Senin, 20 April 2015

Terima Kasih Yaa Allah



Kebanyakan orang menyebutnya bertambah usia. Sebagian orang menilainya berkurangnya jatah hidup di dunia. Tak peduli apapun itu sebutannya, karena yang terpenting bagaimana aku memaknai semua ini.
Tak terasa perjalanan ini sudah begitu panjang. Ada banyak kisah yang mewarnai setiap langkah. Ada tawa berbalut tangis bahagia, ada juga tangis berakhir rasa syukur. Semuanya adalah proses pendewasaan akal, jiwa dan hati.
Aku merasa tidak ada celah untuk berhenti bersyukur. Usia dan tubuh ini menjadi modal luar biasa yang membuatku menjadi seperti sekarang. Setiap episode begitu berharga untuk lebih memahami mengapa aku dilahirkan ke dunia ini.
Rasa sykur tak henti aku panjatkan atas semua yang Allah Swt berikan. NikmatNya sangat tak terhitung. Hadiah dari-Nya selalu membuatku malu dengan kealfaan diri selama ini. Setiap detik, Dia tidak pernah lelah untuk memberikan yang terbaik untukku.
Ya, memang sepantasnya aku bersyukur. Di tahun ini, Allah Swt pertemukan aku dengan seseorang yang menjadi pendampingku untuk melangkah menuju Jannah-Nya. Tidak hanya itu, saat ini ada amanah terindah yang Allah Swt titipkan dalam rahimku.
Tidak ada kata yang lebih pantas dari kata syukur atas semua yang telah Allah Swt berikan. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan terus berusaha untuk menjadi “A Valuable Diamond”. Aku ingin keberadaanku di dunia bisa menjadi penyebab bagi setiap senyuman kebahagiaan orang-orang di sekitarku. Semoga sisa umur ini dapat aku manfaatkan dengan baik. Suatu saat ketika jatah usia ini telah habis, aku bisa meninggalkan jejak indah di hati setiap orang yang pernah mengenalku.
Terima kasih Yaa Allah. Bimbing aku untuk senantiasa bersyukur atas semua karunia-Mu.

*
Thanks to my husband for your gift. It will be the best friend for me. I really like it.

Bandung, 20 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar