Kamis, 26 September 2019

Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Membudayakan Literasi

08.49 47 Comments

 
Foto ini diambil ketika saya masih berumur 4 tahun

Berbicara tentang literasi, saya selalu teringat almarhum Bapak. Ya, beliaulah yang memperkenalkan saya dengan dunia literasi. Sejak kecil, saya dan keempat kakak saya selalu diajak untuk mencintai buku. Saat itu, kami hidup pas-pasan, bahkan boleh dibilang kekurangan. Tapi, yang selalu ditekankan oleh almarhum Bapak, yang terpenting itu bagaimana memberi 'makan' leher ke atas, bukan leher ke bawah.

Saya masih ingat, seringkali Bapak membeli majalah dan buku-buku bekas untuk kami baca. Ada sebuah kebahagiaan tersendiri ketika Bapak pulang dan membawa bahan bacaan. Bahkan tak jarang, kami harus rebutan buku atau majalah.

Tidak hanya untuk urusan bahan bacaan, untuk menulis pun, Bapaklah yang mengajarkan saya untuk berani menuangkan kata dan kalimat. Ketika duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, Bapak mengajari saya untuk menulis cerpen. Dari hasil didikannya, mulai saat itu, saya selalu mewakili sekolah untuk mengikuti lomba mengarang. Selain itu, karena kebiasaan membaca yang telah ditanamkan Bapak sejak kecil, saya pun sering dipercaya untuk mengikuti lomba membaca cepat.

Bagi saya dan keluarga, buku itu merupakan #SahabatKeluarga. Kami bisa saja berpuasa dan menahan lapar, tapi kami tidak bisa menahan keinginan untuk membaca. Dengan kecintaan kami kepada literasi, ada banyak mimpi yang sudah terealisasi.


Apa Itu Literasi?

Literasi. Satu kata yang begitu familiar di telinga kita. Apalagi akhir-akhir ini, banyak sekali orang berbicara tentang literasi. Lalu, apa itu literasi?

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan menurut UNESCO, literasi memiliki pengertian seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh, dan bagaimana cara memperolehnya. Pemahaman seseorang mengenai literasi ini akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi dan nilai-nilai budaya serta pengalaman.

Intinya, secara garis besar, literasi itu berhubungan dengan membaca dan menulis. Ketika kita mengatakan literasi, maka pemahamana pastilah kita akan tertuju pada membaca dan menulis.


Apa Benar Minat Baca Indonesia Masih Rendah?

Berdasarkan data dari UNESCO, persentasi minat baca Indonesia masih 0.01 persen. Sedangkan data dari Bank Dunia dan Studi International Association For the Evaluation of Education Achievement (IEA), Indonesia berada di posisi terendah di ASEAN dengan skor 51,7. Skor tersebut berada di bawah Filipina (skor 51, 6), Thailand (skor 65,1) dan Singapura (skor 74).

Dari data tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan, ternyata negara kita masih jauh tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya. Lalu, siapa yang harus disalahkan kalau sudah seperti ini?

Tidak ada yang patut disalahkan. Tapi, pertanyaannya, apa yang seharusnya dilakukan agar minat baca Indonesia bisa meningkat. Artinya, kecintaan akan dunia literasi bisa menjadi lebih dan mungkin mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya.

Kalau kita berbicara tentang siapa yang harus ikut terlibat? Semua pihak harus ikut terlibat, baik itu keluarga, masyarakat dan juga pemerintah. Kita tidak bisa mengandalkan salah satu saja untuk menciptakan masyarakat yang sadar literasi.


Apa Keberadaan Gawai Menjadi Penyebab Kurangnya Minat Baca?

Kalau menurut saya, gawai bukanlah penyebab seseorang tidak suka membaca. Gawai itu alat. Bagaimanapun juga, yang sangat berpengaruh adalah yang mengoperasikan alat tersebut, atau manusianya. Bagi anak-anak tentu saja orang tua berperan sangat penting dalam penggunaan gawai.

Perlu kita akui, Generasi Alpha itu lahir dan besar di era digital. Jadi, mereka tidak mugkin bisa dipisahkan dengan yang berbau digital, termasuk gawai. Kita tidak mungkin melarang mereka untuk terhindar dari gawai. Kalaupun ada yang aturan untuk tidak bersentuhan dengan gawai di rumah, anak-anak akan tetap menyentuh benda ini di luar rumah. Dan, ini yang paling berbahaya, ketika anak-anak menggunakan gawai tanpa sepengetahuan orang tua. 

Bila dihubungkan dengan minta baca, saat ini dengan adanya kecanggihan teknologi, banyak penerbit yang menyajikan buku Augmented Reality. Anak-anak diajak untuk lebih imajinatif dengan buku ini. Jadi, keberadaan gawai pun bisa membuat anak semakin asyik membaca buku.

Intinya, gawai bukan untuk dihindari, tapi dijadikan alat agar-agar anak-anak bisa mendapatkan banyak pengetahuan melalui gawai tersebut. Berikan mereka ruang untuk tetap menjadi manusia digital yang mencintai literasi. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan #LiterasiKeluarga.


Peran Keluarga

Keluarga. Inilah pondasi dan sumber dari semuanya. Kebiasaan apapun itu akan mucul dan terlatih di sini. Dalam hal ini, tentu saja, peran orang tua sangatlah penting. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar budaya literasi bisa ditumbuhkan dalam keluarga?

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membudayakan #LiterasiKeluarga. Menurut apa yang saya alami, ada 5 poin yang harus diperhatikan untuk menciptaan generasi yang sadar dan cinta literasi, yaitu:
  • Orang tua sebagai role model



Ini hal yang paling penting. Jangan bermimpi memiliki anak yang suka baca, kalau orang tuanya sendiri tidak pernah megang buku sama sekali. Ketika kita ingin memiliki menciptakan generasi yang cinta literasi, maka orang tualah yang harus memberi contoh terlebih dahulu. Ingat, teladan akan jauh lebih bisa diterima daripada perintah.

  • Perkenalkan anak dengan buku sejak ia dalam kandungan
Saat hamil 2 bulan dan ngidam pengen banget ke Jakarta Islamic Book Fair



Bagi ibu-ibu, jangan sepelekan aktifitas kita saat hamil. Menurut berbagai penelitian, apapun yang biasa ibu lakukan ketika hamil, itu akan memberikan efek kepada si bayi. Selain itu, menurut Dr. Miriam Stoppard, pakar pola asuh, menyebutkan bahwa bayi yang dibacakan buku sejak dalam kandungan, ia akan lebih cepat bisa berbicara. Bahkan tidak hanya itu, kelekatan antara orang tua dan anak pun akan jauh lebih erat. Satu hal lagi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, imajintif dan kreatif

  • Bacakan anak-anak buku sejak dini
Membacakan buku bukan hanya tugas seorang ibu, tapi juga ayah memiliki hak untuk melakukannya



Ketika anak sudah lahir, tentu saja ia tidak otomatis bisa baca buku sendiri. Di sini peran orang tualah yang sangat penting. Membacakan buku kepada anak, baik itu sebelum tidur maupun di jam-jam lain, akan memberikan banyak manfaat. Selain anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis dan kreatif, kelekatan antara anak orang tua pun akan jauh lebih terasa. Kita bisa menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan melalui buku. Biasanya anak akan jauh lebih mengerti dan tersimpan dalam alam bawah sadarnya, ketika kita menyampaikan sesuatu melalui buku yang dibaca.

  • Jadikan buku sebagai hadiah
Senang banget ketika tahu dapat hadiah paket buku



Menjadikan buku sebagai hadiah bisa menjadi salah satu cara agar anak mencintai buku. Ia akan lebih sering ‘berkomunikasi’ dengan buku daripada dengan benda lain. Selain itu, memberi hadiah buku akan jauh lebih mendidik daripada memberikan barang lain. 

  • Ajak anak ke toko buku atau pameran buku

Usianya belum genap 2 tahun, tapi sudah bisa memilih buku sendiri yang dia mau



Wisata edukasi. Kalau kita boleh mengatakan bahasa kerennya, mengunjungi toko buku atau pameran buku itu bisa disebut wisata edukasi. Ketika anak sering diajak ke tempat-tempat yang berhubungan dengan buku, maka lama-kelamaan ia akan mulai suka dan bahkan mencintai buku.

Itulah 5 poin penting yang saya sudah rasakan dan lakukan. Ya, dulu orang tua saya menerapkan kelima poin tersebut kepada anak-anaknya, dan sekarang saya terapkan kepada kedua buah hati saya. Lalu, apakah dengan kelima poin itu, budaya literasi akan menjadi lebih baik?

Bisa ya, bisa juga tidak. Kenapa? Kita jangan lupakan peran masyarakat. Ada andil masyarakat untuk membudayakan literasi kepada anak cucu kita. Pekerjaan Rumah kita untuk menciptakan generasi yang sadar literasi masih panjang. Peran serta masyarakat juga tidak bisa diabaikan.


Peran Masyarakat

Selain keluarga, tentu saja masyarakat pun memiliki peran yang sangat penting untuk membudayakan literasi ini. Karena bagaimana pun juga, sebagai makhluk sosial, kita tidak mungkin hanya berdiam diri di rumah saja dan bertemu dengan anggota keluarga inti.

Karena itu, masyarakat pun memiliki andil yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran literasi. Lalu, apa saja yang seharusnya dilakukan agar generasi yang ada sekarang tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mencintai literasi?

Ada 5 poin yang harus diperhatikan untuk membudayakan literasi. Kelima poin tersebut ialah:
  • Hapus stigma “Orang Indonesia Malas Baca”



You are what you think. You are what you say. Yap, kita harus akui itu. Ketika kita masih saja menyebut kalau orang Indonesia itu malas baca, maka yang tertanam dalam alam bawah sadar kita kata-kata tersebut. Cobalah untuk mengganti dengan kata-kata yang lebih memotivasi, apalagi kepada Generasi Alpha (anak-anak kita).

  • Memperbanyak perpustakaan yang layak dan kekinian
Di depan Perpustakaan Kab. Jember, yang boleh dibilang masih belum layak dan kekinian


Di bagian dalam perpustakaan, koleksi buku kebanyakan sudah sangat lama dan tidak terawat



Perpustakaan bagaikan istana bagi para pecinta literasi. Penyuka buku dan penikmat aksara akan merasa nyaman berlama-lama di perpustakaan. Karena alasan itulah, keberadaan perpustakaan yang nyaman, layak dan kekinian seharusnya menjadi hal yang harus diperhatikan. Tapi, kita patut bersenang hati karena perpustkaan masuk dalam program dan kegiatan Priorotas Nasional perihal “Penguatan Literasi untuk Masyarakat” dengan indicator “Meningkatnya kualitas Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

  • Memperbanyak bahan-bahan bacaan yang berkualitas
Koleksi Pribadi


Koleksi Pribadi



Membudayakan literasi tentu saja tidak bisa terlepas dari buku. Semakin banyak buku yang berkualitas, maka akan sangat membantu untuk meningkatkan budaya literasi di negeri ini.

  • Memperbanyak komunitas literasi
Kegiatan di TBM Tanoker Ledokombo, Jember



Komunitas literasi sangat membantu untuk menyebarkan ‘virus’  kepada banyak orang. Orang akan merasa lebih tergerak dan bersemangat ketika dia berada dalam sebuah komunitas.

  • Mengadakan acara-acara yang berhubungan dengan literasi
Sharing bersama komunitas pecinta sastra di Bandung


Acara-acara yang berhubungan dengan literasi menjadi sarana edukasi dan motivasi. Akan ada banyak ilmu yang didapat ketika menghadiri. Acara-acara literasi bisa dijadikan ajang berbagi ilmu dari para penggiat literasi untuk lebih mencintai aksara.


Intinya, membudayakan literasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meningkatkan minat baca tidaklah segampang mengucapkannya. Semuanya harus dipupuk sejak dini, sehingga akan menjadi sebuah kebiasaan. 

"Possible thing is usual. Usual thing is forced or love."


Generasi Alpha merupakan generasi yang cerdas. Sekarang tugas kitalah yang bisa menggiring mereka untuk menjadi generasi yang cinta literasi. Satu hal yang saya rasakan ketika memperkenalkan literasi kepada dua buah hati saya, dengan literasi anak-anak akan lebih cerdas menarasikan apa yang sedang dirasakan oleh hati.

#SahabatKeluarga
#LiterasiKeluarga

Minggu, 15 September 2019

Ketampar Sambalnya Sego Tempong Mbok Wah

22.27 39 Comments




Banyuwangi. Siapa yang tak kenal dengan kota yang satu ini. Kota yang terus menggeliat dan menunjukkan keindahan dan kemajuan.

Taman Sri Tanjung


Karena penasaran dengan kota yang memiliki julukan “The Sun Rise of Java” ini, sekaligus memenuhi request hadiah miladnya anak pertama yang ingin sekali naik kereta api, suami pun mengajak saya beserta anak-anak untuk ngetrip tipis-tipis. Senang pake banget dong pas dengar ajakan itu. Karena ini rencana dadakan, jadi untuk destinasi wisata pun, kami rencanakan nanti saja sambil jalan.

Perjalanan dari Jember – Banyuwangi kami lakukan menggunakan kereta api. Murah meriah, guys, cuman 8 ribu per orang. Berangkat pukul 05.15 sampai di Banyuwangi pukul 7.40. Hmmm… Pas banget waktu sarapan hehehe…

Sarapan di "Warung Ningrum"


Karena perut sudah nggak bisa diajak kompromi, akhirnya atas rekomendasi supir taksi online, kami pun makan pagi di “Warung Ningrum”. Lokasinya pas di depan Taman Sri Tanjung. Untuk menu andalannya ada soto ayam dan soto babat. Tapi, ada juga menu rawon dan nasi goreng. Kalau urusan rasa, pokoknya rekom banget, bikin lidah bergoyang dan porsinya lebih dari cukup. Harga? Normal banget, hanya kisaran 15 – 20 ribu untuk makanan dan 3 ribu untuk minuman.

Setelah perut terisi, kami pun cus ke Pantai Boom Marina. Secara bawa anak kecil tuh pasti yang dicari air. Duo krucil senang banget ketika nyemplung ke air. Mereka nggak menghiraukan teriknya matahari.

Duo Hafidz lagi asyik main air :)


Oya, untuk masuk ke Pantai Boom Marina ini, kita dikenakan biaya masuk 5 ribu rupiah saja. Kalau kita pingin leyeh-leyeh sambil menikmati angin pantai, tinggal nyewa payung plus kursi pantai hanya 20 ribu. Untuk fasilitas lain, nggak ada biaya apapun. Harga makanan dan minuman pun masih normal di sini.


Sego Tempong Mbok Wah

Bagian depan warung Mbok Wah


Taraaa…
Katanya belum ke Banyuwangi kalau belum makan Sego Tempong. Saking penasaran sama makanan khas satu ini, Pak suami sampai nanya ke supir taksi online dimana tempat Sego Tempong yang paling enak.

Ada 2 yang direkomendasikan, Sego Tempong Mbok Wah dan Sego Tempong Mbok Nah. Tapi, setelah mendengar dari penjelasan dua pengemudi taksi online, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Sego Tempong Mbok Wah.

Sego Tempong Mbok Wah. Katanya ini yang paling terkenal dan banyak pengunjungnya. Satu lagi alasannya, banyak pilihan lauknya. Wah jadi bikin penasaran.

Sebagai aktivitis kuliner dan penggiat makanan khas nusantara, kami pun tergoda untuk mencoba Sego Tempong Mbok Wah. Daaannn… Awalnya kami kira lokasinya di depan jalan besar. Ternyata kami masuk ke pemukiman, belok kanan, belok kiri, baru deh nyampe hehehe…

Belajar sabar untuk menanti :)


Ngantri… Ya, itulah yang pertama kami rasakan. Mulai dari antri buat sampe ke depan warungnya, sampe antri untuk pesan makanannya. Sampai kami bisa ber-selife ria dulu, maklum saat itu jam makan siang juga.

Daripada bete, mending selfie...


Ngantrinya lumayan, guys. Tapi, nggak sampai berjam-jam juga kaleee… Ya, ukuran 10-30 menitan lebih deh hehehe… Oya, di Warung Mbok Wah ini, kita langsung memesan makanan, lalu langsung bayar. Makanan kita ambil sendiri ya ke tempat duduk, kecuali untuk minuman diantar oleh pelayan.

Hmmm... Jadi bingung buat nentuin pilihan lauknya :)



Wowww…. Cocolan pertama sambalnya, langsung terasa ditampar, guys. Mandi keringat pokoknya. Tapi, anehnya nggak mau berhenti nih tangan masukin nasi ke mulut. Sebagai pecinta pedas, rasanya inilah level tertinggi yang pernah saya coba.

Penampakan Sego Tempong dengan lauk ikan laut


Adeeeehh… Pokoknya nikmat banget makan di sini. Rasa pedas yang nampol abis, cita rasa masakan yang enak banget dan komplit. Ya, korbohidratnya ada, sayurannya ada, lauknya juga ada, dan tentunya sambalnya nggak ketinggalan. Oya, bagi yang nggak suka pedas, bisa kok minta sedikit atau mungkin tanpa sambal. Tapi itu sih namanya bukan makan nasi tempong.

Sesuai dengan namanya, tempong itu berasal dari Bahasa Osing yang berarti tampar. Dinamakan tempong karena rasa pedas dari Nasi Tempong memberikan sensasi seperti ditampar. Jadi intinya Nasi Tempong itu pasti pedas rasanya.

Oya, penasaran sama harganya? Hmmm… Untuk ukuran nasi lalapan, Sego Tempong Mbok Wah itu memang sedikit agak lebih mahal, tapi masih wajar kok harganya. Waktu itu kami pesan 4 porsi dengan lauk ikan laut dan ikan lele, ditambah kerupuk 3 bungkus dan minuman es teh, hanya 85 ribu.



Yang pasti, nge-branding "nasi lalapan" yang dikemas dengan kata kuliner khas dan pedasnya yang nendang + ikon "Mbok Wah", berhasil membuat puluhan mobil parkir setiap harinya dan tentunya, harganya pun tak semurah nasi lalapan biasa, guys!

Itulah kekuatan sebuah brand, itulah powerfull-nya sebuah merek. Saat brand tadi sudah melekat di benak konsumen, jangan heran deh jika kita dibuat kewalahan oleh customer kita.

Ok, guys, itu sedikit review dari ngetrip tipis-tipis kami ya… Traveling itu yang penting bukan kemananya, tapi dengan siapanya. Mau jarak dekat atau jauh nggak masalah, karena yang terpenting momen kebersamaan yang tak kan terlupakan bersama orang-orang tersayang. Setuju, guys?

Jumat, 13 September 2019

Peran Website Dalam Bisnis Online

20.58 38 Comments



Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

Bisnis online akhir-akhir ini semakin marak. Perkembangannya dari tahun ke tahun terus meningkat. Menurut data BPS, Industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terkahir meningkat hingga 17 persen dengan jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit.

Bisnis online di Indonesia dimulai sejak tahun 1994 ketika layanan internet pertama kali hadir di Indonesia. Mungkin dulu awalnya, tidak terbayangkan bisnis online ini bisa terus bertahan bahkan meningkat. Hal ini tidak terlepas dari peran IndoNet sebagai Internet Service Provider (ISP) komersial pertama saat itu.

Untuk lebih jelasnya berikut linimasa bisnis online di Indonesia seperti yang dikutip dari www.money.id:
1994 : Internet Service Provider (ISP) komersial pertama di Indonesia, Indosat, berdiri
1999 : Andrew Darwis mendirikan portal Kaskus, yang kemudian disusul munculnya Bhineka.com
2001 : Draft Undang-Undang e-commerce disusun pemerintah
2005 : Portal jual beli dan iklan baris Tokobagus hadir
2007 : Layanan uang elektronik Doku diluncurkan
2010 : Nadiem Makariem mendirikan layanan transportasi ojek online, Go-jek
2011 : Situs pesan tiket online Tiket.com diluncurkan
2012 : Traveloka dan idea didirikan, Harbolnas diadakan dan diikuti 150 perusahaan.
2014 : Tokopedia mendapat kucuran dana sebesar US$ 100 juta
2015 : Tokobagus dilebur dengan Berniaga menjadi OLX Indoneisa
2016 : Pemerintah mengeluarkan roadmap e-commerce
2018 : e-commerce mulai terintegrasi dengan media sosial, pembayaran mulai dilakukan secara digital (menggunakan e-wallet)
2019 : Banyak perusahaan rintisan yang bergerak di bidang digital payment/financial technologi (fintech), semakin banyak platform e-commerce menawarkan cashback ke e-wallet mitra

Jadi sangat jelas ada perubahan yang positif dari tahun ke tahun. Era revolusi industry 4.0 ini memang sangat memberikan ruang bagi para pelaku e-commerce. Bahkan diprediksi pada tahun 2020, proyeksi nilai pasar e-commerce Indonesia tumbuh sekitar delapan kali lipat.





Peran Website Dalam Bisnis Online

Bisnis online tentu saja tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Keberadaan media sosial sangat membantu untu memperkenalkan dan memasarkan produk kita. Tapi, saat ini ada yang jauh lebih penting, yaitu website. Ya, ada banyak manfaat memiliki website dalam menjalankan bisnis online, diantaranya:
  • Memperluas jangkauan pemasaran

Dengan adanya website, kita bisa memperkenalkan produk kita ke banyak orang dari berbagai daerah. Bahkan kita bisa menjangkau calon pembeli yang sebenarnya kalau dilakukan promosi secara konvensional akan sulit.

  • Tidak terikat waktu (Bisa diakses 24 jam)

Kita bisa melayani calon pembeli kapanpun tanpa mengenal waktu, sehingga kepuasaan mereka bisa terpenuhi. Dengan adanya system dari website, pelanggan bisa langsung mendapatk informasi tentang produk yang kita tawarkan.

  • Meningkatkan Brand Awereness

Inilah manfaat jangka panjang website bagi bisnis online. Semakin sering website kita muncul di internet, maka akan semakin banyak pula orang yang tahu akan website sekaligus bisnis kita. Itu artinya kepercayaan orang akan produk kita pun akan semakin bertambah.

  • Biaya Lebih terjangkau

Berbicara tentang website, saat ini memiliki website bukanlah hal yang rumit dan mahal. Biaya pembuatan website sangat terjangkau, siapapun bisa memiliki website.



Qwords, Reliable Fast Web Hosting With Reasonable Price




Di tengah perkembangan bisnis online yang semakin pesat, keberadaan website memang sangat penting. Tapi, tidak sedikit yang masih bingung memilih cloud web hosting yang terpercaya. Di Indonesia memang sekarang marak cloud web hosting, tapi tentu belum banyak yang memberikan pelayanan terbaik.

Qwords, Cloud Web Hosting di Indonesia yang memberikan pelayanan terbaik dan harganya murah dengan diskon nama domain. Qwords juga telah dipercaya oleh lebih dari 45.000 pelanggan aktif. Qwords juga telah menjadi anggota dari beberapa organisasi terkemuka, diantaranya:
  • idEA (Asosiasi E-Commerce Indonesia)
  • ADITIF (Asosiasi Digital Kreatif)
  • TDA Community
  • ACHI (Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia)
  • Indoglobit


Kenapa Harus Qwords?

Kalau ada yang masih ragu dan bertanya mengapa harus Qwords? Hmmm… Ada banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan dengan memiliki website di Web Hosting Qwords, diantaranya:
  • Layanan 24/7

Tim Technical Support dan Customer Service Qwords siap membantukita selama 24 jam, 7  hari. Kita bisa menghubungi melalui Live chat, Call Centre, dan Support Ticket.

  • Panduan manual lengkap

Qwords dilengkapi dengan halaman knowledge base yang berisi tutorial dan tips seputar pengelolaan website. Dapat diakses dengan mudah dan solutif.

  • Jaminan keamanan

Keamanan menjadi focus utama Qwords. Tindakan pemantauan dan pencegahan yang berstandar dan berkelanjutan telah menjadi perhatian utama bagi Qwords.

  • Akses cepat dari seluruh dunia

Website yang dihosting di Qwords lebih stabil dan cepat diakses dari seluruh dunia karena network yang baik dengan kecepatan 10Gbps serta dukungan Ultrafast SSD.

  • Uptime 99.99%

Uptime Network dan server di atas 99.99% dengan konfigurasi server yang tepat. Didukung manajemen jaringan dan multiple upstream tier 1 provider network serta multi peering.

  • Garansi 30 hari

Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Qwords memberikan garansi uang kembali yang berlaku hingga 30 hari setelah hosting aktif.





Qwords Solusi Bisnis Online




Selain manfaat yang telah dibahas di atas, Qwords memang harus diakui merupakan solusi bagi bisnis online kita. Ada banyak nilai plus yang kita bisa dapatkan ketika memutuskan untk memiliki website di Qwords. Kita tinggal menentukan mana yang cocok untuk bisnis kita. Nilai plus yang ditawarkan Qwords tersebut diantaranya:
  • Web Hosting

Hosting dengan resource yang sesuai dengan keperluan. Baik yang baru memulai bisnis online, hingga bisnis kecil dan menengah.

  • Cloud VPS

Didesain khusus untuk yang memiliki website dengan traffic tinggi, web developer, serta IT research yang memerlukan akses penuh ke dalam server.

  • Mudah dalam Membuat Website

Membuat website dengan mudah dan cepat dengan website builder tanpa harus memiliki skill khusus.

  • Registrasi Domain

Domain sangat penting sebagai identitas dari bisnis yang kita jalani. Dengan mendaftarkan nama domain, maka dipastikan nama domain kita aman.

  • Layanan Email

Memiliki nama email bisnis dengan menggunakan nama bisnis kita untuk profesionalitas dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

  • SSL Sertifikat

Data pelanggan pada website kita dijamin aman. Selain itu, website kita akan disukai oleh search engine.

  • Wordpress Hosting

Hosting bagi yang menggunakan  CMS Wordpress. Dilengkapi dengan CloudPOP untuk kinerja Wordpress yang optimal dan menggunakan teknologi SSD berkecepatan tinggi.

  • Dedicated Server

Diperuntukkan bagi professional yang ingin mengelola sendiri. Kita dapat meremote/mengaksesnya dari seluruh dunia. Tersedia control panel yang akan membantu kita


Qwords memang benar-benar solusi cerdas untuk bisnis online kita. Dengan kelebihan yang ditawarkan, rasanya kita tidak akan kecewa untuk memiliki website di Web Hosting Qwords.

Bisnis online tanpa website itu seperti kopi tanpa gula. Orang akan tahu tapi tidak tertarik untuk mencicipinya. Tapi, ketika bisnis online itu ada webistenya, maka seperti kita minum kopi yang diberi gula. Ya, bisnis akan lebih manis, setiap orang akan tertarik untuk mencicipinya, dan akan sangat mungkin menjadi penyuka dan berusaha untuk mempromosikannya kepada orang lain.

Intinya, pilihan yang tepat untuk beli domain, ya di Qwords. Karena Qwords merupakan hosting Indonesia yang paling mengerti apa yang pelaku bisnis online inginkan. Ssstt... Saya juga beli domain di Qwords, lho. Pokoknya nggak nyesel deh... :)

Oya, bagi teman-teman yang mau ikutan lomba blog Qwords, nih saya kasih infonya ya...