Selasa, 14 Agustus 2018

Menjadi Orang Tua Zaman Now

19.07 0 Comments



“Aduh, anak zaman sekarang tuh beda banget dengan anak zaman dulu ya.”
“Anak zaman sekarang tuh ya mainannya HP, laptop. Pokoknya gadget aja terus.”
“Anak sekarang tuh lebih percaya sama google daripada sama orang tua atau guru.”

Pernah nggak sih kita mendengar curhatan atau mungkin boleh dikatakan ocehan seperti di atas? Atau jangan-jangan kita sendiri yang sering mengucapkannya?

Hmmm… Kalau saya boleh berpendapat sih, rasanya kasihan sekali kalau anak zaman sekarang tuh selalu saja dibandingkan dengan anak zaman dulu. Menurut saya sih nggak apple to apple. Please dong, kita itu hidup di tahun sekarang, di zaman ini, bukan zaman nenek moyang.

Terkadang kita tidak sadar sudah melukai perasaan anak-anak kita dengan mengatakan kalau anak zaman sekarang itu susah diatur. Kita juga seringkali membandingkan kalau dulu saat kita masih anak-anak, jauh lebih nurut sama orang tua dan guru. Tidak jarang kita katakan kalau zaman kita, orang tua dan guru itu bagaikan raja yang tidak boleh ditentang.

Kalau saya biasanya tanya balik ke diri sendiri, mau nggak sih kita dibandingkan dengan orang lain. Nih, contohnya saja suami atau istri membandingkan kita dengan pasangan orang lain atau dengan saudaranya. Enak nggak? Mau nggak kita digitukan?

Pastinya dan yakin seratus persen, nggak mau. Nah, begitu juga anak-anak. Mereka juga manusia, punya rasa, punya hati (ini bukan mau ngajak nyanyi lho hehe…). Okelah mungkin untuk sebagian anak-anak akan memilih diam ketika membandingkannya dengan orang lain. Tapi, mereka akan tetap merekam apa yang telah kita lakukan.

Lantas, apa yang seharusnya kita lakukan? Apa kita bisa lari dari perkembangan zaman? Apa kita mau tetap bertahan dengan parenting zaman old dalam mendidik putra-putri kita? Apa kita hanya akan memberikan tanggungjawab penuh kepada pihak sekolah dan guru karena merasa sudah membayar mahal?

Mari kita berhenti sejenak dari segala rutinitas obsesi karir dan keegoaan kita. Cobalah berpikir dan mendengarkan apa kata hati kecil kita masing-masing. Ingatlah kembali ketika pertama kali kita berdoa meminta keturunan. Renungkan, siapa sebenarnya yang lebih berhak untuk bertanggung jawab membersamai anak-anak? Siapa kelak yang akan ditanya ketika Yang Maha Memiliki mengambil kembali makhluk titipan-Nya dari kita?

Yap. Ayah dan Ibu. Kitalah yang punya peran paling besar dalam membentuk dan mendidik anak-anak. Bukankah seorang ibu itu madrasah pertama bagi anak-anaknya dan ayah juga memiliki tugas sebagai kepala sekolahnya?


Ibu Sebagai Madrasah Pertama





Menjadi ibu zaman sekarang itu memang butuh banyak belajar. Perubahan dan perkembangan zaman membuat pola pikir anak pun sangat jauh berbeda dengan zaman kita dulu. Anak-anak sekarang jauh lebih kritis dengan apa yang mereka lihat. Disinilah ibu punya tugas yang luar biasa untuk membersamai anak-anak zaman now yang semakin cerdas.

Sejatinya memang seorang ibu adalah madrasah pertama. Sebuah ungkapan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi, memang amanah dan tugas mulia itu sudah diemban bahkan ketika anak belum terlahir ke dunia ini.

Ya, menjadi seorang ibu itu tidak dimulai ketika anak lahir ke dunia. Sejatinya persiapan menjadi seorang ibu itu dimulai jauh saat masih sendiri (single). Kejauhan? Kelamaan?

Tidak sama sekali. Memang untuk membentuk generasi yang luar biasa, maka ibunya pun harus jauh luar biasa. Seorang ibu yang cerdas. Tidak hanya cerdas pikir, tapi juga cerdas hati dan perilaku.

Seorang ibu yang cerdas hati, pikir dan perilaku akan mampu mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang cerdas pula. Ibu yang bisa menjadi guru sekaligus sahabat bagi anak-anak. Ibu yang mampu menjadi motivator, fasilitator, dan juga supporter bagi anak-anaknya.

Anak-anak yang terlahir dari ibu yang cerdas akan jauh lebih bahagia. Mereka akan menemukan apa yang mereka inginkan di rumah. Mereka akan menemukan sosok ibu yang bisa mengantarkan mereka menjadi pribadi yang sukses.

Kita tidak bisa menutup mata dari fenomena yang terjadi sekarang. Banyak anak yang kehilangan sosok ibu. Secara fisik mungkin ibunya masih ada, tapi secara emosional mereka tidak merasakan keberadaan ibu sepenuhnya.

Mau diakui atau tidak, ada beberapa ibu yang hanya punya sisa waktu untuk anak-anaknya. Kesibukan, baik itu wanita karier maupun yang hanya berada di rumah, menjadikan anak-anak hanya mendapat waktu sisa untuk ditemani. Ya, pernahkah kita bertanya kepada anak-anak kita, apa sebenarnya yang mereka inginkan?

Kita tidak sedang membandingkan antara ibu rumah tangga dan juga ibu bekerja. Karena pastilah ada alasan kuat seseorang mengambil keputusan untuk memilih salah satu darinya. Namun, yang perlu digarisbawahi di sini, tugas utama seorang ibu adalah sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang anak akan belajar banyak hal untuk pertama kalinya kepada ibu. Nah, pertanyaannya, apakah kita sebagai seorang ibu sudah bisa menjadi madrasah ternyaman bagi anak-anak?



Jangan Lupakan Vitamin A(yah)




Ibu memang madrasah pertama bagi anak-anaknya. Terus mungkin ada yang bertanya, kalau peran seorang ayah apa? Apa ayah itu hanya bertugas mencari nafkah saja? Artinya seorang ayah hanya perlu memiliki kemampuan untuk mencari rezeki saja?

Kalau kita masih berpikiran seorang ayah itu hanya memiliki peran untuk menjemput rezeki, maka ada pemahaman yang salah selama ini. Ada konsep keluarga yang keliru ketika ada pembagian seoarang ayah hanya fokus bekerja, dan anak-anak sepenuhnya tanggung jawab seorang ibu. Padahal, harus disadari dan dipahami seorang ayah, mendidik anak itu harus ada sentuhan seorang ayah juga.  

Jika seorang ibu itu madrasah pertama bagi anak-anak, maka ayahlah yang berperan sebagai kepala sekolahnya. Sejatinya seorang kepala sekolah memiliki wewenang dan tugas untuk membuat pola serta visi dan misi sebuah madrasah atau sekolah. Ketika seorang kepala sekolah mampu menyajikan pola yang menarik, maka sebuah madrasah pun akan tempat yang nyaman untuk mendapatkan ilmu.

Ketika seorang kepala bisa mendesain madrasah agar selalu terlihat nyaman, maka anak-anak akan merasa betah berlama-lama di madrasah tersebut. Artinya apa? Seorang ayah memiliki tugas untuk selalu menjaga psikologis istrinya. Karena seorang ibu yang psikologisnya terjaga, ia akan jauh lebih bahagia. Kembali lagi, ibu yang bahagia akan membersamai anak-anaknya dengan senang, maka anak-anak pun akan merasa bahagia pula.

Tapi, sebaliknya, ketika seorang ibu merasa tertekan. Ia tidak mendapatkan perhatian penuh dari pasangannya. Maka, kita sudah sering mendengar banyak kasus yang akhirnya anak menjadi korban kekerasan seorang ibu. Anak menjadi pelampiasan dari ketidakpuasannya akan sikap suami.

Itu mungkin kasus yang sangat ekstrim. Kasus yang mungkin sering kita temui bahkan kita sendiri rasakan, sikap kita yang sering keluar dari pola pengasuhan. Kita tak jarang membentak, memarahi dan bahkan memukul anak. Padahal sebenarnya kita marah dan kesal kepada pasangan bukan anak. Tapi, karena kita tidak bisa melampiaskannya langsung, maka anaklah yang menjadi korban.

Kehadiran ayah yang benar-benar hadir memang sangat memberikan efek yang luar biasa. Seperti yang telah dikatakan di awal, peran ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi. Ada peran yang luar lebih penting, membersamai dan menemani tumbuh kembang anak-anak.

Ya, keberadaan ayah di samping anak tidak kalah penting dalam tumbuh kembang mereka. Kehadiran ayah ditengah-tengah keluarga yang benar-benar hadir jauh lebih penting daripada materi yang diberikan. Pengaruh dari kedekatakan ayah dan anak begitu luar biasa. Tidak hanya secara emosional, namun ada pengaruh positif bagi kecerdasan intelektualnya juga.

Pernahkah kita mendengar kalau Negara Indonesia itu termasuk kedalam fatherless country? Bahkan berada di urutan ketiga. Ya, kita tinggal di negeri tanpa ayah.

Sebuah kondisi yang seharusnya menjadi perenungan bagi kita semua. Jangan pernah menganggap enteng keadaan ini. Kita bahan patut berpikir, kondisi negeri yang semakin carut marut ini pastilah ada kaitan erat dengan pola pendidikan, khususnya di dalam keluarga.

Jika kita melihat fenomena yang ada, terutama di kota-kota besar, secara status anak-anak itu memiliki ayah. Bahkan memiliki keluarga inti yang lengkap. Tapi, apa yang terjadi? Mereka haus akan kasih sayang seorang ayah.

Ayah mereka sudah tidak memiliki waktu untu bermain dengan anak-anaknya, bahkan hanya sekadar untuk bercengkerama saja tidak ada. Para ayah beranggapan mereka sudah menjadi ayah yang baik ketika semua kebutuhan materi anaknya terpenuhi. Padahal mereka lupa anak-anak pun membutuhkan waktu sejenak bersama ayahnya.

Miris memang ketika kondisi seperti ini sudah dianggap biasa dan lumrah. Atas nama perkembangan zaman, kita merasa ini bukan sebah kesalahan. Komunikasi antara anak dan orang tua merasa sudah sangat cukup ketika bisa menyapa lewat media sosial.

Padahal ketika kita ada di dekat anak, bermain, bercerita dan bahkan memeluk serta mencium dengan penuh kasih sayang, aka nada efek positif yang bisa kita dapatkan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Office on Child Abuse and Neglect, anak yang dekat dengan sosok ayah dan sering menghabiskan waktu bersama dengan durasi cukup cenderung memiliki tingkat kecerdasan IQ di atas rata-rata.

Tidak hanya itu, menurut penelitian dari Father Involvement Research Alliance, anak yang dekat dengan ayahnya sejak dini akan memiliki tingkat emosi yang stabil. Sehingga ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri tinggi, mudah bersosialisasi, dan terbuka pada lingkungan sosial di sekitarnya.


Menjadi Orang Tua Zaman Now



Menjadi orang tua bukanlah sebuah warisan. Jangan pernah berpikiran kalau mendidik anak itu sama dari dulu sampai sekarang. Manusia itu berkembang sesuai dengan perubahan zaman.

Karena alasan inilah mengapa menjadi orang tua itu butuh belajar. Meskipun tidak ada sekolahnya untuk menjadi ayah dan ibu, tapi setidaknya ada banyak cara untuk menjadi orang tua zaman now. Perkembangan zaman sekaligus juga perkembangan teknologi sejatinya bisa menjadi jalan agar kita bisa memahami dan selaras dengan anak-anak.

Satu hal yang perlu digarisbawahi di sini, anak-anak zaman sekarang itu sangat jauh berbeda dengan zaman kita. Mereka tumbuh di zaman serba digital. Karena itulah kita pun harus mau mengikuti dan melebur dengan pola pikir mereka. Parenting yang diterapkan pun harus benar-benar sesuai dengan cara berpikir mereka.

Mendidik anak di zaman digital itu memanglah tidak mudah. Tapi, bukan artinya juga sulit, karena pasti selalu ada pola atau cara yang sesuai. Kembali lagi, mendidik anak bukanlah tugas guru atau sekolah semata. Ada peran yang jauh lebih penting dari ayah dan ibu. Pertanyaannya, bagaimana agar kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam mendidik anak-anak zaman now?

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar dapat menjadi orang tua zaman now yang cerdas, diantaranya:
- Tanamkan pendidikan agama sejak dini.

-  Hadirkan fisik dan juga pikiran serta hati ketika membersamai anak.

- Mengenal dan memahami dunia digital agar nyambung ketika berkomunikasi dengan anak.

- Memberi teladan bukan suruhan.

- Jangan pernah membandingkan anak.

- Posisikan sebagai sahabat yang bisa diajak curhat.

- Aturan yang ditentukan harus dari hasil kesepakatan bersama antara orang tua dan anak.

- Adanya reward dan juga punishment dari aturan yang telah dibuat, tidak hanya untuk anak tapi juga untuk orang tuanya.

Itulah beberapa poin yang harus kita perhatikan. Terasa sederhana tapi memang ketika diterapkan tentunya tidak bisa dianggap enteng. Pastilah akan ada banyak tantangan. Namun, disitulah seni dalam dunia parenting, apalagi di zaman now. Dan, ketika kita mampu untuk menerapkannya, lihatlah apa yang terjadi dengan anak-anak kita di kemudian hari.

Intinya, keluarga haruslah menjadi pondasi yang kuat bagi anak-anak. Ibu harus tetap menjadi madrasah ternyaman bagi anak-anak, dan ayah bisa menjadi kepala sekolah yang hebat. Jadi, keluarga bukan sekadar status semata. Keluarga adalah muara cinta yang tak pernah ada jeda mengalirkan rasa dan asa.

#sahabatkeluarga

Rabu, 01 Agustus 2018

NASTBEE HONEY LEMON, Jadikan Tubuh dan Pikiranmu Tetap ON!

19.43 0 Comments


Stress? Gaya hidup yang tidak sehat? Polusi?
Hmm… Rasanya menjadi manusia zaman now itu sangat familiar dengan kegalauan di atas. Sepertinya kita tidak bisa lari dari kondisi lingkungan yang semakin tidak bersahabat. Di dalam ruangan kita bersentuhan terus dengan dinginnya AC yang membuat kulit kita kering. Kalau kita berada di luar ruangan, kita juga tidak bisa terhindar dari debu, asap kendaraan dan juga polusi udara lainnya. Tidak hanya itu, pikiran penat tertekan dengan situasi kantor, pekerjaan yang tak kunjung selesai, masalah pribadi yang terus menyapa. Seakan-akan semuanya menjadi satu di dalam pikiran yang akhirnya membuat penyakit satu per satu singgah di tubuh kita.

Tapi, apakah kita bisa menghindar? Tentu saja tidak. Terus, solusi apa agar kita masih bisa menikmati hidup? Bagaimana agar kita bisa tetap sehat dan bugar di tengah kondisi lingkungan yang jauh dari kata sehat?

Gaya hidup sehat. Yap, sudah saatnya kita perbaiki gaya hidup kita. Perhatikan apa yang kita konsumsi, maka kita akan jauh lebih sehat. Karena sudah bukan lagi rahasia kalau apa yang kita makan dan minum bisa menentukan kondisi tubuh kita.

Perlu kita akui dan sadari kita lebih memilih makanan dan minuman yang asal-asalan. Asal enak di perut, asal murah, asal lagi nge-trend. Padahal itulah yang membuat penyakit semakin mudah singgah di tubuh kita.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Mungkin sudah seringkali kita mendengar pernyataan di atas. Tapi, memang mau nggak mau itulah yang harus kita lakukan. Kita akan merasa kalau sehat itu mahal dan penting ketika kita jatuh sakit. Namun, ketika kita masih sehat, tak jarang kita lupa untuk menjaga tubuh.

Terus, apa dong yang harus kita lakukan?
Sebenarnya semua orang sudah paham, apa saja yang harus dilakukan. Yap, ada 3 poin yang seharusnya kita perhatikan agar tubuh tetap sehat, diantaranya:

  •  Menjaga pikiran
Pikiran kita harus tetap positif agar energi yang tersalurkan juga positif.
  •   Menjaga hati
Ketika hati kita bersih jauh dari sifat-sifat yang jelek, maka kita akan jauh lebih tenang. Dan, tentu saja ketenangan akan membuat tubuh pun jauh lebih sehat.
  •   Menjaga tubuh
Mau tidak mau, tubuh juga punya hak. Hak tubuh itu ialah cukup makan, cukup minum dan cukup gerak. Artinya antara yang dikonsumsi dan yang dikeluarkan harus seimbang. Jangan sampai kita makan dan minum banyak, tapi kita mager (malas gerak) abis.


Nah, kalau poin pertama dan kedua sudah kita jalani, kita jangan lupakan poin ketiga. Ada banyak cara untuk hidup sehat. Selain kita harus rutin berolahraga, pola makan dan minum sangat harus kita perhatikan. Apa yang masuk ke dalam lambung akan menentukan kesehatan kita. Terus, apa yang harus kita konsumsi agar tetap sehat?

Back to nature. Sebenarnya tidak sulit untuk hidup lebih sehat. Semua yang bisa membuat kita sehat itu ada di dekat kita, bahkan murah meriah. Sebut saja buah lemon dan madu. Keduanya sering kita temui di sekitar kita. Kalaupun kita mencari di pasaran, akan sangat mudah untuk mendapatkannya.

Tapi, terkadang kita abai dengan manfaaat kedua ‘harta karun’ bagi tubuh ini. Kita bahkan lebih percaya dengan obat-obatan mahal dan perawatan dengan harga selangit untuk mendapat tubuh yang sehat. Ketika kita merasa kurang enak badan, kita langsung memutuskan untuk mengkonsumsi obat-obatan kimia.

MANFAAT LEMON

Lemon, buah berasa asam  yang memiliki nama ilmiah citrus limon ini memang memiliki banyak manfaat. Dikutip dari www.alodokter.com, buah lemon memiliki kandungan sebagai berikut:

Kandungan jus lemon per satu gelas (Lemon dicampur satu gelas air):
Jumlah
Jenis
61
Kalori
6 gram
Gula
112 miligram
Vitamin C
3 gram
Protein
303 miligram
Kalium
0,1 miligram
Vitamin B6
31,7 microgram
Folat
0,1 miligram
Thiamin
0,1 miligram
Copper
1 gram
Serat
14,5 miligram
Magnesium
0,4 miligram
Vitamin E
0 gram
Lemak

Jika dilihat dari kandungan yang terdapat dalam buah lemon, kita bisa mengambil banyak manfaat dari mengkonsumsi buah yang satu ini. Manfaat yang bisa kita dapatkan dari buah lemon diantaranya:

  1.   Meningkatkan daya tahan tubuh 
  2.   Sumber antioksidan
  3.   Mengangkat sel kulit mati
  4.   Membantu penyerapan zat besi
  5.   Mengobati infeksi tenggorokan
  6.   Membantu diet
  7.   Mengontrol tekanan darah tinggi

MANFAAT MADU

Madu, cairan kental berasa manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nectar bunga. Rasa manisnya yang menyerupai gula ini disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan gluktosa. Dan, kandungan lengkap yang terdapat dalam madu ialah:
Fruktosa                 38,2 %
Glukosa                  31,3 %
Maltosa                  7,1 %
Sukrosa                  1,3 %
Air                         17,2 %
Abu (Analisis Kimia) 0,2 %
Lain-lain                 3,2 %

Nah, kita juga pastilah sudah sangat familiar dengan manfaat madu. Cairan manis yang satu ini memang tidak bisa diragukan lagi khasiatnya dalam dunia medis. Ini dia diantaranya manfaat madu yang bisa kita peroleh dikutip dari www.okaydoc.com :

  1. Menjaga kesehatan system pencernaan
  2. Mengatasi sakit tenggorokan
  3. Mencegah munculnya penyakit asam lambung
  4. Mengatasi infeksi
  5. Mengatasi alergi
  6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  7. Merawat kulit berjerawat
  8. Menurunkan tekanan darah
  9. Rhinitis alergi dan bekas gigitan serangga
  10. Baik untuk kesehatan jantung
  11. Meningkatkan stamina dan energi


NASTBEE Honey Lemon


This is the solution for healthy life. Yap, saat ini ada minuman yang bisa dinikmati langsung dengan khasiat yang luar biasa. Minuman dengan rasa buah lemon dan juga madu ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya bisa menjadi penangkal dan pembersih tubuh kita dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh.

NASTBEE HoneyLemon dibuat dari perpaduan buah lemon dan madu ini memiliki rasa yang segar. Kita benar-benar merasakan kesegaran rasa lemon dan madu seperti kita buat sendiri. Manisnya pas banget, jadi nggak perlu takut untuk gemuk juga.

Dengan mengkonsumsi NASTBEE Honey Lemon, bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin C kita setiap hari. Tubuh akan jauh lebih sehat. Tidak hanya itu, kulit pun kan terasa lebih sehat dan juga terlihat lebih segar.


NASTBEE Honey Lemon, minuman madu lemon yang kaya manfaat ini bisa kita dapatkan di supermarket dan minimarket terdekat lho. Harganya? Hmm… Pokoknya sangat bersahabat dengan kantong kita deh. So, nggak perlu pikir-pikir lagi, saatnya kita nikmati kesegaran dan manfaatnya setiap hari. Karena dengan mengkonsumsi NASTBEE Honey Lemon, tubuh dan pikiranmu akan tetap ON. Hidup #AsikTanpaToxic akan kamu rasakan tanpa titik dech! NASTBEE Honey Lemon, bersihkan hari aktifmu!

Tulisan ini diikutsertakan dalam NASTBEE HONEY LEMON Blog Competition



Rabu, 25 Juli 2018

Soto Ayu Pasar Tanjung, Rasanya Tak Sesederhana Tempatnya

19.04 0 Comments



Katanya belum ke Jember kalau belum nyoba Soto Ayu Pasar Tanjung. Itu katanya… kata suami waktu pertama kali mengajak saya ke Jember 5 bulan setelah menikah. Saat itu, jujur saja, saya sama sekali nggak percaya. Lihat tempatnya saja, nggak pernah terbayang kalau sotonya enak.

Tapi, saat itu, saya nggak kesampaian makan soto yang katanya enak dan legendaris. Waktu itu entah karena sudah habis atau memang lagi nggak jualan juga. Padahal suami sudah mempromosikan keenakan rasanya itu sejak perjalanan dari Bandung. Alhasil saya pun dibuat penasaran plus kepikiran karena lagi hamil muda. Hubungannya apa? Nggak ada juga sih sebenarnya hehe...


Ternyata rasa penasaran itu baru bisa terobati setelah saya dan suami pindah ke Jember 2 tahun yang lalu. Dari awal menyapa bumi pendhalungan ini, suami memang rajin memperkenalkan makanan khas Jember. Ya, suami memang jauh lebih mengenal Jember, karena sempat tinggal di Jember sebelum merantau ke Jakarta. Kalau saya pribadi sih hanya tahu Jember dari media saja. 

Termasuk soal makanan. Jujur saja saya kurang sebegitu mengenal makanan khas Jember. Tapi ungtunglah, kalau soal makanan sama sekali tidak ada masalah dengan lidah Sunda saya. Meskipun ada satu yang kurang bersahabat awalnya, kalau pesan makanan pasti otomatis dikasih minumnya teh manis. “Ini bukan di Bandung, Neng”. Biasanya itulah bercandaan suami kalau saya selalu memesan teh tawar atau air putih saja. Tapi, itu dulu, kalau sekarang saya sudah sangat bersahabat dengan teh manis J.

Soto Ayu Pasar Tanjung. Dari namanya pastilah bisa menebak kalau lokasi jualannya di pasar. Yap, memang Soto Ayu di jual di sebuah pelataran toko di samping kantor pelayanan Dinas Pasar Tanjung. Tepatnya dekat tangga di depan toko sepeda. 

Jangan cari Soto Ayu Pasar Tanjung ini di pagi atau siang hari. Karena kita hanya akan menemukan deretan sepeda atau barang jualan lainnya. Pengalaman pribadi nih, datang jam 5 sore, ternyata masih belum siap tuh tempatnya. Soto Ayu Pasar Tanjung ini memang baru buka setelah maghrib. 

Sumber: www.triawan.wordpress.com


Pertama kali melihat penampakan Soto Ayu itu, saya pikir nasi dan sotonya dipisah. Ternyata nasinya langsung disatukan dengan soto ayamnya. Porsinya lumayan banyak juga lho. Pokoknya perut bisa kenyang banget. Kalau saya sih biasanya makan berdua sama si kecil. 

Soal rasanya gimana? Hmmm… bikin lidah dan perut nggak sabar buat disinggahi deh. Saya kira rasanya biasa saja. Eh, ternyata, setelah saya coba, rasanya benar-benar enak pake banget pokoknya. Bumbunya unik, gurih dan juga dagingnya empuk banget. Saya sampai lupa ngambil foto sotonya hehe...

Tempat Soto Ayu Pasar Tanjung itu tempatnya sih memang kurang sebegitu nyaman. Ya, namanya juga di pasar tradisional. Saya sendiri harus minta bantuan suami untuk mengusir kucing yang lalu lalang. Tapi, jangan aneh kalau pengunjungnya bikin kita bingung nyari tempat duduk lho. Kadang kita harus satu meja dengan orang yang nggak dikenal hehe...

Nunggu pesanan sambil dengerin lagu dari musisi jalanan yang suaranya keren abis


Meskipun tempatnya di pasar, tapi rasa sotonya itu juara banget. Harganya pun nggak bikin dompet menipis kok. Soto ayamnya benar-benar tasty dan unik. Serbuk koyanya gurih, ayamnya juga nggak hambar, kuahnya bikin lidah bergoyang. Apalagi kalau ditambah sate usus dan rampelo ati, wah pokoknya endesss surendes deh…

Soto Ayu ini benar-benar khas Jember lho. Bagi teman-teman yang memang agak pemilih dengan tempat makan tapi penasaran dengan enaknya Soto Ayu, bisa kok makan di tempat yang lain. Soto Ayu Pasar Tanjung ini memang memiliki beberapa cabang juga. Kita tinggal memilih tempat mana yang menurut kita paling nyaman. Kalau rasa soto ayamnya tidak ada yang berbeda di cabang manapun.

Soto Ayu Pasar Tanjung memang salah satu destinasi wisata kuliner Jember. Kekhasan rasanya tidak bisa kita temui di tempat lain. Pokoknya kalau teman-teman mampir ke Jember, jangan sampai dilewatkan untuk mencicipi enaknya Soto Ayu Pasar Tanjung. Tapi, tentu saja sekarang banyak sekali lho destinasi wisata yang bikin Jember makin rame.



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2



Selasa, 24 Juli 2018

Taman Botani Sukorambi, Tempat Rekreasi Edukasi yang Asyik Bagi Buah Hati

21.18 0 Comments


Alam mengajarkan banyak hal. Ada keseimbangan, kesederhanaan  dan juga kepatuhan pada Ilahi. Itulah yang membuat saya selalu berusaha memperkenalkan alam kepada si kecil. Meskipun selalu ada banyak hal baru yang menjadi bahan pertanyaannya. Tapi, itulah proses belajar yang sesungguhnya. Ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil dengan mengajak si kecil bermain di alam, yaitu:
  •   Belajar tentang makhluk hidup dan penciptaannya

 Alam bisa menjadi sarana bagi kita untuk memperkenalkan siapa yang menciptakan alam semesta ini. Kita juga bisa memasukkan pesan moral dari proses penciptaan dan keberadaan makhluk hidup.

  •          Belajar lebih kritis

Dengan menyapa alam, anak akan menemukan banyak hal baru. Tanpa kita paksa, naluri atau fitrahnya anak akan bertanya untuk memuaskan rasa keingintahuannya. Inilah timing yang tepat untuk meng-upload pengetahuan-pengetahuan baru ke dalam otak mereka.

  •           Berani mencoba

Setiap anak itu memiliki rasa keingintahuan yang besar akan sesuatu. Dengan mengajaknya ke alam terbuka, ia akan bisa explore tentang hal-hal baru yang tidak terbatas ruang.

  •          Belajar bersosialisasi

Menghabiskan waktu di luar rumah otomatis akan bertemu dengan banyak orang. Anak-anak akan terbiasa bagaimana ia harus bersikap ketika bertemu banyak orang. Belajar menyapa, bersikap ramah, saling menghargai dan menghormati orang lain, itulah diantara nilai-nilai yang bisa diajarkan kepada anak-anak.

  •          Badan menjadi jauh lebih sehat karena banyak bergerak

Anak yang sehat itu anak yang banyak bergerak. Dengan banyak bergerak, ototnya menjadi kuat, asupan oksigen lebih banyak, lemak tidak bertumpuk dalam tubuh dan masih banyak manfaat lain dengan mengajak si kecil banyak bergerak.

  •          Meningkatkan kecerdasan

Anak yang cerdas bukan saja yang memiliki nilai IQ yang tinggi, tapi EQ dan SQ. Nah, dengan memperkenalkan anak-anak dengan alam, maka kecerdasan emosi dan spiritualnya akan jauh lebih baik.

Dengan manfaat yang luar biasa tersebut, saya selalu mencari referensi dimana destinasi wisata yang ramah anak di kota ini. Tentu saja tidak mudah mencari tempat wisata yang aman, nyaman dan edukatif bagi buah hati. Apalagi bagi saya yang baru 2 tahun lebih menjejaki kota Jember ini. 

Taman Botani Sukorambi


Yap… Ternyata di kota tembakau ini ada sebuah destinasi wisata yang keren. Pertama kali masuk, suka banget dengan desain pintu masuknya. Selain itu, hawa dingin dan jauh dari kebisingan kota pun membuat tempat ini begitu nyaman. Aura ketenangan pun langsung menyapa ketika kaki mulai berpijak di pintu masuk.

Taman Botani Sukorambi, salah satu destinasi wisata keren di kota Jember yang memiliki konsep rekreasi sambil belajar. Kita hanya butuh waktu 10 menit dari pusat kota Jember untuk bisa sampai ke tempat ini. Destinasi wisata ini tepatnya berada di Jalan Mujahir, Sukorambi, Jember.

Tempat wisata yang apik ini buah pemikiran dari Bapak H. Abd. Kahar Muzakar. Beliau memiliki keinginan agar Jember memiliki sarana rekreasi alternatif bernuansa alam. Ya, di tempat ini kita memang disuguhi dengan berbagai hal yang bisa kita explore di alam bebas.

Harga tiket masuk ke tempat wisata ini pun tidak terlalu mahal. Kita hanya perlu membayar 20 ribu rupiah di weekend, dan 12 ribu rupiah di weekday. Yap, murah banget kan? Tapi, kita bisa menikmati dan belajar banyak hal.

Kalau saya, pertama kali masuk langsung tertarik sama tanaman hidroponiknya. Terus, asyiknya lagi, kita bisa memanen sendiri lho sayuran yang kita inginkan. Masalah harga? Tenang… Bersahabat banget pokoknya.




Oya, kita juga bisa sekalian dapat ilmu baru karena langsung dikasih penjelasan oleh petugas yang ada di sana. Petugasnya pun sangat ramah dan sabar menjelaskan dengan detail. Kita bisa nanya-nanya prosesnya dari A sampai Z. Kita bisa sekalian menanamkan kecintaan pada tanaman kepada si kecil. Nggak rugi deh masuk ke kebun hidroponik ini. Lokasinya pun tidak jauh dari pintu masuk dan dekat dengan parkir sepeda motor.



Setelah mendapatkan ilmu tentang tanaman hidroponik, saya pun bergegas untuk menikmati sarana lainnya yang ada di Taman Botani Sukorambi. Tidak jauh dari kebun hidroponik, kita bisa melihat kelinci yang sedang berlarian. Di dekatnya, ada kuda yang katanya sih bisa ditunggangi. Tapi, karena saya membawa bayi, jadi nggak mungkin juga nyobain. Akhirnya, saya putuskan untuk langsung menuju ke lokasi bawah.



Pengennya sih jalan kaki, tapi kembali lagi membayangkan kerempongan plus gempor juga kalau jalan ke lokasi bawah sambil gendong bayi 6 kg dan megang kakaknya yang luar biasa aktif. Terus nggak tega juga lihat Pak Suami bawa barang banyak, udah kayak porter aja hehe… Untunglah ada Golf Cart, jadi sangat membantu juga. Meskipun kita harus mengeluarkan 10 ribu rupiah per orang, tapi ketimbang riweuh juga, mending menggunakan fasilitas yang ada.

Setelah turun ke lokasi bawah, tujuan langsung ke kolam renang. Ya, maklum, anak saya tuh nggak bisa lihat kolam renang, pengennya langsung turun aja. Dan, enaknya di Taman Botani Sukorambi ini memiliki kolam lebih dari satu. Oya, airnya juga segar banget karena menggunakan sumber air, tanpa kaporit. Jadi, sekalian terapi juga buat saya setelah melahirkan. Rasanya segala penat hilang setelah bermain air. Pokoknya kalau ke Taman Botani, jangan sampai nggak nyebur ke kolamnya. Sensasi dingin dan segarnya itu nggak ada duanya deh. 





Si Kembar Ayah dan Anak lagi asyik main air :)


Sebenarnya bukan hal yang mudah buat ngebujuk kakaknya untuk berhenti berenang. Tapi, melihat bibirnya yang udah gemetaran karena kedinginan, akhirnya mau juga dia diajak mandi. Kamar mandi dan kamar gantinya juga bersih dan banyak lho. Malahan ada kamar mandi VIP dan kamar mandi disable juga lho.

Selain kolam renangnya yang enak, menikmati pemandangan sawah, melihat pembenihan dan pembesaran ikan koi, juga menjadi kepuasan tersendiri. Oya, ada juga wahana permainan air, outbond, flying fox dan rumah pohon. Wah, lengkap banget deh buat ngajak si kecil sekaligus juga orang tuanya bersenang-senang.


Nemenin ibu mertua terapi ikan sambil ngejagain kakak  ngasih makan ikan :)

Wahana Outbond

 
Serunya bermain flying fox

Akhirnya kesampain juga Pak Suami naik rumah pohon :) 


Selain kolam renang untuk anak-anak, ada kolam renang untuk remaja dan juga dewasa. Oya satu hal yang perlu noted banget nih, Taman Botani Sukorambi juga menyediakan kolam renang khusus muslimah juga lho. Destinasi wisata ini punya Muslimah Private Area. Wah, asyik banget kan?

Muslimah Private Area


Taman Botani Sukorambi memang didesain sedemikian rupa agar pengunjung merasa nyaman. Aneka gazebo disiapkan agar kita bersantai sejenak setelah berkeliling dan bermain. Bahkan ada live music juga.

Live Music... Suara penyanyinya bagus, lagu enak-enak lagi...

Ups, hampir lupa… Taman Botani Sukorambi juga menyediakan fasilitas Pondok Rapat Gaharu. Nah, kalau kita pengen menikmati bermalam dengan udara dingin nan segar, kita bisa menyewa Villa Botani. Selain itu ada juga area barbeque outdoor juga.

Gimana? Penasaran kan dengan destinasi wisata yang keren ini. Pokoknya nggak bakalan rugi deh kalau kita berkunjung di sini. Malah, dijamin bakalan pengen balik lagi ke tempat ini. 

Kalau ditanya, apa sih yang paling keren di Taman Botani Sukorambi? Hmm... saya akan bingung jika disuruh pilih salah satu saja. Karena menurut saya semua sisi dari wahana di destinasi wisata ini keren-keren lho. Semuanya bisa dijadikan sarana rekreasi sekaligus edukasi bagi anak-anak dan kita juga orang tuanya. Kalau saya boleh bilang sih Taman Botani Sukorambi ini one stop fun learning centre for kids. 

Beneran lho, saya sendiri merasakannya hehe… Bahkan anak saya sampai susah diajak pulang. Malahan saya sempat mengkhayal nih (maklum saya kan pecinta tulisan fiksi J ), andai saja Taman Botani Sukorambi membuka sekolah alam untuk anak-anak dengan kurikulum yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman, katakanlah mencetak hafizh dah hafizhah. Saya dan suami pasti akan sangat tertarik. (It’s just my idea J ). Apalagi 3 olahraga yang disunahkan Rasulllah sudah tersedia di sini. Ya, kita bisa memperkenalkan berenang, berkuda dan memanah sejak dini kepada anak-anak. Tapi itu kan sekadar khayalan saya saja hehe...

Ok, deh, intinya saya cuman pengen share aja kalau di Jember itu ada destinasi wisata keren. Destinasi yang bikin Jember makin rame pokoknya. Nah, buat teman-teman yang memang tertarik untuk berkunjung ke Taman Botani Sukorambi, kepoin dulu aja websitenya di www.tamanbotanisukorambi.com. Atau bisa juga di medsosnya:
-          Facebook : taman.botani.sukorambi
-          Insagram : taman.botani.sukorambi

Teman-teman bisa lihat deh foto berbagai aktivitas pengunjung yang bikin ngiler. Kita bisa merasakan sensasi rekreasi yang berbeda. Dan, tempat wisata ini sangat recommended untuk para orang tua buat ngajak anak-anak. Karena, kalau menurut saya, Taman Botani Sukorambi itu tempat rekreasi edukasi yang asyik bagi buah hati.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2