Follow Us @soratemplates

Monday, May 23, 2022

Anakku Terlahir Prematur karena Ketuban Pecah Dini

May 23, 2022 0 Comments

 

pecah-ketuban-dini


6 September 2015

“Kok basah?” gumamku ketika terbangun dini hari.

Tanpa banyak berpikir yang aneh-aneh, aku pun langsung mandi dan mengganti pakaian. Aku berusaha untuk tetap berpikir positif. Aku tunaikan shalat malam. Sambil menunggu adzan shubuh, aku pun melanjutkan tilawah.

Hingga pagi hari, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku sampai harus berganti baju beberapa kali. Akhirnya aku pun menceritakan kondisiku kepada suami.

“Mau periksa ke Bu Bidan atau gimana enaknya?” tanya suami mencoba menenangkan.

“Kita tunggu sampe nanti sore aja, kalau sore masih keluar cairan baru kita ke Bu Bida. Tapi, jangan dulu cerita ke siapapun ya?”

Tapi, hingga sore hari, cairan yang keluar malah tambah banyak. Kami berdua pun sepakat untuk periksa setelah sholat maghrib. Namun, sayang Bu Bidan sedang tidak ada. Kami hanya ditangani oleh asistennya.

“Teh, maaf saya nggak berani memutuskan. Kita lihat sampai besok pagi aja ya, kalau masih tetap keluar cairan, berarti itu air ketuban,” jelas asisten itu.

Deg... Rasanya perasaan ini tak menentu. Ketakutan mulai menyapaku. Malam itu, aku tidak bisa tidur. Pikiran dan perasaan berebut memikirkan hal yang tidak aku inginkan. Hingga dini hari, aku masih saja tak tenang. Karena itulah, pagi-pagi sekali kami langsung meminta untuk bertemu langsung dengan Bu Bidan.

“Neng, ini cairan ketuban. Tapi belum ada pembukaan. Jadi, lebih baik Neng langsung periksa ke SPOg aja ya. Ini Ibu kasih rujukan,” jelas Bu Bidan.

Ketenangan dan sekaligus kesabaran kami kembali diuji. Kami harus menunggu hingga pukul 1 siang untuk periksa ke Dokter SPOg. Dan, antrian sudah memanjang ketika kami datang ke Klinik Bersalin. Padahal Dokter baru mulai praktek pukul 4 sore. Tapi, untunglah dengan adanya surat rujukan dari Bu Bidan, kami mendapat antrian nomor 2. Tepat pukul 5 kurang seperempat, kami berdua masuk ke ruang praktek.

“Air ketubannya memang sudah habis. Tapi,  tetap tenang aja, nanti saya kasih obat penguat paru dan harus opaname semalam ya. Kita coba pertahankan hingga usia kandungan 9 bulan,” jelas Dokter itu sambil tersenyum.

Aku benar-benar tak kuasa menahan tangis. Aku takut terjadi apa-apa dengan janin dalam rahimku. Meskipun suami mencoba terus menenangkanku. Tapi, tetap saja aku tidak bisa menyembunyikan rasa kekhawatiranku.

Di ruang tindakan, aku dipasangi alat untuk mendeteksi detak jantung bayi. Beberapa kali sempat terhenti dan membuat perawat mengingatkanku untuk tetap tenang. Tapi, aku benar-benar tidak bisa tenang apalagi mendengar bisik-bisik dua orang perawat di sampingku.

Setelah disuntik penguat paru bayi, aku pun dipindah ke ruang inap. Awalnya aku masih bisa ngobrol dan bercanda dengan suami dan juga kakak pertamaku yang menjenguk saat itu. Tapi, tak lama kemudian, perutku terasa sakit luar biasa. Suamiku langsung memanggil perawat.

Awalnya dua orang perawat masuk dan memeriksaku. Tapi, tidak sampai 5 menit, ia memanggil beberapa perawat yang lainnya. Ada sekitar 4 perawat yang langsung membopongku ke ruang tindakan.

“Sudah pembukaan sepuluh, panggil Dokter!” teriak perawat.

Jujur saat itu, aku malah berucap hamdalah, termasuk suami. Pikir kami saat itu, kalau sudah pembukaan sepuluh berarti bayi akan segera lahir. Dan, memang betul hanya berselang 2 jam kurang, suara tangis bayi terdengar di ruangan. Tepat pukul 21.55 pada Hari Senin 7 September 2015, anak pertama lahir dengan selamat. Air mata kebahagiaan mulai membasahi pipi kami berdua. Alhamdulillah...

Kami bersyukur atas kelahiran buah hati kami. Ada banyak keajaiban yang kami berdua alami. Pertama, malaikat kaecil kami lahir ketika usia kandungan masih 8 bulan namun tidak perlu masuk ke incubator, karena bayi terlahir sehat dan berat badan sesuai. Kedua, aku mengalami pecah ketuban selama 2 hari dan bayi dalam keadaan yang sehat.

Menurut Dokter dan perawat yang memeriksaku, sehari sebelumnya ada pasien dengan kondisi yang sama, dan keduanya tidak bisa terselamatkan. Aku pun awalnya diprediksi harus melahirkan secara caesar dan bayi harus masuk inkubator. Tapi, alhamdulillah... Aku bisa lahiran dengan normal, dan bayi pun terlahir dalam kondisi normal dan sehat tanpa harus ada tindakan apapun.

Kami hanya bisa bersyukur dan bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan. Allah sangat baik kepada kami. Maka, nikmat mana lagi yang pantas kami dustakan?


Itulah sepenggal kisah tentang buah hati pertamaku. Bagi teman-teman yang saat ini sedang mengalami hal yang sama, dua hal yang penting. Pertama, berdoa. Kedua, tetap tenang dan berpikiran positif. Akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Be a happy mom!

Thursday, May 5, 2022

Menuntun dan Dituntun

May 05, 2022 0 Comments

 

cinta dan kasih sayang


Pernahkah kita melihat dua orang yang sedang berjalan?

Ketika dua orang berjalan saling berpegangan tangan melangkah, tentunya akan terasa lebih nyaman dan indah. Perjalanan akan lebih menyenangkan, berjalan berdampingan dan beriringan. Tidak ada yang saling mendahului.

Tapi, bagaimana jika salah satu dari orang itu (maaf) tidak melihat? Masihkah mereka bisa berjalan berdampingan? Tentunya harus ada seorang yang jalan agak di depan dari yang satunya lagi. Kenapa? Karena ia harus menjadi penunjuk arah bagi orang yang ada di sampingnya yang tidak bisa melihat.

Itulah juga kehidupan. Ketika kita menuntun orang yang memiliki ilmu, tentunya berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali bagaimana cara melangkah dan kemana akan melangkah. Ketika yang menuntun itu terlalu cepat karena merasa tahu ada sesuatu yang indah di depan sana, tapi yang dituntun tidak dapat melihat itu, maka perjalanan akan terhambat, bahkan terhenti. Dan tujuan yang ingin diraih pun hanya bisa dibanggakan sebagai khayalan belaka.

Jadi sebenarnya, bukan masalah siapa yang akan menuntun dan dituntun. Tapi, pantaskan diri kita untuk menjadi salah satu dari itu. Jika kita terlahir untuk menuntun, cobalah untuk menuntun dengan penuh cinta. Dan ketika kita berada di posisi yang harus dituntun, bangunlah kepercayaan kepada diri kita dan orang yang menuntun kita.

Melangkah bersama bukan berarti harus dengan kaki yang sama, tapi menggunakan kaki yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.

Thursday, April 14, 2022

Merasa Sumuk di Kota Seribu Gumuk

April 14, 2022 0 Comments

 


team up for impact


“Puuaanaaasss banget ya, Neng,” ujar Pak Suami sambil mengganti baju koko dengan kaos tipis.

“Aduh, lebay banget. Bilangnya kan cukup panas banget ya,” ledekku sambil tertawa.

 

Percakapan di atas akhir-akhir ini seringkali terlontar diantara aku dan suami. Pertama kali menginjakkan kaki di Kota Seribu Gumuk  di tahun 2015 silam, sejujurnya aku sendiri sudah merasakan cuaca yang tidak bersahabat dengan kulit. Maklum aku lahir dan besar di Bumi Pasundan. Jadi ketika menyapa Bumi Pendhalungan, kulit lumayan kaget dengan perbedaan cuaca yang cukup ekstrim.

 

Saat itu saja, aku bisa mandi sehari 5 atau 6 kali. Pokoknya setiap kali mau shalat, pasti aku harus mandi. Bukan karena mengikuti sunnah, tapi lebih tepatnya badan yang nggak nyaman karena sumuk (gerah/kepanasan).

 

Itu dulu, sekarang?

Hmmm… Lebih puuaanaasss lagi. (logat sudah menyesuaikan, maklum sudah hampir sewindu hehehe…)

 

Ya, saat ini, meski kulit ini sudah bisa menyesuaikan, tapi dampak dari perubahan iklim sudah sangat terasa.  


Saking panasnya cuaca, saya bahkan setiap kali habis keluar rumah, pasti akan menuju kamar mandi dulu. Apalagi setelah menjemput anak dari sekolah, bisa kebayang kan berpanas-panasan naik sepeda motor jam 11 siang? Kulit rasanya semakin eksotis saja.

 

Tidak hanya cuaca ekstrim yang sangat tidak ramah di tubuh, tapi juga efek-efek lain mulai terlihat dan terasa. Misalnya saja, di beberapa tempat, kualitas dan kuantitas air tanahnya kurang baik.

 

Karena alasan itulah, kami memutuskan untuk memilih rumah di daerah masih banyak pepohonan. Tujuannya, kami ingin mendapatkan air yang lebih berkualitas. Karena air adalah kehidupan. Ketika kita bisa mendapatkan air dengan kualitas dan kuantitas yang tepat, maka salah satu cara untuk hidup sehat telah dipilih.

 

Selain berdampak pada air yang terasa, perubahan iklim juga bisa terasa pada udara yang tidak bersih. Jember dulu berbeda dengan sekarang. Ketika pertama kali menyapa Kota Tembakau ini, suasana belum seramai saat ini.

 

Dulu, pusat perbelanjaan bisa dihitung dengan jari. Tapi, sekarang, ada tambahan dua pusat perbelanjaan besar yang masuk, ditambah 1 supermarket bahan bangunan terbesar dan cukup terkenal pun sudah berdiri megah di kota ini.

 

Tidak hanya itu, jumlah perumahan semakain bertambah. Itu artinya, lahan sawah, kebun, bahkan hutan semakin berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu, bertambah juga jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan CFCs untuk AC.


dampak perubahan iklim
Sumber: http://ditjenppi.menlhk.go.id/
 

Itu semua tentu saja memberi andil dalam pemanasan global, dan pada akhirnya mengakibatkan perubahan iklim. Sebenarnya kita tahu penyebab perubahan iklim ini. Namun, kita  lebih memilih untuk tidak peka dengan kondisi bumi yang sudah sangat menghkhawatirkan.

 

Aku sendiri tidak bisa berbuat banyak, tapi setidaknya ada hal kecil yang bisa menyembuhkan bumi kita, diantaranya:

  • Memilih rumah yang cukup pencahayaan dan sirkulasi udara, sehingga meminimalisir penggunaan AC

Bagiku dan suami, memiliki rumah yang banyak jendela dan ventilasi yang cukup, sangat penting. Selain lebih terang, hemat listrik, dan pastinya lebih sehat. 

 

  • Bijak dalam berkendaraan bermotor

Disadari atau tidak, asap kendaraan bermotor juga menyumbang penyebab pemanasan global. Jadi, sebisa mungkin lebih bijak, bijak dalam memilih bahan bakar yang tepat dan bijak pula dalam menggunakannya. Jika masih bisa dijangkau dengan jalan kaki, mengapa harus memaksa diri menggunakan kendaraan? Bukankah kita juga akan lebih sehat?

 

  • Menyediakan lahan untuk menanam tanaman

Tanaman selain menjadikan udara jauh lebih segar, rumah kita pun akan terlihat lebih rindang dan adem. Tidak hanya itu, kehadiran tanaman dan bunga di pekarangan, bisa menjadi cara untuk menyehatkan pandangan mata kita, loh.

 

  • Menggunakan air secukupnya

Air adalah kehidupan. Tidak akan ada kehidupan tanpa air. Jadi, dengan bersikap bijak dalam penggunaaan air, kita telah membantu bumi untuk tetap lestari.

 

  • Berusaha untuk paperless

Kadang kita tidak sadar dengan penggunaan kertas. Padahal di era digital ini, akan sanga memungkinkan untuk bisa mengurangi penggunaan kertas. Tahukah teman-teman, 1 batang pohon hanya menghasilkan 16 rim kertas? Dan, 1 batang pohon dapat menghasilkan oksigen untuk 3 orang bernapas? Jadi, ketika kita bisa berhemat dalam menggunakan kertas, dan mulai membiasakan diri memanfaatkan kecanggihan teknologi, maka kita telah berinvestasi okisigen untuk penduduk bumi ini.

 

  • Tidak membakar sampah

Terlihat sepele. Bahkan mungkin di daerah sekitar rumah kalian pun masih banyak yang melakukan ini. Padahal membakar sampah bisa menjadi penyumbang dari pemanasan global ini. Mungkin masih ada yang berpikir, kan yang dibakar hanya sedikit. Ya, sedikit. Tapi, kalau 1 RT, 1 RW bahkan  desa berpikiran seperti itu, apakah masih bisa dikatakan sedikit?

 

Itulah 6 hal kecil yang bisa aku lakukan #UntukmuBumiku agar ia tetap terjaga. Aku sadar, kalau aku bukan pembuat kebijakan. Aku juga bukan akademisi yang bisa mengedukasi sekaligus memprovokasi banyak orang untuk menjaga kelestarian bumi. Aku hanyalah seorang ibu yang ingin kelak anak-anakku masih merasakan udara yang bersih, hutan yang masih hijau, dan ketersediaan air yang cukup.


Jember memang bukan kota kelahiranku. Tapi saat ini, aku sedang berpijak dan melangkah di Kota Seribu Gumuk ini. Maka sebagai rasa berterima kasih, aku ingin berbuat sesuatu, meski terlihat kecil dan sederhana.


global warming effects
Sumber: https://www.kominfo.go.id/
 


Teman-teman, yuk jadi bagian #TeamUpForImpact untuk bumi yang lebih baik! Mungkin yang kita lakukan ini terlihat kecil, tapi bukankah sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil? Karena sejatinya bumi ini dititipkan kepada kita untuk dijaga bukan untuk dirusak. Marilah kita berinvestasi untuk planet kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak dimulai saat ini, kapan lagi?

Sunday, April 3, 2022

5 Cara Agar Buah Hati Menikmati Puasa Mulai Hari Pertama

April 03, 2022 1 Comments

ramadhan 1443 H


 

Membiasakan buah hati berpuasa tentu butuh kecerdasan dan kesabaran. Meskipun ini bukan kali pertama ia belajar berpuasa, tapi tetap saja memerlukan cara yang cerdas untuk mengajaknya berpuasa.

 

Bagi anak-anak seusianya memang belum wajib berpuasa, tapi sebagai orang tua kita harus mulai memperkenalkan dan mengajarkannya melakukan Rukun Islam ketiga ini. Karena saya pribadi meyakini, bisa itu karena biasa. Sedangkan biasa itu karena terpaksa atau mencintai. Dan, tentunya kita ingin anak-anak kita menjalankan puasa dengan penuh suka cita dan kebahagiaan bukan karena keterpaksaan.

 

Di bulan Ramadhan kali ini, saya dan suami harus benar-benar memberikan pemahamam kepada anak pertama. Karena di usinya yang lebih kritis bertanya kenapa tentang semua hal yang berhubungan dengan puasa.

 

Tapi, kami bersyukur karena ia sudah mendapatkan tambahan pemahaman tentang puasa dri sekolahnya. Jadi, sejak awal tahun pun, ia sudah terus bertanya kapan bulan Ramadhan tiba. Meskipun begitu, kami terus memberikan edukasi tentang puasa dengan bahasa yang mudah ia pahami.

 

Nah, kali ini Saya dan suami pun menggunakan 5 Cara agar anak menikmati puasa hari pertama, diantaranya:

  • Perkenalkan dari awal kalau kita akan segera masuk bulan suci Ramadhan.

Beri tahu anak kita minimal satu bulan sebelumnya. Ajak ia mengenal puasa dari buku, film, lagu, atau cerita kita langsung. Dengan setiap hari ia mendengar kata puasa, maka secara tidak langsung kata itu akan masuk dalam memorinya.

 

  • Mengajak bukan memaksa

Sekali lagi, mereka belum wajib berpuasa. Tapi, ini adalah momen untuk memperkenalkan dan belajar melaksanakan salah satu rukun Islam. Carilah cara yang menyenangkan untuk mengajaknya berpuasa, dan tidak boleh memaksa. Khawatir kalau kita paksa, maka bukannya ia akan senang tapi malah benci dan pada akhirnya tidak mau berpuasa di saat ia sudah wajib berpuasa nanti.

 

  • Sediakan menu sahur dan buka puasa favoritnya

Ini penting banget, loh. Karena biasanya anak-anak akan senang kalau disediakan makanan atau minuman kesukaannya. Ia akan jauh lebih bersemangat ketika dibangunkan sahur, dan juga mau menunggu adzan maghrib demi menu favoritnya. Tidak ada salahnya, sesekali kita ajak makan di luar, sebagai reward berpuasanya.

 

  • Ajak ia mengisi waktu dengan kegiatan yang menarik

Cobalah susun kegaiatan menarik bersama anak kita. Ingat! Anak itu sennag banget kalau ayah dan ibunya mau berain dengannya. Tidak harus 24 jam nonstop, karena anak-anak pun membutuhkan waktu untuk bermain sendiri. Misalnya saja, kita investasikan waktu 2 jam untuk bermain bersama buah hati tanpa ada gangguan apapun, termasuk HP atau Televisi.

 

  • Mendoakan anak

Ini yang paling penting. Bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang sulit. Mintalah kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam mengajarkan puasa kepada anak kita. Kita hanyalah bisa berikhtiar, jangan terlalu terbebani dengan hasil. Satu lagi yang harus diingat, anak-anak belum wajib berpuasa, tapi tetap harus kita perkenakan dan ajarkan.

 

Itulah 5 tips agar anak menikmati puasanya, tidak hanya di hari pertama, tapi juga selama satu bulan penuh. Jadikan bulan Ramadhan ini menjadi bulan yang akan dirindukan terus oleh buah hati kita. Tanamkan perasaan suka cita menyambut dan menjalankan puasa kepada mereka, agar kelak mereka akan melakukan puasa dengan senang hati bukan karena terpaksa. 


Thursday, March 31, 2022

Let's Break The Boundaries with ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)!

March 31, 2022 1 Comments

laptop ASUS OLED

 

Menjadi Seorang Ibu Itu Pilihan

Akhir-akhir ini rasanya semakin sering kita dengar berita tentang kasus ibu yang menganiaya anaknya. Bila kita melihat dari satu sisi, rasanya kita ingin mengutuk si ibunya. Kita berpikir, ibu macam apa kok tega menyakiti bahkan merenggut nyawa darah dagingnya sendirinya.

 

Tapi, cobalah lihat dengan mata hati, kondisi yang terjadi di lingkaran terdekatnya. Ibu yang tanki cintanya terisi sempurna, pasti sangat tidak mungkin melakukan itu semua. Itu artinya, ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja dalam diri ibu itu.

 

Dan, sadarkah kita seringkali seorang ibu merasa tertekan dengan komentar dan perlakukan orang-orang di sekitarnya. Seorang ibu akan tahan dan sanggup merawat banyak anak. Tapi, satu kalimat negative terlontar dari mulut kita, itu yang akan merusak pertahanan dirinya. 


Seringkali, pilihan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga pun, masih menjadi bahasan yang membuat si ibu merasa bersalah. Menjadi ibu bekerja, salah. Tapi, memilih untuk menjadi ibu rumah tangga pun masih mendapat komentar yang tidak enak. Padahal keduanya itu pastilah ada dua sisi yang menjadi konsekuensi.

Sumber: cnnindonesia.com


 

Sibukkan Diri, Jadilah Ibu Bahagia

Sejak mengambil keputusan untuk menjadi stay at home mom, memang tidak mudah. Banyak komentar yang kadang membuat tertekan. Seakan pilihan menjadiibu rumah tangga itu sebuah kesalahan.

 

Sebenarna sebagai seorang yang sebelumnya sangat workaholic, sangat butuh usaha untuk bisa membiasakan diri berada di rumah selama 24 jam setiap hari. Seringkali rasa bosan menyapa, dan tak jarang malah membuat bad mood.

 

Karena alasan itulah, saya kembali menekuni hobi menuang ide. Menulis menjadi cara terapi yang paling ampuh bagi saya untuk bisa tetap waras. Semangat membersamai pasangan dan buah hati akan muncul karena saya memiliki ruang untuk menambah daya baterai diri. Selain itu, ada manfaat lain yang saya dapat, yaitu tambahan penghasilan.

 

Untuk mendukung hobi yang dibayar ini, saya pun membutuhkan sahabat yang paling mengerti dan bisa diandalkan. Saya butuh yang performanya tangguh, tapi tetap nyaman dan praktis untuk dibawa kemana-mana.

 

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400), Menjadikan Hidup Lebih Produktif

ASUS 14X OLED UX5400



ASUS resmi memperkenalkan ZenBook 14X OLED (UX5400), laptop ultra-portable dengan layar OLED 14-inci dan dilengkapi ScreePadTM 2.0. ZenBook 14X (UX5400) ini merupakan seri terbaru pada lini ZenBook Classic yang kini hadir dengan berbagai penambahan fitur serta dirancang agar dapat lebih meningkatkan produktivitas penggunanya karena performa dan desainnya yang ringkas dan ringan.


5 Alasan Harus Memilih ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

ASUS OLED


  • Layar Berteknologi ASUS OLED

Sesuai dengan namanya, ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) menggunakan layar berteknologi ASUS OLED. Semua laptop yang menggunakan layar ASUS OLED sudah mengantongi sertfikasi low blue-light dan anti-flicker dari TÜV Rheinland. Itu artinya, ASUS ZenBook 14X (UX5400) tidak hanya lebih aman untuk kesehatan, tapi juga lebih nyaman digunakan. Teknologi ini membuat mata kita tidak mudah lelah meskipun berada di depan laptop lebih lama.

 

Layar ASUS OLED juga menghadirkan kualitas visual terbaik. Dengan dukungan fitur HDR yang tersertifikasi oleh VESA, Laptop ini mampu mereproduksi warna yang sangat kaya dengan color gamut mencapai 100% pada color space DCI-P3. ASUS ZenBook 14X OLED memiliki tingkat akurasi warna yang dihasilkan juga sangat tinggi dan sudah berstandar industri  melalui sertfikasi PANTONE Validated Display.

 

Untuk rasio pun, ASUS ZennBook 14X (UX5400) mengusung rasio layar16:10 beresolusi 2.8K (2880x1800). Selain itu ada fitur touchscreen atau layar sentuh yang membuat navigasi menjadi semakin mudah dan intuitif.

 

  • Desain Ringkas dan Ringan

ASUS ZenBook 14X (UX5400) memiliki ketebalan hanya 16,9mm dan bobot hanya 1,4Kg. Gimana? Lebih mudah dan nyaman untuk dibawa kemanapun, kan?

 

Dengan teknologi NanoEdge Display, memungkin bezel layar ASUS ZenBook 14X (UX5400) sangat tipis, yaitu 3mm pada kedua sisinya. Jadi, laptop ini meski mengusung layar 14-inci, tapi memiliki dimensi bodi sekelas laptop 13-inci . Selain itu, memiliki layar dengan screen-to-body ratio hingga 92%.

 

  • Memiliki ScreenPadTM 2.0

Tampil sebagai layar kedua sekaligus touchpad, ScreenPadTM 2.0 dibekali berbagai fitur, seperti Quick Key. Fitur ini memungkin kita untuk mengakses berbagai shortcut secara lebih cepat tanpa harus menghafal kombinasi tombol di keyboard. Selain itu, fitur ini juga bisa dikustomasi sesuai dengan aplikasi yang sedang berjalan dan dapat mempermudah kita untuk beraktivitas.

 

Fitur lainnya, yaitu fitur untuk menampilkan antarmuka tambahan di berbagai aplikasi utama Microsoft Office. Manfaatnya, kita tidak perlu repot mengakses berbagai menu di layar utama untuk menggunakan berbagai fungsi di aplikasi Microsoft Office.

 

ScreenPadTM 2.0 juga dapat berfungsi sebagai layar kedua yang dapat menampilkan aplikasi apapun. Melalui fitur App Switch, berbagai aplikasi dapat ditampilkan dari layar utama ke ScreenPadTM 2.0 dengan sangat mudah. Cocok banget untuk emak-emak yang suka multitasking, ya? J

 

  • Konektivitas Lengkap

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) memiliki opsi konektivitas yang sangat lengkap. Untuk konektivitas menggunakan kabel, dilengkapi dengan beragam port seperti HDMI2.0, USB 3.2 Ge2 Type-A, MicroSD dan 3.5mm combo audio jackakan memudahkan kita untuk beraktivitas tanpa harus bergantung pada dongle.

 

Laptop keren ini juga memiliki dua port USB Type-C ThunderboltTM 4. Port tersebut tidak hanya hadir dengan kecepatan transfer data yang tinggi, yaitu hingga 40Gbps, tetapi juga dapat digunakan untuk menghubungkan monitor tambahan dengan dukungan resolusi hingga 8K. Port tersebut juga telah mendukung fitur USB Power Delivery sehingga dapat digunakan untuk mengisi daya baterai melalui adapter charger maupun power bank.

 

Sedangkan untuk konektivitas nirkabel, ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) mengandalkan WiFi 6 yang tertanam di dalamnya. WiZFi 6 memberikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan stabil sehingga kita dapat selalu terkoneksi ke internet dengan mudah dan nyaman.

 

  • Didukung Hardware Modern

ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) ditenagai oleh 11th GenIntel® CoreTM processors, yang menjadikan laptop ini tida hanya andal untuk mendukung kebutuhan komputasi sehari-hari tetapi juga powerful untuk multitasking.

 

Processors tersebut juga tidak sendirian karena ditemani oleh chip Intel® Iris Xe Graphics dan juga NVIDIA® GeForce® MX450. Chip grafis tersebut membuat ZenBook 14X OLED (UX5400) memiliki kemampuan pemrosesan grafis ekstra yang dibutuhkan oleh para content creator.

 

Untuk mendukung kegiatan multitasking, ZenBook 14X OLED (UX5400) dilengkapi memori berkapasitas hingga 16GB. Tidak hanya itu, laptop ini pun dibekali dengan penyimpanan berupa PCle SSD yang memiliki performa tinggi serta kapasitas ekstra lega yaitu hingga 1TB. Jadi, kita tidak perlu khawatir dengan kapasitas dan performa pernyimpanan laptop modern ini.

 

Oya, ternyata ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) inipun dilengkapi fitur ASUS Intelligent Performance Technology (AIPT) yang hadir dengan tiga mode performa yang bisa dipilih yaitu Performance Mode, Balance Mode serta Whisper Mode. Di Performance Mode, processor dapat dipacu dayanya hingga 40W untuk menghadirkan performa yang lebih kencang.

 

Untuk baterai, ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) dibekali baterai berkapasitas lebih besar, yaitu 63Whr. Daya tahan baterainya lebih panjang. Ditambah fitur fast charging dengan kemampuan pengisian baterai hingga 50% dalam 30 menit.

 

Let’s Break the Boundaries with ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)!

laptop modern ASUS

 


Dengan kecanggihan yang dimiliki ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400), laptop modern ini mampu menjadi sahabat untuk lebih produktif.  Saat ini, tidak ada batasan, apakah kita ibu bekerja atau ibu rumah tangga. Di era digital, siapapun bisa berkarya dan berdaya dari rumah.

 

Mulailah menemukan pengalaman yang berbeda dengan terus mengembangkan ide kreatif tanpa ada rasa bersalah karena meninggalkan buah hati. Jadilah ibu rumah tangga yang berbeda. Terus bertumbuh, berkembang dan bahagia bersama ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400)

 

Laptop ASUS

 


"Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook 14X OLED (UX5400) Writing Competition bersama bairuindra.com"

Friday, March 25, 2022

Happiness is Created not Given

March 25, 2022 0 Comments

Kebahagiaan Sejati


 

Hapiness. Kebahagiaan. Apa sih kebahagiaan itu? Katanya bahagia itu sederhana. Tapi, mengapa tidak sedikit orang yang merasa dirinya tak bahagia?

 

Tapi, saya pribadi pun terkadang tergoda mencari celah untuk mengeluh dan membandingkan dengan orang lain. Ketika melihat wanita cantik, saya berpikir saya akan bahagia jika saya secantik dia. Ketika melihat orang yang lebih mapan, saya mengkhayal andai saya sekaya dia, pasti saya bahagia. Ketika saya melihat orang yang menurut saya sangat beruntung, saya mengeluh karena tidak seberuntung dirinya.

 

Tapi, pada akhirnya, semakin saya belajar semakin saya paham. Terkadang keegoan menjadikan kita sulit menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Kita terlalu sering memaksa mendefinisikan bahagia dengan meminjam pikiran orang lain. Padahal bahagia itu tidak butuh didefinisikan. Kebahagiaan sejati itu ketika tidak ada ruang kosong dalam hati.

 

Bahagia itu bukan berarti tidak pernah sedih. Karena fitrah kehidupan itu, pastilah ada sedih dan bahagia. Rasa sedih diciptakan agar kita bisa memahami apa itu bahagia.

 

Bahagia itu bukan tanpa air mata. Karena tidak semua air mata tanda kesedihan dan kepedihan. Ada saat dimana air mata adalah bahasa komunikasi paling ampuh. Ketika kata tak lagi bisa menyatakan rasa, maka air matalah yang menjadi penyampai apa yang ada di dalam hati dan pikir.

 

Saat ini, ketika sudah menjadi seorang ibu, saya sadar kalau bahagia itu sebuah keharusan. Meski kadang realita tidak berbanding lurus dengan ekspektasi. Tapi, bahagia itu butuh diusahakan, bukan oleh orang lain dan lingkungan, tapi diri kita sendirilah yang bisa menentukan, mau atau tidak untuk bahagia. Ya, bukan bisa atau tidak bisa, karena memang semua orang bisa bahagia, jika ia mau memilih untuk menjalani hidup dengan bahagia.

 

Seorang ibu itu memiliki gelombang yang begitu kuat. Ketika ia bahagia, sinyal itu akan tersampaikan pada pasangan dan buah hati. Jika seorang ibu bisa tersenyum lebar, maka lihatlah orang-orang yang ada di rumah, pasti akan penuh keceriaan dan kebahagiaan.

 

Sebaliknya, ketika seorang ibu merasa tertekan, sedih, dan selalu mengeluh, maka suasana rumah pun akan terasa horror. Jangankan untuk berbagi cerita, sekadar duduk berdampingan pun, tidak mau.

 

Sebenarnya kalau kita mau mengengarkan dan meihat dengan hati kita, ada banyak alasan untuk bisa bahagia. Memiliki orang-orang tersayang, diamanahi buah hati, memiliki rumah yang nyaman, diberikan kesehatan, bisa makan enak, bisa tidur nyenyak, dan masih banyak lagi hal yang bisa membuat kita bahagia.

 

“Tapi, kan tugas suami juga harus membuat istri menjadi nyaman dan bahagia.”

 

Ya, setuju banget. Tapi, di sini saya ingin berbagi kepada para emak. Kalau ada yang baca tulisan ini bapak-bapak. ANDA PUNYA ANDIL UNTUK MENJADIKAN ISTRI LEBIH BAHAGIA. IA DINIKAHI UNTUK DICINTAI BUKAN (capslock jebol)

 

Nah, sekarang untuk teman-temanku para emak di jagat raya ini. Ingat, maks! Kalau kita menuntut orang lain untuk menjadikan kita bahagia, termasuk suami, lelah hati kita, loh.

 

Kalau menurut saya, bahagia itu hak kita. Yuk, bareng-bareng kita belajar menjadi pribadi yang lebih bahagia. Saya sharing apa yang sudah dan sedang saya lakukan terus untuk untuk bisa tetap bahagia, diantaranya:

  • Selalu hadirkan Allah SWT.

Ini paling penting dari semua cara. Siapa yang menciptakan hati dan otak kita? Mengapa tidak minta perlindungan-Nya agar setiap pikir, ucap dan perilaku kita senantiasa dijaga.

 

Kita ini manusia, kadang imannya naik, kadang turun. Kita bukan malaikat yang senantiasa benar, dan kita pun bukan setan yang selalu salah. Jadi, kuncinya berdoalah agar kita tidak sampai salah jalan.

 

  • Luangkan waktu untuk hobi

Me time is a must. Ketika kita melakukan apa yang kita sukai, maka akan memunculkan hormon kebahagiaan. Kenali apa kesukaan kita, dan luangkan waktu dalam sehari untuk sekadar memberikan reward pada tubuh kita.

 

Menjalani rutinitas sebagai istri dan ibu itu tidak mudah. Seringkali karena lelah, kita sering lupa untuk bersyukur, dan yang ada hanya mengeluh dan bahkan marah dengan keadaan yang ada.

 

Tidak perlu lama, mungkin 15-30 menit setiap hari, setidaknya bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh kita. Bukan sebuah dosa, kok, kita melipir sejenak sekadar menonton, menulis, mendengarkan musik atau berolahraga ringan.

 

  • Berhentilah Membandingkan Diri Kita dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki alur cerita masing-masing. Kita hanyalah lakon dari scenario yang telah dibuat oleh Sang Maha Kuasa. Tidak usah memaksa untuk menjadi seperti orang lain. Jalani, nikmati dan syukuri apa yang kita punya dan dapatkan saat ini.

 

  • Saring apa yang dilihat dan didengar

Hati-hati dengan apa yang kita lihat dan dengar. Kurangilah sedikit-sedikit mendengarkan kata-kata yang tidak baik, lagi-lagu galau dan juga film-film berbau hal-hal negative.

 

Tidak semua komentar orang itu harus ditanggapi. Memang tidak mudah, apalagi bagi orang yang punya karakter overthinking seperti saya. Tapi, belajarlah pelan-pelan untuk bisa berkata “tidak”, dan tutup telinga rapat-rapat untuk komentar yang membuat kita tidak down. Jauhi toxic people yang menjadikan kita tidak produktif.

 

Jangan anggap remeh loh pengaruh mendengarkan dan melihat yang kurang baik. Itu semua bisa mempengaruhi pikiran dan juga hati kita. Mulai saat ini, saringlah apa yang kita dengar dan lihat agar jauh lebih bahagia.

 

  • Kenali Karakter dan Watak serta Bahasa Cinta Kita

Sejak belajar tentang karakter dan watak, saya merasa bisa berdamai dengan diri sendiri. Saya berhenti membandingkan dengan orang lain, karena saya yakin setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

 

Begitu pun dengan mengetahui bahasa cinta. Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengisi baterai cintanya, ada dengan sentuhan, pujian, quality time, pelayanan, dan hadiah. Saya tahu apa yang harus saya perbuat agar tanki cinta saya selalu terisi penuh. Dengan begitu, saya dengan mudah mengalirkan energy positif itu kepada orang lain, terutama pasangan dan buah hati.


baca juga : http://www.intandaswan.com/2018/09/5-bahasa-cinta.html 


  • Jalin Komunikasi Terbuka dengan Orang Terdekat

Komunikasi itu ibarat jalan. Bukankah fungsi jalan itu untuk mengubungkan? Begitu pun kita dengan orang terdekat. Jika kita ingin terhubung dengan baik, lebih lekat dan juga saling mengerti, maka yang kita harus lakukan adalah membangun komunikasi dengan baik terlebih dahulu.

 

Di awal pernikahan, saya sudah katakan kepada suami kalau saya ini seorang Phlegmatis Melankolis. Selain itu saya ceritakan juga, bahasa cinta saya adalah quality time dan sentuhan. Tujuannya, jangan sampai ia merasa sudah melakukan sesuatu yang dianggap bisa membuat saya bahagia, tapi sebenarnya baterai cinta saya masih kosong.

 

  • Bergabunglah dengan komunitas yang supportive

Dengan bergabung bersama orang-orang yang supportive, kita akan fokus pada pada pengembangan diri. Karena pasti akan ada saatnya kita sedang tidak baik-baik saja. Dalam kondisi sepertiini, mereka akan hadir untuk menyemangati kita. Mereka tidak akan mengejek kondisi kita, tapi akan mengajak kita untuk kembali bangkit. Teman-teman di komunitas akan selalu mengajak kita untuk melangkah bersama. That’s the aim of a community.

 

Bagi saya yang memiliki hobi menulis, tentu saja circle-nya nggak akan jauh dari orang-orang yang suka baca dan nulis juga. Ada banyak komunitas yang pernah dan masih saya ikuti, misalnya Kumpulan EmakBlogger. Bergabung di komunitas ini, menjadikan booster tersendiri bagi saya, emak-emak yang belajar untuk tetap berkarya meski berdaster.

 


Bahagia itu urusan rasa, jangan memaksa pikir untuk menerjemahkan. Biarkan hati yang akan memberi makna, agar ia bisa menilai dengan sempurna tanpa harus ada alasan yang memaksa. Karena setiap orang memiliki makna yang berbeda tentang kebahagiaan.


bahagia itu sederhana


 

Menjadi bahagia itu sebuah pilihan. Yuk, kita sama-sama melihat dengan hati, nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kita masih punya tubuh yang lengkap, kesehatan, dicukupkan rezeki, dihadirkan orang-orang yang sayang, diberi kesempatan untuk masih tetap menghirup udara dan masih banyak lagi nikmat yang tidak mungkin bisa kita tuliskan. Jadi, apa kita masih pantas untuk bilang kalau kita belum merasakah kebahagiaan?  

 

Siapapun dan dimanapun kalian, yuk, mulai hari ini belajar bersyukur dan ucapkan dalam hati kalau aku adalah pribadi yang beruntung dan bahagia, lalu rasakan akan ada sinyal yang kuat untuk senantiasa menebar senyum dan kebahagiaan. Because happiness is created not given.