Minggu, 24 November 2013

More Than Words


Tahukah kita kenapa orang yang marah-marah harus berteriak pada saat berbicara? Ya, karena meskipun jarak fisik mereka berdekatan, tapi jarak hati mereka begitu jauh. Sehingga mereka berpikir harus berbicara dengan nada keras agar lawannya bisa memahami apa yang diinginkan.


Tapi, coba kita perhatikan bagaiama dua orang yang saling mencintai berkomunikasi. Mereka tak perlu berteriak, cukup berbicara dengan nada yang normal. Dan bahkan tanpa mengeluarkan kata-kata pun, hanya dengan pandangan mata saja, apa yang mereka inginkan sudah dipahami.

Kenapa bisa terjadi? Itu semua terjadi karena ketika orang saling mencintai, jarak hati mereka begitu dekat, sehingga mereka yakin tanpa mengeluarkan suara pun, pesan komunikasi sudah bisa dimengerti. Bahkan ketika jarak fisik begitu jauh, mereka akan merasa dekat. Tak akan ada jarak pemisah yang menghalangi keduanya untuk saling menyapa dan berbagi rasa.

Kita tak perlu memaksakan orang untuk memahami apa yang kita bicarakan. Karena yang terpenting, darimana kata-kata itu berasal. Jika kata itu berasal dari hati, maka hatilah lagi yang akan menerimanya.


Dan kita mesti ingat kalau kata-kata yang keluar dari mulut ini bukanlah segala-galanya. Ada saatnya kita menyampaikan pesan lewat mata dan perilaku kita. Bukankah mata itu jendela hati? Dan perilaku itu cerminan hati?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar