Minggu, 17 Maret 2019

Ibu, Bukan Sekadar Panggilan Terindah

21.17 1 Comments



Ibu, panggilan terindah dari mulut kecil buah hatiku. Pertama kali mendengar anak pertamaku memanggilku Ibu, membuatku merasa menjadi wanita paling bahagia. Ya, meskipun sebelumnya beberapa anak didikku memanggil dengan sebutan itu. Tapi, saat satu kata itu terucap dari malaikat kecilku, ada bahagia yang tak bisa diungkap hanya lewat kata.

Ibu. Mengapa aku lebih suka dipanggil ‘Ibu’? Entah kenapa, saat dua garis merah terlihat jelas, aku memiliki impian kelak jika buah cinta ini terlahir, aku ingin dipanggil ibu. Alasannya kenapa? Tak ada alasannya, hanya saja hati ini memiliki ingin seperti itu.



Tak sekadar panggilan yang menjadi sebab bahagia. Tapi, menjalankan peran seorang ibu pun jauh lebih membahagiakan. Meskipun aku sendiri tidak menafikan masih sering keliru menafsir inginnya. Tidak jarang sulit rasanya menaruh emosi dan menggantikannya dengan kuota sabar yang unlimited.

Life is a process. Bukan sebuah pembelaan diri. Tapi, inilah realita. Selama 3,5 tahun memerankan sosok ibu dalam episode kehidupan ini, aku semakin yakin kalau menjadi ibu memang sebuah proses belajar. Kita boleh saja pernah belajar ilmu parenting dengan para pakar, tapi kita akan tahu ada saat dimana betapa tidak mudahnya menerapkan sederet teori yang kita pelajari tersebut.



Namun, kalau ditanya apa aku bahagia jadi seorang ibu? Sangat. Ya, aku sangat bahagia. Bahagia yang tak terkira. Bahagia yang tak bisa diungkap dengan kata. Bahagia yang tak cukup dilukis diatas kanvas. Bahagia yang hanya dipahami oleh hati dan dirasa oleh perasaan. Bahagia yang tak akan bisa tergantikan dengan apapun.

Meskipun perlu aku akui, terkadang ada tergelitik rasa kangen dengan segala aktifitas menjemput asa. Namun, seringkali pikir ini tersadar, kalau asa tertinggi seorang wanita adalah bisa menjaga amanah luar biasa dari Allah SWT. Status karier tak akan bisa menggantikan senyuman tulus, pelukan hangat dan kecupan sayang si kecil setiap saat.




Memang terkadang ego menelisik memaksa masuk ke dalam pikir. Ia tak suka jika kita tersadar akan kodrat yang seharusnya. Tapi, sejujurnya, aku bersyukur ada sosok yang selalu mengingatkan akan fitrah seorang wanita. Membersamai buah hati dengan penuh sentuhan dan cinta, jauh lebih penting dari apapun juga. Itulah pesan yang selalu diingatkan imamku.



Close my ears! Yap, itu pula yang sering aku lakukan ketika pertanyaan, “Kenapa nggak kerja?”, “Sayang dong ilmunya kalau nggak digunain.” Stop! Don’t judge me by saying that! I know what I do. Orang boleh berkata apa, tapi akulah peran utama dari kisah hidupku.

Bagiku, saat ini, menyandang predikat seorang ibu merupakan amanah sekaligus proses belajar tanpa henti. Kedua buah cinta yang diititpkan Allah adalah guru terhebat untukku. Merekalah guru kehidupan yang mengajarkan aku tentang kesabaran, keteladanan, dan banyak hal mengenai makna kehidupan yang sebenarnya.

Seringkali aku tersadarkan dengan segala sikap dan ucapnya. Pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari mulut kecilnya sering menyadarkanku untuk belajar lebih banyak lagi. Membersamainya itu bukanlah hal yang mudah. Aku harus terus upgrade ilmu dan kedekatan dengan Allah agar bisa menyeimbangkan dengan kesholehan dan kecerdasannya.



Ibu, satu kata, sebuah panggilan, tapi berjuta makna dan pesan yang aku dapat. Bahkan untuk menuliskan ini semua pun, aku masih memiliki ragu dan takut. Ragu karena memang aku tak pantas berbagi tentang ini semua. Takut, apa yang aku tuliskan ini hanyalah sebatas rangkain kata tak bernapas.

Namun, satu hal yang membuat jemariku tergerak, terapi. Ya, aku sadar aku masih belum bisa menjadi ibu yang baik. Tapi, dengan cara menuangkan segala apa yang aku rasa lewat kata, bisa menjadi terapi bagi diri sendiri. Tulisan ini pun bisa menjadi pengingat bagiku untuk terus mematut diri agar bisa menjadi ibu yang sholehah dan pantas diteladani.

Kembali lagi, menjadi ibu adalah sebuah proses belajar yang luar biasa bagiku. Jadi, segala cara aku lakukan untuk terus memperbaiki diri, termasuk dengan menuliskan ini. Karena aku ingin menorehkan kenangan indah dalam kisah hidup anak-anakku.



Menjadi ibu adalah salah satu impian yang bisa terwujud. Karena itulah, rasanya aku tak pantas mengingkari nikmat yang luar biasa ini. Semoga dengan panggilan dan predikat yang melekat ini menjadi jalanku untuk bisa merasakan kenikmatan surga-Nya kelak. Aamiin…


Minggu, 10 Maret 2019

7 Cara Merawat Romantisme

20.19 2 Comments



Romantisme, satu kata yang pastinya disuka banyak orang. Siapa sih yang tidak suka diperlakukan romantis? Tapi, yang perlu digarisbawahi, diperlakukan romantis oleh pasangan halal ya hehehe… (yang belum menikah, no baper)

Romantisme bersama pasangan halal tentu saja menjadi sebuah kewajiban. Jangan sampai berdalih bukan sosok yang romantis, terus kita bersikap dingin kepada pasangan kita. Romantis itu tak selalu diungkap lewat kata. Romantis juga tak melulu harus diekspresikan dengan bunga ataupun coklat.

Intinya semua orang bisa bersikap romantis terhadap pasangan halalnya. Tapi, yang lebih penting dari itu ialah merawat romantisme itu sendiri. Jangan sampai di awal pernikahan kita merasakan romantisme bersama pasangan halal kita, namun seiring berjalannya waktu, rasa itu memudar dan bahkan hilang. Nah, kali ini kita akan bahas cara merawar romantisme bersama pasangan halal ya. Bukan berarti saya expert lho. Tapi ini sekadar sharing aja. Ini dia 7 cara merawat romantisme bersama pasangan halal:

  • Perlakukan pasangan kita sesuai dengan bahasa cintanya

Pernah dengar kan ada 5 bahasa cinta yang dimiliki setiap orang? Yap, menurut Dr. Gray Chapman dengan teorinya Five Love Languages, menyebutkan ada 5 bahasa cinta yang harus kita pahami. Kelima bahasa cinta itu ialah:
-      Word of Affirmation (Pujian)
-      Quality Time (Waktu yang berkualitas)
-      Receiving Gift (Penerimaan hadiah)
-      Acts of Service (dilayani)
-      Physical Touch (Sentuhan fisik)

Nah, kalau kita sudah paham apa sih bahasa cinta pasangan kita. Jangan sampai kita sudah memberikan banyak hadiah, eh pasangan kita akan jauh lebih senang kalau kita memberikan banyak waktu untuknya karena memang bahasa cintanya Quality Time. Bisa jadi niat kita ingin bersikap romantis dengan melayani pasangan, tapi ternyata dia merasa risih kalau apa-apa dilayani. Intinya kita bisa duduk bareng dan tanyakan apa sih bahasa cinta pasangan kita masing-masing.

  • Berpelukan dengan pasangan setiap pagi minimal 20 detik setiap hari

Jangan remehkan pelukan! Yap, aktifitas yang sepertinya biasa tapi manfaatnya luar biasa lho. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Marriage and Couples Counselor, dr. Jim Walkup, mengatakan bahwa berpelukan selama 20 detik dapat mencegah perselingkuhan dan menurunkan tingkat stress. Dengan berpelukan, kita akan sama-sama mengeluarkan hormon cinta (hormone oksitoksin). Hormon oksitoksin ini merupakan hormon yang kuat mendekatkan seseorang dengan orang lain. Selain itu, berpelukan juga bisa menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

  • Makan bersama setidaknya sekali sehari



Waktu makan ialah waktu yang tepat untuk duduk bersama. Kita bisa saling berkomunikasi atau sekadar menanyakan aktifitas yang sudah kita lakukan seharian. Akan ada kelekatan ketika bisa makan bersama pasangan halal kita. Tak perlu kita mendatangi restoran mahal, cukup makan di rumah dengan menu sederhana tapi makan bersama pasangan, tentu akan terasa lebih nikmat.

  • Lakukan pillow talk setiap hari

Aktifitas ini juga seringkali dilupakan. Tidak sedikit pasangan suami istri yang pergi ke tempat tidur sendiri-sendiri. Jangankan buat ngobrol-ngobrol, sekadar menyapa pun mungkin sering terlupakan karena sangking lelah pulang bekerja, atau waktu bertemu yang tak pernah sama. Bahkan dalam ajaran agama Islam, pasangan suami istri sebaiknya berangkat ke tempat tidur bersama-sama.

Sebetulnya ngobrol santai sebelum tidur itu bisa lebih melekatkan kita dengan pasangan. Momen seperti ini sederhana tapi nilai romantisme bisa kita rasakan lho. Oya, tema obrolan pada saat pillow talk itu sesuatu yang ringan ya, seperti kejadian lucu, aktifitas seharian, cerita tentang anak-anak, rencana liburan atau sekadar bercerita tentang makanan yang disantap hari ini.

  • Senantiasa memberi kabar



Ini sesuatu yang sangat penting ketika kita sedang berada di luar rumah atau berjauhan dengan pasangan. Tanamkan dalam pikiran kita kalau pasangan kita pasti akan menunggu kabar dari kita. Bukan karena pasangan kita tidak percaya dengan apa yang kita lakukan di luaran sana, tapi lebih kepada rasa sayang dan perhatian saja. Pasangan kita merasa dianggap keberadaannya ketika kita selalu memberikan kabar kepadanya.

  • Sering jalan bareng


Jalan bareng dengan pasangan itu jangan dianggap remeh. Dengan sering pergi bersama pasangan, romantisme akan jauh lebih terjalin. Nggak perlu ke tempat yang jauh, cukup keliling di dekat rumah, itu pun sudah akan membahagiakan pasangan kita. Intinya, kelekatan antara kita dan pasangan akan lebih terbentuk.

  • Saling mendoakan pasangan kita

Ini sih yang utama dari yang utama. Apa artinya keenam cara di atas, kalau kita meluapakan yang satu ini. Doa itu senjata orang yang beriman, kan? Nah, jangan sampai kita lupa untuk mendoakan pasangan kita. Kita berdoa agar hubungan kita dan pasangan kita bisa tetap terjaga dan ada dalam keridhoan-Nya.



Itu dia 7 cara merawat romantisme yang sedang saya dan suami coba untuk lakukan. Kami pun masih belajar untuk terus merawat romantisme. Satu hal yang perlu diingat, layaknya tanaman, romantisme itu butuh dirawat. Jangan menunggu layu, baru kita tersadarkan kalau kita telah kehilangan rasa. 

Jumat, 08 Maret 2019

Resolusi Traveling 2019

22.00 0 Comments



“You don’t have to be rich to travel well.”  (Eugene Fodor)

Yap, setuju banget nih dengan quote yang satu ini. Bagi saya, traveling itu memang nggak harus nunggu rekening berdigit banyak, kok. Kalau nunggu kaya dulu mah, hanya orang berduit saja yang bisa mengenal dunia luas. Nah, apa kabar dengan orang-orang berpenghasilan pas-pasan.

Nah, kalau saya dan suami sih, traveling itu bukan menghabiskan uang, tapi menginvestasikan uang untuk merawat cinta, asyikkk… Eh, serius nih, dengan melakukan traveling apalagi dengan pasangan dan anak, kita bakalan merasakan efek yang luar biasa. Kelekatan diantara anggota keluarga akan semakin kuat.

Anyway, kalau berbicara tentang traveling, saya dan suami punya resolusi traveling nih di tahun 2019. Yap, tahun kemarin kan kita backpackeran ke Jakarta dan Bandung. Itu tuh backpackeran pertama kali bareng dua krucil lho. Riweuh? Hmmm… Jangan ditanya. Tapi, sejujurnya asyik, seru, dan unforgettable pokoknya.

