Selasa, 15 Oktober 2013

Cantik Itu...

16.34 0 Comments
Cantik, bagaikan mantra yang membuat kaum hawa berbuat apapun untuk meraihnya. Wanita akan tersipu malu, wajahnya memerah ketika kata itu ditujukan kepadanya. Tidak ada satu orang wanita pun yang tidak senang jika dikatakan cantik.
Tapi, katanya untuk menjadi cantik itu sulit? Hmm...setuju nggak?
Dulu, saya sempat stress mengejar kata’cantik’ itu. Rasa tidak bersyukur dan kurang percaya diri membuat saya sering menjadi korban iklan. Mencoba satu kosmetik ke kosmetik yang lain bukanlah hal yang aneh. Saya kurang pede dengan wajah berminyak, akhirnya saya coba berbagai macam pembersih. Memang sih kulit saya jadi tidak berminyak. Tapi kini lebih parah, berubah menjadi kering, kering sekali. Wajah saya pun selalu langganan berjerawat.
Akhirnya suatu hari saya membaca sebuah tulisan tentang bahayanya beberapa kosmetik. Sejak saat itu saya pun menghentikan pemakaian semua kosmetik itu. Saya pun mengikuti saran ibu saya untuk menggunakan bahan-bahan alami saja.
Saya mencoba menggunakan bengkoang, mentimun, telur  dan juga beberapa jenis buah-buahan yang lainnya. Memang hasilnya tidak langsung saya rasakan, berbeda ketika saya menggunakan kosmetik. Tapi, saya terus memakainya.
Selain itu, saya pun membiasakan pola hidup sehat. Saya menghentikan konsumsi minuman bersoda dan minuman ‘aneh’ lainnya. Saya hanya minum air putih. Bahkan teh dan kopi pun hanya dikonsumsi sekali-kali saja, jika sedang bertamu ke rumah orang.
Saya juga menjadwalkan untuk melakukan olahraga rutin, 3 – 5 kali seminggu. Tidak perlu ke tempat gym yang mahal. Kebiasaan saya cukup bersepeda atau lari setengah jam sampai satu jam. Atau kalau waktunya mepet, saya hanya melakukan beberapa gerakan aerobic dan juga pernapasan saja di dalam  rumah.
Tidak hanya itu, saya mulai merutinkan puasa sunnah Senin-Kamis. Karena dengan mengontrol pola makan, kita tidak hanya cantik, tapi juga sehat. Bukankah sehat itu lebih penting dalam hidup kita? 
Dan ingatlah, kecantikan yang paling abadi bukanlah kecantikan fisik yang kita bawa sejak lahir, bukan pula berasal dari make up yang membingkai wajah kita. Namun, kecantikan sejati itu terpancar dari senyuman yang membias dari bibir kita.
Semua wanita itu cantik, tergantung siapa yang melihatnya :) . 


Minggu, 13 Oktober 2013

Pemburu Kebahagiaan atau Pemburu Kesenangan?

16.08 0 Comments
Siapa yang tidak ingin hidup bahgia? Saya yakin pastilah semua orang ingin hidup bahagia. Tapi apakah selama ini kita sudah yakin, jika yang kita kejar itu kebahagiaan atau sebenarnya kita hanya mengejar kesenangan saja?


Mari kita lihat kenyataan yang ada. Ketika kita disakiti oleh orang terdekat kita, apa kita marah? Sakit hati? Atau bahkan jadi balik membencinya?

Jika jawabannya ia, maka kita masih mengejar kesenangan, bukan kebahagiaan. Kenapa?

Ya. Pemburu kesenangan akan ngedumel ketika sesuatu tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ia akan terfokus pada apa yang ada di luar dirinya. Ia mengharapkan penilaian orang, penghargaan, dan hal lain yang datang dari luar. Alat utama bagi pemburu kesenangan adalah uang dan ‘aksesori duniawi’ lainnya.

Sedangkan pemburu kebahagiaan hanya akan terfokus pada apa yang ada di dalam diri. Ketika ditimpa musibah, ia akan berpikir semua itu sebagai pemoles kalbu agar lebih berkilat. Ia akan memiliki kesadaran, kelapangan jiwa dan hal lain yang ada dalam dirinya. Alat utama bagi pemburu kebahagiaan itu hanya agama. Baginya agama merupakan kebutuhan bukan kewajiban.


Rabu, 02 Oktober 2013

Wanita

13.23 0 Comments

Senyumanmu
Membuat orang begitu terpana
Perkataanmu
Membuat orang begitu kagum
Perilakumu
Membuat orang begitu nyaman
Andai semua sepertimu, damailah dunia ini
Tapi itu hanya sekedar harap dan doaku
Karena mungkin sulit tuk kutemui sepertimu sekarang
Karena hanya ada
Senyuman yang membuat orang terluka
Perkataan membuat orang tersakiti
Perilaku yang membuat orang  terhina
Kadang aku bertanya...
Kemanakah sosok seorang wanita pilihan itu

Akankah ku bisa menjadi seperti itu?

Selasa, 01 Oktober 2013

Wanita Karier?

10.51 0 Comments
Wanita karier? Salahkah? Bolehkah wanita bekerja dalam pandangan Islam?
Jika ada yang bertanya seperti itu kepadaku, aku akan jawab sepengetahuanku. Menurutku, tidak ada perintah dalam agama Islam untuk mencari nafkah bagi seorang wanita. Tapi, apa boleh seorang wanita bekerja?
Ehm...Jika tidak ada perintah, lantas apakah kita akan mendahulukan sesuatu yang tidak diperintahkan? Bagi seorang wanita yang belum menikah, mungkin tidak terlalu menjadi masalah untuk hal yang satu ini. Tapi, bagi wanita yang sudah menikah, menjadi benteng di rumah tangga merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.
Tapi, ketika niat kita bekerja karena ingin membantu suami, karena faktor ekonomi, tentu saja itu merupakan ibadah tambahan (kebaikan) bagi wanita. Tapi, tentunya saja, masih dalam koridor yang ditentukan dan benar-benar karena ingin membantu perekonomian keluarga, tidak lebih dari itu.
Karena menurutku, tidak ada yang lebih bernilai bagi seorang wanita selain mengurus suami dan anak-anaknya. Memberikan perhatian kepada keluarga dan menjadi seseorang yang selalu ada untuk anak-anak dan suaminya, merupakan kewajiban dan hak bagi seorang wanita.
Seorang wanita itu benteng rumah tangga. Kita bisa bayangkan jika bentengnya tidak ada, pasti akan banyak masalah yang muncul. Sudah terbukti, banyak keluarga yang hancur gara-gara istrinya terlalu sibuk dengan karier. Berapa banyak anak mendapat label ‘nakal’ karena kurang perhatian dari orangtuanya, khususnya ibunya.

Jadi, kembalilah kepada kodrat seorang wanita. Tidak perlu menyangkal perintah Allah. Yakinlah Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita.