Minggu, 24 Juni 2012

Motor matic injeksi irit harga murah – Yamaha Mio J

15.38 0 Comments



Pengen cari motor matic berteknologi injeksi yang irit bahan bakar dan berharga murah?
Nggak perlu susah-susah mencari motor yang seperti ini. Yamaha telah mengeluarkan motor terbarunya yang super canggih. Motor matik injeksi irit dengan harga ekonomis maka, Yamaha Mio J.
Model terbaru yang telah tersedia di pasar nasional ini begitu unik dengan keunggulan sesuai tagline-nya "Semakin Cepat Semakin Irit...It’s Magic."
Keunik Mio J saja sudah dimulai dari namanya. Huruf "J" yang berada di belakang nama "Mio", merupakan awalan dari teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI).
Makna tagline tersebut juga sangat dalam dan menjadi kesempurnaan Mio J. Pasalnya, dengan teknologi mutakhir Yamaha itu pengguna dapat meningkatkan performa mesin dan hemat bahan bakar sampai 30 persen. Ini pula mengapa Mio J disebut "It’s Magic."
Kata kunci lainnya buat Mio J adalah friendly (bersahabat). Artinya Mio J mudah digunakan baik oleh pria maupun wanita dari segala usia, anak-anak sampai dewasa. Desainnya pun friendly, cocok untuk siapa saja karena tidak terlalu macho atau condong ke anak-anak muda.
Mio J mudah digunakan dan ketinggian jok rendah sehingga bisa mengakomodir siapa saja. Sudah menggunakan teknologi injeksi jadi tidak perlu membersihkan karburator. Servisnya pun cepat karena akinya kering, jadi tidak perlu dicek setiap minggu.
Untuk mereka yang butuh ruang untuk penyimpan barang tak perlu khawatir. Bagasi Mio J luasnya 8 liter, sehingga bisa menyimpan banyak barang seperti jas hujan, sepatu ganti dan tas kecil.
Pengguna Mio J juga tidak perlu sering-sering ke SPBU untuk mengisi bahan bakar karena besarnya tangki Mio J yang dapat diisi 4,8 liter bahan bakar. Keunggulan lainnya adalah mudah membawa boncengan karena joknya panjang.
Performa Mio J sudah pasti terjamin keunggulannya. Hal ini berkat diaplikasinya sederet terknologi terdepan Yamaha, yaiut diasil cylinder, forged piston, dan YMJET-FI. Jadi bukan berlebihan bila Mio J lahir sebagai motor matik performa tinggi secepat jet dan selincah Mio, didukung kemampuan irit dan awet.
Spesifikasi mesin Mio J menggunakan tipe mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 7,75 PS di putaran 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 8,5 Nm di 5.000 rpm.
Fitur penting lainnya yang terdapat pada Mio J adalah key shutter (kunci magnet) yang meningkatkan perlindungan sepeda motor dari aksi pencurian. Karena itu, ketika parkir Anda tak perlu lagi gundah.
Desain Mio J secara keseluruhan pun menarik. Update sesuai zaman untuk menyesuaikan dengan konsumen yang sudah cerdas dalam memilih motor. Desainnya mengambil aliran garis yang tidak terputus dari bodi depan ke bodi belakang sehingga menciptakan kesan harmonis. Sporty, canggih dan dinamis. 
Permukaan bodinya tidak datar tapi memiliki sentuhan lekukan-lekukan yang menimbulkan efek bayangan bernuansa elegan dan berkualitas tinggi. Titik-titik menonjol Mio J secara keseluruhan dapat dilihat pada bodi belakang, spack board, leg shield dan head lamp.
Terlebih Yamaha menyediakan dua tipe yang bisa dipilih, yaitu Mio J Family dan Mio J Teen. 




Mio J Teen

Perbedaan Mio J Family dan Mio J Teen

Mio J Family
Mio J Teen
Segmen Pasar
Cocok untuk keluarga
Cocok untuk remaja
Tampilan
Dinamis, Sporty, Elegan dan Simple
Dinamis, Trendy dan Elegan,
Warna
Warna putih, hijau, biru, hitam, dan merah
3-tone color combination:
a.    hitam - putih – merah;
b.    hitam – hijau – abu-abu muda;
c.    putih – biru – abu-abu muda;
d.   putih – hitam – abu-abu muda;
e.    putih – merah – abu-abu muda.
Harga
Rp 11.990.000 (Mio J-FI)
Rp 12.800.000 (Mio J CW-FI)
Rp 12.930.000.