Ok, sekarang kalau ditanya apa sih resolusi traveling saya di tahun 2019? Ehmm… Sejujurnya, saya dan suami sudah membuat planning melakukan traveling bersama anak-anak. Sebenarnya sih pengennya bisa ke luar negeri. Kita pengen banget mewujudkan keinginan kakaknya untuk bisa pergi ke ka’bah. Ya, anak saya yang pertama itu paling senang kalau diajak ke tempat yang ada masjidnya.

Terus, kalau destinasi di dalam negeri, saya dan suami punya planning pengen banget ngajak kedua anak kami ke Batu, Malang. Destinasinya sih pengen ke Jatim Park 2 dan Museum Angkut. Kenapa pengen banget ke sana?



Karena kita berdua pengen banget memperkenalkan langsung dunia binatang kepada anak-anak. Kedua anak saya, terutama kakaknya memang senang banget dengan dunia binatang. Dia tuh selalu excited kalau lihat binatang. Kadang pertanyaan bikin saya dan suami kehabisan jawaban. Selain itu, karena memang dua-duanya anak cowok, jadi hobi juga lihatin berbagai macam jenis kendaraan.

Alasan lain pilih Batu, karena di sini ada kebun binatang modern. Interaksi kita dengan hewan jauh lebih dekat. Selain itu, tempatnya pun jauh lebih menarik dan menyenangkan untuk di-explore bersama anak-anak.

Nah, tempat mana saja dan mau ngapain aja nih rencananya kita di Batu? Ini dia to do list yang sudah kita bikin:

Hari
Pukul
Destinasi
Pertama
08-00 – 12.00
Berangkat dari Jember ke Malang

12.00 – 14.00
Sampai di Batu – Penginapan

14.30 – 18.00
Museum Angkut
Kedua
09.30 – 17.00
Jatim Park 2

18.00
Perjalanan Pulang ke Jember

Itu dia to do list yang kami rencanakan. Saya dan suami memang menargetkan hanya 2 destinasi wisata saja, karena kita membawa 2 balita. Kita harus memperhatikan kondisi fisik dan juga psikologi kedua anak kami. Daripada liburan jadi nggak menyenangkan karena mereka cranky. Ya, namanya juga anak-anak, kalau mereka kelelahan pasti ada aja dramanya hehehe…

Sebenarnya untuk merencanakan travelling bagi kami yang memiliki 2 balita harus dengan persiapan yang matang. Terutama barang apa saja yang mesti dibawa. Perlengkapan anak-anak yang menjadi prioritas. Karena jangan sampai liburan jadi terganggu gara-garaada barang yang tertinggal. Ya, kalau barang itu miliki kami berdua, kami bisa memahami dan nggak mempermasalahkannya. Tapi kalau punya anak-anak, biasanya mereka nggak mau pakai kalau bukan miliknya sendiri.

Namun, yang perlu digarisbawahi, dari pengalaman kami melakukan backpackeran di akhir tahun kemarin, kedua anak kami bukan tipe anak yang ribet. Mereka berdua sama-sama menikmati perjalanan. Bahkan untuk masalah tidur pun, kakaknya bisa dimana saja. Kalau sudah ngantuk, mau tidur di ruang tunggu stasiun, bandara, bahkan di lantai kereta pun, ia bisa tidur dengan pulas.

Sebenarnya apa sih alasan saya dan suami suka sekali mengajak buah hati kami travelling? Hmm… Alasannya sangat sederhana. Kami ingin mengukir cerita dna menorehkan kenangan di dalam kisah hidup anak-anak kami.

Kami meyakini dengan mengajak anak-anak mengunjungi tempat-tempat baru, ada banyak hal yang bisa diperkenalkan. Tidak hanya mereka, tapi kami akan banyak belajar hal baru. Selain itu, dengan melakukan travelling bersama mereka, kelekatan yang terjalin akan semakin kuat.

Selain itu, dengan mengajak mereka berjalan-jalan ke alam dan mengenal lingkungan, mereka akan lebih mengenal Tuhan. Di tempat baru pun mereka akan bertemu banyak orang, itu berarti mereka akan belajar mengenal dan memahami berbagai macam karakter orang.

Bagi kami, travelling itu bukan sekadar keluar rumah, mendatangi destinasi wisata, selesai. Tidak. Bukan hanya itu. Travelling itu sebuah cara untuk merawat cinta. Ya, merawat cinta antara saya dan suami, dan juga kami berdua dengan anak-anak.

Dan, tujuan kami mengapa tahun ini lebih memilih Batu untuk melakukan travelling, karena usia kakaknya sudah cukup mengerti untuk mengenal dunai binatang. Apalagi, saya dan suami sepakat untuk lebih memaksimalkan belajar bersama orang tua sampai usia TK. Jadi, kami harus lebih cerdas untuk memilih tempat-tempat yang edukatif sebagai sarananya belajar banyak hal.

Tentu saja travelling yang kami lakukan juga sesuai dengan budget yang ada. Kami tidak ingin mengejar gengsi semata. Kami akan memperhitungkan banyak hal sebelum melakukan travelling, termasuk mencari penginapan. Satu hal yang perlu kami garisbawahi, niat kami untuk travelling, jadi penginapan hanyalah sarana untuk melepas lelah. Jadi nggak perlu yang terlalu mewah. Namun, karena kami memiliki balita, jadi harus nyaman bagi mereka.

Nyaman tapi sesuai budget? Ada nggak ya? Hmmm… Ya, pastinya ada dong. RedDoorz. Yap… RedDoorz merupakan jaringan hotel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. RedDoorz memiliki lebih dari 500 properti yang tersebar di Indonesia, Filipina, Vietnam dan Singapura. RedDoorz menghubungkan pemilik properti dengan traveller.

RedDoorz juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang berkualitas kepada seluruh pelanggan. Dengan 6 guarantee services yang ditawarkan, RedDoorz patut dipertimbangkan. Apa aja keenam layanan garansi dari RedDoorz? Ini dia 6 guarantee services dari RedDoorz:
  1. Linen bersih
  2. Kamar mandi bersih
  3. Perlengakapan mandi
  4. Televisi
  5. Air mineral
  6. Wifi gratis



RedDoorz pertama kali buka di Jakarta pada Oktober 2015. Lalu, pada Januari 2016 berekspansi ke Bandung dan Bali. Pada Agustus 2016, mulai melebarkan sayap ke Surabaya, Jawa Timur. Di bulan yang sama, RedDoorz berekspansi ke Bogor, Yogyakarta dan Semarang. Pada 2017, RedDoorz Singapura meluncurkan 7 properti. Januari 2018, RedDoorz membuka di Manila, Filipina. Pada Juli 2018, RedDoorz memasuki Vietnam. Di usianya yang ketiga tahun, RedDoorz resmi tersedia di 4 negara.

Jadi, nggak perlu khawatir memilih RedDoorz pada saat melakukan travelling. Pelayanan yang diberikan sudah terpercaya dan berkualitas. Travelling akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Sabtu, 02 Maret 2019

Kepincut Lagi Nasi Pecel Pincuk

22.46 0 Comments



“Neng, besok mau ikut pengawasan ke Silo?” tanya Pak Suami.

Ah, sebenarnya Pak Suami nggak perlu nanya sih. Ya iyalah pasti istrinya ini nggak bakalan nolak. Sebagai aktivis kuliner, mendengar kata Silo pastilah yang terbayang pemandangan yang asyik dan tentu saja pecel pincuknya juga hehehe…

Akhirnya Sabtu pagi, 101 team berangkat deh. Ini bukan kali pertama sih kami berempat bermotor ria dengan jarak yang agak lumayan jauh dari rumah. Alhamdulillah 2 anak hebat nggak riweuh diajak motor-motoran, malah mereka sangat enjoy di jalan.

Kalau saya sendiri selalu suka dengan pemandangan menuju Silo. Udara yang dingin, sawah yang membentang diselingi hutan pinus, dan sesekali melihat aliran air sungai, membuat perjalanan tidak terasa jauh. Bahkan perut keroncongan karena belum sarapan pun tidak menjadi masalah.

Kurang lebih 1 jam, akhirnya kami bertemu dengan dua petugas Pak Suami. Meskipun tujuan utamanya melakukan pengawasan survey. Tapi, sepertinya nggak komplit kalau ke Silo nggak mencicipi Pecel Pincuknya. Jadi, sebelum melakukan tugas utama, kami pun meluncur ke tempat makan terlebih dulu.


Pecel Pincuk Garahan. Ini kali kedua saya mencicipi salah satu makanan khas Bumi Pendhalungan. Dulu, saya juga sempat mencoba makanan yang membuat saya langsung jatuh cinta. Rasanya yang langsung bersahabat membuat lidah selalu menagih untuk menikmatinya lagi.

Oya, Nasi Pecel Pincuk Garahan ini bisa ditemui di jalan perbatasan Jember – Banyuwangi, tepatnya di sepanjang jalan Gunung Gumitir, Garahan, Silo. Kalau kita mau melakukan perjalanan ke Banyuwangi lewat jalur darat, pasti kita bakalan melihat warung-warung nasi pecel pincuk Garahan yang berjejer di sepanjang jalan.

Mungkin ada yang nanya, kenapa sih namanya Nasi Pecel Pincuk? Yap, karena memang nasi dan pecelnya disajikan dalam pincuk (daun pisang yang dilipat seperti kerucut). Tapi, jangan khawatir tumpah lho, karena dikasih alas piring juga, kok.

Oya, isi dari pecelnya sih sama saja dengan pecel kebanyakan, ada tauge, genjer, dan pepaya muda, lalu disiram dengan bumbu kacang. Kalau soal rasa pedas, itu sih sesuai dengan selera. Kita pun bisa menambahkan lauk pauk yang lainnya sesuai dengan selera, seperti telur, daging ayam, rampelo ati, dan dendeng daging sapi atau dikenal dengan sebutan dendeng ragi. Tapi kalau tempe dan tahu dan kerupuk sih sudah include di menu pecelnya. 

Oya, ada yang unik di warung-warung Nasi Pecel Pincuk Garahan ini, lho. Kita bakalan menemukan nomor terpampang di dinding setiap warung. Jadi, kita tinggal menentukan mau makan di warung nomor berapa.

Nah, seperti yang saya ceritakan di awal, kami dating bersama dua orang petugas yang memang asli orang Silo. Pak Suami meminta mereka memberikan merekomendasikan tempat makan yang enak. Mereka pun menunjukkan warung nomor 27. Oya, kalau dulu, saya dan suami pernah mencicipi Pecel Pincuk di warung nomor 23.

Kalau kalian penasaran dengan rasanya? Hmmm… Rasanya enak banget lho. Bumbunya khas dan berbeda dengan bumbu pecel pada umumnya. Tapi, kalau boleh membandingkan, lidah saya lebih bersahabat dengan racikan bumbu di warung nomor 23. But, that’s my opinion. Tentu saja setiap orang punya pilihan masing-masing. Jadi, kamu tinggal pilih juga mau nyoba makan di warung nomor berapa.

Oya, porsinya gimana? Kembali lagi saya kasih perbandingan ya. Kalau di warung nomor 23 tuh porsing lumayan banyak, saat itu saya dan suami hanya memesan satu dan sudah membuat kami cukup kenyang. Kalau di warung nmor 27 ini, porsinya masih normal, kok.

Terus harganya? Tenang...tenang... jangan khawatir dengan harga. Harganya hampir sama di setiap warung, kok. Mau makan di nomor berapa aja, harganya masih ramah di kantong. Pokoknya perut kenyang, hati tenang hehe...

Oya, warung nasi pecel pincuk ini rata-rata buka mulai dari pukul 04.30 – 22.00. Pokoknya bisa jadi pilihan buat sarapan, makan siang maupun makan malam. Tempatnya juga nyaman kok, lesehan gitu, jadi bisa sambil meluruskan kaki setelah perjalanan panjang, lho.

Pokoknya, kalau kamu-kamu melewati jalan perbatasan Jember – Banyuwangi, jangan lupa singgah di warung pecel pincuk. Kita bisa memilih dimana saja untuk menikmati sepiring nasi pecel atau sekadar ngopi dan makan cemilan. Rasakan sensasi pecel pincuk yang dinikmati di pinggiran jalan dengan suasana hutan pinus dan udara yang dingin. Yakin deh, kamu- kamu bakalan kepincut nasi pencel pincuk khas Garahan ini. 

