Follow Us @soratemplates

Thursday, June 30, 2022

ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300): Laptop Detachable OLED Pertama di Indonesia

June 30, 2022 0 Comments

 

 

laptop detachable

ASUS meluncurkan laptop detachable dengan panel layar OLED pertama di Indonesia. Vivobook 13 Slate OLED merupakan laptop 2-in-1 karena dilengkapi dengan keyboard magnetis yang dapat dilepas sehingga bisa berfungsi sebagai tablet. Penyangga magnetik dapat diatur dalam mode horizontal dan vertical.

 

Satu hal yang menarik perhatian dan menjadi nilai plus, Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11. Dengan menggunakan sistem ini, ada salah satu fitur andalan yaitu widgets.

 

Bagi kamu yang punya jadwal seabreg dan kadang suka keteteran, wajib deh punya laptop keren ini. Kenapa? Widgets akan membantu hidupmu lebih teratur. Mulai dari daftar tugas hari ini, menunjukkan meeting yang akan datang, pengingat tugas dan jadwal kalender serta pembaruan cuaca lokal secara langsung.

 

laptop detachable oled

Sekarang kita bahas kelebihan lainnya yang dimiliki oleh ASUS Vivobook 13 Slate OLED. Karena laptop sekaligus tablet ini memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam menjalankan pekerjaan serta hiburan.


ASUS Vivobook 13 Slate OLED, Menjadikan Hidup Lebih Produktif


ASUS Vivobook 13 Slate OLED tidak hanya memiliki banyak keunggulan, tapi juga sangat powerfull. Laptop keren ini sangat cocok menemani kita untuk lebih produktif. Kita bisa bekerja lebih lama kapanpun dan dimanapun.

 

ASUS membenamkan prosesor Intel Pentium N6Quad Core dengan kecepatan hingga 3,3 GHz serta komponen kelas atas. Miliki storage berbasis PCle SSD Gen 3.0 x4 hingga kapasitas 256GB dan RAM LPDDR4X hingga kapasitas 8GB.

 

Untuk urusan koneksi, ASUS Vivobook 13 Slate OLED dijamin stabil dan andal karena telah dibekali oleh WiFi 6 (802.11ax) yang telah ditingkatkan oleh ASUS WiFi Master.

 

ASUS Vivobook 13 Slate OLED dilengkapi dengan sejumlah port, diantaranya port USB-C, jack audio 3,5mm, slot kartu microSD, dan sejumlah tombol seperti power dan volume. Selain itu, ada empat lubang speaker dengan keluaran suara cukup menggelegar. Oya, laptop ini pun bisa dihubungkan langsung dengan layar monitor atau TV.

 

Untuk keyboardnya pun memiliki ukuran penuh yang dapat dilepas dan cover stand yang memiliki engsel 170o. Selain itu, laptop ini dibekali layar sentuh, sehingga membuat kita nyaman ketika digunakan dalam mode tablet.


 

Laptop ini juga telah mendukung penggunaan stylus dengan teknologi MPP 2.0. Ada 4 tip yang bisa kita ganti sesuai dengan kebutuhan, yaitu 2H, H, HB dan B. Kita benar-benar akan diberikan kemudahan untuk menulis dan juga menggambar.

 

Asus Vivobook 13 Slate OLED ini hadir dengan layar 13 inci (16:9) berteknologi ASUS OLED yang mampu menampilkan kualitas visual terbaik berkat reproduksi warna yang akurat bersertifikasi PANTONE® Validated dan color gamut 100% DCI-P3.



Tidak hanya itu, ASUS Vivobook 13 Slate OLED didukung oleh teknologi Dolby Vision serta kontras warna sempurna dengan sertfikasi VESA Display HDR True Black 500. Dengan kelebihan ini menjadikan laptop sekaligus tablet keren ini sangat sempurna untuk para pecinta film.

 

Baterai ASUS Vivobook 13 Slate OLED memiliki kapasitas 50Wh dan dapat bertahan sampai 9,5 jam dalam keadaan hidup. Kita bisa bebas mengerjakan pekerjaan atau sekadar menikmati hiburan dimanapun kita berada.

 

Kelebihan lainnya, laptop sekaligus tablet ini bisa fast charging (60% hanya dalam waktu 39 menit). Oya, satu lagi, ASUS OLED ini sudah support power bank charging juga.

 

Laptop OLED ini pun telah dilengkapi dengan teknologi Eye Care yang telah bersertifikasi TÜV Rheiland sehingga membuat mata tetap sehat meski kita bekerja di depan layar seharian.



 

ASUS Vivobook 13 Slate OLED, Menikmati Hiburan dalam Genggaman Tanpa Batasan

 

ASUS Vivobook 13 Slate OLED tidak hanya bisa mendukung kita untuk lebih produktif. Kita pun bisa dimanjakan untuk menikmati hiburan tanpa batasan apapun.

 

Sistem audio pada ASUS Vivobook 13 Slate OLED telah ditenagai Dolby Atmos Quad-Speaker yang menggelegar. ASUS Smart Amplifier juga dihadirkan untuk menghasilkan audio yang lebih kaya dan jernih tanpa distorsi, membuat hiburan digital menjadi terasa semakin hidup.




 

Dual camera yang dimiliki ASUS Vivobook 13 Slate OLED menjadikan laptop 2-in-1 tambah keren. Kamera depan 5 MP, sedangkan kamera belakang 13 MP. Dengan kedua kamera ini, kita bisa menikmati hasil gambar yang bersih dan jernih ketika melakukan video call, baik itu untuk kebutuhan kerja atau hiburan.


laptop 2-in-1


 

Ketika laptop dan tablet menyatu dalam satu genggaman, maka kemudahan dan kenyamanan yang kita dapatkan. ASUS Vivobook 13 Slate OLED, paket lengkap menjalani hidup yang lebih produktif tanpa kehilangan waktu untuk menikmati hiburan. 



Friday, June 24, 2022

Menjadi Perempuan Aktif, Kreatif, dan Produktif Bersama IIDN

June 24, 2022 0 Comments

 

12 tahun IIDN


 

“Sayang banget ya cuman jadi ibu rumah tangga.”

“Apa nggak bosan di rumah terus?”

“Kenapa nggak kerja aja? Bukannya punya ijazah dan keahlian juga?”

 

Sepertinya kata-kata itu begitu familiar mampir di telinga saya. Bagi seorang Phlegmatis Melankolis, tentu saja bukan hal yang mudah untuk bersikap cuek dengan segala komentar tersebut. Tidak jarang itu semua menjadi pemicu overthinking juga.

 

Namun, semua keputusan itu pastilah ada konsekuensinya. Apapun yang menjadi pilihan kita saat ini, pasti ada hal yang menyenangkan dan ada yang tidak. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri.

 

Begitu pun ketika kita memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja. Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan tersebut. Pasti ada alasan yang kuat ketika kita memilihnya. Satu hal yang paling penting, kita bisa bertanggung jawab dengan pilihan itu apapun risikonya.

 

Bagi saya pribadi, ketika saya memutuskan untuk mengambil jeda dari aktivitas yang biasa saya lakukan dan memilih fokus membersamai pasangan dan buah hati, tentu saja membutuhkan keyakinan dan usaha yang luar biasa.

 

Apa saya tidak pernah merasa bosan? Ingin kembali bekerja? Jenuh dengan tetap di rumah selama 24 jam?

 

Pasti saya pernah merasakan itu semua. Apalagi sebelum menikah, saya memiliki kesibukan yang sangat. Selain mengajar Bahasa Inggris (baik di lembaga formal maupun private), saya pun mengajar BIPA khususnya mahasiswa, guru dan pengusaha dari Belanda, mengisi acara motivasi untuk guru dan siswa, memberikan pendampingan kepada anak jalanan dan Desa Binaan serta memberikan private mengaji. Aktivitas Saya mulai mengajar dari pukul 5 pagi hingga 8 malam dari hari Senin sampai Minggu. Bahkan untuk sekadar hadir di acara keluarga besar saja, tidak bisa.

 

Lalu, setelah menikah selama 24 jam berada di rumah. Hmm… Lumayan kaget dan kadang merasa jenuh berdiam diri di rumah. Apalagi mendengar komentar nggak jelas yang dibungkus dengan sebutan basa-basi. Rasanya seakan jadi orang yang nggak bisa apa-apa. Tapi, tentu saja saya harus mencari solusi. Tidak mungkin saya membersamai buah hati dalam kondisi mental yang tidak sehat.

 

Menulis. Menulis itu sebuah terapi, apalagi bagi seorang introvert seperti saya. Alasan lainnya, saya harus bisa bangkit dan tetap berkarya. Saya membutuhkan circle pertemanan yang bisa mendukung hobi dan juga cita-cita saya. Untuk itulah, saya bergabung dengan komunitas perempuan, khususnya yang bisa mengembangkan kemampuan menulis.

 

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (Aktif – Kreatif – Produktif)


komunitas ibu ibu doyan nulis


Saya yakin, di luaran sana banyak yang merasakan hal yang sama. Karena memang tidak mudah untuk berdiam diri di rumah setiap hari. Apalagi bagi mereka yang sebelum menikah terbiasa memiliki kesibukan di luar rumah. Rasa jenuh pasti akan menyapa, dan bahkan tidak jarang berujung pada kondisi stress.

 

Sedangkan menjadi ibu atau istri itu wajib bahagia. Karena ibu atau istri adalah jantung dari sebuah keluarga. Ketika kita sebagai ibu atau istri merasa tertekan, bosan, jenuh dan semua kondisi mental yang sehat, maka akan berefek negative bagi tumbuh kembang buah hati dan juga keharmonisan dengan pasangan.

 

Perempuan itu diciptakan oleh Tuhan dengan kecerdasan komunikasi. Dalam satu hari saja bisa mengeluarkan sebanyak 20.000 – 25.000 kata. Dan, ketika ia tidak mampu mengeluarkan kata-kata tersebut, biasanya akan berdampak pada kesehatan mental dan juga fisik. Karena itulah, mengapa perempuan lebih senang ngumpul dan ngobrol.

 

Kelebihan yang diberikan oleh Sang Pencipta ini sebenarnya bisa disalurkan ke arah yang positif. Daripada menghabiskan waktu dengan ghibah, lebih baik hijrah bersama komunitas dengan aktivitas yang lebih berfaedah.

 

Sebagai seorang ibu, kita membutuhkan komunitas yang bisa membantu untuk mengembangkan diri sangatlah dibutuhkan. Berkarya tak selamanya harus meninggalkan keluarga. Meski harus tetap di rumah, kita pun bisa mengembangkan diri. Apalagi di zaman digital, ketika semua hal menjadi lebih mudah dan lebih dekat.

 

Kita para ibu rumah tangga butuh sebuah wadah yang bisa memahami, merangkul dan juga membimbing kita untuk bisa bangkit dan berkarya dari rumah. Berapa banyak kasus criminal yang dilakukan seorang ibu yang penyebabnya karena ibu rumah tangga merasa dirinya tidak berharga, lebih rendah dari yang lain, dan hanya bisa bergantung pada suami.

 

Untuk itulah, kehadiran Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis merupakan sebuah solusi. Para ibu bisa mengembangkan diri meski tetap di rumah. Bahkan ibu bisa menyapa dunia, menebar inspirasi kepada banyak orang melalui komunitas menulis ini.

 

Aktif – Kreatif – Produktif, tagline yang mewakili kita para perempuan. Ya, sebagai perempuan, apapun pilihan kita, ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja, sejatinya kita harus menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan produktif.

 

Jadilah perempuan yang aktif, banyak hal yang bisa dilakukan dari rumah. Berpikir kreatif untuk menciptakan karya menebar inspirasi. Bijaklah mengatur waktu agar bisa terus produktif menghasilkan karya untuk memberi warna pada dunia.

 

Menjadi ibu itu bukan penghambat untuk menjemput impian. Bergabunglah dengan komunitas yang bisa menjadikan impian kita terwujud. Karena waktu tak akan pernah diputar dan ditukar, jadi teruslah melangkah untuk menjadi perempuan berdaya tanpa melupakan keluarga bersama IIDN.

 

 

 

Thursday, June 9, 2022

5 Tips Agar Anak Bisa Membaca Tanpa Mengeja

June 09, 2022 0 Comments

 

tips bisa membaca untuk anak


 

Hai, moms! Sebentar lagi kita akan masuk tahun ajaran baru.  Hmmm, nggak terasa ya?

Masih ada yang galau karena masih harus mencari sekolah? Atau, moms juga bingung karena anaknya belum lancar membaca?

 

 

Oke, kali ini saya akan membagikan tips agar anak bisa membaca dan bahkan menjadi candu dalam membaca. Anak bisa membaca itu, gampang banget kok caranya. Nggak perlu pakai otot apalagi sampai stress atau bahkan sampai harus manggil guru buat dileskan. Ada cara yang sangat mudah dan menyenangkan agar anak bisa membaca tanpa harus mengeja.

 

Tips ini juga wajib dibaca buat moms yang masih punya anak bayi atau mungkin sedang hamil. Karena mempersiapkan jauh lebih baik daripada harus mencari solusi ketika waktu sudah mepet.