Dan pastinya, YMJET-FI yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. YMJET-FI menghasilkan pembakaran sempurna, tenaga yang maksimal namun sangat irit BBM dan ramah lingkungan.
So, apa lagi yang musti dipertanyakan pada Mio J. Motor matic ini akan membuktikan diri sebagai sepeda motor praktis, ekonomis, dan berkemampuan tinggi.
#Tulisan ini diikutsertkan dalam Yamaha Writing Competition#

Bukan Salah Air Mata

11.18 0 Comments
Ingin rasanya menahan tangis. Tapi memang tidak semudah apa yang diucapkan. Ketika hati ini sudah mulai tersakiti, maka air mata memaksa untuk keluar.

Kita semua tahu, tidak semua tangisan simbol kelemahan. Ada saatnya kita tak mampu mengungkap rasa. Dan air matalah yang sanggup untuk mengatakan sesuatu yang sulit terungkap.

So, menangislah, jika dengan menangis hati kita akan merasa lebih nyaman. Bukan salah mata untuk mengeluarkan air, tapi bertanyalah apa yang menyebabkan air itu keluar. Belajarlah mencari solusi bukan mengeluh tanpa aksi.

Rabu, 20 Juni 2012

Spiderman dari Tanah Priangan

14.32 0 Comments

Pernah lihat orang yang memanjat tiang atau bambu puluhan meter, tanpa alat bantu apapun? Tapi ini bukan di film atau TV lho. Ini di alam nyata, bukan alam imajinasi.

Spiderman? Superman? Atau sederet nama superhero dari negeri Paman Sam? Jawabannya seratus persen salah.

Tidak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk melihat langsung orang yang bisa memanjat tiang puluhan meter tanpa tali atau alat bantu apapun. Pengen tahu darimana superhero itu berasal? Dari Amerika? Inggris? Belanda?

No, bukan dari Inggris atau Amerika. Superhero itu ada di alam nyata, bukan khayalan atau trik kamera. Superhero itu berasal dari tanah kelahiran Si Kabayan. Dia berasal dari tatar sunda, tepatnya Jawa Barat.

Yupp... Yang kita bicarakan memang bukan superhero khayalan. Kita sedang membicarakan kesenian yang berasal dari negeri kita tercinta, Indonesia. Ternyata negeri ini hebat sekali. Jika negara-negara maju masih menggunakan imajinasi mereka untuk bisa melakukan hal yang tidak mungkin. Atau mereka gunakan tipuan kamera untuk sebuah adegan berbahaya. Tapi, kita sudah selangkah lebih maju.

Kita memiliki seni lais. Apa itu seni lais? Lais merupakan suatu jenis pertunjukan rakyat di Jawa Barat yang mirip akrobat  Tetapi, karena kegiatan apa pun dalam masyarakat Sunda tradisional ini selalu tidak lepas dari kepercayaan penduduknya, maka keterampilan akrobatik yang dilakukan oleh pemain-pemain lais itu pun dipercaya mendapat bantuan gaib. Selain itu, tentu saja lais juga diberi nafas seni dengan dimasukkannya tetabuhan dan dilantunkannya lagu-lagu selama pertunjukan.

Pertunjukan lais terutama mempertontonkan keterampilan satu atau dua orang pemain lais yang berjalan atau duduk di atas tali tambang yang direntangkan di antara dua ujung bambu. Tali tambang tersebut selalu bergoyang dan bambunya pun bergerak-gerak selagi menyangga beban dan gerakan pemain lais tersebut.

Lais terdapat di Kabupaten Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Cirebon dan Bandung. Lais dapat disaksikan pada acara-acara kenegaraan, hajatan, pernikahan ataupun khitanan.

Cara penyajian pertunjukan lais dilakukan dengan terlebih dahulu memancangkan dua leunjeur (batang) awi gombong (bambu berbumbung besar) di tanah serta merentangkan tali tambang pada kedua ujung bambu tersebut. Tali tambang  kemudian diikatkan pada kedua ujung bambu yang dipancangkan tersebut lalu tetabuhan pun dibunyikan sebagai pembukaan juga sebagai pemberitahuan bahwa permainan akan segera dimulai. Hal ini dilakukan untuk mengundang penonton dan sebagai pemanasan suasana.

Ketika permainan dimulai, sang dukun (pawang) lais pun siap dengan perlengkapan upacaranya, yaitu sesajen (sesajian) dan pedupaan (kukusan). Bersamaan dengan bunyi tetabuhan, dibakarlah kemenyan dalam pedupaan tadi serta mantera-mantera pun dibacakan. Upacara ini dimaksudkan agar si pemain lais  diberi kekuatan, kelincahan, keterampilan serta keselamatan di dalam permainannya.

Itulah seni lais yang tak kalah hebatnya dengan pertunjukkan spiderman atau superhero. Tapi sayang banyak orang yang tidak mengenal kesenian ini.

Ya, termasuk saya pribadi pun baru mengenal seni lais ketika mengunjungi West Java Festival 2011. Di situ banyak sekali kesenian tradisional yang sudah mulai punah dimakan zaman.

Mungkin untuk anak-anak muda seumuran saya, banyak sekali yang tidak tahu kesenian apa saja yang dipentaskan. Jangankan paham atau mengenal lebih dekat, tahu namanya saja sudah sangat beruntung.


Padahal sebenarnya jika kita gali kesenian yang ada di negeri ini begitu banyak dan menarik. Kadang kita malu ketika banyak sekali pengunjung asing yang datang ke negara kita dan mempelajari seni dan budaya bangsa kita.

Tak jarang banyak turis asing yang jatuh cinta dengan kebudayaan dan kesenian negeri ini. Sedangkan kita? Kita malah asyik dengan sajian boyband dan musik barat. Tak lupa pula budaya yang jeleknya saja yang kita tiru.

Lantas, ketika budaya kita diakui oleh negara lain, barulah kita protes. Kita lebih cepat terpancing emosi dengan mengadakan demo dan pemboikota produk negara tersebut. Salah?

Mungkin yang harus disalahkan ialah diri kita sendiri. Kita terkadang malu untuk mengakui kehebatan bangsa sendiri. Kita sudah cenderung apatis dengan bangsa ini. Jangankan untuk menjaga keutuhan bangsa, untuk mengatakan aku cinta Indonesia pun, mungkin sudah terlalu sungkan untuk diucapkan.

Jangan salahkan bangsa lain karena sudah mengakui beberapa kebudayaan, dan kesenian Indonesia sebagai milik mereka. Karena kita sendiri memang malu untuk mempelajarinya. Kita kadang pura-pura tidak tahu apa saja kesenian bangsa ini.

Kadang kita kita menganggap kuno, nggak up to date, nggak gaul, jika kita mempelajari kesenian dan kebudayaan Indonesia. Padahal kesenian dan kebudayaan bangsa ini menyimpan filosofi yang tinggi. Ada makna di setiap gerakan yang tampilkan, syair yang dinyanyikan dan pakaian yang digunakan.

Untuk momen-momen seperti West Java Festival bisa membantu kita untuk me-recharge kecintaan kita kepada bangsa ini. Kita jadi tahu, kalau bangsa ini memiliki kekayaan seni yang luar biasa banyak.

Sudah saatnya kita buka mata dan telinga untuk mulai mencintai kebudayaan bangsa sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjadi pewaris kekayaan bangsa yang tidak terkira ini?



Selasa, 05 Juni 2012

Lebih dari Sekedar Nilai

16.48 0 Comments
Belajar hanya untuk mendapatkan sederet angka?
Tentu saja bukan niat yang harus kita miliki. Sejatinya, belajar ialah sebuah proses pemerolehan ilmu atau informasi. Dengan belajar, akan terjadi perubahan, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dan dari jelek menjadi baik.

Tapi, apa yang terjadi dengan sekarang?
Bangku sekolah yang seharusnya mencetak para generasi terpelajar, malah membuat generasi yang sangat tidak terdidik. Dari mulai ucap sampai sikap, sangat tidak mencerminkan pribadi yang berilmu.

Sekolah telah mengalami pergesaran nilai, begitupun guru. Banyak guru yang lupa akan tugas suci untuk mendidik para generasi bangsa. Zaman telah menjadikan guru hanya mengajar karena dorongan profesi, buka dari hati.

Untuk itu, sudah saatnya kita kembali membenah jiwa, mematut diri. Kita luruskan kembali niat kita masing-masing, baik itu sebagai pelajar maupun sebagai tenaga pengajar.

Dunia masih membutuhkan orang-orang yang memiliki hati. Dunia masih merindukan pribadi yang bekerja dengan hati, bukan dengan obsesi.