngga k bisa olahraga pas hamil, jadi keterusan magernya.
3.    Stretch marks bagian perut setelah melahirkan.
4.    Susah jadi langsing lagi kayak sebelum melahirkan.

Ingat satu hal ini ya, moms!
Don’t eat for 2. Yap, ada yang salah dengan pola pikir sebagian moms. Diakui atau tidak, kebanyakan dari kita berpikiran kalau sedang hamil itu harus makan yang banyak, kan untuk dua orang. Sekali lagi itu salah besar. Bukan dengan porsi dua kali lipat, tapi yang harus diperhatikan adalah kandungan nutrisinya.

Terus, gimana dong? Nasi sudah jadi bubur, badan sudah keburu melar?
Nggak usah terlalu khawatir, moms. Waktu 6 bulan ekslusif menyusui, itu merupakan cara paling ampuh loh buat nurunin berat badan. Catatan penting ya moms, coba kurangi asupan kalori dan perbanyak yang berair serta manis natural, contohnya bua-buahan dan sayuran.

Oya, memiliki komunitas atau teman-teman yang sepemahanan itu penting loh. Kita bisa saling mengingatkan dan mengajak untuk tetap berolahraga. Karena mau nggak mau, olahraga itu sangat penting buat tubuh.

Hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah memperbanyak konsumsi Omega-3. Kenapa? Omega-3 itu bisa membantu dalam elastisitas kulit, sehingga mengurangi bekas stretch marks. Omega-3 bisa didapat dari ikan kacang-kacangan.

Kembali lagi, nggak perlu terburu-buru atau bahkan sampai depresi kalau setelah melahirkan kita nggak langsung langsing. Hamilnya aja 9 bulan, artinya berat badan kita naik selama itu, masa kita ingin turun dalam hitungan minggu atau bulan. Semuanya butuh waktu, moms. Ya, setidaknya paling cepat kita butuh waktu 6 bulan.

Apa sih yang harus diperhatikan? Intinya menjaga makan seperti saat masih hamil. Simply less processed food, no alcohol, no cafein, cut the sugar and micin.

Nah, terus, apa kabar dengan kalori?
You need it for the little baby. Nggak perlu terlalu terbebani ya, moms. Saat ini tentu saja yang terpenting itu si kecil tetap tumbuh sehat.

Oya, kalau kita mau intens ngukur berapa seharusnya kalori yang masuk ke tubuh, it’s so easy, moms. Moms bisa cek pakai aplikasi loh. Misalnya saja myfitnesspal, gorrywell, dan lain-lain. Pokoknya moms bisa searching sendiri aplikasi untuk track kalori.

Ø  Olahraga yang cocok untuk bussy super moms
Nah, biasanya sebagian moms punya banyak alasan untuk tidak berolahraga. Dari mulai sibuk ngurusin anak sampai nyelesain pekerjaan rumah tangga. Tenang moms, kalian nggak sendiri kok hehehe…

Terus, gimana dong solusinya?
Moms, sebenarnya olahraga yang bisa dilakukan sambil jaga anak adalah jaga anak. Maksudnya, kita ikuti apa yang anak kita lakukan. Contoh sederhananya, ketika anak kita belajar merangkak, coba kita ikut merangkak. Atau, ketika si anak udah bisa berjalan, kita bisa ikut bermain bola, kejar-kejaran atau permainan lainnya. Percaya deh, itu semua bakalan bikin kita keluar keringat plus bakar kalori juga.

Tapi, yang terpenting, ingat satu hal ya, moms. Hindari shortcut. Apa itu, gadget. Ini dia yang bikin moms sekaligus anaknya juga ikut mager.

Nah, kalau moms bisa menitipkan anak sebentar, entah itu ke nenek kakeknya, ART atau mungkin suami, moms bisa melakukan home workout. Nggak perlu yang ribet dan lama, cukup 30 menit. Moms bisa searching di google loh. Contohnya saja moms bisa ikutin body weight, HIIT, tabata dan lain-lain. Oya, mungkin moms juga bisa ikutan yoga atau pilates. Semua itu hanya butuh waktu 15 menit sampai 30 menit kok, moms.

Kapan sih amannya kita bisa mulai berolahraga setelah melahirkan?
Kita harus memastikan dengan dokter kandungan kalau tidak ada lagi pendarahan  atau luka yang terbuka. Biasanya sih sekitar 2 bulan setelah melahirkan kita bisa melakukan high impact exercise.

Satu hal yang perlu diingat moms, untuk menurunkan berat badan, olahraga itu bukan jawaban yang tepat. Kenapa? Nih saya kasih gambarannya ya:
Untuk membakar 100 kalori, kita butuh 10 menit lari di treadmill
Untuk makan 100 kalori, kita hanya butuh 1 bakwan saja

So, gimana moms? Makanya jangan kaget kalau berat badan nggak turun-turun padahal setiap hari olahraga. Mungkin asupan kalorinya jauh lebih banyak daripada yang dibakar.  



Nah, gimana moms, sekarang kita jadi semakin terbuka kan tentang diet. Intinya, semuanya harus seimbang. Dan, yang terpenting, ayuk mulailah dengan gaya hidup sehat, karena sehat itu investasi tak ternilai.

Senin, 29 Juli 2019

Transportasi dan Infrastruktur Nyaman Di Mata 3 Generasi

22.52 35 Comments




Kasus 1
“Ibu, kita naik Grab aja.”
Kalimat itu terlontar dari mulut mungil anak pertama saya yang baru berusia 3 tahun. Di usinya yang masih sangat belia, dibenaknya sudah tertanam label transportasi taksi online. Ia pun sudah sangat paham bagaimana caranya memesan transportasi modern ini. Dan, sebaliknya, jangan tanyakan ia apa itu angkot (Angkutan Umum). Ia bahkan tak pernah mengenal bagaimana rasanya naik kendaraan satu ini.


Kasus 2
“Mbak, nanti jalan ke pertigaan jalan, saya parkir di depan Indo***t.”
“Nggak langsung jemput di depan saja, Mas?”
“Saya nggak berani, Mbak. Kemarin saja ada yang kena, Mbak.”
Sebuah pesan dari pengemudi taksi online yang kami pesan setelah turun dari kereta. Antara kesal tapi nggak bisa banyak komentar juga karena memang itu aturannya. Padahal waktu itu saya dan suami bawa dua koper sambil menggendong dua anak. You can imagine. Betapa riweuh bin butuh perjuangan nih buat emak-emak kayak saya.  

Kita lihat satu persatu kasus di atas. Kasus pertama, itu hanyalah satu contoh kecil, ketika generasi Alpha begitu akrab dan bisa cepat menyatu dengan perubahan yang ada. Mereka bahkan tidak pernah merasakan bagaimana berdesak-desakan di dalam angkutan umum yang sudah tak layak jalan.

Kasus yang kedua, saya dan suami yang merupakan bagian dari generasi milenial merasa jauh lebih nyaman menggunakan taksi online. Namun, ditengah kehadiran moda transportasi umum online, terjadi ketidakharmonisan antara pengemudi taksi online dengan taksi atau ojeg konvensional dan tukang becak serta pengemudi angkot. Para pengemudi konvensional tidak bisa membuka mata mereka kalau zaman telah berubah. Mereka hanya bertahan dengan caranya dan menolak perubahan.


Mungkin timbul pertanyaan, kenapa saya, dan mungkin kebanyakan orang rela dan keukeuh untuk memilih taksi online daripada taksi konvensional atau angkutan umum? Ada dua alasan terpenting, nyaman dan aman. Nyaman, karena biasanya si pengemudi berusaha membuat kendaraannya enak untuk ditumpangi. Pertama kali masuk saja, sudah tercium parfum mobil dan sapaan si pengemudi yang ramah, ditambah tempat duduk yang nyaman dan diiringi musik, siapa yang tidak betah mendapat pelayanan seperti itu?

Nah, yang kedua, kita merasa aman kalau memilih taksi online. Dengan aplikasi yang bisa terpantau dan juga terekam, setidaknya bisa meminimalisir kejahatan yang sering terjadi di dalam transportasi umum. Kalaupun pernah terjadi kasus, itu biasanya karena si penumpang kurang aware dengan ‘kenakalan’ si pengemudi.

Dari dua kasus yang mungkin pernah dialami oleh setiap orang itu bisa kita satu benang merah, kalau keberadaan transportasi umum online jauh lebih diterima oleh masyarakat. Apa sih sebenarnya yang menjadi alasan utama diterimanya kehadiran transportasi online tersebut? Bagaimana dengan infrastruktur di era digital sekarang? Apa sudah terasa nyaman bagi kaum milenial, generasi Z dan Alpha?


Pengertian Transportasi dan Infrastruktur



Apa itu transportasi?

Sumber: www.gambaranimasi.org



Menurut Steenbrink (1974), pengertian transportasi adalah perpindahan orang atau barang dengan menggunakan alat atau kendaraan dari dan ke tempat-tempat yang terpisah secara geografis.


Apa itu infrastruktur?




Menurut Neil S. Grigg, pengertian infrastruktur ialah sistem fisik yang menyediakan sarana transportasi, drainase, pengairan, bangunan gedung serta fasilitas publik lainnya, yang mana sarana ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia baik itu kebutuhan ekonomi maupun kebutuhan sosial.


Hubungan Antara Transportasi dan Infrastruktur


Sumber: www.gambaranimasi.org


Dari kedua pengertian kata tersebut, kita bisa melihat adanya saling keterkaitan. Dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya saling berhubungan dan mendukung. Kenapa?

Kita bisa menyimpulkan kalau transportasi itu merupakan bagian dari infrastruktur. Kalau kita perhatikan memang sangat logis ketika sarana transportasi itu dikatakan sebagai bagian dari infrastruktur. Coba kita amati benar-benar, sebuah moda transportasi bisa dikatakan nyaman kalau jalannya bagus, tempatnya (terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan) sangat representative, serta pendukung lainnya juga memadai.

Berbicara tentang infrastruktur dan transportasi di negeri ini, tentu saja sudah mengalami banyak perkembangan. Hal itu sejalan dengan perkembangan zaman. Kita yang hidup di era revolusi industry 4.0 memang memiliki pola pikir yang berbeda dengan mereka yang dibesarkan di zaman tekstual.

Generasi Y atau milenial sudah semakin open minded. Mereka memiliki pola pikir yang jauh berbeda dengan generasi X. Apalagi kalau kita melihat generasi Z dan Alpha, cara berpikir mereka sudah jauh lebih cepat. Ingat ya, generasi Z dan Alpha itu bukan generasi instan tapi generasi yang super cepat. Nah, Kaum milenial dan Generasi Z serta Alpha memiliki 3 kunci dalam memilih sesuatu, termasuk transportasi dan infrastruktur. Apa saja ketiga kunci tersebut?


Generasi Y, Z dan Alpha




Generasi Y (Milenial)
Generasi milenial atau disebut juga Generasi Y ialah mereka yang lahir pada rentang tahun 1980-an hingga 1995. Generasi ini merupakan satu-satunya generasi yang melewati era millennium kedua.

Generasi Z
Generasi Z ialah mereka yang terlahir pada rentang waktu 1995 – 2010. Generasi ini sangat familiar dengan dunia digital. Mereka sangat aktif di sosial media.

Generasi Alpha
Generas Alpha ialah mereka yang lahir dimulai tahun 2010. Tentunya generasi ini jauh akrab dan mahir dengan dunia teknologi.


3 Kata Kunci Di Mata 3 Generasi
Meskipun terlahir di rentang waktu yang berbeda, tapi ketiga generasi ini memiliki satu kesamaan. Ya, ketiga generasi ini mempunyai pola pikir yang sama. Cara berpikir dari tiga generasi ini merujuk pada 3 kata kunci. Apa saja 3 kata kunci itu?
 (1) Cepat 

Sumber: www.pusid.com



 (2) Aman 

Sumber: www.videoblocks.com



(3) Nyaman

Sumber: www.videoblocks.com



Kita semua tidak bisa menutup mata, generasi Y, Z dan Alpha akan memperhitungkan ketiga kata kunci tersebut. Mereka tidak akan berpikir lama dengan seberapa materi yang harus dikeluarkan, karena investasi waktu jauh lebih penting. Ya, ketiga generasi tersebut akan jauh lebih memilih transportasi dan infrastruktur yang bisa digunakan dan sekaligus diakses dengan cepat, aman dan nyaman.

Efektivitas, itu sebenarnya yang dikejar oleh generasi Y, Z dan Alpha. Pola pikir yang sudah berubah menjadikan pola perilaku juga berubah. Mereka menganggap waktu untuk karier dan passion jauh lebih penting.

Sebenarnya keberadaan moda transportasi umum online merupakan jawaban dan solusi dari kebutuhan ketiga generasi tersebut. Sekarang ini, orang-orang akan jauh lebih memilih moda transportasi online daripada konvensional. Apalagi, kehadiran moda tersebut memberikan kelebihan yaitu dari segi harga pun jauh lebih murah. Artinya, kaum milenial yang awalnya berpikiran ingin sesuatu yang CAN (Cepat, Aman dan Nyaman), mereka pun mendapat bonus lebih, yaitu jauh lebih ekonomis.

Dan kita bersyukur, karena sistem transportasi umum sekarang ini, hampir semuanya sudah bertransformasi. Kita bisa perhatikan, dari mulai transportasi darat, udara dan laut, sudah bisa diakses secara digital. Sebuah nilai positif karena bisa jauh lebih cepat, aman dan nyaman. Semuanya sudah memenuhi kebutuhan generasi Y, Z dan Alpha.

Dengan adanya transformasi tersebut, maka disadari atau tidak, akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi baik daerah maupun pusat. Bisa kita rasakan bersama bagaimana efek positif ketika transportasi dan infrastruktur di sebuah daerah itu baik, maka pertumbuhan ekonominya pun semakin pesat. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena transportasi dan infrastruktur merupakan factor penunjang dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Artinya, keberadaan transportasi dan infrastruktur yang sudah bertransformasi ke arah yang lebih baik, harus benar-benar dijaga dan tentunya ditingkatkan. Karena ketika terjadi kerusakan, maka tentu saja membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Untuk itulah dibutuhkan pengelolaan risiko yang jauh lebih cerdas.

Intinya, di era digital sekarang ini, keberadaan transportasi dan infrastruktur memang harus mengikuti perubahan. Kita tidak bisa mempertahankan cara dan model lama untuk tetap bertahan. Kalau kita tetap mempertahankan cara lama, maka kita yang akan tergerus oleh perubahan itu sendiri.

Jumat, 28 Juni 2019

Menantang Diri

10.40 0 Comments



Pernah nggak sih merasa ada yang berubah setelah menikah? Hmmm… Kalau saya sih merasa banget banyak perubahan setelah menikah. Dari mulai kegiatan harian sampai mungkin perubahan kebiasaan, karakter, atau bahkan fisik ya? Ups… Nggak usah baper ah buibu…

Eh, tapi serius nih, saya pingin cerita, ada banyak yang awalnya saya pikir nggak mungkin saya lakukan, tapi ternyata sekarang malah biasa saya lakukan. Tentu saja bukan urusan pekerjaan rumah, karena dari sejak kecil saya tuh termasuk morning person yang based on schedule banget. Semuanya harus beres sesuai dengan SOP, kalau nggak sesuai rasanya nggak enak dan terasa ada yang kurang.

Tapi, ini juga kadang bisa jadi masalah juga sih, karena berbeda dengan paksu. Kalau saya punya moto, “Don’t wait till tomorrow what you can do today.” Nah, kalau paksu motonya, “Apa kata besok aja. Dikipir sambil jalan saja.”

Itu juga sebenarnya tantangan banget bagi si melankolis plegmatis bergolongan darah A. Mau ngomong nggak enak, tapi kalau didiemin juga jadi nggak tenang karena pekerjaan tidak sesuai dengan jadwal. Sedangkan paksu yang koleris sanguinis bergolongan darah O, terkadang nggak ambil pusing dengan semua itu. Awalnya sih sempat salah paham. Tapi, sekarang-sekarang, sudah saling paham dengan karakter masing-masing. Kuncinya komunikasikan satu sama lain, dan mencoba memahami bahwa kita memiliki karakter dan juga lingkungan pembentuk sebelumnya yang berbeda.

Tantangan yang mungkin receh banget bagi sebagian orang, tapi bagi saya butuh effort yang luar biasa. It’s the first challenge when I got married, minum teh manis. Ah, rasanya gimana gitu harus minum teh manis dan setelah makan juga. Jangankan setelah makan, kalau disuguhin di tempat private aja, harus meng-hipno diri sendiri biar bisa masuk ke mulut. Nah, apa kabar kalau diminum abis makan? Aduh jangan tanya deh, awalnya perut langsung nolak dan semua yang dimakan pingin keluar lagi. Tapi, seiring berjalannya waktu, lidah sudah mulai mengkonfirmasi permintaan pertemanan dari si teh manis ini.

Tantangan berikutnya dari paksu, makan durian. Adeeuuh… durian itu merupakan buah satu-satunya yang nggak ada di kamus kehidupan seorang Neng Intan. Jangankan makan, lewat di depan orang jualannya atau nyium baunya aja, langsung deh perut kontraksi tuh. Sampai-sampai orang rumah menahan nafsu untuk makan durian gara-gara nggak mau kena marah di adik bungsunya ini hehehe… Eits, tapi setelah menikah, paksu menantang untuk makan buah yang katanya buah terenak ini. Agak ragu, tapi maklum paksu kan alumni MLM, jadi urusan memengaruhi orang mah, nggak ada duanya. Akhirnya setelah mencoba satu gigitan, saya minta nambah, dan sekarang durian is one of my favourite fruits. J

Tantangan ketiga, makanan jajanan tradisional yang manis. Aduh, mungkin karena saya USA (Urang Sunda Asli) jadi lidahnya tuh suka sama yang asin atau gurih-gurih gitu. Terus, mungkin saya sadar diri, kalau udah manis jadi nggak usah terlalu banyak manis-manis nanti khawatir diabetes hehehe… #DiIyainAJa J Nah, setelah menikah, saya dibujuk setengah dipaksa atau bahasa halus dan bijaknya ditantang untuk mencoba jajanan pasar yang berasa manis. Kembali lagi, awalnya tutup mulut, nyoba sedikit. Tapi, jangan tanya sekarang, semuanya bisa jadi sahabat tuh di mulut si Neng ini.

Ok, ini dia tantangan yang menurut saya bukan receh. Ini pertaruhan harga diri, Bung! Nyobain Roller Coaster. Wow… sejak tahu ada arena bermain yang ada roller coaster-nya di Jember, paksu beberapa kali nantangin buat naik. Tapi, saya selalu berhasil mengelak dengan alasan, anak-anak nggak ada yang jagain. Kembali lagi, orang lulusan MLM mah kalau belum ‘closing’ rasanya belum puas. Kesempatan pun datang, anak-anak bisa dititipin sebentar ke ibu mertua sama kakak ipar. Akhirnya, saya harus pasrah menerima tantangan itu. Daaan… berhasil! Rasanya? Biasa aja #Jaim J

Satu hal yang saya belajar dari tantangan-tantangan yang diberikan dari paksu, nothing is impossible, everything is possible. Selama ini saya sendiri yang membuat banteng pikiran dan menjadikan saya tidak suka atau menghindar. Aduh, kok saya jadi bijak ya? Apa karena efek diputar-putar roller coaster, jadi otak lebih jernih? Atau efek di’prospek’ terus sama alumni MLM? Hehehe…