 

5 Tips agar anak bisa membaca tanpa harus mengeja, diantaranya:

1.     Bacakan buku setiap hari bahkan sejak dalam kandungan.

Apa yang kau tanam, itu yang akan kau tuai. Menanamkan sebuah kebiasaan tidak bisa instan. Butuh waktu dan usaha. Ketika dalam kandungan, pendengaran bayi sudah berfungsi. Nah, jangan sia-siakan kesempatan itu untuk membuat buah hati kita cerdas. Biasakanlah baca buku dengan suara yang agak nyaring, tanpa disadari anak yang ada di dalam rahim kitapun akan mendengar.


tips mengajarkan baca


 

Ketika anak sudah lahir, tetap biasakan bacakan buku kepada anak. Bahkan ketika anak sudah bisa membaca pun, membacakan nyaring kepada anak itu memberika banyak manfaat loh. Yuk, mulai sekarang biasakan bacakan nyaring untuk buah hati kita!

 

2.     Sediakan rak buku yang berisi buku-buku untuk seusianya dan mudah diraih.

Biasakan menaruh buku yang bisa dijangkau oleh anak. Ketika anak kita baru bisa merangkak, atur posisi tempat buku yang bisa diraih. Biarkan mereka mengambil buku dan membukanya sendiri. Untuk anak yang belum bisa membaca, ia akan menikmati gambar yang ada di buku tersebut, lalu biasanya akan bertanya pada kita atau meminta untuk dibacakan. Dengan seperti itu, ia akan mulai tertarik dengan membaca. Jangan takut buku akan sobek atau rusak, sediakan buku seusianya. Untuk bayi, kita sediakan buku yang terbuat dari kain. Untuk usia batita dan balita, sediakan buku tidak mudah sobek, bisa dilap kalau kena air dan aman untuk mereka.

 

Oya, di zaman digial, moms juga nggak ada salahnya kok sesekali mengajak si kecil membaca cerita menggunakan gadget. Saat ini, banyak sekali aplikasi membaca yang bisa dimanfaatkan untuk menstimulasi si kecil. Tidak usah khawatir dengan penggunaan gadget untuk membaca. Karena jika porsinya pas dan juga dengan pendampingan, tidak akan memberikan efek negative pada buah hati kita. Ingat, moms, anak kita itu lahir di era digital, jadi mau tidak mau kita pun harus menyesuaikan dengan zaman mereka.

 

3.     Ajak anak bercerita atau mendongeng

Moms, jadilah pendongeng untuk anak-anak kita. Kalau belum bisa membuat cerita sendiri, moms bisa kok mencari cerita yang ditulis dan mungkin sangat familiar. Oya, moms juga bisa kok mengarang cerita dari kejadian kesahri-hari. Anak-anak itu akan sangat tertarik kalau kita mendongeng, apalagi dengan ekspresi yang dalam dan ditambah alat peraga seperti boneka tangan, boneka jari atau yang lainnya. Tidak perlu membeli alat peraga yang mahal. Manfaatkan saja benda yang ada di rumah kita. Satu hal yang penting, carilah cerita yang bisa memberikan nilai-nilai positif ya, moms.

 

4.     Ajak anak bermain tebak gambar

Coba sediakan banyak gambar di rumah. Dari mulai bayi, biasakan ia melihat berbagai warna, bentuk dan tulisan. Ini semua secara tidak langsung akan tersimpan dalan memori si anak. Apalagi ketika kita memperkenalkan sambil kita pun berbicara, maka kosa kata anak pun akan bertambah banyak.

 

5.     Lakukan sebelum menyuruh

“Children see, children do.” Pernah mendengar ungkapan ini, kan? Sebenarnya cara terbaik untuk menanamkan sebuah kebiasaan adalah teladan. Anak-anak akan melihat apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jadi, kalau ingin punya anak yang suka membaca, berarti kita sendiri harus suka membaca. Yuk, mulai dari diri kita sendiri, sebelum berharap pada anak-anak!

 

 

Itulah 5 tips yang sangat mudah untuk diterapkan. Anak akan bisa membaca dengan sendirinya, bahkan menjadi hobi membaca. Kita tidak perlu bingung bahkan sampai stress hanya karena anak belum bisa membaca ketika mau masuk ke SD. Tips ini udah teruji, loh. Trust me, it works. Gimana? Tertarik buat mencoba kelima tips di atas?

Monday, May 23, 2022

Anakku Terlahir Prematur karena Ketuban Pecah Dini

May 23, 2022 0 Comments

 

pecah-ketuban-dini


6 September 2015

“Kok basah?” gumamku ketika terbangun dini hari.

Tanpa banyak berpikir yang aneh-aneh, aku pun langsung mandi dan mengganti pakaian. Aku berusaha untuk tetap berpikir positif. Aku tunaikan shalat malam. Sambil menunggu adzan shubuh, aku pun melanjutkan tilawah.

Hingga pagi hari, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku sampai harus berganti baju beberapa kali. Akhirnya aku pun menceritakan kondisiku kepada suami.

“Mau periksa ke Bu Bidan atau gimana enaknya?” tanya suami mencoba menenangkan.

“Kita tunggu sampe nanti sore aja, kalau sore masih keluar cairan baru kita ke Bu Bida. Tapi, jangan dulu cerita ke siapapun ya?”

Tapi, hingga sore hari, cairan yang keluar malah tambah banyak. Kami berdua pun sepakat untuk periksa setelah sholat maghrib. Namun, sayang Bu Bidan sedang tidak ada. Kami hanya ditangani oleh asistennya.

“Teh, maaf saya nggak berani memutuskan. Kita lihat sampai besok pagi aja ya, kalau masih tetap keluar cairan, berarti itu air ketuban,” jelas asisten itu.

Deg... Rasanya perasaan ini tak menentu. Ketakutan mulai menyapaku. Malam itu, aku tidak bisa tidur. Pikiran dan perasaan berebut memikirkan hal yang tidak aku inginkan. Hingga dini hari, aku masih saja tak tenang. Karena itulah, pagi-pagi sekali kami langsung meminta untuk bertemu langsung dengan Bu Bidan.

“Neng, ini cairan ketuban. Tapi belum ada pembukaan. Jadi, lebih baik Neng langsung periksa ke SPOg aja ya. Ini Ibu kasih rujukan,” jelas Bu Bidan.

Ketenangan dan sekaligus kesabaran kami kembali diuji. Kami harus menunggu hingga pukul 1 siang untuk periksa ke Dokter SPOg. Dan, antrian sudah memanjang ketika kami datang ke Klinik Bersalin. Padahal Dokter baru mulai praktek pukul 4 sore. Tapi, untunglah dengan adanya surat rujukan dari Bu Bidan, kami mendapat antrian nomor 2. Tepat pukul 5 kurang seperempat, kami berdua masuk ke ruang praktek.

“Air ketubannya memang sudah habis. Tapi,  tetap tenang aja, nanti saya kasih obat penguat paru dan harus opaname semalam ya. Kita coba pertahankan hingga usia kandungan 9 bulan,” jelas Dokter itu sambil tersenyum.

Aku benar-benar tak kuasa menahan tangis. Aku takut terjadi apa-apa dengan janin dalam rahimku. Meskipun suami mencoba terus menenangkanku. Tapi, tetap saja aku tidak bisa menyembunyikan rasa kekhawatiranku.

Di ruang tindakan, aku dipasangi alat untuk mendeteksi detak jantung bayi. Beberapa kali sempat terhenti dan membuat perawat mengingatkanku untuk tetap tenang. Tapi, aku benar-benar tidak bisa tenang apalagi mendengar bisik-bisik dua orang perawat di sampingku.

Setelah disuntik penguat paru bayi, aku pun dipindah ke ruang inap. Awalnya aku masih bisa ngobrol dan bercanda dengan suami dan juga kakak pertamaku yang menjenguk saat itu. Tapi, tak lama kemudian, perutku terasa sakit luar biasa. Suamiku langsung memanggil perawat.

Awalnya dua orang perawat masuk dan memeriksaku. Tapi, tidak sampai 5 menit, ia memanggil beberapa perawat yang lainnya. Ada sekitar 4 perawat yang langsung membopongku ke ruang tindakan.

“Sudah pembukaan sepuluh, panggil Dokter!” teriak perawat.

Jujur saat itu, aku malah berucap hamdalah, termasuk suami. Pikir kami saat itu, kalau sudah pembukaan sepuluh berarti bayi akan segera lahir. Dan, memang betul hanya berselang 2 jam kurang, suara tangis bayi terdengar di ruangan. Tepat pukul 21.55 pada Hari Senin 7 September 2015, anak pertama lahir dengan selamat. Air mata kebahagiaan mulai membasahi pipi kami berdua. Alhamdulillah...

Kami bersyukur atas kelahiran buah hati kami. Ada banyak keajaiban yang kami berdua alami. Pertama, malaikat kaecil kami lahir ketika usia kandungan masih 8 bulan namun tidak perlu masuk ke incubator, karena bayi terlahir sehat dan berat badan sesuai. Kedua, aku mengalami pecah ketuban selama 2 hari dan bayi dalam keadaan yang sehat.

Menurut Dokter dan perawat yang memeriksaku, sehari sebelumnya ada pasien dengan kondisi yang sama, dan keduanya tidak bisa terselamatkan. Aku pun awalnya diprediksi harus melahirkan secara caesar dan bayi harus masuk inkubator. Tapi, alhamdulillah... Aku bisa lahiran dengan normal, dan bayi pun terlahir dalam kondisi normal dan sehat tanpa harus ada tindakan apapun.