Kamis, 21 Februari 2019

7 Alasan Mengapa Harus Ke Hainan

20.03 0 Comments



Hainan, sebuah provinsi terkecil yang letaknya paling selatan dari Negara China. Hainan juga berbatasan dengan Negara Vietnam. Haikou merupakan ibu kota provinsinya dan terletak di sebelah utara provinsi ini. Akhir-akhir ini Hainan memang menjadi perbincangan di kalangan traveller. Banyak orang mulai melirik provinsi ini sebagai destinasi wisata yang wajib bin kudu dikunjungi.

Hainan, kota yang menebar pesona tanpa batas. Setiap sudutnya menyajikan keindahan yang ranum. Provinsi ini identik dengan pantai-pantainya yang indah. Tak heran kalau banyak orang yang menamani Hawaii-nya China. Yap, karena kita akan merasakan seperti sedang berlibur di Hawaii.

China menetapkan Hainan menjadi Pulau Pariwisata Internasional mulai tahun 2008. Dan, mulai saat itu, wisatawan mulai melirik keindahan Hainan. Ada banyak sisi menarik dari Hawaii-nya China ini.

Semakin dicari kelebihan yang dimiliki Hainan, maka semakin kita tertarik untuk segera mengunjunginya. Yap. Saya pribadi sih pengen pake banget bisa menginjakkan kaki di Hainan. Menurut saya ada 7 alasan mengapa saya tertarik dan harus berlibur ke Hainan. Pengen tahu apa aja? Taraaa… Saya jabarkan satu-persatu ya…
1.        Cuaca bersahabat
Bagi saya ini penting banget. Secara saya tuh punya kulit yang sensitif. Jangankan beda Negara, pindah dari Bumi Pasundan ke Bumi Pendhalungan aja harus silaturahmi dulu ke dokter kulit hehehe… Jadi, kalau mau pergi kemana-mana, harus prepare dengan apapun itu yang berhubungan dengan kulit, termasuk cuaca. Nah, Hainan ini punya cuaca yang nggak ekstrim lho. Kalau musim dingin, suhunya berkisara antara 19 – 25oC. Dan, kalau musim panas, suhunya berkisar antara 24 – 35oC. Jadi, nggak beda jauh kan sama di Negara kita.

2.        Seindah Hawaii
Siapa sih yang nggak kepengen mengunjungi Hawaii. Nah, katanya Haianan ini sama indahnya dengan Hawaii. Makanya sering disebut Hawaii-nya China. Itulah yang pastinya bikin penasaran. Pengen buktiin sendiri, apa iya Hainan itu seindah Hawaii?

3.        Banyak pantainya
Inilah alasan kenapa Hainan dinamakan Hawaii-nya China. Dan, menurut saya, destinasi yang berhubungan dengan pantai itu pastinya menarik, apalagi kalau bawa anak-anak. Wah... bakalan betah mereka. Gemuruh ombak, semilir angin dan juga udara khas pantai yang tentunya bisa membuat tubuh relaks.
Ya, Hainan memang terkenal dengan beberapa pantainya yang cantik, diantaranya:
·         Pantai Pasir Putih Sanya Bay
·         Pantai Dadonghai yang memiliki bentuk seperti bulan sabit. Pantai ini sangat cocok untuk berselancar dan parasailing.
·     Pantai yang memiliki panjang 7 km di Teluk Yalong. Pantai ini sering digunakan wisatawan untuk berenang dan menyelam. Di pantai ini pula terdapat resor dan juga lapangan golf.
·      Perairan jernih yang berada di dekat Pulau Wuzhizhou. Para traveller sangat suka menyelam di sini. Biasanya mereka menikmati keindahan bawah laut hingga 27 meter ke dalam laut.

4.        Banyak pilihan destinasi wisata
Meskipun Hainan sering disebut-sebut sebagai Hawaii-nya China karena memiliki pantai-pantai yang cantik. Tapi, kota satu ini memiliki pesona lain. Ya, Hainan memiliki beberapa destinasi wisata selain pantai, diantaranya:
·           Desa-desa nelayan
·           Taman di Puncak Bukit Semenanjung Whuitou
·           Taman Kawah Gunung Berapi (Volcanic Crater Park)
·     Pulau Monyet Nanwan. Pulau ini merupakan satu-satunya pulau khusus para monyet di dunia.
·           Sea Turtles 911. Tempat ini merupakan rumah sakit khusus penyu.
·           Nanshan Buddhism Culture Park

5.        Desa Bali



Nah, ini dia salah satu destinasi wisata di Hainan yang juga bikin saya penasaran. Katanya kita bisa merasakan seperti berada di Negara sendiri. Desa Bali ini tepatnya berada di Kabupaten Xin Long. Desa Bali ini awalnya pada tahun 1960-an merupakan perkampungan warga Tiongkok dari Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Nuasana Bali terasa sangat kental ketika kita menginjakkan kaki di tempat ini, mulai dari gapura pintu masuk, mural berbau Bali, hiburan khas Bali dan juga kita bisa menemukan orang-orang yang paham dan menggunakan Bahasa Indonesia. Wah, benar-benar serasa di negeri sendiri ya.

6.        Kuliner khas Hanian

Sumber: www.his-travel.co.id



Sumber: www.rodadanroti.com


Sebagai daerah yang terkenal dengan pantainya, tentu saja sudah bukan hal yang aneh kalau kita bisa menemukan banyak kelapa. Nah, buah tangan khas Hanian itu yang berbau kelapa. Kita bisa mencoba kopi kelapa, permen kelapa, jelly kelapa dan ada juga semprong lho. Oya, yang bikin penasaran juga pastinya Nasi Ayam Hainan, Bebek Jiaji dan Abalone. Sepertinya semua penganan tersebut menggoda untuk dicoba.

7.        Banyak fasilitas untuk wisatawan
Ini dia yang tak kalah penting bagi wisatawan. Fasilitas yang variatif, sehingga kita bisa memilih sesuai dengan kriteria kenyamanan dan juga kantong tentunya. Nah, kalau untuk urusan akomodasi sih nggak perlu diragukan lagi di Hainan. Karena di sini tersedia mulai dari yang pas untuk seorang backpackeran sampai hotel kelas mewah sekalipun

Nah itu dia 7 alasan mengapa saya tertarik untuk mengunjungi Hainan. Pesonanya terlalu kuat menarik perhatian. Berbagai macam destinasi membuat rasa penasaran semakin tinggi. Tapi, pertanyaannya ada nggak ya travel yang terpercaya dan harganya juga ramah di kantong?

Hmmm… pasti ada dong. HIS Travel. Ya, nama travel satu ni sih sudah tidak diragukan lagi. HIS Travel menyediakan paket perjalanan liburan ke Hainan. Terus, pertanyaannya, fasilitas yang kita dapat apa? Harganya masih ramah di kantong nggak?

Tenang… tenang… Seperti yang saya katakan tadi, HIS Travel itu travel agent yang sangat terpercaya. HIS Travel menyediakan Paket Tour China dan juga Paket Tour Hainan.

Ada 3 Paket Tour Hainan yang bisa kita nikmati, diantaranya:
1.        Hot Hainan
·           Harganya mulai dari Rp. 4,988 juta (all-in)
·           6 hari 4 malam
·           Keberangkatan di bulan Januari – Juni 2019
·           Keberangkatan setiap hari Selasa

2.        Hainan Harmony
·           Harganya mulai dari Rp. 5, 488 juta (all-in)
·           7 hari 5 malam
·           Keberangkan di bulan Januari – Juni 2019
·           Keberangkatan setiap hari Kamis dan Sabtu

3.        Hainan Harmony + Macau
·           Harganya mulai dari Rp. 8, 488 juta (all-in)
·           7 hari 5 malam
·           Keberangkatan di bulan Januari – Maret 2019
·           Keberangkatan setiap hari Sabtu

Apa aja sih kelebihan menggunakan HIS Travel untuk Tour Hainan? Ini dia… Ada 5 keunggulan Tour Hainan bersama HIS Travel:
1.        Diskon sewa Wifi Global IDR 200.000.
2.        Banyak pilihan keberangkatan setiap minggu.
3.        Pelayanan terbaik sejak pemesanan, keberangkatan, hingga kembali ke Jakarta
4.        Tour guide berpengalaman.
5.        Pelayanan lengkap termasuk pembuatan visa.



Wow, memang HIS Travel nggak tanggung-tanggung ya kalau ngasih fasilitas. Sepertinya patut dilirik nih dan masuk ke list to do di tahun ini. Ya, sesuai dengan impian travelling, pengennya tahun ini bisa nyari inspirasi ke negeri orang. Eh, tapi siapa tahu menang lomba blog #Ngarep hehehe…