Kamis, 13 Desember 2018

5 Keinginan yang Belum Tercapai

19.41 0 Comments



Nggak terasa ya tahun 2018 tinggal beberapa hari lagi akan meninggalkan kita. Ada banyak cerita yang selalu akan dikenang di tahun ini. Ada banyak impian yang tercapai, tapi ada juga yang belum bisa terwujud.

Saya bersyukur ada banyak pencapain yang saya dapatkan dan alami di tahun 2018 ini. Namun, saya juga harus terus berusaha karena ada beberapa impian yang belum bisa saya capai. Apa aja ya? Ini dia 5 keinginan saya yang belum tercapai:
1.        Menghafal Al Quran
Ini adalah salah satu keinginan terbesar saya. Menghafal ayat-ayat Allah dan memahaminya agar saya bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Saya akui kalau saya ini mudah sekali tertekan. Saya termasuk orang yang kurang bisa mengontrol emosi, baperan dan mudah tersinggung. Tapi, satu hal yang saya yakini, dengan cara sering berkomunikasi dengan Al Quran, saya merasa jauh lebih tenang. Di tahun ini saya sudah berusaha untuk menghafal, tapi tidak sesuai target. Semoga saja di tahun depan, target hafalan saya bisa tercapai. Aamiin…

2.        Menerbitkan buku cerita anak
Sebagai orang yang suka dengan dunia literasi, tentu saja punya keinginan untuk menghasilkan karya. Dan, salah satu impian saya ingin sekali menerbitkan buku cerita anak. Di tahun ini saya sudah mencoba menulis novel anak dan mengirimkannya ke penerbit, tapi belum berjodoh. Namun, saya akan terus berusaha untuk mewujudkan impian yang tertunda ini.

3.        Membiasakan olahraga
Ini tuh niat dari zaman habis lahiran anak pertama. Pas lihat perubahan gerak angka timbangan ke sebelah kanan terus, saya langsung berniat untuk rajin berolahraga. Berhasil? Konsistenkah? Hmmm… Sejujurnya, tidak. Take an exercise starts tomorrow. Tapi, setelah punya anak dua, baru terasa nih badan kok kayak nggak selincah dulu, kancil kali lincah hehehe... Nah, karena alasana itulah, saya tuliskan niat baik lillahita’ala ini di tahun 2018. Namun, kembali lagi, hanya bertahan beberapa hari saja. Sepertinya niatnya harus dikuatkan lagi di tahun 2019. Doakan saja hehehe…

4.        Tinggal di Bandung
Sebenarnya ini keinginan terpendam sih. Bukan artinya saya tidak bersyukur dan tidak menikmati tinggal di kota yang sekarang saya tinggali. Tapi, sepertinya tarikan magnet kota kembang begitu kuat. Auranya membuat hati ingin segera bisa menyapa kembali bumi parahyangan di saat pagi dan senja. Tidak hanya karena rasa kangen akan orang tua yang begitu besar, tapi atmosfer recharge ilmu dan keimanan yang saya rindukan.

5.        Memiliki rumah
Sebenarnya keinginan ini sudah sempat akan terwujud di tahun ini, tapi Allah berkehendak lain. Ada hal yang membuat keinginan itu belum terwujud. Namun, bagi saya dan suami, ini semua bukan menjadi sebuah masalah besar, toh usia pernikahan kami pun baru 4 tahun. Perjalanan kami masih panjang, kalau masalah belum punya rumah, ya dijalani aja. Karena bagi saya nikmat sehat dan keluarga samara jauh lebih berharga.

Itulah 5 keinginan yang belum tercapai. Sepertinya saya butuh doa dan usaha yang ekstrim agar bisa terwujud. Kalau hanya sekadar rencana tanpa action apalagi lupa berdoa, ya jangan harap semua impian itu akan bisa diraih. Yap, bismillah… Semoga di tahun depan, saya bisa lebih baik dan dimudahkan dalam mewujudkan setiap impian. Aamiin…

Rabu, 12 Desember 2018

Kalau Boleh Saya Menyesal

22.02 0 Comments



Menyesal. Satu kata yang sebenarnya saya paling tidak suka. Bagi saya sih, let bygones be bygones. Nggak perlu riweuh juga harus kembali masa lalu. Seburuk apapun masa lalu, bukan untuk disesalkan tapi dijadikan bahan pembelajaran saja. So wise banget ya hahaha…

Tapi, serius nih, saya bilang, apa yang saya tulis itu memang nggak semudah melakukannya juga. Semuanya butuh proses. Saya juga pernah mengalami masa-masa dimana saya menyesali apa yang sudah saya perbuat. Namun, kejadian demi kejadian membuat saya mulai belajar sedikti demi sedikit untuk lebih berdamai dengan diri sendiri, sampai sekarang.

Ya, sampai detik ini pun saya masih terus belajar ikhlas. Ikhlas dengan apa yang sudah terjadi. Ehmm… Tapi, kalau ada yang memaksa bertanya, apa sih sebenarnya yang saya pernah sesalkan sebelum saya berdamai dengan diri sendiri?

Ehmm… kalau boleh saya membahas, saya dulu sempat menyesal karena saya tidak memanfaatkan kesempatan untuk mengambil kuliah dengan jalur tanpa tes. Saat itu, saya terlalu tidak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri.

Ya, dulu, saya itu sangat takut mencoba, menilai bahwa saya tidak memiliki kemampuan seperti teman-teman yang lain. Padahal banyak orang menyadarkan kalau saya mampu. Mulai dari orang tua, guru, kakak-kakak, termasuk teman-teman semua mengatakan kalau saya bisa. Tapi, kembali lagi, saya terlalu takut untuk mengakui kalau saya bisa.

Karena tertalu penakut dan pemalu, akhirnya saya kehilangan kesempatan emas untuk kuliah di kampus idaman saya. Saya baru tersadar ketika tahu banyak teman-teman dengan kemampuan di bawah saya. Saat itu, saya hanya bisa menangisi apa yang terjadi.

Sejak kejadian itu, saya seperti tertampar. Saya mulai berani untuk mengangkat wajah. Saya mulai berbenah diri. Saya belajar untuk memahami apa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dan, yang terpenting saya terus belajar untuk berdamai dengan diri sendiri.

Ya, kegagalan melanjutkan kuliah di universitas impian, membuat saya terbangun dari tidur panjang. Kejadian itu memang sangat mengena di hati saya, apalagi ketika melihat dan mendengar teman-teman yang kuliah di sana. Ah, rasanya pengen nyungsepin kepala di bawah bantal dan nangis di kamar seharian

Tapi, itu awalnya saja, karena hidup itu berproses juga, kan? Saat ini, malah saya bersyukur dengan alur cerita hidup saya. Ada banyak kisah menyenangkan dan tak terlupakan yang saya alami. Kegagalan yang dulu pernah saya rasakan hanyalah satu kalimat dari ratusan halaman kisah hidup. So, I don’t like to say ‘if’. Karena ketika sesuatu itu sudah terjadi, akan ada hikmah yang pasti bisa kita ambil. Life is a process to understand life itself.


Selasa, 11 Desember 2018

Part Time Blogger, I Choose

22.32 0 Comments



Sebenarnya saya mengikuti 30 days blog challenge ini tujuannya ingin melakukan trial and error pada diri sendiri. Saya ingin mengetes apa saya bisa konsisten menulis selama 30 hari. Karena niat untuk one day one post ini sudah ada sejak saya memutuskan untuk hijrah domain. Tapi, entah kenapa saya belum pernah bisa memegang komitmen untuk istiqomah menulis setiap hari.

Nah, pas ada tantangan dari Blogger Perempuan Network, bagi saya ini sebuah kesempatan untuk menerpa diri. Alaaah…bahasanya menerpa hehehe… Tapi, jujur saja, awalnya sempat sanksi bisa melakukan semua ini.

Ya, karena memang untuk konsisten menulis saat ini tidak mudah. Sssst… Jangan bilang saya cari alasan lho hehehe… Serius deh, sekarang itu butuh usaha ekstra untuk bisa menulis setiap hari.

Nah, karena alasan itulah, kadang saya berpikir, apa saya bisa jadi full time blogger dengan ritme menulis yang tidak sama seperti masih sendiri? Hmm… Sepertinya saya masih harus bersabar untuk menjadi part time blogger dengan adanya amanah terindah yang masih harus dibersamai.

Ya, saya pikir ketika saya memutuskan untuk menjadi full time blogger, berarti saya harus siap dengan konsekuensi semuanya. Seorang full time blogger tentu saja akan menerima job dan juga punya deadline yang diberikan. Selain itu, saya juga harus terus meng-upgrade diri dengan sering berumpul dengan teman-teman blogger. Tidak hanya itu, pastinya undangan pun akan datang dari sana-sani untu saya liput dan dibuat tulisan. Dan, itu semua amanah yang harus ditunaikan dengan tuntas.

Nah, untuk saat ini, sepertinya saya tidak bisa dengan ritme seperti itu. Sekarang ini, saya lebih menikmati menjadi part time blogger. Ngeblog lebih untuk menjaga kewarasan saja. Kalau ada lomba, dan saya merasa punya waktu untuk mengerjakannya, saya ikut. Tapi, kalau pas kedua anak saya meminta untuk diteman, saya ikhlaskan tidak mengikutinya.

Gathering? Ngumpul bareng teman-teman blogger? Hadeuh… Jangan harap saya bisa datang dengan pikiran tenang. Saya pernah mencoba datang ke sebuah kopdar, eh yang ada nggak konsentrasi pake banget deh.

Jadi, untuk saat ini menjadi blogger part time sangat saya nikmati. Tidak menutup kemungkinan saya akan berubah menjadi full time blogger ketika saya merasa sudah siap untuk menjalaninya. But, now, I choose to become a happy part time blogger.

Senin, 10 Desember 2018

5 Pekerjaan Rumah Tangga yang Membosankan Tapi Bermanfaat

22.06 0 Comments



Berbicara tentang pekerjaan rumah tangga, sebenarnya saya sudah sangat familiar sejak zaman masih sendiri, bahkan saat masih kecil. Meskipun saya sering dapat privilege, tapi saya tetap harus belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga saat masih kecil.

Kalau dulu waktu kecil, saya selalu kebagian untuk menyapu dan mengepel. Awalnya sih ada perasaan bosan, kesal dan malas untuk melakukan pekerjaan bersih-bersih. Tapi, lama kelamaan saya menikamti malah senang kalau disuruh beres-beres. Meskipun selalu kena complain sama kakak-kakak, terutama kakak yang keempat. Alasannya apa?

Lucu sebenarnya, saya tuh emang perfeksionis, jadi kalau lagi nyapu dan ngepel, nggak boleh ada orang yang lalu-lalang. Sebelum lantai kering dan pekerjaan beres, tidak boleh ada orang yang menginjak lantai. Kebayang kan bikin jengkel orang-orang di rumah? Hahaha… But, that’s me.

Tapi, memang nggak hanya urusan bersih-bersih rumah saja sih. Kedua orang tua saya sudah menanamkan kemandirian kepada kelima anak-anaknya. Untuk urusan cuci baju, terutama seragam, kami harus melakukannya sendiri.

Beruntung sekali bisa diajari untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri. Ya, manfaatnya terasa ketika sudah menikah. Saat ini, saya tidak merasakan kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan harus mengurus dua anak yang masih berusia 3 tahun dan 6 bulan. Alhamdulilah, semuanya bisa teratasi dengan baik.

Nah, kalau ditanya, apa sih pekerjaan rumah yang paling disukai? Hmmm… Sebenarnya kalau menurut saya, saat ini nggak harus bertanya yang paling disukai atau tidak, karena mau tidak mau, saya harus melakukan semua itu. Pertanyaannya, apa sih manfaat dengan mengerjakan pekerjaan rumah tersebut?

Yap, pekerjaan rumah yang awalnya terasa berat untuk dilakukan, ternyata bisa bikin kita langsing tanpa harus bersusah payah diet. Itulah salah satu alasan, mengapa saya suka dengan 5 pekerjaan rumah ini. Apa aja sih kelima pekerjaan yang bikin kalori terbakar tanpa harus keluar uang? Ini dia 5 pekerjaan rumah yang saya sukai karena memberikan manfaat:
1.        Menyapu (136 kalori/30 menit)
2.        Cuci Piring (160 kalori/30 menit)
3.        Pel lantai (400 kalori/60 menit)
4.        Mencuci (280 kalori)
5.        Menyetrika (140 kalori/60 menit)

Gimana? Masih mau mager alias malas gerak? Hmmm… Kalau saya sih lebih baik memaksakan diri. Rumah bersih, badan juga nggak terus melebar ke samping hehehe… Ya, secara emak-emak kadang kan sulit juga buat nyari waktu olahraga. Mau senam dikit aja, krucil udah siap-siap mendemo. So, I try to enjoy doing the houseworks, and I get many advantages. Don’t you believe it? Try it, moms!