Kami hanya bisa bersyukur dan bersyukur atas kenikmatan yang Allah berikan. Allah sangat baik kepada kami. Maka, nikmat mana lagi yang pantas kami dustakan?


Itulah sepenggal kisah tentang buah hati pertamaku. Bagi teman-teman yang saat ini sedang mengalami hal yang sama, dua hal yang penting. Pertama, berdoa. Kedua, tetap tenang dan berpikiran positif. Akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Be a happy mom!

Thursday, May 5, 2022

Menuntun dan Dituntun

May 05, 2022 0 Comments

 

cinta dan kasih sayang


Pernahkah kita melihat dua orang yang sedang berjalan?

Ketika dua orang berjalan saling berpegangan tangan melangkah, tentunya akan terasa lebih nyaman dan indah. Perjalanan akan lebih menyenangkan, berjalan berdampingan dan beriringan. Tidak ada yang saling mendahului.

Tapi, bagaimana jika salah satu dari orang itu (maaf) tidak melihat? Masihkah mereka bisa berjalan berdampingan? Tentunya harus ada seorang yang jalan agak di depan dari yang satunya lagi. Kenapa? Karena ia harus menjadi penunjuk arah bagi orang yang ada di sampingnya yang tidak bisa melihat.

Itulah juga kehidupan. Ketika kita menuntun orang yang memiliki ilmu, tentunya berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali bagaimana cara melangkah dan kemana akan melangkah. Ketika yang menuntun itu terlalu cepat karena merasa tahu ada sesuatu yang indah di depan sana, tapi yang dituntun tidak dapat melihat itu, maka perjalanan akan terhambat, bahkan terhenti. Dan tujuan yang ingin diraih pun hanya bisa dibanggakan sebagai khayalan belaka.

Jadi sebenarnya, bukan masalah siapa yang akan menuntun dan dituntun. Tapi, pantaskan diri kita untuk menjadi salah satu dari itu. Jika kita terlahir untuk menuntun, cobalah untuk menuntun dengan penuh cinta. Dan ketika kita berada di posisi yang harus dituntun, bangunlah kepercayaan kepada diri kita dan orang yang menuntun kita.

Melangkah bersama bukan berarti harus dengan kaki yang sama, tapi menggunakan kaki yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.

Thursday, April 14, 2022

Merasa Sumuk di Kota Seribu Gumuk

April 14, 2022 0 Comments

 


team up for impact


“Puuaanaaasss banget ya, Neng,” ujar Pak Suami sambil mengganti baju koko dengan kaos tipis.

“Aduh, lebay banget. Bilangnya kan cukup panas banget ya,” ledekku sambil tertawa.

 

Percakapan di atas akhir-akhir ini seringkali terlontar diantara aku dan suami. Pertama kali menginjakkan kaki di Kota Seribu Gumuk  di tahun 2015 silam, sejujurnya aku sendiri sudah merasakan cuaca yang tidak bersahabat dengan kulit. Maklum aku lahir dan besar di Bumi Pasundan. Jadi ketika menyapa Bumi Pendhalungan, kulit lumayan kaget dengan perbedaan cuaca yang cukup ekstrim.

 

Saat itu saja, aku bisa mandi sehari 5 atau 6 kali. Pokoknya setiap kali mau shalat, pasti aku harus mandi. Bukan karena mengikuti sunnah, tapi lebih tepatnya badan yang nggak nyaman karena sumuk (gerah/kepanasan).

 

Itu dulu, sekarang?

Hmmm… Lebih puuaanaasss lagi. (logat sudah menyesuaikan, maklum sudah hampir sewindu hehehe…)

 

Ya, saat ini, meski kulit ini sudah bisa menyesuaikan, tapi dampak dari perubahan iklim sudah sangat terasa.  


Saking panasnya cuaca, saya bahkan setiap kali habis keluar rumah, pasti akan menuju kamar mandi dulu. Apalagi setelah menjemput anak dari sekolah, bisa kebayang kan berpanas-panasan naik sepeda motor jam 11 siang? Kulit rasanya semakin eksotis saja.

 

Tidak hanya cuaca ekstrim yang sangat tidak ramah di tubuh, tapi juga efek-efek lain mulai terlihat dan terasa. Misalnya saja, di beberapa tempat, kualitas dan kuantitas air tanahnya kurang baik.

 

Karena alasan itulah, kami memutuskan untuk memilih rumah di daerah masih banyak pepohonan. Tujuannya, kami ingin mendapatkan air yang lebih berkualitas. Karena air adalah kehidupan. Ketika kita bisa mendapatkan air dengan kualitas dan kuantitas yang tepat, maka salah satu cara untuk hidup sehat telah dipilih.

 

Selain berdampak pada air yang terasa, perubahan iklim juga bisa terasa pada udara yang tidak bersih. Jember dulu berbeda dengan sekarang. Ketika pertama kali menyapa Kota Tembakau ini, suasana belum seramai saat ini.

 

Dulu, pusat perbelanjaan bisa dihitung dengan jari. Tapi, sekarang, ada tambahan dua pusat perbelanjaan besar yang masuk, ditambah 1 supermarket bahan bangunan terbesar dan cukup terkenal pun sudah berdiri megah di kota ini.

 

Tidak hanya itu, jumlah perumahan semakain bertambah. Itu artinya, lahan sawah, kebun, bahkan hutan semakin berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu, bertambah juga jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan CFCs untuk AC.


dampak perubahan iklim
Sumber: http://ditjenppi.menlhk.go.id/
 

Itu semua tentu saja memberi andil dalam pemanasan global, dan pada akhirnya mengakibatkan perubahan iklim. Sebenarnya kita tahu penyebab perubahan iklim ini. Namun, kita  lebih memilih untuk tidak peka dengan kondisi bumi yang sudah sangat menghkhawatirkan.

 

Aku sendiri tidak bisa berbuat banyak, tapi setidaknya ada hal kecil yang bisa menyembuhkan bumi kita, diantaranya:

  • Memilih rumah yang cukup pencahayaan dan sirkulasi udara, sehingga meminimalisir penggunaan AC

Bagiku dan suami, memiliki rumah yang banyak jendela dan ventilasi yang cukup, sangat penting. Selain lebih terang, hemat listrik, dan pastinya lebih sehat. 

 

  • Bijak dalam berkendaraan bermotor

Disadari atau tidak, asap kendaraan bermotor juga menyumbang penyebab pemanasan global. Jadi, sebisa mungkin lebih bijak, bijak dalam memilih bahan bakar yang tepat dan bijak pula dalam menggunakannya. Jika masih bisa dijangkau dengan jalan kaki, mengapa harus memaksa diri menggunakan kendaraan? Bukankah kita juga akan lebih sehat?

 

  • Menyediakan lahan untuk menanam tanaman

Tanaman selain menjadikan udara jauh lebih segar, rumah kita pun akan terlihat lebih rindang dan adem. Tidak hanya itu, kehadiran tanaman dan bunga di pekarangan, bisa menjadi cara untuk menyehatkan pandangan mata kita, loh.

 

  • Menggunakan air secukupnya

Air adalah kehidupan. Tidak akan ada kehidupan tanpa air. Jadi, dengan bersikap bijak dalam penggunaaan air, kita telah membantu bumi untuk tetap lestari.

 

  • Berusaha untuk paperless

Kadang kita tidak sadar dengan penggunaan kertas. Padahal di era digital ini, akan sanga memungkinkan untuk bisa mengurangi penggunaan kertas. Tahukah teman-teman, 1 batang pohon hanya menghasilkan 16 rim kertas? Dan, 1 batang pohon dapat menghasilkan oksigen untuk 3 orang bernapas? Jadi, ketika kita bisa berhemat dalam menggunakan kertas, dan mulai membiasakan diri memanfaatkan kecanggihan teknologi, maka kita telah berinvestasi okisigen untuk penduduk bumi ini.

 

  • Tidak membakar sampah

Terlihat sepele. Bahkan mungkin di daerah sekitar rumah kalian pun masih banyak yang melakukan ini. Padahal membakar sampah bisa menjadi penyumbang dari pemanasan global ini. Mungkin masih ada yang berpikir, kan yang dibakar hanya sedikit. Ya, sedikit. Tapi, kalau 1 RT, 1 RW bahkan  desa berpikiran seperti itu, apakah masih bisa dikatakan sedikit?

 

Itulah 6 hal kecil yang bisa aku lakukan #UntukmuBumiku agar ia tetap terjaga. Aku sadar, kalau aku bukan pembuat kebijakan. Aku juga bukan akademisi yang bisa mengedukasi sekaligus memprovokasi banyak orang untuk menjaga kelestarian bumi. Aku hanyalah seorang ibu yang ingin kelak anak-anakku masih merasakan udara yang bersih, hutan yang masih hijau, dan ketersediaan air yang cukup.


Jember memang bukan kota kelahiranku. Tapi saat ini, aku sedang berpijak dan melangkah di Kota Seribu Gumuk ini. Maka sebagai rasa berterima kasih, aku ingin berbuat sesuatu, meski terlihat kecil dan sederhana.


global warming effects
Sumber: https://www.kominfo.go.id/
 


Teman-teman, yuk jadi bagian #TeamUpForImpact untuk bumi yang lebih baik! Mungkin yang kita lakukan ini terlihat kecil, tapi bukankah sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil? Karena sejatinya bumi ini dititipkan kepada kita untuk dijaga bukan untuk dirusak. Marilah kita berinvestasi untuk planet kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak dimulai saat ini, kapan lagi?

Sunday, April 3, 2022

5 Cara Agar Buah Hati Menikmati Puasa Mulai Hari Pertama

April 03, 2022 1 Comments

ramadhan 1443 H


 

Membiasakan buah hati berpuasa tentu butuh kecerdasan dan kesabaran. Meskipun ini bukan kali pertama ia belajar berpuasa, tapi tetap saja memerlukan cara yang cerdas untuk mengajaknya berpuasa.

 

Bagi anak-anak seusianya memang belum wajib berpuasa, tapi sebagai orang tua kita harus mulai memperkenalkan dan mengajarkannya melakukan Rukun Islam ketiga ini. Karena saya pribadi meyakini, bisa itu karena biasa. Sedangkan biasa itu karena terpaksa atau mencintai. Dan, tentunya kita ingin anak-anak kita menjalankan puasa dengan penuh suka cita dan kebahagiaan bukan karena keterpaksaan.

 

Di bulan Ramadhan kali ini, saya dan suami harus benar-benar memberikan pemahamam kepada anak pertama. Karena di usinya yang lebih kritis bertanya kenapa tentang semua hal yang berhubungan dengan puasa.

 

Tapi, kami bersyukur karena ia sudah mendapatkan tambahan pemahaman tentang puasa dri sekolahnya. Jadi, sejak awal tahun pun, ia sudah terus bertanya kapan bulan Ramadhan tiba. Meskipun begitu, kami terus memberikan edukasi tentang puasa dengan bahasa yang mudah ia pahami.

 

Nah, kali ini Saya dan suami pun menggunakan 5 Cara agar anak menikmati puasa hari pertama, diantaranya:

  • Perkenalkan dari awal kalau kita akan segera masuk bulan suci Ramadhan.

Beri tahu anak kita minimal satu bulan sebelumnya. Ajak ia mengenal puasa dari buku, film, lagu, atau cerita kita langsung. Dengan setiap hari ia mendengar kata puasa, maka secara tidak langsung kata itu akan masuk dalam memorinya.

 

  • Mengajak bukan memaksa

Sekali lagi, mereka belum wajib berpuasa. Tapi, ini adalah momen untuk memperkenalkan dan belajar melaksanakan salah satu rukun Islam. Carilah cara yang menyenangkan untuk mengajaknya berpuasa, dan tidak boleh memaksa. Khawatir kalau kita paksa, maka bukannya ia akan senang tapi malah benci dan pada akhirnya tidak mau berpuasa di saat ia sudah wajib berpuasa nanti.

 

  • Sediakan menu sahur dan buka puasa favoritnya

Ini penting banget, loh. Karena biasanya anak-anak akan senang kalau disediakan makanan atau minuman kesukaannya. Ia akan jauh lebih bersemangat ketika dibangunkan sahur, dan juga mau menunggu adzan maghrib demi menu favoritnya. Tidak ada salahnya, sesekali kita ajak makan di luar, sebagai reward berpuasanya.

 

  • Ajak ia mengisi waktu dengan kegiatan yang menarik

Cobalah susun kegaiatan menarik bersama anak kita. Ingat! Anak itu sennag banget kalau ayah dan ibunya mau berain dengannya. Tidak harus 24 jam nonstop, karena anak-anak pun membutuhkan waktu untuk bermain sendiri. Misalnya saja, kita investasikan waktu 2 jam untuk bermain bersama buah hati tanpa ada gangguan apapun, termasuk HP atau Televisi.

 

  • Mendoakan anak

Ini yang paling penting. Bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang sulit. Mintalah kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam mengajarkan puasa kepada anak kita. Kita hanyalah bisa berikhtiar, jangan terlalu terbebani dengan hasil. Satu lagi yang harus diingat, anak-anak belum wajib berpuasa, tapi tetap harus kita perkenakan dan ajarkan.

 

Itulah 5 tips agar anak menikmati puasanya, tidak hanya di hari pertama, tapi juga selama satu bulan penuh. Jadikan bulan Ramadhan ini menjadi bulan yang akan dirindukan terus oleh buah hati kita. Tanamkan perasaan suka cita menyambut dan menjalankan puasa kepada mereka, agar kelak mereka akan melakukan puasa dengan senang hati bukan karena terpaksa.