Selasa, 10 Desember 2013

Salam Rindu untuk Sahabatku

21.43 0 Comments

Sahabatku, apa kabarmu hari ini?
Gimana juga kabar keluarga Teteh? Your husband and your son? Aku berharap, Teteh dan keluarga selalu ada dalam lindungan Allah SWT.
Teh, sudah hampir 5 tahun kita nggak berjumpa. Rasanya kangen sekali. Meskipun kita masih berhubungan via social media, itupun jarang. Aku ngerti, itu karena statusmu sekarang yang sudah menjadi seorang istri dan seorang ibu dari anakmu. 
Teh, aku selalu ingat masa-masa kuliah kita dulu. Kita bertemu karena ketidak sengajaan. Sejak saat itu aku merasa menemukan sahabat yang mengerti tentang diriku. Sahabat yang bisa mengatakan dengan jujur tentangku. Sahabat yang mengajarkan aku tentang kedewasaan. 
We have many unforgettable experiencesJ
Masih terekam dengan jelas dalam benakku teh, ketika kita berdua ke Jakarta hanya untuk mengenal apa itu Quatum Teaching and Quantum Learning? Kita pergi ke ibu kota dengan bekal 100 ribu rupiah, dan yang lebih parah kita belum pernah ke Jakarta naik kendaraan umum. Oya, kita juga salah masuk toko buku disana, yang sebenarnya toko buku itu khusus menjual buku-buku non  muslim, dan kita berdua wanita berjilbab masuk ke toko itu? J
Aku juga selalu ingat, ketika kita berdua hujan-hujanan hanya karena ingin bertemu dengan seorang bule? Kita berdua tuh paling semangat 45 ketika mendengar ada bule. Oya, teteh masih ingat nggak? Ketika kita dan juga ketiga teman kuliah yang lainnya yang “hunting” bule di daerah Dago? Kita naik-turun angkot, keluar-masuk Factory Outlet, dan kejar-kejaran dengan bule dengan satu niat, ingin berlatih ngomong bahasa Inggris. 
Oya, kita berdua mempunyai hobi yang sama, membaca buku. Sampai sekarang, buku punya Teteh masih ada di rak bukuku, “Quantum Teaching”. Aku selalu membaca buku itu berulang-ulang. Bukan hanya karena aku hobi baca dan juga sebagai bahan referensi artikelku, tapi karena aku selalu ingat bagaimana kebiasaan kita dulu.
Tempat favorit kita ialah perpustakaan, pameran buku atau toko buku. Sampai-sampai tanggal 31 Desember atau tepatnya beberapa jam sebelum tahun baru, kita masih sempat datang ke Perpustakaan Daerah. Kita baru menyadari kalau besok tahun baru, ketika petugas disana menyebutkan, perpustakaan libur tahun baruan. Dan kita berdua senyum-senyum sendiri, orang lain mikiran kembang api dan petasan untuk tahun baruan, kita masih aja mikiran buku. Sampai-sampai satpam disana, senyum-senyum sendiri ngeliatin kita. Dasar orang anehJ
There’s no rose without thorn.
Tidak ada mawar tanpa duri. Begitu juga persahabatan. Tidak selamanya berjalan semanis gula atau selancar jalan tol. Aku pun tak jarang merasa sakit hati, ketika Teteh tidak terbuka padaku. Ketika aku tahu, Teteh pernah nggak makan karena kehabisan uang kiriman dari orangtua Teteh di kampung. Teteh baru cerita seminggu setelah kejadian itu. Aku merasa Teteh tidak menganggap keberadaanku. Tapi, mungkin itulah karakter Teteh, Teteh nggak ingin orang lain tahu tentang kesedihan. 
Teh, Aku juga sempat kesal ketika Teteh bercanda dengan lebih dekat dengan dua orang teman sekelas kita. Teteh mungkin tahu siapa mereka. Aku sadar aku memang manja, sehingga Teteh sering memperlakukanku layaknya adik Teteh. Tapi, nggak apalah, memang usiaku lebih muda dibanding Teteh plus karena aku kan anak bungsu kali ya? Atau mungkin karena aku ini lucu kayak Barbie and wajahku baby face gitu heheh…(peace.com)
Oya, aku juga sempat kesal dengan kejadian di perpustakaan kampus itu. Masih ingat? (Sorry, nggak akan dibahas, takut ada yang tersinggung J ). Saat itu, rusak deh semua rencana aku buat konsentrasi mencari sumber buat skripsiku. 
Teh, aku mungkin bukan sahabat yang baik. Itu yang ada dalam pikiranku ketika aku tidak bisa menghadiri pesta pernikahan Teteh. Asal Teteh tahu, ketika Teteh mengirim sms tentang perasaan deg-degan teteh menghadapi acara akad nikah, aku menangis saat membaca sms dari Teteh. Aku merasa bukan seorang sahabat yang baik bagi Teteh. Rasanya ingin sekali berada di samping Teteh menguatkan dan memberikan ucapan selamat serta senyuman kebahagian. Namun, Teteh tahu sendiri, Mamah tidak akan mengizinkanku pergi jauh sendirian. Mamah tidak mengizinkanku untuk pergi ke Cilacap. Aku tidak berani melanggar perintah Mamah.
Sejak Teteh menikah dan menetap tinggal di kampung halaman teteh, aku merasa kehilangan seseorang yang biasanya ada disampingku. Nggak ada lagi hunting bule, jadwal pelatihan atau seminar bareng, hang out ke toko buku atau pameran buku. Dora 1 masih suka berpetualang ko, meski tak seindah dulu ketika bersama-sama Teteh. Dora 1 kesepian sekarang, soalnya Dora 2 dah pulang kampung…. J
Teh, rasa rindu dan kangen akan masa-masa kita bersama dulu tak kan mampu tertuang dalam untaian kata dalam halaman penuh makna ini. Bahkan satu buku setebal ensiklopedia pun tak kan sanggup untuk menyampaikan dan menceritakan semuanya. 
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua itu tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Teh, aku ingin kita bisa selalu menyapa meski jarak memisahkan kita. Aku mengharapkan mimpi kita, yang dulu pernah kita bicarakan sepulang acara seminar Quantum Teaching, bisa tercapai. Aku selalu berdoa, kita berdua bisa mendapatkan apa yang kita impikan bersama-sama.  Aamiin

Rabu, 04 Desember 2013

Menanti dalam Taat

05.05 0 Comments

Waiting is boring. Pernah dengar ungkapan seperti itu? Saya yakin semua orang pernah mendengarnya, bahkan menjadikan sebagai ungkapan hatinya. Sebagian orang mengatakan kalau menanti itu sesuatu yang membosankan, tidak enak, bikin kesal dan segala hal yang negatif ada.

Tapi, saya hanya ingin mengajak kita melihat dengan mata hati bukan dengan mata lahir kita. Ketika kita menginginkan sesuatu, sudah pasti kita ingin apa yang kita inginkan itu terlaksana dengan segera. Apalagi ketika hal itu sudah sangat dekat menurut penglihatan kita sebagai seorang makhluk. Contoh sederhananya saja, ketika kita sedang menunggu kendaraan umum. Terus menurut kita, kenapa kendaraan itu mesti telat. Kenapa juga harus ada macet. Kenapa? Kenapa? Bahkan mungkin akan muncul seribu kata kenapa.

Namun, apakah dengan bertanya kenapa, kendaraan itu akan tiba-tiba datang? Tentunya tidak, karena semua yang terjadi di dunia ini melewati sebuah proses.

Nah, begitu pun dengan pasangan hidup. Bagi sebagian orang yang sedang dalam masa penantian, mungkin akan bertanya kenapa jodohku belum ada? Kenapa tidaka disegerakan saja?

Yang terpenting bagi kita sebenanrnya bukan disegerakan atau dilambatkan. Tapi, bagaimana proses kita dalam memantaskan diri untuk mendapatkannya. Apa yang Allah telah gariskan tentunya tidak ada yang salah. Karena Allah SWT sangat tahu apa yang kita butuhkan. Allah SWT tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa kita akan melangkah menuju surgaNya.

Memantaskan diri dan tetap menanti dalam taat adalah dua hal yang harus kita lakukan dalam masa penantian. Pantaskan diri kita untuk mendapat pendamping yang pantas. Bukankah Ali bin Abi Thalib itu dipantaskan oleh Allah untuk Fatimah?

Dan tetaplah menanti dalam ketaatan kepada Allah SWT. Jadikan masa penantian ini sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta. Ketika kita sudah sangat dekat dengan Yang Maha Memiliki Hati, maka tanpa perlu meminta pun, pasti akan diberikan. Ingatlah nikmat Allah begitu banyak untuk kita. Bukankah Allah tetap memberikan udara padahal kita tak pernah memaksa untuk memintanya?


Menanti tak selamanya membosankan jika kita isi dengan hal-hal yang positif. Jadikan pasangan kita bangga dan bersyukur karena dipertemukan dengan kita. Dan jadikan keturunan kita bangga memiliki Ayah/Ibu seperti kita, karena tetap menjaga kesucian dan terus berkarya di masa penantiannya. 


Selasa, 03 Desember 2013

STOP JATUH CINTA

09.43 0 Comments

Pernikahan, sebuah kata yang sangat dirindukan oleh setiap insan yang masih sendiri. Tapi, kadang kita salah kaprah dalam memahami makna sebuah pernikahan. Yang ada di benak kita hanyalah menyatukan dua insan karena cinta dan sayang yang timbul diantara keduanya.
Memang tidak salah 100%, karena dengan cinta kita bisa saling menyapa. Tapi, ketika pernikahan hanya dilandasi rasa cinta saja, maka ada saatnya kebosanan itu muncul. Bukankah sudah fitrah seorang laki-laku untuk ‘mendua’. Mendua disini bukan saja berarti poligami. Tapi, mendua dalam arti yang luas. Mari kita cermati. Bukankah kebanyakan laki-laki bisa betah dan bahkan mendahulukan perkerjaan dan hobinya daripada keluarganya?
Tidak ada yang salah juga dengan sikap seperti itu. Karena memang itulah adanya. Nah, yang terpenting sekarang, kita harus tahu apa tujuan kita menikah. Kalau hanya karena urusan aku cinta kamu dan kamu cinta aku, maka lebih baik pikirkan kembali niat kita untuk bersanding di pelaminan.
Cinta itu memang rasa yang agung. Tapi, ada yang lebih hebat dibanding itu. Apa? Ikhlash. Rasa cinta bisa saja memudar, tapi jika ikhlash yang membungkusnya, maka rasa itu akan tetap terjaga.  Kita tidak akan terpedaya dan diperbudak oleh cinta kepada sesama makhuk.


STOP JATUH CINTA , jika hanya karena nafsu. CINTAILAH SESEORANG karena YANG MAHA MENCINTAI.

Kamis, 28 November 2013

Polusi dan Korupsi

05.25 0 Comments

Adakah hubungan antara polusi dan korupsi?

Polusi, masalah yang sudah mendarah daging di kota-kota besar. Seakan-akan kedua hal itu tidak bisa dipisahkan. Banyaknya kendaraan dan juga pabrik merupakan penyebab terbesar terjadinya polusi, baik itu polusi udara, air dan juga tanah.

Kebulan asap dari knalpor atau cerobong asap pabrik merupakan pemandangan yang sudah biasa. Aneh memang, dulu, ketika pemahaman orang masih terbatas, alam bisa terjaga begitu baiknya. Keseimbangan alam pun bisa kita rasakan.

Tapi, sekarang, ketika orang sudah semakin cerdas mengenal apa itu teknologi, alam pun menjadi terlupakan. Dengan segala keegoisan dan kesombongan, sebagian dari kita sudah melupakan alam. Kita berbuat seakan-akan kaki ini tidak berpijak di tanah, udara tak pernah kita hirup dan tidak pernah mengkonsumsi sesuatu dari alam.

Nah sekarang, apa sih hubungan antara polusi dan korupsi?

Sebenarnya inti dari masalah polusi itu ada dalam satu kata KORUPSI. Kenapa Korupsi? Jika kita cermati arti kata korupsi itu ialah menyelewengkan atau menyalahgunakan sesuatu untuk kepentingan sendiri atau golongan saja. Nah, bukankah selama ini yang ada dalam pikiran kita ialah bagaimana membuat kita mendapat keuntungan tanpa berpikir baik buruknya untuk orang lain?

Tak perlu menunjuk siapa. Tapi tunjuklah diri kita sendiri. Jika memang selama ini kita telah berbuat sesuatu yang membuat orang lain dirugikan, saatnya kita perbaiki diri. Tidak perlu teriak-teriak hapuskan korupsi, tangkap para pelaku korupsi, dan sejumlah kata-kata hujatan yang dikeluarkan saat demo berlangsung. Namun, yang terbaik ialah melihat diri, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas diri untuk tetap menyayangi alam ini. Kita tak akan pernah hidup tanpa alam ciptaanNya ini.


POLUSI dan KORUPSI, 2 kata negative yang mulai saat ini harus kita hapuskan dalam file otak kita. Mulailah memasukkan 1 kata positive penggantinya, BERSIH. Ya, satu kata bermakna luar biasa. Ketika kita membiasakan diri kita bersih, baik itu bersih fisik, pikir dan perilaku, maka ketenangan akan kita dapatkan. 

Rabu, 27 November 2013

Berapa Harga Kita?

05.53 0 Comments


Ambillah 2 lembar uang, yang satu Rp, 1.000,00 dan Rp, 100.000,00. Lalu, remas-remaslah kedua uang kertas tersebut. Setelah itu injak-injak keduanya sampai terlihat kumal dan jelek.

Nah, sekarang pertanyaan saya, apakah kita masih mau menerima uang itu? Mana yang akan tetap kita ambil? Seribukah atau yang seratus ribu?

Menurut saya, pastilah kita lebih memilih uang seratus ribu. Meskipun kotor dan kumal, masih ada ketertarikan kita untuk tetap memilikinya. Kita akan berusaha untuk membersihkannya karena nilai yang tidak sedikit.

Begitupun diri kita. Ketika kita memiliki sesuatu yang luar biasa, maka tak peduli apa yang orang perlakukan kepada kita, kita akan tetap berharga. Orang lain tetap akan mencari dan membutuhkan kita, karena memang kita memiliki ‘something’ yang tidak dimiliki orang lain.

Jadi, teruslah belajar untuk memperbaiki diri agar kita menjadi pribadi yang berharga. Pribadi yang selalu memberi manfaat bagi sesama. Pribadi yang senantiasa dicari dan dibutuhkan. Jadilah seperti berlian yang tetap berharga dimanapun ia berada.

“A valuable diamond can’t be changed into silver or bronze, but it can be changed into precious jewel.”

#terinspirasi dari materi Mbak Niek @the power of life :)

Selasa, 26 November 2013

Mengajar dengan Hati

04.03 0 Comments

25 Nopember 2013, hari yang spesial bagi para pejuang pendidikan. Ya, karena merupakan peringatan Hari Guru Nasional. Sebenarnya bukan peringatan yang menjadi esensi dari hari ini, tapi lebih dari itu.

Tentunya bagi seorang guru, bukan peringatan yang meriah yang diwajibkan, tapi memahami dan merenungi sudah sejauh mana mereka berbuat untuk dunia pendidikan. Apakah kita sudah menjadi guru yang luar biasa bagi murid-murid kita? Apakah kita sudah menjadi guru yang dinanti dan dipuji? Atau kita hanya menjadi guru yang dicaci dan dimaki?

Semuanya kembali lagi kepada setiap individu. Jika kita sejak dulu sudah mengenal istilah bahwa guru itu ialah pahlawan tanpa tanda jasa, maka ungkapan itu perlu kita renungkan kembali. Apakah pantas kita disebut pahlawan tanpa tanda jasa, ketika kita masih saja terus menuntut kenaikan gaji dan sibuk mengurusi sertifikasi hanya karena lembaran rupiah?

Guru juga manusia. Ya, semua orang juga tahu, kalau guru juga manusia yang punya rasa dan hati. Tapi, ketika kita memilih guru sebagai profesi kita, maka kita harus sudah mau dan mampu untuk menjadi pribadi yang lain dari yang lain. Guru memang bukan malaikat yang tak pernah melakukan kesalahan. Tapi, setidaknya guru juga bukan syetan yang  hobi melakukan kesalahan.

Kita semua harus terus belajar memperbaiki diri. Sebelum kita mengajarkan sesuatu, ajarkanlah itu kepada diri kita. Sebelum kita menuntut murid kita untuk menjadi baik, perbaikilah diri kita dulu. Jangan pernah bermimpi memiliki murid yang jujur, kalau kita sendiri hobi berbohong.

Mengajar itu bukan masalah menyampaikan sekumpulan teori. Mengajar yang berkualiatas itu lebih dari itu. Belajarlah untuk mengajar karena cinta. Cinta kepada Allah agar anak didik kita pun menjadi pribadi yang lebih mengenal Allah SWT, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Sang Pencipta. Mengajarlah dengan hati, agar apa yang kita sampaikan pun akan terpatri dalam hati setiap anak didik kita sampai kapan pun.


Senin, 25 November 2013

Index of Happiness

06.23 0 Comments

Sebuah foto di akun instagram walikota Bandung, Pak Ridwan Kamil membuatku merinding. Tampak beliau sedang makan bersama dengan sebuah keluarga. Tapi, yang membuatku lebih tertegun lagi ketika membaca tulisan di bawah foto tersebut, “Setiap minggu walikota dan wakil masing2 makan malam bersama dgn warga miskin kota. Bersilaturrahmi sambil mencoba memahami dan cari solusi problem mereka sekalian bagian menaikkan index of happiness.”

Merinding plus ingin menangis ketika melihat foto tersebut. Jadi teringat kisah Khalifah Umar bin Khattab yang berkeliling kampung mencari rakyatnya yang kelaparan. Kita seperti dibawa ke masa itu.

Merasa bangga memiliki pemimpin seperti beliau. Pembawaannya yang santai dan tenang. Komunikasi yang terjalin dengan warganya pun begitu erat. Lewat social media beliau selalu menyapa dan mau mendengarkan segala keluhan warganya.

Tidak terlalu banyak janji, tapi banyak bukti. Bandung seperti mendapat atmosfer kedamaian kembali setelah sekian lama terasa gersang. Semoga apa yang beliau lakukan benar-benar bisa menaikkan index happiness kota tercinta ini.

Orang-orang dulu mengatakan, “Tuhan sedang tersenyum ketika menciptakan kota Bandung”. Dan sekarang, kita bisa mengucapkan senyuman itu akan kembali terlihat dan terasa di tanah pasundan ini. Semua orang akan merasakan ketenangan dan ketenteraman ketika berpijak di tatar sunda ini. Semua itu bisa terwujud ketika kita mau berbimbing tangan menciptakannya. Bukankah kebahagiaan itu dicipta bukan diberi? Dan tentunya saja, kita semuanya pasti merindukan kebahagiaan yang hakiki bukan kebahagiaan semu. 

Minggu, 24 November 2013

More Than Words

03.43 0 Comments

Tahukah kita kenapa orang yang marah-marah harus berteriak pada saat berbicara? Ya, karena meskipun jarak fisik mereka berdekatan, tapi jarak hati mereka begitu jauh. Sehingga mereka berpikir harus berbicara dengan nada keras agar lawannya bisa memahami apa yang diinginkan.


Tapi, coba kita perhatikan bagaiama dua orang yang saling mencintai berkomunikasi. Mereka tak perlu berteriak, cukup berbicara dengan nada yang normal. Dan bahkan tanpa mengeluarkan kata-kata pun, hanya dengan pandangan mata saja, apa yang mereka inginkan sudah dipahami.

Kenapa bisa terjadi? Itu semua terjadi karena ketika orang saling mencintai, jarak hati mereka begitu dekat, sehingga mereka yakin tanpa mengeluarkan suara pun, pesan komunikasi sudah bisa dimengerti. Bahkan ketika jarak fisik begitu jauh, mereka akan merasa dekat. Tak akan ada jarak pemisah yang menghalangi keduanya untuk saling menyapa dan berbagi rasa.

Kita tak perlu memaksakan orang untuk memahami apa yang kita bicarakan. Karena yang terpenting, darimana kata-kata itu berasal. Jika kata itu berasal dari hati, maka hatilah lagi yang akan menerimanya.


Dan kita mesti ingat kalau kata-kata yang keluar dari mulut ini bukanlah segala-galanya. Ada saatnya kita menyampaikan pesan lewat mata dan perilaku kita. Bukankah mata itu jendela hati? Dan perilaku itu cerminan hati?

Sabtu, 23 November 2013

Semua Karena Cinta

14.55 0 Comments

"Jika kau tak menemukan cinta, biarkan cinta yang akan menemukanmu."


Sebuah ungkapan yang sudah sangat sering kita dengar. Klise, hanya sebuah ungkapan pujangga, atau mungkin kita menganggap itu hanyalah kalimat penutup sebuah cerita fiksi dari negeri dongeng.

Tapi, ternyata itu terjadi di alam nyata. Jika kita mau mendengar dan melihat kenyataan yang ada, kekuatan cinta itu ada. Ketika niat sudah tepatri dengan kuat, doa sudah terpanjat dan usaha telah maksimal, maka apa yang diimpikan akan terwujud.

Tidak ada yang tidak mungkin, jika semuanya dilandasi atas dasar cinta. Tapi ingat, bukan cinta berselimut nafsu. Namun cinta yang ikhlas yang datang dari Allah SWT. Cinta yang tidak dicipta oleh reka manusia, tapi cinta tulus karena Sang Maha Mencintai.

Satu hal yang perlu kita sadari, cinta itu tak pernah salah. Apa yang kita dapatkan itulah yang kita butuhkan. Mendapatkan cinta dari seseorang bukan berarti kita telah memenangkan sebuah pertarungan. Tapi, kita telah diberikan kepercayaan oleh Allah SWT untuk tetap menjaga kualitas cinta kita kepadaNya. Jika kita bisa lebih mengenal dan mencintai Allah setelah kita mendapat cinta dari makhlukNya, maka kita patut bersyukur. Tapi, ketika cinta hamba membuat kita jauh dan terlena dengan semua kesenangan duniawi saja, maka kita telah keluar dari makna cinta yang ikhlas.


Mencintai itu sebuah perjuangan, maka perjuangkanlah cinta karena Allah SWT. Mencintai itu sebuah keikhlasan, maka cintailah karena Allah bukan karena yang lain. Mencintai itu amanah tak terhingga dari Allah Yang Maha Mencintai, maka jagalah anugerah terindah itu. Mencintai itu ibadah, maka setiap tarikan napas, kata-kata yang terucap, dan perilaku, semuanya karena cinta kita kepada Allah SWT. 

Senin, 11 November 2013

Aku Rindu Dirimu yang Dulu

10.52 0 Comments

Entah sebuah kerinduan ataukah kekecewaan. Tapi, kata itu terucap begitu saja ketika melihatnya. Ada semacam kerinduan ke masa lalu. Saat aku belum mengenal banyak hal, saat aku belum mempelajari banyak hal.
Aku ingin dirinya yang dulu, bukan yang sekarang. Tapi, ini semua bukan karena kejahatan layaknya seorang penjahat. Tapi, ada banyak hal yang tidak sesuai denganku. Bukan artinya aku lebih baik. Namun, karena aku pernah belajar tentang semua ini darimu.
Mungkin keinginanku terlalu tinggi. Meskipun, aku sendiri berpikir kau masih bisa berubah seperti dulu. Sulit? Bukankah di dunia ini tidak ada yang sulit? Bukankah aku juga dulu sulit untuk berubah? Tapi karena pemahaman yang kau berikan, aku menjadi tahu apa itu hidup.
Aku ingin dirimu yang dulu, yang melihat sesuatu dengan hati. Aku selalu berdoa agar kau bisa lebih baik dari sekarang. Tak perlu kembali ke masa lalumu, tapi berubahlah menjadi lebih baik dari sekarang. Semua orang menunggumu berubah.
#nomention J

Senin, 04 November 2013

Tahun Baru = Move On

21.30 0 Comments

Tak terasa tahun 1435 H sudah menyambut kita. Di sebagian daerah ramai dengan berbagai acara 1 Muharram. Ada yang pawai obor, acara tausyiah dan sederet acara lainnya.

Tapi, tentunya esensi dari 1 Muharram bukanlah hanya sekedar seremonial tersebut diatas. Jauh lebih penting adalah memaknainya dengan mendalam. Mulai menghisab diri, sudah seberapa jauh kita melangkah? Apa yang sudah kita lakukan selama melangkah di dunia ini?

Sejatinya ketika kita memasuki masa yang baru, kita pun sudah siap untuk menyapanya. Hati, ucap dan perilaku kita sudah yakin untuk terus melangkah dan menemukan sesuatu yang luar biasa.

Kita pun harus dengan sepenuh hati meninggalkan sesuatu yang bersifat negatif dan mengubahnya menjadi lebih baik. Bukankah hijrah itu berubah? Jika di tahun baru ini, kita masih sama saja dengan tahun kemarin, sungguh merugilah kita.

Bukan artinya kita harus melupakan masa lalu. Karena masa lalu adalah pembentuk masa sekarang. Berdamailah dengan masa lalu. Ajaklah hal positif di masa lalu untuk menyapa masa depan. Dan ucapkan selamat tinggal kepada hal yang jelek. Biarkan ia terkubur dalam kenangan berbalut pembelajaran.