Minggu, 09 Desember 2018

5 Aktivitas Di Akhir Pekan yang Bikin Tetap Waras

22.22 0 Comments



Daikui atau tidak berada di rumah selama 24 jam dari setiap hari itu bukanlah hal yang mudah. Bukan artinya saya tidak bersyukur menjalani amanah sebagai istri dan ibu dari dua anak. Tapi, merubah habit dari sebelum menikah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Ya, sebelum menikah, saya tuh mobile banget. Hampir tidak ada waktu di rumah untuk berleha-leha. Aktivitas yang padat merayap dari mulai shubuh sampai malam hari. Jangan tanya saya bisa bangun tidur siang hari di akhir pekan. Bagi saya, semua hari haruslah terisi dengan kegiatan yang positif. Everyday is weekday.

Am I workaholic? Maybe. Tapi, saya lebih senang mengatakan kalau ini semua passion. Semua aktvitas yang saya lakukan itu sesuai dengan keinginan hati. Jadi, tidak ada rasa lelah atau bahkan mengeluh dengan kesibukan yang ada.

Nah, tapi kebiasaan yang dijalani selama bertahun-tahun itu harus berubah 180 derajat setelah menikah. Saya yang dulunya sering berada di luar rumah, sekarang menjadi orang rumahan, banget. Saya yang dulunya menghabiskan waktu bertemu dengan banyak orang, sekarang setiap hari diberi amanah untuk membersamai dua anak sholeh.

Kembali lagi, ini semua tidak mudah. Perubahan kebiasaan tersebut, terkadang membuat saya bad mood. Perasaan jenuh karena berada di rumah terus, sewaktu-waktu menyapa. Tapi, saya bersyukur punya suami yang pengertian banget. Pak Suami selalu punya cara membuat saya terbebas dari perasaan bosan. Ada 5 aktivitas yang biasa kami lakukan di akhir pekan. Pengen tahu apa aja? Ini dia kelima aktivitas yang bisa bikin saya tetap waras:
1.        Pergi ke pasar bareng suami dan anak-anak
Ini tuh wajib bin kudu kalau weekend ke pasar. Selain mencari varian lauk yang berbeda, saya dan suami juga punya misi yang sama. Misi yang harus dieksekusi setiap weekend. Apa itu? Beli cilok yang harus antri dan siap kehabisan kalau datang lewat dari jam 7 pagi. Kita mah gitu orangnya, mendedikasikan sebagai aktivis kuliner itu harus mau bela-belain antri demi makanan yang jadi viral. Ya, viral, meski hanya viral se-kelurahan di Jember hehehe…

2.        Berkeliling komplek naik sepeda motor
“Neng mah nggak usah diajak ke mall, cukup diajak keliling-keliling aja, udah senang.”
Itu yang selau terlontar dari mulut saya kalau ditanya suami pengen diajak kemana. Tapi, that’s me. Saya sudah udah senang banget kalau daiajak keliling melihat suasana baru di luaran sana.

3.        Mengunjungi tempat atau daerah baru
Ini sih hobi kita berdua banget. Keluar rumah tanpa punya rencana sebelumnya. Tiba-tiba udah ada di daerah atau tempat baru. Tidak perlu harus ada persiapan apapun. Untungnya kedua anak saya bukam tipe anak yang riweuh. Mereka mah enjoy aja diajak kemana-mana.

4.        Mengajak anak bermain di tempat permainan atau alam terbuka
Saya dan suami berpikir, tidak hanya kami yang butuh refreshing. Kedua anak kami pun pastilah butuh suasana baru. Dengan mengajaknya ke arena permainan, selain mereka bisa bermain, mereka juga bisa bertemu dengan banyak orang.

5.        Ngobrol, ngemil sambil nonton TV plus uyel-uyelan di tempat tidur
Quality time. Yap, kalau kami sedang tidak kemana-mana karena kondisi yang tidak memungkinkan, menghabiskan waktu bersama-sama di rumah pun bisa menyenangkan.

Itulah 5 aktivitas yang sering kami lakukan di akhir pekan. Bukan sesuatu yang mewah, tapi bisa membuat kami senang. Semua itu kami lakukan sebagi salah satu cara kami agar tetap waras. Selain itu, aktivitas yang terlihat sederhana, namun bisa merawat rasa cinta di keluarga kecil kami.



Sabtu, 08 Desember 2018

10 Lagu Bikin Semangat Balik Lagi

22.16 0 Comments



“Behind every favourite song, there is an untold story.”
Pernah mendengar quote di atas? Teman-teman bisa search deh siapa sih yang pertama mengucapkan ungkapan ini. Terus, apa iya dibalik setiap lagu favorit, ada sebuah kisah yang tak terucap?

Hmmm… Kalau menurut saya sih bisa jadi iya. Saya pribadi pun sangat pemilih untuk menentukan lagu mana yang boleh muncul di playlist. Saya nggak mau asal lagu saja. Atau yang lebih parahnya dengerin lagu karena memang lagi viral banget. Aduh, ngggak deh.

Ada banyak alasan saya memilih lagu itu pantas atau tidak untuk didengarkan. Salah satunya ialah lirik. Saya hanya akan mendengarkan lagu kalau liriknya positif. Misalkan saja mengajak kita untuk lebih bersemangat, memaknai cinta dengan baik dan juga berisi tentang mengingat kasih sayang orang tua.

Karena alasan itulah, ada beberapa lagu yang paling sering saya dengarkan sambil nulis. Pengen tahu apa aja sih? Ini dia 10 lagu yang ada di playlist saya:
1.        Hall of Fame – The Script
Pertama dengar lagu ini, langsung suka sama liriknya. Kalau semangat nulis lagu menurun, biasanya saya langsung dengerin nih lagu. Liriknya benar-benar membuat kita tergerak untuk terus menjadi yang terbaik dalam hal apapun yang kita kerjakan dan sukai.

2.        Home – Michael Buble
Ehmm… Bagi saya kalau sudah membahas tentang ‘home’, pastilah bikin baper tingkat dewa. Home is not house. Siapapun orangnya pastilah merindukan rumah. Saya suka dengan liriknya yang dalam banget.

3.        When You Believe – Whitney Houston and Mariah Carey
Wah, siapa sih yang nggak tahu lagu satu ini? Dari judulnya saja sudah bikin kita termotivasi. There can be miracle when you believe. Saya suka kata-kata itu. Ada semacam suntikan semangat ketika mendengar dan mengucapkan kata tersebut.

4.        Janji Suci – Yovie and Nuno
Saya suka lagu ini sejak sebelum menikah. Liriknya dalam banget. Eh, pas ketemu suami yang sekarang, ternyata sama-sama suka. Malahan yang bikin surprise-nya itu, lagu ini menjadi backsound di blog pernikahan kami. Padalah saya tidak pernah bilang kalau saya suka sama lagu ini.

5.        Dirimu Satu – Ungu
Ini sih lagu pernikahan saya dan suami. Yap, saya pertama tahu lagu ini ketika video pernikahan kami selesai. Wah, ternyata lagu ini menjadi backsound dari video pernikahan kami. Dan, ketika dengar liriknya, it’s so deep. Kalau pas ulang tahun pernikahan kami, biasanya suami ngajak dengerin lagu ini bareng-bareng atau pernah dia minta band di salah satu café menyanyikan lagu ini yang dikhususkan buat saya. Ah, melted dan bikin air mata memaksa keluar deh.

6.        Jangan Cintai Aku Apa Adanya – Tulus
Dengan suara emasnya dan juga lirik lagu yang keren, membuat saya suka banget dengan lagu-lagu Tulus. Lagu ini lumayan sangat sering saya putar karena liriknya yang bikin setiap pasangan berpikir kembali apa itu cinta dan pengorbanan.

7.        Sepatu – Tulus
Pertama kali dengar lagu ini langsung suka denga lirik yang ‘ah’ banget. Liriknya mengajak kita memahami apa arti cinta yang sebenarnya. Pokoknga dengerin lagu ini bikin hati dan tangis berebut untuk mengekspresikan rasa.

8.        Bunda – Melly Goeslow
Bagi orang yang sangat dekat dengan sosok Mamah, saya paling suka kalau ada lagu tentang seorang ibu. Apalagi ini yang menyanyikan seorang ahli, ah saya sih tambah suka. Setiap mendengarkan lagu ini, rasanya air mata menyapa pipi karena teringat dan kangen sama Mamah.

9.        Yang Terbaik Bagimu (Ayah) – Ada Band feat Gita Gutawa
Tidak hanya tentang seorang ibu, saya juga suka banget kalau ada lagu yang liriknya tentang ayah. Bagaimana pun juga dua orang itu adalah pahlawan dalam hidup kita. Saya sendiri suka dengan lagu ini karena teringat cara bapa mendidik saya hingga saya bisa seperti sekarang.

10.     Menikahimu – Kahitna
Lirik lagu-lagu Kahitna memang selalu bikin baper bin melted. Lagu ini juga saya suka dari sebelum menikah. Eh, saya bertemu dengan lagu ini di wedding web yang dibuatkan suami. Ternyata kesukaan kami berdua sama.


Itulah 10 lagu yang selalu saya dengakan. Kembali lagi, saya suka karena liriknya nggak bikin telinga sakit. Kalau, teman-teman apa sih lagu favoritnya?

Jumat, 07 Desember 2018

5 Channel Youtube Favorit

20.59 0 Comments


Media sosial, khususnya youtube, saat ini menjadi sahabat sehari-hari. Rasanya kebanyakan orang sudah sangat jarang menikmati TV, mereka akan jauh lebih nyaman melihat youtube. Alasannnya lebih banyak pilihan, lebih up date, dan juga nggak banyak terganggu dengan iklan.

Kalau saya pribadi, dengan adanya youtube itu sangat membantu sekali. Bagi saya, youtube itu solusi dari kondisi saya yang tidak bisa dengan mudah mobile seperti sebelum memiliki anak. Padahal, saya juga membutuhkan ilmu dan pengetahuan sebagai seorang ibu. Dan, dengan adanya youtube, saya bisa tetap meng-upgrade diri dengan mudah.

Nah, pengen tahu ada 5 channel youtube yang paling sering saya kunjungi? Channel yang selalu menebar virus positif. Penasaran? Ini dia 5 channel youtube favorit saya yang sangat inspiratif:


1.        Percikan Iman Online (Ustadz Aam Amiruddin)
Kebiasan mengikuti kajian Ustadz Aam saat masih di Bandung, membuat saya sering merasa kangen untuk mendengarkan tausyiah beliau. Dan, dengan adanya channel ini, saya menjadi sangat terbantu untuk terus update ilmu yang disampaikan.

2.        Syafiq Riza Basalamah Official
Caranya memberikan tausyiah membuat saya nyaman untuk mendengarkannya. Tapi, sayangnya saya belum mendapatkan kesempatan untuk bisa langsung menghadiri kajiannya. Ilmu yang disampaikan berbobot, namun cara penyampaiannya sangat mudah dicerna dan dipahami.

3.        Kubik Leadership (Jamil Azzaini)
Kembali lagi, alasan utama saya sering mengunjungi channel ini, karena rasa rindu untuk mengikuti seminar motivasi. Dengan melihat dan mendengar pemaparan beliau di channel ini, membuat saya seperti sedang mengikuti langsung seminar beliau. Caranya menyampaikan materi benar-benar menggugah kita berubah menjadi lebih semangat menjalani hidup.

4.        Elly Risman Parenting Institute
Sebagai seorang ibu dari dua anak yang berusia 3 tahun dan 6 bulan, tentu saja saya membutuhkan banyak ilmu untuk menemani tumbuh kembang mereka. Saya harus terus belajar agar bisa mengetahui cara terbaik dalam mendidik buah hati. Apalagi menjadi orang tua di zaman digital benar-benar dituntut untuk lebih cerdas dalam membersamai anak-anak. Dengan sering mengunjungi channel ini, saya bisa meng-upgrade diri setiap saat.

5.        Aqwal Media Channel (Yusuf Mansur)
Siapa sih yang nggak kenal ustadz satu ini. Tentu saja semua orang sudah sangat mengenalnya. Saya pribadi sangat menyukai gayanya berceramah. Mendengarkan tausyiahnya membuat mata ini terbuka lebar tentang keberadaan Allah Swt. Karena saya juga tidak mungkin bisa menghadiri setiap kajiannya langsung, jadi dengan melihatnya di channel ini, saya bisa tetap mendapatkan ilmunya.

Itulah 5 channel youtube yang paling sering saya kunjungi. Karena bagi saya, keberadaan media social haruslah membuat perubahan positif bagi diri saya. Dan, dengan sering mengunjungi kelima channel youtube tersebut, saya bisa terus mendapatkan ilmu dan juga pencerahan. Kalau kalian pengen merasakan yang sama, ayo coba deh kunjungi 5 channel youtube favorit saya itu. Nggak percaya? Coba aja lihat channel youtube-nya, ok!