Tapi, saya pribadi sih suka kalau diberi tantangan, dan pantang untuk mengalah. Ingat ya, golongan darah A itu selalu ingin terlihat sempurna di depan orang. Mau ditantangin apa aja, insya Allah saya siap. Mau backpackeran ke Jogja atau sekalian luar negeri juga, hayu… Percaya deh, saya nggak akan nolak. #KodeKeras

Bagi saya sih tantangan-tantangan seperti itu mah belum seberapa dibanding tantangan hidup saya. Eh… Curcol, Bu… J Tapi, satu hal yang paling penting, jangan pernah kasih Neng tantangan perasaan dan pikiran ya, itu berat, Neng nggak akan kuat, biar orang lain saja hehehe…

Sabtu, 11 Mei 2019

5 Tips Menyiasati Promo Belanja Online

19.53 0 Comments

5 Tips Menyiasati Promo Belanja Online
Intan Daswan

Promo? Diskon? Ah, dua kata itu sepertinya favorit emak-emak ya hehehe… Mata dan telinga bakalan terbuka lebar ketika mendengar dua kata itu. Lupain deh nabung, apa kata besok, yang terpenting bisa dapatin barang bagus dengan harga miring. Ah, itu sih auto bahagia bagi kita kaum hawa.

Tapi, kita sadar nggak sih kalau pas ada promo belanja online, kadang kita suka kalap. Tidak jarang jari kita dengan mudah meng-klik barang yang menurut kita bagus, padahal budget untuk berbelanja sudah tidak ada. Akhir-akhirnya kita nyesel dan barang numpuk nggak jelas juntrungannya.

Nah, sebagai sesama emak-emak, saya akan bagi-bagi tips supaya kita bisa menyiasati dan nggak kalap saat ada promo belanja online. Ini dia 5 tips cerdas menyiasati promo belanja online:
Benar-benar mencari barang yang kita butuhkan
Ini penting lho. Pokoknya nomor wahid yang kita kudu sadar kalau kita beli itu karena kita butuh bukan karena suka dengan warna, model atau karena harganya terjangkau. Karena biasanya kalau hanya karena kesengsem promo sih, bakalan nyesel deh kalau tuh barang udah nyampe dan kita bingung mau diapakan.

Sesuaikan dengan budget yang ada
Nah, ini nomor dua. Kenapa? Biasanya nih kita memang butuh dengan barang yang sedang dipromoin. Terus pas cek toko sebelah juga harga tetap lebih murah, tapi kita masih nggak punya budget, ya tetap saja nggak usah maksain, sis. Tenang, yang namanya promo tuh nggak bakalan cuman sekali. Yakin deh, setiap ada momen penting, pasti bakalan ada promo lagi. Woles aja, sis.

Bandingkan harga dari beberapa toko
Jangan langsung yakin akan beli pas lihat harga sudah ok menurut kita. Cek toko sebelah itu hukumnya wajib lho dalam urusan shopping. Nggak perlu buru-buru pengen klik ok aja. Coba cari banyak harga pembanding, biar kita nggak nyesel kemudian.

Cek kembali ongkir
Nah, terkadang kita udah keburu senang dengan promo. Eh, pas dilihat ongkirnya malah lebih mahal. Kita harus lebih teliti, dari mana pengirimannya. Sekali lagi teliti itu penting ya, sis.

Lihat review yang sudah membeli di toko tersebut
Nah, ini juga nggak kalah penting. Lihat tuh berapa bintang yang dikasih customer. Jangan sampai tokonya nggak recommended banget. Pokoknya intinya teliti dan harus sabar kalau belanja online itu ya, sis.

Itu dia 5 tips menyiasati promo belanja online. Senang boleh kalau pas ada promo, tapi tetap ya kita harus jaga kewarasan, biar nggak kebablasan belanja barang yang nggak jelas. Belilah sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada ya, sis. Happy shopping!