Rabu, 04 Desember 2013

Menanti dalam Taat


Waiting is boring. Pernah dengar ungkapan seperti itu? Saya yakin semua orang pernah mendengarnya, bahkan menjadikan sebagai ungkapan hatinya. Sebagian orang mengatakan kalau menanti itu sesuatu yang membosankan, tidak enak, bikin kesal dan segala hal yang negatif ada.

Tapi, saya hanya ingin mengajak kita melihat dengan mata hati bukan dengan mata lahir kita. Ketika kita menginginkan sesuatu, sudah pasti kita ingin apa yang kita inginkan itu terlaksana dengan segera. Apalagi ketika hal itu sudah sangat dekat menurut penglihatan kita sebagai seorang makhluk. Contoh sederhananya saja, ketika kita sedang menunggu kendaraan umum. Terus menurut kita, kenapa kendaraan itu mesti telat. Kenapa juga harus ada macet. Kenapa? Kenapa? Bahkan mungkin akan muncul seribu kata kenapa.

Namun, apakah dengan bertanya kenapa, kendaraan itu akan tiba-tiba datang? Tentunya tidak, karena semua yang terjadi di dunia ini melewati sebuah proses.

Nah, begitu pun dengan pasangan hidup. Bagi sebagian orang yang sedang dalam masa penantian, mungkin akan bertanya kenapa jodohku belum ada? Kenapa tidaka disegerakan saja?

Yang terpenting bagi kita sebenanrnya bukan disegerakan atau dilambatkan. Tapi, bagaimana proses kita dalam memantaskan diri untuk mendapatkannya. Apa yang Allah telah gariskan tentunya tidak ada yang salah. Karena Allah SWT sangat tahu apa yang kita butuhkan. Allah SWT tahu kapan waktu yang tepat dan dengan siapa kita akan melangkah menuju surgaNya.

Memantaskan diri dan tetap menanti dalam taat adalah dua hal yang harus kita lakukan dalam masa penantian. Pantaskan diri kita untuk mendapat pendamping yang pantas. Bukankah Ali bin Abi Thalib itu dipantaskan oleh Allah untuk Fatimah?

Dan tetaplah menanti dalam ketaatan kepada Allah SWT. Jadikan masa penantian ini sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta. Ketika kita sudah sangat dekat dengan Yang Maha Memiliki Hati, maka tanpa perlu meminta pun, pasti akan diberikan. Ingatlah nikmat Allah begitu banyak untuk kita. Bukankah Allah tetap memberikan udara padahal kita tak pernah memaksa untuk memintanya?


Menanti tak selamanya membosankan jika kita isi dengan hal-hal yang positif. Jadikan pasangan kita bangga dan bersyukur karena dipertemukan dengan kita. Dan jadikan keturunan kita bangga memiliki Ayah/Ibu seperti kita, karena tetap menjaga kesucian dan terus berkarya di masa penantiannya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar