Follow Us @soratemplates

Saturday, June 22, 2024

Groote Post Weg: Anyer – Panarukan

June 22, 2024 0 Comments

 

titik nol km bandung
Berfoto saat Bandung City Tour bersama BATIC (dok.pribadi)


Apa ada hubungannya antara Titik 0 Km Kota Bandung dengan Titik 1000 Km Panarukan?

Ada dong. Tugu Titik 0 Km yang merupakan monument tugu yang sangat ikonik. Banyak wisatawan yang menyempatkan diri untuk berfoto di depan tugu tersebut. Letaknya yang berada di kawasan

 

titik 1000 km panarukan
Tugu Titik 1000 Km terdapat di Kec. Panarukan, Situbondo (dok.pribadi)

Anyer Panarukan
Tugu 1000 Km Panarukan (dok. pribadi)


Tugu Titik 0 Kilometer Kota Bandung ini memiliki hubungam dengan pembuatan “Jalan Raya Pos” atau Groote Post Weg dan Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) yang dibangun pada tahun 1808.

 

Pembuatan jalan yang memakan banyak korban ini dipimpin oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Tujuannya dibuatnya jalan ini sebagai salah satu cara mempertahankan Pulau Jawa dari gempuran Inggris pada waktu itu.

 

jalan raya pos
Sumber foto: https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Raya_Pos

Lalu, mengapa pembuatan “Jalan Raya Pos” itu membentang di sekitar pantai utara Pulau Jawa, namun mengapa jalan tersebut dibelokkan ke daerah Bandung?

Alasannya karena hasil bumi dari Priangan sangat banyak, dan dibelokkan karena jalan ini juga berfungsi untuk mendistribusikan hasil bumi tersebut.

Pada saat pembuatan “Jalan Raya Pos”, ternyata harus membelah sungai Cikapundung. Maka, dibangunlah jembatan yang menghubungkan jalan tersebut.

Pada waktu peresmian jembatan tersebut, Daendels bersama Wiranatakusumah II (Bupati Bandung saat itu), berjalan ke arah timur. Lalu, terucap satu kalimat yang sangat terkenal “Zorg, dat als ik terug kom hier een staad is gebouwd.” yang artinya “Usahakan, jika aku kembali ke sini, di daerah ini telah dibangun sebuah kota.”

titik 0 km bandung
Dok. pribadi

 

Tidak lama berselang setelah itu, keluarlah sebuah surat perintah yang isinya meminta perpindahan Ibu Kota Kabupaten Bandung dan Krapyak (sekarang daerah Dayeuh Kolot) ke sisi Groote Potsweg (Jalan Raya Pos). Dan tempat dimana Daendels menancapkan tongkatnya, dijadilan Titik Nol Kilometer Bandung.

 

Jadi, antara Titik Nol Kilometer Bandung dengan Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan itu ada hubungannya, kan.

Gimana? Kalian sudah pernah berfoto di kedua monumen bersejarah ini?

Friday, May 31, 2024

Keluarga Sehat dengan Jamu

May 31, 2024 0 Comments

 

minuman jamu

Pernah nggak kalian dikira anak SMA padahal udah kuliah?

Pernah nggak dikira anak kuliah padahal udah kerja?

Pernah nggak ngajak jalan-jalan anak, tapi dikira adiknya?

 

Kalau aku sih yes hehehe. Nggak usah emosi ya. Tapi, ini bukan sombong, hanya sekadar ingin berbagi. Memang tua itu pasti, tapi terlihat lebih muda dan sehat itu bisa diikhtiarkan, kok.

 

Nggak harus mengeluarkan rupiah berdigit-digit untuk mendapatkan itu semua. Hanya butuh sedikit usaha dan biaya ala kadarnya. Bahkan bisa jadi tidak usah mengeluarkan sepeserpun kalau memang semua bahan yang kita butuhkan tersedia di lingkungan rumah kita.

 

Apa aja sih tipsnya biar kita bisa tetap sehat, fit dan bonus terlihat awet muda?

Pertama, atur pola pikir kita. Kok? Ini paling penting, tapi jujur sih susah banget ngejalaninnya. Apalagi untuk Si Phlegmatis Melankolis kayak aku, butuh effort yang luar biasa untuk mengatur pola pikir kita. Tapi, memang benar sih, kalau kita stress, sibuk ngurusin orang, pikiran selalu negative, ya jangan harap bisa sehat. Malah yang kita dapatkan akan banyak penyakit yang mampir menyapa ke tubuh kita. Hati-hati loh dengan pikiran kita. Mulai sekarang nggak usah mikir yang nggak-nggak deh. (Kata-kata ini sebenarnya buat nasehatin terus ke diri sendiri hehehe…)

 

Kedua, atur pola makan. Jadi orang itu harus punya mindset, makan untuk hidup, bukan sebaliknya, hidup untuk makan. Paham kan maksudnya? Kalau makan untuk hidup, kita akan makan secukupnya, nggak berlebihan, yang penting bisa membuat tubuh kita memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas. Kita tahu apa yang baik untuk dimakan dan apa yang tidak. Tapi, kalau hidup untuk makan, yang ada di pikiran kita pasti kita pengen makan yang enak, yang lagi viral, yang penting kenyang dan tidak peduli apa itu sehat atau tidak. Yuk, mulai jaga asupan makanan kita.

 

Ketiga, jangan mager alias malas gerak. Buat para ibu rumah tangga, niatkan mengerjakan pekerjaan rumah tangga selain karena Allah juga sekalian biar sehat. Bonus banget loh kalau kita dengan senang hati mengerjakan tugas domestik, terus bisa sekalian peregangan otot dan juga mengeluarkan banyak keringat. Buat para wanita karir juga bisa sekalian olah raga loh, kalau naik turun tangga.

 

Ketiga, cukupi kebutuhan air putih. Ini penting banget nih. Terkadang karena kesibukan atau malas, kita lupa untuk mencukupi kebutuhan air putih bagi tubuh. Bahkan ada yang lebih memilih minum minuman bersoda, kafein atau yang mengandung gula. Padahal, efek yang kita dapat kalau kurang minum air putih itu, ngeri juga loh. Yuk, mulai membiasakan minum air putih yang cukup!

 

Keempat, cukup istirahat. Jangan sepelekan istirahat bagi tubuh. Ingat, tubuh kita pun butuh waktu untuk rehat. Jangan memaksakan tubuh untuk terus bekerja. Efeknya bisa ke pikiran jadi stress, tubuh juga lelah, dan akhirnya penyakit akan datang menyapa.

 

Kelima, konsumsi jamu. Ini dia tips rahasiaku. Aku memang suka banget dengan jamu. Baik itu jamu yang sudah dijual dalam kemasan, atau aku meraciknya sendiri. Sebenarnya lebih enak racikan sendiri. Selain lebih fresh, tentu saja lebih hemat juga.

 

jamu kunyit asam

Ngobrolin tentang jamu, dari sejak kecil aku memang ‘dicekoki’ jamu oleh almarhumah mamah. Terlahir dengan kondisi fisik yang lemah dan sering sakit-sakitan dari mulai bayi hingga remaja. Dokter, suntikan dan obat-obatan menjadi sahabat sejati. Asupan makanan hingga ruang gerak pun dibatasi. Ah, rasanya tidak bisa menikmati keceriaan seperti halnya anak-anak yang lain.

 

Saking seringnya bolak-balik rumah sakit, aku pun pernah berada di titik jenuh dan Lelah untuk berobat. Akhirnya, mamah mencari cara agar rasa sakitku bisa berkurang dan yang pastinya bisa sehat. Dari situlah, aku mulai mengenal jamu.

 

Saat itu, almarhumah Mamah menyuruhku untuk mengkonsumsi jamu setiap hari. Ada satu penjual jamu keliling yang menjadi langganan keluarga kami. Selain itu, kalau penyakitku kambuh, almarhumah Mamah akan membuatkan racikan jamu sendiri yang dibuat dari rimpang dan tanaman obat lainnya.

 

minuman jamu

Bersyukur, tidak sulit bagi mulut dan lidahku untuk menerima minuman jamu. Malah aku suka sekali dengan jamu. Bagiku, meskipun ada jamu yang rasanya pahit, tetap saja masih bisa bersahabat dengan lidahku. Dan, hebatnya selalu ada penawar rasa pahit yang dibuat dari rimpang juga.

 

Kebiasaan mengkonsumsi jamu ini terus berlanjut meski penyakitku sudah tidak kambuh lagi. Aku pun merasakan badanku jauh lebih fit dan tidak gampang sakit. Padahal setelah lulus dari bangku SMA, aku memiliki aktivitas seabreg ketika kuliah sambil bekerja dan juga sibuk di kegiatan sosial. Dengan kesibukan ini, alhamdulillah aku diberikan kesehatan dengan ikhtiar mengkonsumsi jamu.

 

Memang benar apa kata pepatah, ketika sesuatu itu sudah menjadi kebiasaan, maka seakan-akan sudah mandarah daging. Kebiasaan minun jamu pun terbawa hingga aku menjadi seorang ibu. Aku pun mulai memengaruhi suami dan anak-anak untuk ikut mengkonsumsi jamu. Ketika ada salah seorang anggota keluarga yang sakit, maka aku akan lebih memberikan jamu daripada menyarankan memberi obat kimia.

 

Menurutku, mengkonsumsi jamu itu mengurangi risiko ketergantungan tubuh pada obat, minim efek samping, dan murah meriah. Sebagai alumnus pengkonsumsi obat-obatan kimia, aku bisa merasakan bagaimana efek dari minum obat-obat kimia. Untuk itulah, aku berusaha memberikan ramuan jamu, baik untuk pencegahan maupun pengobatan suami dan anak-anak.

 

Selain membeli jamu yang sudah dikemas, aku juga sering membuat ramuan jamu sendiri. Apalagi aku penyuka banget kunyit asam dan ramuan jahe dicampur gula aren. Dua racikan jamu ini andalan banget untuk pencegahan dan juga menjaga imun tubuh sekeluarga. Oya, bonus buat aku sih, melangsingkan juga hehehe.

 

Kalau Paksu biasanya rutin mengkonsumsi temulawak. Temulawak ini juga andalanku kalau anak-anak sedang tidak nafsu makan setelah sakit. Biasanya setelah diberikan jamu temulawak, mereka akan kembali lahap makan.

 

Kalau ada anggota keluarga yang terkena batuk pilek, aku akan membuat ramuan jeruk nipis dicampur madu. Selain itu, aku pun akan memberikan jamu jahe dicampur gula aren. Ada lagi jamu anti bapil, yaitu jamu kencur yang dicampur dengan madu.

 

Oya, kami juga selalu sedia jamu kemasan, ada Vermint, produk Sido Muncul, dan juga produk lokal serbuk temulawak dan jahe.

 

Ada sedikit cerita di tahun 2018, suamiku terkena penyakit tifus. Setelah bolak-balik ke dokter, namun tetap saja kondisinya tidak berubah. Akhirnya atas saran dari seseorang, kami pun membeli produk ekstrak cacing Vermint. Kami pikir, karena ini merupakan jenis jamu, jadi aman untuk dikonsumsi siapapun.

 

Alhamdulillah, setelah mengkonsumsi satu dua hari, demamnya dan rasa sakit di badannya hilang. Bahkan Paksu bisa kembali berangkat ke kantor. Sampai saat ini, kalau sudah mulai terasa badan demam, beliau selalu mengkonsumsi Vermint.

 

Kejadian yang hampir sama namun tak serupa. Tahun 2021, aku pun terkena tifus. Ada kejadian lucu namun cukup mengesalkan. Saat itu, suhu tubuhku naik turun. Akhirnya Paksu mengantar ke dokter. Dokter menyuruh untuk cek laborarotium. Ketika dilihat hasilnya, sudah jelas kalau aku terkena tifus. Namun, entah bagaimana cara dokter itu membaca hasil lab, karena menurutnya aku terkena Demam Berdarah. Awalnya aku disuruh untuk opname, tapi suami menolak dan mengatakan untuk rawat jalan saja. Dokter memberikan obat dan juga ada Sebagian resep yang harus dibeli terpisah di apotek.

 

Untuk menjawab keraguanku, aku tanyakan kepada apotekernya, obat apa yang diresepkan oleh dokter tersebut, ternyata obat untuk Demam Berdarah. Dan, yang membuat kaget, harganya lumayan mahal. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak menebus obat tersebut, karena aku yakin aku tidak terkena Demam Berdarah.

 

Aku pun meminta izin kepada suami untuk mencari second opinion. Dan, ternyata ketika aku memerikasakan ke dokter yang lain. Dokter tersebut mengatakan kalau aku memang tifus berdasarkan hasil lab. Oya, ada satu hal yang membuat aku tercengang dan kesal untuk yang kedua kalinya, ternyata obat yang diberikan dokter tersebut hanyalah vitamin bukan obat, baik itu obat Deman Berdarah ataupun untuk tifus. Dari resep obat yang aku minum selama beberapa hari ini, tidak ada satupun obat untuk mengurangi atau mengobati rasa sakit.

 

Akhirnya aku konsultasi dengan dokter untuk mengkonsumsi jamu ekstrak cacing. Dokter pun membolehkannya. Alhamdulillah, setelah dua sampai tiga kali minum, aku pun berangsur pulih.

 

Sebagai pecinta jamu dan sudah merasakan banyak manfaat jamu, rasanya rugi dan merasa bersalah kalau tidak sharing dan mengajak siapapun tentang manfaat minum jamu. Yakin deh, kalau dengan minum jamu, kita akan merasa jauh lebih sehat, fresh dan bonusnya terlihat awet muda hehehe. Trust me, it works! 😊

Tuesday, April 30, 2024

Lahiran di Faskes 1? Kenapa, Nggak?

April 30, 2024 0 Comments

lahiran normal di faskes 1
Genggaman erat, saling menguatkan 

 

Awalnya sempat maju mundur memutuskan untuk melahirkan di Faskes 1. Pengalaman melahirkan anak pertama dan kedua pun dua-duanya di Rumah Bersalin dan Rumah Sakit.

 

Sebenarnya dari hamil anak pertama, sudah ada niat kalau melahirkan ingin dibantu oleh Dokter Perempuan atau Bidan. Tapi, qodarullah, anak pertama lahir prematur di usia kehamilan 33 minggu. Bersyukur saat itu ditangani oleh Dokter Obgyn yang tepat. Meskipun harus memupus keinginan lahiran dengan Bidan atau Dokter Perempuan.

 

Ya, mungkin bagi teman-teman yang tinggal di daerah Bandung dan Cimahi sangat mengenal Dokter Nogy. Saat itu, dengan kondisiku yang mengalami pecah ketuban selama 2 hari. Dan, sebenarnya sudah tidak ada lagi air ketuban. Ditambah lagi usia kandungan masih 33 minggu. Tapi, dengan ketenangan beliau, aku bisa melahirkan secara normal dan anakku pun tidak perlu masuk incubator karena berat badan cukup serta kondisi bayi secara keseluruhan sehat.

 

Pada waktu hamil anak kedua pun, aku kembali mengatakan kepada suami kalau aku ingin lahiran dibantu Dokter Perempuan atau Bidan. Saat itu, kondisiku baru saja pindah dari Bandung ke Jember. Setelah tanya sana-sini, ternyata tidak ada Dokter Perempuan yang recommended. Tapi, bersyukur aku dipertemukan dengan Bidan Senior yang sangat baik. Aku pun sudah menyatakan kepada beliau kalau aku ingin melahirkan dibantu olehnya. Setiap periksa, seakan-akan aku sedang ngobrol dengan ibuku sendiri. Ah, kok jadi kangen beliau ya… hiks…

 

Tapi, terkadang rencana tidak selamanya bisa terealisasikan sesuai harapan. Aku mengalami kontraksi di tanggal merah. Otomatis Faskes 1 tempat aku periksa tutup dan akhirnya aku dibawa ke Rumah Sakit. Akhirnya aku dibantu oleh dokter laki-laki. Tapi, aku bersyukur juga karena beliau dokter yang sangat baik dan menenangkan juga. Orang Jember pasti kenal dengan dokter keturuna Arab ini. Terima kasih Dokter Fahmi, dokter yang nggak banyak bicara tapi sangat menenangkan dan selalu mengingatkan untuk selalu ingat sama Allah.

 

Terus, gimana ceritanya lahiran anak ketiga?

Nah, ini sebenarnya kalau ingat proses lahiran anak ketiga ini aku dan suami bakalan ngakak puas. Spill sedikit biaya lahiran ya, anak pertamaku yang lahir di 2015 biayanya sekitar 5 juta dan aku melahirkan tanpa rasa sakit (Pasti yang pernah periksa ke Dokter Nogy, tahu kalau beliau menggunakan metode ini). Lahiran anak kedua di tahun 2018, biayanya 3,5 juta dan aku pun hanya merasakan sakit yang tidak seberapa. Ketika harus dijahitpun, masih menggunakan anastesi. Terus, setelah lahiran bisa tidur di kasur yang empuk dan kamar nyaman.   

lahiran tanpa anastesi
Si Kembar :)

 


Lahiran anak ketiga? Only 450 ribu rupiah. Tapi, jangan dibayangkan kalau aku merasakan sakitnya dijahit tanpa anastesi. Aduh serasa lagi jahir baju yang sobek kali ya hahahah…

 

Lahiran Itu Yang Penting…

Setelah dua kali lahiran dibantu oleh Dokter Laki-laki, di kehamilan ketiga ini, aku benar-benar bertekad ingin melahirkan dibantu oleh Bidan atau Dokter Perempuan.

 

Gayung bersambut, pada saat usia kehamilan 4 bulan, di Faskes 1 tempat aku periksa biasanya menginfokan kalau ada pemeriksaan USG dengan Dokter Obgyn perempuan. Aku yang biasanya melakukan pemeriksaan USG di Dokter Obgyn anak keduaku dulu, akhirnya mencoba untuk menerima tawaran tersebut.

 

Awalnya aku merasa nyaman dengan dokter tersebut. Caranya menjelaskan membuatku puas dan paham. Namun, di saat usia kehamilan 30 minggu, beliau mengatakan kalau hasil pemeriksaan menunjukkan volume kepala janinku besar. Beliau juga menjelaskan kalau harus diobservasi 2 minggu dari hari itu.

 

Sepulang dari pemeriksaan USG, aku nangis di sepanjang perjalanan pulang. Aku langsung searching tentang penyebab volume kepala janin besar. Aku mulai overthinking. Dari mulai pulang dari pemeriksaan hingga seminggu, pikirannya sama sekali tidak tenang. Tiba-tiba nangis, bad mood, bahkan tak jarang jadi marah-marah tidak jelas. Ketakutan muncul dengan kondisi janin yang dijelaskan oleh dokter tersebut.

 

Hingga akhirnya suami memutuskan untuk mengajak periksa kembali ke Dokter Obgyn laki-laki yang biasa aku datangi. Tanpa banyak cerita sebelumnya kepada dokter, aku terus berdoa dan berharap apa yang dikatakan Dokter Obgyn seminggu yang lalu itu, salah.

 

Syukur alhamdulillah, ternyata Dokter mengatakan kondisi janinku sehat, air ketuban bagus, posisi juga sudah optimal. Ah, tenang rasanya mendengarkan penjelasan dokter tersebut. Akhirnya, sepulang dari sana, aku mengatakan tidak jadi melahirkan dibantu oleh Dokter Obgyn sebelumnya. Andaikan harus memilih, aku hanya ingin melahirkan dibantu oleh Bidan atau di tempat yang sama ketika melahirkan anak keduaku.

 

Menurutku, bagi seorang ibu hamil, ketenangan dan kenyamanan itu jauh lebih penting. Semua kata-kata positif akan jauh lebih membuat Si Ibu bahagia dan tentu saja efeknya pun akan positif kepada janin.

 

Sejak kejadian itu, suami terus memastikan untuk menentukan tempat melahirkan. Dan, aku pun dengan yakin ingin melahirkan dibantu Bidan saja. Entah keberanian dari mana. Tapi, aku pikir, ini adalah kehamilan terakhir, (aku dan suami sepakat untuk memiliki 3 anak saja), jadi aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melahirkan dengan dibantu oleh sesame mahrom saja.

 

30 Juli 2023 dini hari, aku mulai merasakan kontraksi yang intens. Tapi, karena ini kehamilan ketiga, jadi aku masih bisa tetap santuy. Pagi hari setelah sarapan, nyuci dan jemur baju, aku pun masih menyempatkan olahraga di depan rumah.

 

Pukul 9 pagi, kontraksi semakin intens. Akhirnya, aku mengajak suami untuk segera mengantarku ke IGD dan Faskes 1. Sesampainya di sana, aku langsung disuruh masuk ke ruang bersalin dan diperiksa. Ternyata aku sudah pembukaan 2.

 

Sebenarnya kalau menurut teori, untuk anak ketiga ini, proses dari pembukaan 2 ke selanjutnya akan lebih cepat. Tapi, tahukah berapa jam aku harus menunggu?

 

Kalau boleh jujur, inilah proses melahirkan yang luar biasa paling melelahkan dan menyakitkan. Aku harus merasakan kontraksi dengan pembukaan yang sangat lambat naiknya dari mulai pukul 10 hingga waktu isya.

 

Karena kontraksi yang semakin kuat, tapi pembukaan masih belum bertambah, akhirnya Bidan menyarankan untuk diinfus. Aku memang sudah terlihat sangat lemas. Badan pun sudah terasa kedinginan.

 

Dengan kondisi yang sudah di luar batas kemampuan aku, pasrah adalah kata terakhir. Ya, aku pun berucap meminta maaf kepada suami, ibu mertua dan anak-anak. Saat itu aku sudah pasrah dengan takdir yang akan terjadi.

 

Namun, Allah masih memberikan aku kesempatan untuk bisa membersamai suami dan anak-anak. Setelah kata maaf dan pasrah itu terucap, air ketuban pun pecah. Bidan langsung memeriksa, dan kepala Adek Bayi mulai terlihat. Saat itu juga aku disuruh ngeden. Tepat adzan Isya berkumandang, terdengar tangis anak ketiga kami.

 

Faeyza Muhammad Hafidz Ar Rayyan Abidin. Sebuah doa yang tersemat dalam nama kami berikan untuk anak ketiga kami. Proses yang lebih panjang daripada kedua kakaknya, membuat kami belajar banyak dari kelahirannya.

 

Melahirkan di Faskes 1 ini memang banyak cerita ‘berbeda’ yang kami rasakan, khususnya aku pribadi. Tapi, kami bersyukur bisa ditemani Bidan-bidan yang baik dan sabar.

 

Terakhir, aku hanya ingin mengatakan, lahiran mau di manapaun yang terpenting ialah keyakinan kita. Kalau kita merasa yakin dan nyaman lahiran di Rumah Sakit, silakan. Kalau kita lebih memilih melahirkan di bantu Bidan pun, silakan. Setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing. Dokter dan Bidan juga sama-sama manusia, makhluk ciptaan Allah. Satu hal yang harus diingat, semua yang terjadi pasti atas izin Allah, jadi jangan lupa untuk berdoa dan berserah padaNya.


Tuesday, March 12, 2024

5 Tips Mengajarkan Puasa Kepada Si Kecil

March 12, 2024 0 Comments

ramadan blog challenge

 

Wah,  nggak terasa nih kita sudah masuk bulan Ramadan lagi. Bagi emak-emak pastinya sedang disibukkan dengan pikirannya sendiri-sendiri. Apalagi dunia perdapuran sedang tidak baik-baik saja hehehe…

 

Tapi, tentunya kita juga tidak boleh melupakan tugas utama kita mendidik buah hati. Sebagai seorang ibu pastinya kita tidak ingin kehilangan momen untuk mengajarkan ibadah puasa kepada anak-anak.

 

Untuk Sebagian orang tua mungkin tidak menemukan kesulitan yang berarti. Tapi, tidak sedikit yang bingung bahkan merasa sangat horror ketika mengajarkan puasa kepada anak-anak. Biasanya kebanyakan anak merasa puasa itu tidak menyenangkan karena mereka harus bangun pagi serta menahan lapar dan haus. Pada akhirnya mereka pun menjadi tantrum. Kalau sudah terjadi tantrum, ada Sebagian orang tua yang menyerah dengan membiarkan anak-anaknya tidak berpuasa. Atau, ada juga orang tua yang mengeluarkan jurus memaksa, menakut-nakuti dan mengancam kalau sampai anaknya tidak berpuasa.

 

 

Sekadar berbagi pengalaman mengenalkan puasa kepada si kecil. Ada 5 tips yang mungkin bisa dicoba oleh para moms.

 

Ceritakan tentang perintah puasa beberapa bulan sebelumnya

Sebaiknya ketika kita sudah masuk bulan Rajab atau Sya’ban, mulai perkenalkan kepada si kecil kalau dalam waktu dekat kita akan masuk bulan suci Ramadan. Ceritakan tentang perintah puasa dengan bahasa yang dimengerti olehnya.

 

Ajak mereka bercerita tentang alasan dan manfaat yang bisa kita dapat dengan melaksanakan perintah puasa. Kita bisa mengajaknya melihat kondisi orang-orang yang kurang mampu agar mereka juga bisa belajar berempati.

 

Tawarkan makanan kesukaannya untuk santap sahur dan buka puasa

Meskipun akan membuat kita sedikit repot, tapi cara ini terhitung ampuh untuk membuat si kecil mau bangun sahur tanpa rewel atau menunggu waktu berbuka dengan senang hati. Satu hal yang harus digarisbawahi, kita harus memiliki pilihan menu yang tetap sehat tapi disukai oleh si kecil. Jangan sampai juga kita siapkan junk food selama sebulan.

 

Ajak si kecil mengalihkan rasa lapar dengan bermain bersama

Cara ini juga butuh effort para orang tua. Terkadang kalau mengikuti rasa malas, rasanya lebih baik kita fokus ke pekerjaan kita atau mungkin memiilih untuk me time ketimbang mengajak si kecil bermain bersama. Padahal, percaya deh, anak-anak bakalan lupa kalau dia sengan berpuasa ketika kita ajak main bersama.

 

Ajarkan tanpa paksaan, ajak si kecil berpuasa semampu mereka

Satu hal yang perlu kita ingat, perintah berpuasa itu untuk orang yang sudah baligh. Jadi, niat kita itu mengajarkan bukan memaksa mereka. Ajarkan mereka berpuasa dengan penuh cinta, sehingga yang tertanam dalam memori mereka, puasa itu menyenangkan.

 

Berikan reward jika target yang telah disepakati tercapai

Ini nggak kalah penting dalam mengajarkan si kecil berpuasa. Hargai usaha si kecil yang sudah mau menahan lapar dan haus. Ingat, tidak mudah loh bagi anak-anak untuk menahan diri tidak makan dan minum, apalagi ketika teman-teman mereka ada yang tidka ikut berpuasa. Oya, memberikan reward tidak hanya karena mereka berpuasa hingga maghrib. Tapi, untuk anak-anak yang masih bisa melaksanan sampai dzuhur. Intinya sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

 

Itu dia 5 tips yang mungkin bisa membantu moms mengenalkan si kecil berpuasa. Oya, perlu diingat ya moms, kalau treatment anak laki-laki dan perempuan itu berbeda. Jangan pernah menyamakan atau apalagi membandingkan. Secara fisik maupun psikologisnya juga sangat berbeda. Nah, tips di atas itu berdasarkan pengalamanku membersamai 3 anak laki-laki. Tapi, intinya, ajarkan setiap perintah dari Allah dengan cara yang menyenangkan.

Tuesday, March 5, 2024

Hamil Di Usia 35+?

March 05, 2024 0 Comments

hamil anak ketiga

 

Sebelumnya aku ingin membuat disclaimer dulu, kalau apa yang aku tulis ini berdasarkan pengalaman pribadi. Tidak ada niat menyalahkan pihak manapun atau menyamaratakan kondisi setiap orang.

 

Di saat tahu kalau aku positif hamil di usia 37 tahun, jujur perasaan ini nano-nano. Ada rasa syukur karena diberi amanah kembali, tapi terbersit juga khawatir karena masalah usia. Ya, banyak artikel, keterangan dari dokter atau bidan secara langsung maupun komentar orang-orang, kalau hamil di usia lebih dari 35 tahun itu beresiko.

 

Sebagai orang yang memiliki karakter detail plus overthinking, dari awal kehamilan, aku semakin sering searching tentang risiko apa saja yang akan terjadi ketika hamil di usia lebih dari 35 tahun. Cukup membuat semakin overthinking karena ada beberapa kasus berakhir dengan kematian.

 

Tapi, bersyukur karena masih terbersit rasa yakin akan Ke-MahaKuasaan Allah. Ada keyakinan yang kuat kalau semua yang terjadi pasti atas kehendak Allah. Dengan keyakinan tersebut, aku pun menjalani masa kehamilan dengan penuh rasa syukur.

 

Berharap Boleh, Tapi Semua Hak Prerogatif Allah

Tidak dipungkiri kalau aku dan suami memang menginginkan anak perempuan. Dari awal kehamilan, kami berharap Allah memercayakan janin berjenis kelamin perempuan. Dan, kami pun sudah berikhtiar untuk itu.

 

Di saat pemeriksaan USG di bulan keempat, dengan perasaan harap-harap cemas, aku terus berdoa agar anak ketiga ini perempuan. Man proposes God disposes. Yap, tanpa ragu, dokter mengatakan kalau anak ketiga ini laki-laki.

 

Mencoba tersenyum, dan mengatakan alhamdulillah. Namun, dalam hati kecil masih tetap berharap dokter keliru memeriksa dan masih yakin kalau janin ini berjenis kelamin perempuan. Ada rasa kecewa? Ya, ada sedikit.

 

Karena alasan itulah, aku pun mencoba mencari second opinion. Dan, ternyata ketika kami memeriksakan ke dokter yang lain, janin yang aku kandung adalah perempuan. Ah, betapa senangnya mendengar kabar itu.

 

Namun, di pemeriksaan bulan berikutnya, ternyata jelas terlihat kalau janin itu laki-laki. Kembali aku harus belajar untuk memahami makna ikhlas dan ridho. Meskipun di sisi sebagai manusia biasa, keinginan untuk memiliki anak perempuan itu sangat kuat.

 

Tapi, Allah itu Maha Baik. Allah nggak pengen aku menjadi manusia yang tak pandai bersyukur. Di usia kandungan 7 bulan, tanpa kuduga, dokter mengatakan kalau kepala bayi terlihat besar, sudah diulang 4 kali, masih saja terlihat ukurannya yang besar. Dokter menyarankan untuk diobservasi 2 minggu ke depan.

 

Sepulang dari dokter, aku istighfar di sepanjang jalan. Air mata terus membasahi pipi. Aku melangitkan doa, memohon ampun atas semua keegoaan diri yang tak pandai bersyukur ini. Terurai doa apapun jenis kelamin janin yang ada di rahim ini, izinkan ia terlahir dalam kondisi yang sehat dan sempurna.

 

Sejak saat itu, tidak ada lagi beban dengan jenis kelamin anak ketigaku. Aku jauh lebih tenang dan menerima semuanya. Bahkan dengan yakin aku jawab ketika orang-orang langsung menerka kalau anak ketigaku pasti laki-laki lagi.

 

(Lanjut di postingan berikutnya ya… Aku bakalan cerita ‘serunya’ melahirkan anak ketiga.)

 

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, December 7, 2023

BRI Sebagai ESG Initiative di Indonesia

December 07, 2023 0 Comments

memberi makna indonesia
Sumber: ir-bri.com/esg/home.html

 

BRI (Bank Rakyat Indonesia), merupakan bank milik pemerintah terbesar dan tersebar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1895 hingga saat ini Bank BRI memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank BRI turut melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial melalui pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan nama BRI Peduli.

 

Sebagai bank milik pemerintah yang telah hadir membersamai selama lebih dari 125 tahun. Selama kurun waktu tersebut, BRI tidak hanya hadir memberikan pelayanan perbankan di tanah air, tetapi juga telah berkontribusi besar pada negara dan masyarakat melalui kebijakan berbasis prinsip ESG.

 

Apa Itu ESG

ESG merupakan singkatan dari Environmental, Social, dan Governance. ESG adalah konsep yang mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi maupun bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan tiga kriteria tersebut, yaitu lingkungan, social serta tata kelola.

 

Perusahaan yang menerapkan prinsip ESG wajib untuk melakukan implementasi terhadap prinsip pelestarian lingkungan, tanggung jawab social serta tata kelola yang sesuai.

 

Aspek Environmental berkaitan dengan bagaimana pertimbangan perusahaan dalam memposisikan diri terhadap isu lingkungan maupun konservasi sumber daya alam.

 

Aspek Sosial berkaitan dengan inklusivitas, gender di lingkungan kerja hingga proses pembebasan lahan dan dampak ke penduduk.

 

Aspek Governance berkaitan dengan standar dalam menjalankan perusahaan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance).

 

Pada dasarnya, ESG dan CSR (Corporate Social Responsibility) itu memiliki tujuan yang sama, dimana perusahaan bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan terhadap seluruh kegiatan bisnisnya.

bri peduli
Sumber: Instagram bankbri_id

 

BRI sebagai ESG Initiative di Indonesia

Sebagai Bank nasional yang salah satu misinya bekerja dengan optimal dan baik, BRI terus berusaha untuk berkomitmen memperhatikan prinsip keuangan berkelanjutan dan Good Corporate Governance yang sangat baik.

 

BRI memiliki alasan kuat untuk konsisten menerapkan prinsip ESG, karena perusahaan dengan profil ESG yang baik akan membangun konektivitas kepada pemangku kepentingan sehingga menciptakan keunggulan. BRI juga meyakini kalau ESG Initiative ini harus menjadi bagian dari Corporate Strategy.

 

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, BRI turut melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial melalui pelaksanaan pemberdayaan Masyarakat dengan nama BRI Peduli. Sektor penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) awalnya mengacu pada 7 sektor Bina Lingkungan, lalu berubah menjadi mengacu pada 4 Pilar Utama, yaitu: Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, Pilar Lingkungan serta Pilar Hukum dan Tata Kelola dengan sasaran kegiatan mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

 

Penerapan program TJSL BRI Peduli juga berpedoman pada konsep Triple Bottom Line, yaitu: Pro People, Pro Planet, dan Pro Profit yang mendasari program BRI selama ini yang menyelaraskan social value dan business value perusahaan dan sejalan dengan strategi Enviromental, Social & Governance (ESG) BRI.

 

Komitmen tinggi BRI dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip ESG telah berpedoman pada pada regulasi dan standar yang berlaku secara domestik, regional dan global.

 

Salah satu contohnya, BRI ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan bursa karbon yang dibuka perdana oleh Pemerintah pada 26 September 2023. Partisipasi tersebut sebagai bentuk komitmen serta kontribusi BRI dalam pencapaian target Pemerintah untuk menangkal dampah perubahan iklim yang dinyatakan dalam dokumen enhanced-NDC Indonesia. Dokumen enhanced-NDC (ENDC) disusun untuk lebih memutakhirkan kebijakan-kebijakan nasional terkait perubahan iklim.

 

Di lingkup domestik, BRI taat pada Peraturan OJK Nomor 51 tahun 2017 yang mengatur tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan.

 

Di lingkup regional, BRI mengadopsi beberapa standar, antara lain standar penerapan Good Corporate Governance dari ACGS (ASEAN Corporate Governance Scorecard) dan standar penerbitan Sustainability Bond, yakni ASEAN Sustainability Bond Standards.

 

Di lingkup internasional, BRI mengikuti standar pelaporan yang terdiri dari GRI (Global Reporting Initiatives), SASB (Sustainability Accounting Standard Board), Stakeholders Capitalism Metrics, dan TCFD (Task Force on Climate-related Financial Disclosure), standar identifikasi dampak berkelanjutan yakni SDGs (Sustainable Development Goals).

 

Sebagai korporasi besar di indutri jasa keuangan, BRI pun mengambil porsi literasi yang masif kepada pekerja, nasabah, dan masyarakat.

 

Dengan adanya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, maka BRI yakin akan mencapai target yang diharapkan yaitu Net Zero Emison (NZE) pada 2060. Bahkan BRI yakin akan mencapai NZE lebih cepat dari target pemerintah, yaitu di tahun 2050.

 

bri esg initiative
Sumber: Instagram bankbri_id

Dari sejak awal kehadirannya, BRI terus berusaha untuk menjadi korporasi yang tidak hanya berfokus pada bidang jasa keuangan saja. Beberapa program terus konsisten dilakukan seperti green financing, pemberdayaan Masyarakat, BRI menanam dan lain sebagainya. BRI ingin selalu #MemberiMaknaIndonesia yang jauh lebih baik, maju dan sejahtera.

 

 

Sumber Tulisan:

https://bri.co.id/tentang-bri-peduli

https://www.cnbcindonesia.com/

https://www.liputan6.com/

https://www.antaranews.com/

https://www.pajak.com/

https://keuangan.kontan.co.id/

Friday, July 7, 2023

Temukan Kemungkinan Tak Terbatas Dalam Dirimu Bersama Lenovo Yoga

July 07, 2023 0 Comments

 

unleash limitless possibilities

Unleash Limitless Possibilities

Lenovo Indonesia



“Mana mungkin bisa!”

“Ah, jangan terlalu banyak mimpi deh.”

“Ketinggian banget punya cita-cita.”

 

Pernahkah kalian mendengar kata-kata itu?

Dulu, tepatnya 30 tahun yang lalu, seorang anak perempuan mengalami hal yang tak diinginkannya. Di usia 8 tahun, ia harus menerima kenyataan kalau ia mengidap sebuah penyakit yang divonis dokter tidak bisa sembuh. Ia harus mengkonsumsi obat-obatan, merasakan sakitnya jarum suntik dan juga menjaga apa yang ia makan.

 

Kondisi inilah yang membuatnya takut untuk bermimpi dan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Namun, beruntunglah Si Gadis Kecil ini, malaikat tak bersayap yang selalu membersamainya, senantiasa percaya kalau selalu ada kemungkinan tak terbatas dalam hidup. Sebuah kalimat yang selalu ia dengar di saat ia mulai lelah menjalani rutinitas medis.

 

“Selalu ada kemungkinan terbaik yang diciptakan Tuhan, yang terpenting kita yakin dan terus berusaha.”

 

Kalimat itu terukir kuat di alam bawah sadar Si Gadis Kecil ini, hingga semuanya terbukti. Ia mulai berani merangkai cita dan menjemputnya. Di tengah penyakit yang ia idap, ia masih bisa menjadi juara kelas setiap tahunnya. Ia juga menjadi wakil sekolah untuk lomba menulis cerita.

 

Saat di bangku kuliah, ia diberi amanah menjadi guru Bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah Negeri di Kota Kembang dan sekaligus menjadi guru BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) bagi mahasiswa, guru, chef dan juga entrepreneur dari Negera Kincir Angin. Selain itu, ia pun memiliki hobi yang dibayar, menulis, baik itu yang diterbitkan dalam bentuk cerpen, opini, atau buku motivasi. Tak hanya itu, ia pun sangat suka menuang kata di rumah maya.

 

Ya, Gadis Kecil itu ialah aku yang sekarang sedang menjalani episode kehidupan dewasa dengan cerita masa lalu yang menguatkan hati. Setiap lembar kisah menjadikan aku yakin akan selalu ada kemungkinan tak terbatas dalam kehidupan.

 

Selalu Ada Kemungkinan Tak Terbatas Bersama Lenovo Yoga

Unleash Limitless Possibilities. Sebuah tagline dari Lenovo Indonesia yang mengandung makna tak biasa. Saat ini tidak ada lagi batasan jarak dan waktu, karena semua bisa terpecahkan oleh kecanggihan teknologi.

 

Di era serba digital, tidak pantas lagi membandingkan antara profesi, termasuk pro dan kontra ibu pekerja dan ibu rumah tangga. Karena sebenarnya keduanya tidak bisa dibandingkan. Apalagi saat ini, ada banyak cara untuk bisa memberdayakan diri dan menjemput rezeki tanpa meninggalkan buah hati.

 

Sebagai seorang yang suka menyapa lewat kata, aku pun bisa tetap berkarya tanpa melupakan amanah menjadi full-mom. Untuk mendukung hobi yang dibayar itu, tentu saja pemilihan laptop tidak bisa asal-asalan. Saat ini ada Lenovo Ideapad yang menjadi sahabat setiaku merangkai kata. Laptop hadiah dari Paksu ini sudah menjadi saksi dari setiap impian yang menjadi sebuah kenyataan.

 

Nggak perlu ditanya bagaimana kualitasnya. Tampilannya juga elegan dan ramping. Selain itu, fast charging yang sangat membantu ketika harus menyelesaikan tulisan di luar rumah. Dipakai kerja, bersahabat banget. Dipakai hiburan menikmati lagu dan film kesukaan, nyaman banget.

 

Tapi, saat ini, aku memimpikan memiliki Lenovo Yoga. Laptop tipis dan ringan yang dibuat dengan platform Intel Evo. Lenovo Yoga Book 9i mengusung layar OLED 13,3 inci beresolusi 2.8k dengan refresh rate 60 Hz. Laptop ini pun dilengkapi dengan Intel Core i7 Gen 13 terbaru dan RAM 16 GB (LPDDR5X).

 

Satu hal yang menarik perhatianku, ialah adanya dudukan folio yang memungkinkan berkarya dimanapun, tidak harus di meja kerja. Ehm, kebayang kan membersamai tiga anak laki-laki yang usianya 8 tahun, 5 tahun dan newborn. Laptop fleksibel seperti ini bisa membantuku untuk terus berkarya. Apalagi sesuai dengan namanya Yoga, laptop ini dapat digunakan dengan berbagai macam mode.

 

Lenovo Yoga Book 9i
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

Lenovo Yoga pun memiliki keyboard Bluetooth yang dapat dilepas membuat kita bisa multitasking. Tak ketinggalan ada Stylus Smart Pen rancangan Lenovo yang dapat digunakan untuk mengaktifkan dan meningkatkan produktivitas.

 

lenovo Indonesia
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini spesifikasi Lenovo Yoga bisa membuat siapapun tertarik untuk memilikinya:

 

Layar

13.3 inci 2.8K, 400 nits, OLED/DCI-P3100%, 60Hz, 16:10, 4-side narrow bezel (91% AAR) HDR, PureSight, Dolby Vision

Prosessor

13th Gen Intel Core i7-U15

Grafis

Intel Iris Xe

Memori

LPDDR5X 16G

Penyimpanan

512GB/1TB (PCle SSD Gen4)

Sistem Operasi

Windows 11 Home, Windows 11 Pro

Berat

1,38 Kilogram

Baterai

80 WHr Polymer, Mobile Mark 2018 up to 7.3 hours; Video Playback up to 10 hours (Dual Screen on 150 nits), up to 14 hours (Single Screen)

Konektivitas

Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.2

Software

Windows Hello, Cortona, Multi-point toush, Lenovo Vantage, Microsoft Office 36521, Amazon Alexa

Audio

2 x 2W speaker, speaker Bowers & Wilkins, Dolby Atmos

Warna

Tidal Teal

Port

3 x USB Type-C (all full function, Thunderbolt 4.0)

 

Oya, ada beberapa kelebihan yang dimiliki Lenovo Yoga, diantaranya:

  • Dilengkapi dua layar OLED PureSight, visual dan audio yang memukau dan special.

Lenovo Yoga membantu kita membuat atau menikmati konten dengan audio spasial Dolby Atmos® dan engsel soundbar yang dapat diputar 360 derajat yang dilengkapi dengan speaker Bowers & Wilkins.

 

Lenovo Yoga
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

Untuk visual, laptop ini tidak diragukan lagi dengan dua layar OLED Puresight dengan akurasi warna 100% DCI – P3 menawarkan warna yang sangat jelas dan kehilangan kontras yang minimal. Dengan kelebihan ini, kita bisa mendesain dan mengedit konten dengan lancar sekaligus menikmati detail visual yang kaya.

 

  • Desain yang elegan dan berbeda dari yang lain.

Dengan warna Tidal Teal yang eksklusif hasil kolaborasi dan penelitian Lenovo dan Pantone, menjadikan tampilan Lenovo Yoga Book 9i menjadi lebih elegan dan berkelas.

 

  • Cocok digunakan untuk para konten creator

Laptop dengan prosesor Intel Core i7 Gen 13 terbaru dirancang untuk dapat melakukan lebih banyak sekaligus. Selain itu, power horse ini dilengkapi dengan spesifikasi untuk mengedit video sekaligus software untuk menggambar digital. Jadi sangat cocok digunakan oleh para konten creator untuk bisa tetap berkarya dimanapun ia berada.

 

Lenovo Yoga Book 9i
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

  • Dilengkapi 5 mode pemakaian

Lenovo Yoga ini convertible bisa digunakan dalam 5 mode, yaitu: laptop biasa, mode tablet, mode berdiri seperti tenda (tent mode), mode buku dan mode scroll.

 

Inovasi Lenovo
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

  • Bisa digunakan dimanapun dan kapanpun

Lenovo Yoga Book 9i memang didesain dengan mempertimbangkan beberapa portabilitas tanpa mengorbankan fungsinya.

 

Lenovo Yoga Book 9i
Sumber Foto: https://www.lenovo.com/

Gimana, pasti kalian juga tertarik dengan Lenovo Yoga Book 9i? Inovasi Lenovo memang tak pernah gagal. Tidak ada lagi alasan untuk berhenti berkarya, karena akan selalu ada kemungkinan tak terbatas dalam kehidupan kita. So, Let’s unleash limitless possibilities with Lenovo Yoga Book 9i!