Kamis, 09 Juli 2020

#DareToBeYou, Seperti ASUS VivoBook S14 (S433) Berani Tampil Beda


Laptop Kawula Muda



Dare to be you. Mudah mengucapkan tapi tak semudah melakukannya. Terkadang muncul keinginan untuk meniru orang lain seratus persen. Seringkali rasa tidak percaya akan kelebihan yang ada pada diri sendiri yang membuat kita lebih memilih meniru orang lain.


“Trust yourself. You know more than you do.” 
(Benjamin Spock)

Memang tak ada yang salah dengan meniru orang yang lebih baik dan juga lebih sukses daripada kita. Tapi, alangkah jauh lebih baik ketika kita tidak hanya meniru, tapi mampu memodifikasi dengan tambahan sentuhan value kita sendiri. Menciptakan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan, akan lebih cepat menarik perhatian orang. Dan, percayalah setiap individu itu pasti memiliki kelebihan, asal kita mau melakukan sesuatu yang berbeda dari orang lain.

Seperti halnya, ASUS VivoBook S14 S433, yang berani tampil beda dan menjadi diri sendiri. Saya pun pernah dan sedang terus belajar untuk menjadi diri sendiri. Meski saya akui, itu tidak mudah. Butuh keyakinan dan perjuangan yang luar biasa untuk tetap menjadi diri sendiri.

Tahun 2003 ialah langkah awal dari perubahan yang terjadi pada diri saya. Saat itu, saya masih duduk di bangku SMA. Saya memulai langkah menjadi pendidik di tahun tersebut. Ya, saya mulai mengajar les Bahasa Inggris sejak saya masih memakai seragam putih abu.


“Possible thing is usual, usual thing is forced or love.”

Ketika itu, lebih tepatnya saya dipaksa untuk belajar mengajar. Meskipun jujur, masih ada sedikit keraguan akan kemampuan yang saya miliki. Tapi, terkadang kita harus dipaksa untuk bisa keluar dari zona nyaman dan menjadi 'something'.

Sebenarnya, saat itu, saya tidak memiliki keinginan untuk menjadi guru. Alasannya karena saya merasa seorang introvert yang sakit-sakitan ini tidak akan bisa berbicara di depan banyak orang serta menyampaikan sesuatu di depan orang lain. Tapi, sekali lagi, awalnya saya dipaksa dengan alasan yang baru saya pahami setelah saya menjadi seorang ibu.

Ya, almarhum Bapak pernah mengatakan kalau saya boleh jadi apapun, tapi setidaknya saya pernah merasakan untuk mengajar. Kelak ilmu mendidik ini akan sangat bermanfaat untuk membersamai anak-anak. Dan, saya bersyukur karen telah dipaksa untuk belajar mengajar, hingga saya mencintai dunia pendidikan.


“A diamond can’t change into bronze or silver. A diamond can change into a valuable jewellery.”

Itulah moto hidup saya. Dan, saya selalu mengatakan kata-kata itu pada diri saya sebagai pengingat untuk tetap menjadi yang terbaik dalam hal apapun. Meskipun itu tidak mudah.

Di profesi yang saya tekuni pun, saya selalu menanamkan kata-kata tersebut.Saya harus menjadi yang terbaik. Karena itulah, saya juga harus terus meng-upgrade diri untuk menjadi yang terbaik.

Tanpa saya sadari, setelah lulus SMA, ternyata saya mulai menikmati menjadi pendidik. Tidak hanya mengajar les Bahasa Inggris, saya pun menerima tawaran mengajar private baca tulis, mata pelajaran, private baca Al Quran dan juga diberi amanah menjadi Kepala TPQ/MDA di sebuah perumahan di kota Bandung, serta menjadi guru honorer di SD. Dan, semua itu saya lakukan sambil menimba ilmu di bangku kuliah.

Setelah lulus kuliah, saya diminta menjadi  guru honorer di sebuah SMA Negeri di Kota Bandung. Selain itu, saya pun memberanikan diri membuka tempat les sendiri. Dari mulai memiliki murid dua orang sampai puluhan orang. Tidak hanya itu, permintaan private pun semakin banyak, sampai-sampai saya harus mulai mengajar dari pukul 5 shubuh hingga pukul 9 malam, dari Senin sampai Minggu. Murid yang saya ajar, mulai usia 2 tahun hingga 50 tahun lebih. Untuk di tempat les, akhirnya saya memutuskan untuk dibantu 3 orang pengajar dan 1 asisten untuk mengurusi administrasi.

Selain mengajar Bahasa Inggris, saya pun menerima tawaran untuk mengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) kepada orang-orang Belanda yang datang ke Bandung. Mereka kebanyakan mahasiswa kedokteran yang akan praktek di beberapa Rumah Sakit di kota Bandung dan sekitarnya. Saya ditantang untuk bisa mengajarkan mereka lancar berbicara Bahasa Indonesia hanya dalam waktu 20 jam.

Sebenarnya tidak pernah terbayangkan saya bisa melakukan itu semua. Saya sadar saya bukan guru yang hebat. Bahkan saya masih terus belajar. Lalu, apa yang membuat saya bisa mendapat murid sebanyak itu? Bahkan banyak yang saya tolak karena jadwal sudah penuh.

Berani Beda. Ya, itu kuncinya. Awalnya, saya hanya mengamati dan meniru gaya mengajar Almarhum Bapak dan keempat kakak saya, lalu saya mencoba untuk memodifikasi gaya mengajar sesuai dengan karakter dan juga pengalaman saya belajar Bahasa Inggris sejak SD hingga kuliah. Apa yang saya tidak temukan dari guru-guru saya dan biasanya dicari oleh murid-murid. 

Saya pun mulai menerapkan cara mengajar ala Intan Daswan. Gaya mengajar pun saya sesuaikan dengan karakter saya dan kebutuhan 'pasar'.  Apapun yang saya ajarkan, mau itu Bahasa Inggris, membaca, mengaji atau BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing), tetap saya tunjukkan gaya mengajar saya. Saya seorang visual kinestetik, jadi cara mengajar saya pun lebih condong ke arah sana, meskipun saya terus belajar memfasilitasi murid-murid dengan gaya belajar audio.

Saya ingin murid-murid yang saja ajar merasa puas. Metode pengajaran saya buat semenarik mungkin, dengan melihat gaya belajarnya, apakah visual, audio, atau kinestetik. Bahkan saya tidak merasa terbebani ketika harus menenteng notebook, sound system kecil, earphone dan berbagai macam alat peraga ke tempat private. Tujuannya satu, agar murid-murid saya bisa merasa puas dan targetnya tercapai.

Saya bersyukur karena saat itu, saya memaksakan diri untuk membeli notebook ASUS EeePC Series dari hasil mengajar. Setelah tanya sana-sini, ternyata dengan budget yang saya punya, banyak penjual di pusat penjualan elektronik terkenal di kota Bandung, merekomendasikan notebook ASUS. Ternyata memang cocok banget dibawa kemana-mana dan nggak rewel juga, sampai saat ini masih hidup loh, ya saksi hidup perjuangan saya hehehe...

Selain menjaga kualitas cara mengajar, tempat les pun saya buat senyaman mungkin. Bahkan tidak jarang mereka datang meskipun tidak ada jadwalnya. Atau, mereka datang lebih awal hanya untuk numpang makan atau mengerjakan tugas dari sekolah. Di kelas anak-anak, saya simpan banyak permainan, gambar-gambar dan musik anak-anak. Di kelas remaja, saya putarkan lagu-lagu dan film yang sedang trend sebagai salah satu sarana pembelajaran. 

#DareToBeYou. Saya akui, saat itu, di daerah saya banyak tempat les yang sudah punya nama. Tidak hanya itu, bahkan di sekolah tempat saya mengajar pun, banyak guru yang lebih senior keilmuannya daripada saya. Namun, saya selalu berpikir apa yang bisa saya lakukan dan orang belum lakukan itu. Dan, itulah yang bisa menjadi ‘nilai jual’ saya. Sejak awal mengajar, saya tidak pernah memposisikan sebagai guru yang lebih pintar. Saya selalu memposisikan sebagai teman diskusi. Apalagi saya tidak hanya mengajar yang usianya lebih muda, ada banyak yang sudah senior, bahkan dengan background pendidikan yang luar biasa. 

Di sela kesibukan saya mengajar, saya pun mulai melatih kembali kemampuan menulis. Saya mengikuti lomba menulis dan juga mencoba mengirim tulisan ke penerbit atau media. Bagi saya, menulis bisa menjadi refreshing di tengah kesibukan mengajar. Tapi, tetap saya punya target menang dan tembus penerbit.


“Usaha dan doa tidak akan mengkhianati hasil.”

Kelelahan saya menulis hingga malam menjelang, terbayar dengan memenangkan beberapa lomba menulis dan menerbitkan beberapa buku antologi serta buku solo. Dan, dari hobi menulis ini, saya kembali memiliki laptop ASUS karena menjadi juara 1 lomba menulis yang diadakan salah satu penerbit mayor (memang sudah jadi soulmate nih sama ASUS hehehe…).



Menjadi diri sendiri memang tidak mudah. Berani tampil beda memang butuh keberanian. Berani untuk diperhatikan, berani untuk dikomentari dan bahkan berani untuk menjadi seseorang yang ‘aneh’ bagi kebanyakan orang. Dan, saya pernah merasakan itu, bahkan mungkin sampai sekarang.

Ya, setelah memiliki anak, saya memang memilih jeda dari profesi mengajar. Saya memilih fokus untuk membersamai kedua buah hati. Meskipun keputusan ini tidaklah mudah. Kembali lagi, komentar berbalut rasa peduli dan simpati sering sekali saya dengar. Dari mulai, menyayangkan ilmu yang dimiliki, kesempatan emas, dan menghilangkan sumber rezeki. Ah, rasanya ingin menjadi diri sendiri dengan segala pilihan dan keputusan memang tidak mudah. 

Tidak hanya itu, menjadi emak-emak milenial dan memiliki 2 generasi Alpha itu susah-susah gampang. Saat ini, saya sedang fokus menjadi pendidik bagi kedua anak saya yang masih balita. Saya sedang belajar menjadi orang tua dan mendidik generasi Alpha yang kecerdasannya dan semangat belajarnya melebihi emaknya. Karena alasan itulah, cara saya dalam membersemai generasi digital ini pun, harus dengan cara yang berbeda, dan terkadang terkesan aneh di mata sebagian orang. Mendengar komentar warga +62, rasanya kalau nggak kuat iman dan imun diri, bisa stress dan langsing tanpa diet hehehe…

Tapi, saya bersyukur kebiasaan sebelum menikah ternyata membuat saya terbiasa berani tampil beda. Meskipun kadang dibilang aneh, namun saya selalu mengatakan “this is me, and I am happy to be myself”




Seperti halnya juga ASUS. Dari sejak kemunculannya, ASUS berani tampil beda. ASUS merupakan perusahaan multinasional sekaligus produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis dan router terbaik di dunia. ASUS memiliki visi sebagai perusahaan teknologi terdepan dan paling inovatif di dunia.

Hadir dengan brand spirit “In Search of Incredible”, ASUS berhasil memperoleh penghargaan tahun 2018 termasuk Forbes’ Global Top Regarded Companies, Thomson Reuters’ Top 100 Global Tech Leaders dan Fortune’s World’s Most Admired Companies. Dan, di tahun ini,  ASUS kembali mengeluarkan pruduk terbaru ASUS VivoBook S14 (S433) yang merupakan laptop juara di kelasnya. Apa saja kelebihannya? Ini dia kelebihan yang dimiliki ASUS VivoBook S14 (S433):

  • Performa Hebat



ASUS VivoBook S14 (S433) ditenagai oleh Intel Core 10th Gen. Varian yang digunakan ialah Intel Core i5-10210U yang memiliki konfigurasi empat core dan delapan thread. Processor terbaru dari Intel ini, tidak hanya powerfull namun juga hemat daya. Hal tersebut berdasarkan hasil pengujian menggunakan Cinebench R20 dan PCMark 10, ASUS VivoBook S14 (S433) berhasil meraih skor yang cukup tinggi dan terbukti cocok menemani berbagi kegiatan sehari-hari penggunanya.

Satu hal lagi, ASUS VivoBook S14 (S433) menggunakan PCle SSD berkapasitas 512GB. ViviBook S14 (S433) juga menggunakan SSD yang telah dilengkapi dengan Optane Memory berkapasitas 32GB. Optane Memory merupakan teknologi eksklusif Intel yang memanfaatkan memori tambahan sebagai cache. Dengan adanya cache, SSD mampu mengakses data yang sering diakses secara lebih cepat, sehingga performa secara keseluruhan akan lebih kencang.

Satu lagi yang paling penting, performa baterai ASUS VivoBook S14 (S433) ini merupakan yang terbaik. VivoBook S14 (S433) mengadopsi baterai 50Whrs, lebih besa dibandingkan laptop di kelasnya. Digabungkan dengan Processor Intel Core 10th Gen yang hemat daya, VivoBook S14 (S433) mampu bertahan selama 12 jam saat diuji menggunakan PCMark 10 Battery pada mode Modern Office.

  • Desain



Desain lebih elegan dengan aksen warna yang tajam dan minim dekorasi. Hanya ada tulisan “ASUS VivoBook” di tempatkan di samping, dan ada banyak “ruang kosong” atau bahasa dalam bahasa desain disebut “negative space”. Negative space ini nantinya bisa dipasang stiker ekslusif sesuai dengan karakter kita.


  • Stiker Eksklusif



ASUS bekerja sama dengan seniman Muchlis Fachri atau yang lebih dikenal dengan Muklay, seniman visual asal Jakarta. Muklay menghadirkan desain stiker eksklusif khusus untuk pengguna VivoBook S14 S433. Desain dibuat sesuai dengan jiwa generasi Z.


  • Warna



ASUS VivoBook S14 S433 menghadirkan 4 warna yang bisa dipilih sesuai dengan karakter kita, diantaranya:

     1. Gaia Green
Gaia Green yang terinspirasi dari alam berarti bagi mereka yang memilih warna ini memiliki karakter mudah beradaptasi dan terbuka terhadap segala sesuatu yang dunia berikan.

     2. Resolute Red
Berapi-api dan mencolok, mereka yang memilih warna ini berarti menempatkan diri di luar arus dan tidak takut dengan apa yang dipikirkan orang lain.

     3. Dreamy Silver 
Berani bermimpi, mereka yang memilih warna ini berarti mereka teguh dengan cita-cita dan bangga dengan apa yang diperjuangkan.

     4. Indie Black
Indendensi dan kepemimpinan tanpa kompromi, mereka yang memilih warna ini memiliki karakter bertanggung jawab atas situasi apapun dan tidak takut untuk berbicara untuk orang lain.


  • Layar



ASUS VivoBook S14 S433 menggunakan teknologi NanoEdge Display, sehingga mampu menghadirkan bezel yang tipis. Screen to body ratio hingga 85 persen dan ukuran keseluruhan body yang lebih kecil. Selain itu, teknologi ini pun membuat layar nampak lebih lega dan konten yang disajikan lebih impressive.


  • Bodi


ASUS ViviBook S14 (S433) memiliki bodi yang sangat tipis dan ringan untuk laptop di kelasnya. Beratnya hanya 1,4 kilogram dan ketebalannya hanya 15,9 mm. Jadi bisa dengan mudah dan nyaman untuk dibawa kemana-mana.


  • Fitur Premium




ASUS VivoBook S14 (S433) telah dilengkapi fitur terbaik di kelasnya. Ada fingerprint atau pembaca sidik jari yang sudah terintegrasi dengan Windows Hello di Windows 10.

Windows Hello merupakan fitur yang memudahkan pengguna untuk masuk ke dalam sistem tanpa harus mengetikkan password. Selain dapat login dengan cepat dan praktis, Windows Hello juga membuat laptop menjadi lebih aman karena tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.

Selain Windows Hello, ASUS VivoBook S14 (S433) juga dilengkapi dengan audio premium bersertifikasi harman/kardon. Fitur ini sangat penting, karena ASUS VivoBook S14 (S433) ini memang diperuntukkan untuk kawula muda, jadi tentu saja music merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Kualitas audio yang dihadirkan merupakan terbaik di kelasnya.




Tidak hanya itu, ASUS VivoBook S14 (S433) memiliki kelebihan lainnya, yaitu Keboard backlit. Keyboard backlit pada ASUS VivoBook S14 (S433) sangat cocok untuk bekerja di lingkungan yang minim cahaya. Didesain secara ergonomis, kokoh, konstruksi satu bagian dan dengan key travel 1,4 mm yang memberikan pengalaman mengetik yang nyaman. 

  • Konektivitas Terbaik
ASUS VivoBook S14 (S433) dilengkapi dengan beragam konektivitas modern, salah satunya ialah modul WiFi 802.11ax atau WiFi 6. WiFi 6 merupakan teknologi komunikasi data nirkabel generasi terbaru. WiFi 6 menjanjikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi yaitu hingga tiga kali lipat, kapasitas jaringan hingga empat kali lipat lebih banyak dan latency hingga 75 persen lebih rendah.



Sementara untuk konektivitas lainnya, ASUS VivoBook S14 (S433) telah hadir dengan beragam port termasuk USB 3.2 (Gen 1) Type-C yang menjanjikan kecepatan data lebih baik. Selain itu, port USB Type-C juga dapat dimanfaatkan untuk mengkoneksikan VivoBook S14 (S433) dengan berbagai perangkat eksternal modern yang saat ini lebih banyak memanfaatkan USB Type-C sebagai interface-nya.




Kesimpulannya, ASUS VivoBook S14 (S433) ini tidak hanya fokus pada tampilan dan gaya saja. Memang laptop ini dirancang untuk Generasi Z yang aktif, kreatif dan penuh kebebasan. Mulai dari aksen warna hingga stiker, memang sangat cocok untuk kawula muda. Tapi, di sisi lain, performa laptop ini sangat luar biasa. Laptop modern yang sangat powerfull, bahkan bisa bertahan hingga 12 jam.

Gimana? Apa nggak mupeng tuh lihat setumpuk kelebihan yang dimiliki oleh ASUS VivoBook S14 (S433). Hmmm… Harganya?

ASUS VivoBook S14 (S433) tersedia dan bisa dibeli melalui jaringan retail offline. Sedangkan untuk jaringan retail online, bisa melalui e-commerce berikut:

Oya, setiap pembelian ASUS VivoBook S14 (S433) melalui e-commerce tersebut, kita bisa mendapatkan T-shirt ekslusif Billionaire’s Project selama persediaan masih ada (warna T-shirt akan diberikan secara acak).

Nah, sekarang berapa sih harganya?
ASUS VivoBook S14 (S433) yang menggunakan processor Intel® CoreTM i5-10210U dibanderol dengan harga Rp 13.999.000.
ASUS VivoBook S14 (S433) yang menggunakan processor Intel® CoreTM i7-10510U dibanderol dengan harga Rp 15.999.000.

Hmmm… Gimana? Harganya sesuai dengan kelebihan yang dimiliki, kok. Asli, pokoknya nggak bakalan rugi deh. Apalagi buat kamu Generasi Z, laptop ini bakalan jadi sobat yang ngerti kamu banget. Percaya deh, ASUS VivoBook S14 (S433) akan membuat kamu tampil beda dan berani menjadi dirimu sendiri.

34 komentar:

  1. laptop keren, kekinian, performa ok, tapi harga ngga bisa boong yah, lumayan menguras tabungan nih harganya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada harga ada rupa, Mas hehehe... Tapi, yakin deh nggak akan nyesel kalau punya ViVoBook S14.

      Hapus
  2. Warnanya beragam dan mampu bertahan sampai 12 jam ya baterainya, mumpuni juga. Harganya lumayan sih, tapi sebanding sih sama spesifikasinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebanding banget, Mbak. Pokoknya nggak bakalan rugi deh dengan harga segitu.

      Hapus
  3. Wuah keren banget. Asus ini memang idaman banget deh. Pengen ganti laptop deh. Ukurannya slim dan mungkin ringan. Jadi nyaman dibawa ke mana-mana. Jangankan laptopnya. Chargernya kebetulannya cocok sama laptop saya yang merek Toshiba. Saya puas makainya. Kualitas oke deh.

    BalasHapus
  4. Bikin ngiler deh. Warnanya juga menarik. Kapan yaaa bisa punya laptop begini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut lombanya aja, Mbak, siapa tahu menang dapat laptop ASUS.

      Hapus
  5. Desain Asus terbaru kece abisssss. Kalo udah punya satu, udah deh, gak perlu distiker-stikerin, atau dipermak lagi casing laptopnya macem-macem. Versi originalnya udah keren pisan.

    BalasHapus
  6. Mupeng banget lihat ASUS VivoBook S14 S433, huhuhu keren abisssss

    Eniwei semoga menang yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaps... Keren pake banget pokoknya.

      Aamiin... Makasih doanya :)

      Hapus
  7. Mupeng banget deh Mba. Kebetulan laptop yang biasa aku pakai sedang ngambek nih, minta di service. Baca tulisan begini kan jadi bikin pengen mempertimbangkan untuk pakai gear kerja yang baru. Huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ganti sama laptop ASUS aja, Mbak. Pasti bakalan lebih semangat deh ngeblognya.

      Hapus
    2. Mauuuu. Lagi hitung hitung tabungan dulu nih mba. Kalau ga, semoga bisa menang lomba apaaaa gitu yang hadiahnya laptop.

      Hapus
  8. Asus selalu terdepan ya inovasinya..
    Nggak hanya kinerjanya yg oke, tapi penampilannya juga cantik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap... Bener banget, ASUS memang keren.

      Hapus
    2. Laltopku juga asus, awet euy..
      Meski jadul masih bisa dipake, tapi lihat ini jadi pengen..
      Hehe

      Hapus
  9. Aku kagum banget loh Mbak sama kamu. Dan benar ya saat menjadi ibu itu bagaimana cara mengajar itu terpakai banget untuk anak. Laptop Asus seri baru ya ini 😊 cantik ya mbak, tapi aku gak ngerti sih persoalan gadget, biasanya yang pergi beli suami ku tinggal terima beres aja. Palingan riquesnya kudu yang cantik seperti Asus ini hehhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisikin ke suami buat beli laptop ASUS ini, Mbak :)

      Hapus
  10. Keren deh punya ASUS karena menang lomba menulis dari penerbit. Kalo aku punya ASUS karena dapat duit tali asih saat resign kerja, alhamdulillah ya. ASUS memang kece, performanya oke, penampilannya yang Vivobook s14 ini apalagi, aku mupeng beli untuk anak bungsuku. Tapi duitnya baru punya separonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting bisa sama-sama punya ASUS ya, Mbak hehehe...

      Ikutan lombanya aja, Mbak, siapa tahu dapat laptop ASUS :)

      Hapus
  11. Wah, iya. Saya belum menulis tentang laptop keren ini. laptop yang pas banget untuk anak saya yang masuk SMA Animasi tahun ajaran ini. ALhamdulillah kemarin sekolah daring perdananya lancar.

    BalasHapus
  12. Wah keren mba inspiratif, sudah ngajar sejak SMA. Keluarga bapa saya banyak yg jadi pengajar, sy agak nyesel jg ga menekuni profesi ini. Sejak punya anak resign ngajar

    BalasHapus
  13. Asus banyak banget mengeluarkan versi produknya. Kalau aku lihat dari branding nya lebih mengutamakan kepada ketangguhan dan kekuatan laptop itu sendiri.

    BalasHapus
  14. Laptop ASUS memng gak pernah gagal memukau aku. dari laptop buat kerja hingga laptop gamingnya selalu bikin mupeng. Mana cepet pula inovasi dari seri ke seri berikutnya. Huhu, aku ketinggalan. Kepengen atuhlah ganti laptop lama dengan ASUS Vivobook terbaru :D

    BalasHapus
  15. Zaman sekarang, memiliki laptop memang sebuah keharusan yaa, kak..
    menunjang banget untuk keperluan sehari-hari.
    Harus jeli dalam memilih. Dan ASUS yang terbaik di kelasnya..

    BalasHapus
  16. Lumayan lama juga ya baterainya. Jadi sehari cukup dua kali pengecasan. Laptop asus memang mempermudah kerjaan kita

    BalasHapus
  17. Wah pengalaman mengajarnya banyak ya, pasti sekarang mengajar anak sendiri lebih mudah ya, laptop asus emang kece banget, cocok buat siapa saja yang memang ingin menjadi diri sendiri di zaman milenial ini

    BalasHapus
  18. Warna-warnanya eye catching ya. Cocok nih buat anak milenial

    BalasHapus
  19. Hai, cikguk. Gak mudah emang jadi guru ya. Apalagi musim pandemi kek gini. Ngajar online secara kreatif udah gak bisa dihindari. Tapi klo ngajarnya via laptop gini. Mantaaap

    BalasHapus
  20. Aaaah keren banget smua fitur nya ud zaman now yaa mensupport smua kegiatan perweb'an klo bgini yaa dan mau simpen data pun ga worried krn kapasitas nya yang OK

    BalasHapus
  21. Mupeng banget sama rampingnya si vivobook itu muat untuk dimasukkan ke dalam tas ransel dan nggak berat ya, mana warnanya kece semua

    BalasHapus
  22. Dari sebuah laotpl ternyata ada pesan moral yang bisa diambil ya Mbak. Btw banyak keunggulan produk Asus Vivo ini yaa.

    BalasHapus