Tahun baru itu semangat baru. Tahun baru itu perubahan ke arah yang lebih baik. Tahun baru itu MOVE ON.

Selasa, 15 Oktober 2013

Cantik Itu...

16.34 0 Comments
Cantik, bagaikan mantra yang membuat kaum hawa berbuat apapun untuk meraihnya. Wanita akan tersipu malu, wajahnya memerah ketika kata itu ditujukan kepadanya. Tidak ada satu orang wanita pun yang tidak senang jika dikatakan cantik.
Tapi, katanya untuk menjadi cantik itu sulit? Hmm...setuju nggak?
Dulu, saya sempat stress mengejar kata’cantik’ itu. Rasa tidak bersyukur dan kurang percaya diri membuat saya sering menjadi korban iklan. Mencoba satu kosmetik ke kosmetik yang lain bukanlah hal yang aneh. Saya kurang pede dengan wajah berminyak, akhirnya saya coba berbagai macam pembersih. Memang sih kulit saya jadi tidak berminyak. Tapi kini lebih parah, berubah menjadi kering, kering sekali. Wajah saya pun selalu langganan berjerawat.
Akhirnya suatu hari saya membaca sebuah tulisan tentang bahayanya beberapa kosmetik. Sejak saat itu saya pun menghentikan pemakaian semua kosmetik itu. Saya pun mengikuti saran ibu saya untuk menggunakan bahan-bahan alami saja.
Saya mencoba menggunakan bengkoang, mentimun, telur  dan juga beberapa jenis buah-buahan yang lainnya. Memang hasilnya tidak langsung saya rasakan, berbeda ketika saya menggunakan kosmetik. Tapi, saya terus memakainya.
Selain itu, saya pun membiasakan pola hidup sehat. Saya menghentikan konsumsi minuman bersoda dan minuman ‘aneh’ lainnya. Saya hanya minum air putih. Bahkan teh dan kopi pun hanya dikonsumsi sekali-kali saja, jika sedang bertamu ke rumah orang.
Saya juga menjadwalkan untuk melakukan olahraga rutin, 3 – 5 kali seminggu. Tidak perlu ke tempat gym yang mahal. Kebiasaan saya cukup bersepeda atau lari setengah jam sampai satu jam. Atau kalau waktunya mepet, saya hanya melakukan beberapa gerakan aerobic dan juga pernapasan saja di dalam  rumah.
Tidak hanya itu, saya mulai merutinkan puasa sunnah Senin-Kamis. Karena dengan mengontrol pola makan, kita tidak hanya cantik, tapi juga sehat. Bukankah sehat itu lebih penting dalam hidup kita? 
Dan ingatlah, kecantikan yang paling abadi bukanlah kecantikan fisik yang kita bawa sejak lahir, bukan pula berasal dari make up yang membingkai wajah kita. Namun, kecantikan sejati itu terpancar dari senyuman yang membias dari bibir kita.
Semua wanita itu cantik, tergantung siapa yang melihatnya :) . 


Minggu, 13 Oktober 2013

Pemburu Kebahagiaan atau Pemburu Kesenangan?

16.08 0 Comments
Siapa yang tidak ingin hidup bahgia? Saya yakin pastilah semua orang ingin hidup bahagia. Tapi apakah selama ini kita sudah yakin, jika yang kita kejar itu kebahagiaan atau sebenarnya kita hanya mengejar kesenangan saja?


Mari kita lihat kenyataan yang ada. Ketika kita disakiti oleh orang terdekat kita, apa kita marah? Sakit hati? Atau bahkan jadi balik membencinya?

Jika jawabannya ia, maka kita masih mengejar kesenangan, bukan kebahagiaan. Kenapa?

Ya. Pemburu kesenangan akan ngedumel ketika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ia akan terfokus pada apa yang ada di luar dirinya. Ia mengharapkan penilaian orang, penghargaan, dan hal lain yang datang dari luar. Alat utama bagi pemburu kesenangan adalah uang dan ‘aksesori duniawi’ lainnya.

Sedangkan pemburu kebahagiaan hanya akan terfokus pada apa yang ada di dalam diri. Ketika ditimpa musibah, ia akan berpikir semua itu sebagai pemoles kalbu agar lebih berkilat. Ia akan memiliki kesadaran, kelapangan jiwa dan hal lain yang ada dalam dirinya. Alat utama bagi pemburu kebahagiaan itu hanya agama. Baginya agama merupakan kebutuhan bukan kewajiban.


Rabu, 02 Oktober 2013

Wanita

13.23 0 Comments

Senyumanmu
Membuat orang begitu terpana
Perkataanmu
Membuat orang begitu kagum
Perilakumu
Membuat orang begitu nyaman
Andai semua sepertimu, damailah dunia ini
Tapi itu hanya sekedar harap dan doaku
Karena mungkin sulit tuk kutemui sepertimu sekarang
Karena hanya ada
Senyuman yang membuat orang terluka
Perkataan membuat orang tersakiti
Perilaku yang membuat orang  terhina
Kadang aku bertanya...
Kemanakah sosok seorang wanita pilihan itu

Akankah ku bisa menjadi seperti itu?

Selasa, 01 Oktober 2013

Wanita Karier?

10.51 0 Comments
Wanita karier? Salahkah? Bolehkah wanita bekerja dalam pandangan Islam?
Jika ada yang bertanya seperti itu kepadaku, aku akan jawab sepengetahuanku. Menurutku, tidak ada perintah dalam agama Islam untuk mencari nafkah bagi seorang wanita. Tapi, apa boleh seorang wanita bekerja?
Ehm...Jika tidak ada perintah, lantas apakah kita akan mendahulukan sesuatu yang tidak diperintahkan? Bagi seorang wanita yang belum menikah, mungkin tidak terlalu menjadi masalah untuk hal yang satu ini. Tapi, bagi wanita yang sudah menikah, menjadi benteng di rumah tangga merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.
Tapi, ketika niat kita bekerja karena ingin membantu suami, karena faktor ekonomi, tentu saja itu merupakan ibadah tambahan (kebaikan) bagi wanita. Tapi, tentunya saja, masih dalam koridor yang ditentukan dan benar-benar karena ingin membantu perekonomian keluarga, tidak lebih dari itu.
Karena menurutku, tidak ada yang lebih bernilai bagi seorang wanita selain mengurus suami dan anak-anaknya. Memberikan perhatian kepada keluarga dan menjadi seseorang yang selalu ada untuk anak-anak dan suaminya, merupakan kewajiban dan hak bagi seorang wanita.
Seorang wanita itu benteng rumah tangga. Kita bisa bayangkan jika bentengnya tidak ada, pasti akan banyak masalah yang muncul. Sudah terbukti, banyak keluarga yang hancur gara-gara istrinya terlalu sibuk dengan karier. Berapa banyak anak mendapat label ‘nakal’ karena kurang perhatian dari orangtuanya, khususnya ibunya.

Jadi, kembalilah kepada kodrat seorang wanita. Tidak perlu menyangkal perintah Allah. Yakinlah Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita.  

Senin, 30 September 2013

Dunia Bahagia Akhirat Surga

10.06 0 Comments

Dunia Bahagia, Akhirat Surga.
Sebuah ungkapan yang sekaligus tujuan hidup semua orang. Siapa yang tidak mau mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Tentunya tak perlu diragukan lagi, setiap insan mendambakan dunia bahagia serta akhirat surga.

Nah, pertanyaannya, apakah kita benar-benar menginginkan kebagiaan dunia dan akhirat surga? Ataukah semua itu hanya karena kelatahan kita saja tanpa paham apa maksudnya?

Pertanyaan itu bukanlah untuk orang lain, tapi untuk diri saya. Kadang saya selalu ‘memaksa’ dalam meminta sesuatu. Misalnya saja ketika saya meminta dimudahkan menjemput rezeki, disegerakan menikah atau hal-hal lainnya. Ketika saya meminta, saya membayangkan jika saya mendapatkannya saya akan bahagia.

Tapi, pada akhirnya saya sadar, bahagia itu tanpa syarat. Bukankah di setiap doa juga saya meminta kebaikan dunia dan akhirat? Saya semakin yakin, ketika apa yang saya impikan itu belum terwujud, bukan artinya Allah tidak mengabulkan. Namun, Dia tahu apa yang terbaik bagi saya.

Ah, kadang hidup ini memang unik dan misterius. Tidak banyak orang yang mampu memahami rumus kehidupan ini. Tapi, yang terpenting bagi kita ialah menyadari tujuan hidup kita agar kita tidak salah melangkah. Ingatlah, tujuan hidup kita itu DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SURGA, bukan yang lain J

Rabu, 11 September 2013

Miss World oh Miss World

14.33 0 Comments
Beberapa hari ini bangsa kita ramai membicarakan acara yang bikin heboh, Miss World. Siapa orang yang tidak mendengar tentang pro dan kontra tentang kontes kecantikan ini. Dan kedua belah pihak tidak menemukan titik temu sedikit pun. Ya, karena memang dimana-mana, pro dan kontra tidak akan bisa bersatu.

Banyak orang yang merasa risih dengan acara Miss World, termasuk saya. Karena kontes seperti ini hanyalah menjadi ajang mengumbar aurat. Wanita dijadikan komoditas untuk meraup keuntungan bagi beberapa pihak.Tapi, anehnya wanitanya sendiri tidak merasa dijadikan alat pemuas nafsu belaka. Mereka merasa inilah program yang bisa membuat harkat dan martabat wanita sejajar dengan kaum adam.

Lucu memang, sekarang itu kadang sesuatu yang menyakitkan sudah dikemas menjadi hal yang menggiurkan. Kalau kita perhatikan dengan cermat kontes Miss World ini, yang katanya menilai wanita tidak hanya dari kecantikan fisik saja, tai juga dari perilaku dan kecerdasan.

Perilaku dan kecerdasan? Ciyuus?
Sebenarnya apa sih definisi dari perilaku? Perilaku ialah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Nah, seseorang dikatakan memiliki ‘behaviour’ yang bagus, jika ia mampu untuk menempatkan diri dengan baik. Mereka yang memiliki behaviour yang baik, tidak akan terus keukeuh terhadap hal yang dinilai tidak sesuai dengan norma dan budaya yang ada.


Sekarang, apa itu kecerdasan? Kecerdasan ialah kesempurnaan perkembangan akal budi. Sudah sangat jelas bukan? Seseorang dikatakan cerdas jika ia memang memliki kesempurnaan akal budi. AKAL dan BUDI. Cerdas itu bukanlah sesuatu yang hanya berhubungan dengan titel yang panjang dan lulusan dari universitas terkenal. Cerdas itu KESEMPURNAAN AKAL BUDI.

Namun, semuanya kembali kepada VALUE setiap individu. Mungkin, bagi mereka yang setuju merasa hal seperti itu biasa dan tidak akan mengundang murka Allah SWT. Tapi, bagi kami yang tidak setuju, masih banyak cara yang LEBIH TEPAT untuk memuliakan dan mengangkat harkat dan martabat wanita.


Ingatlah, wanita itu terlalu indah untuk diperlakukan seperti itu. Wanita terlalu mulia untuk dihinakan dengan kontes yang tidak bermutu seperti itu. Dunia ini selalu merindukan wanita yang menyadari fitrahnya.

Selasa, 10 September 2013

It's A Destiny

12.38 0 Comments

I have asked my students about the healthy life. I asked them how to change lifestyle. I gave them some cases which told many negative effects if we never managed lifestyle. They agreed with my opinion about that.

But, when I gave them a case, they felt very confused. I asked them if there is a man/woman who has much money because she/he is an office manager. She/he always goes to gym centre to take an exercise. She/he always concerned with healthy lifestyle, but finally they got heart disease. Why?

They gave me some reasons. But, finally they said, ‘It’s a destiny.” I smiled at them when I heard it. Because I think death is one of our destinies as human. We never know when we’re going to pass away. Some people sometimes judge that if we always take care of our body well, we can live longer and healthier live. Is it right?


Yes, it’s very correct. But, remember, God has His Own decision. The most important thing for us is not thinking of the time we’re going pass away. It’s better for us to prepare everything for the next life. 

Sabtu, 07 September 2013

Terhebat

14.21 0 Comments

Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya takut
Takut tuk mencoba dan gagal, tapi….
Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya mimpi
Mimpi tuk menjadi berarti karena

Harus kita taklukan, bersama lawan rintangan
Tuk jadikan dunia ini lebih indah
Tak perlu tunggu hebat (Untuk berani memulai apa yang kau impikan)
Hanya perlu memulai (untuk menjadi hebat raih yang kau impikan)

Seperti singa yang menerjang semua rintangan tanpa rasa takut
Yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat
Coba cobalah mari kita pasti bisa taklukan dunia dengan mimpi kita
Mari berbagi mari bermimpi bersama kita disini

Yakini kau pasti bisa

Lirik lagu yang luar biasa. Pertama kali aku dengar lagu ini, aku langsung jatuh cinta. Lagu yang jauh dari kata galau. Lagu yang wajib bin kudu diresapi oleh para galauers. Bagi yang mau move on, kayaknya harus pahami lirik lagu ini.

Kata-kata yang jleb banget. Kita kadang memiliki seribu alasan untuk memulai sesuatu. Tak jarang impian hanyalah untaian kata penuh motivasi diatas sebuah kertas. Tapi, ketika ditanya sudahkah kita melangkah untuk mewujudkannya? Jawaban penuh retorika yang pada intinya mengatakan nanti atau ntar.

Kebanyakan dari kita merasa takut untuk memulai. Kita takut gagal, takut ditertawakan orang, takut ditolak, atau takut kecewa dan ketakutan-ketakutan yang lainnya. Yang sebenarnya itu semua tak akan sehoror apa yang kita bayangkan.

Ingatlah kawan, bukan kegagalan yang harus kita takutkan. Tapi, takutlah ketika kita tidak pernah mencoba. Dengan kegagalan, kita bisa menemukan sesuatu yang awalnya kita tidak tahu. Banyak pembelajaran yang kita dapatkan pada saat kita mencoba sesuatu. Pembelajaran yang tidak akan pernah kita dapat di bangku sekolah.

So, teruslah melangkah untuk menjemput impian. Jika kita terjatuh ketika melangkah, bangkitlah segera. Jangan pernah hiraukan rasa sakit atau cemoohan orang-orang disekitar. Jadikan semua itu menjadi bahan bakar untuk terus melangkah.

Jika suatu saat kita tersesat ketika kita melangkah. Tak perlu malu untuk bertanya. Kita bukanlah satu-satunya orang yang pernah melangkah. Bertanyalah kepada orang yang pernah melangkah, bukan bertanya kepada orang yang selalu diam. Ada saatnya kita perlu genggaman tangan orang lain untuk menyertai langkah kita. Tapi ingat, kita butuh genggaman tangan yang pas dengan tangan kita.

eYour personality will become more attractive not because you never fail, but because you fail many times – but continue fighting until you win. It is the success in you that makes you irresistibly attractive.f
(Mario Teguh)
(Kepribadian Anda akan menjadi lebih menarik bukan karena Anda tidak pernah gagal, tapi karena Anda sering gagal – tapi tetap meneruskan sampai Anda menang. Sukses di dalam diri Anda itulah yang menjadikan daya tarik Anda sulit ditolak.)

fReal success is determined by two factors. First is faith, and second is action.e
(Reza M. Syarief)

(Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua factor. Pertama adalah keyakinan, dan kedua adalah tindakan.)