Selasa, 16 Juni 2015

Salah Pilih

Don’t judge the book by its cover.

Ya, sepertinya ungkapan ini cocok diberikan untuk suamiku. Saat itu, kami berniat menonton sebuah film di salah satu mall di kota Bandung. Karena waktunya masih lama, akhirnya kami putuskan untuk makan terlebih dulu.
Kami pun masuk ke sebuah restoran yang sangat ramai. Kami yakin, pastialh menu yang disajikannya pun enak. Waktu itu suamiku dengan yakin memesan semangkuk sup dan nasi putih. “Kayaknya enah nih, hujan-hujan gini makan sup ayam panas,” ujarnya dengan senyum lebar.
Aku tidak memesan pesanan yang sama. Aku lebih memilih memesan bakso. Maklum makanan yang satu ini memang selalu bikin ngiler. Apalagi waktu itu, aku memang sedang tidak ingin makan nasi, bawaan dedek bayi kali.
Kami menunggu pesanan agak lama. Malah aku sempat berpikir, apa pelayannya salah meja. Tapi, untunglah setelah menunggu setengah jam, akhirnya makanan dan minuman yang kami pesan pun tiba.
“Wah, dari tampilannya kayaknya enak nih sup,” ucap suamiku.
Aku hanya tersenyum sambil memandang bakso pesananku yang dari tampilan tidak sesuai dengan dibayangkan. Tapi, mau apa lagi, toh makanan sudah di depan mata, ditambah perut juga sudah menagih minta diisi. Dan untunglah setelah dicoba, rasanya cukup membuatku puas.
“Enak juga lho Mas baksonya,” pujiku sambil melirik ke arah suamiku.
Tapi, aku merasa ada yang aneh dengan suamiku. Wajahnya berubah total. Ia mengerutkan keningnya, lalu menyuruhku mencoba supnya.  
Oh ternyata, memang rasa supnya aneh bin ajaib. Aku tertawa melihat ekspresi suamiku yang kecewa. Mau pesan makanan lagi, tapi nggak mungkin karena waktunya sudah mepet. “Kalau tahu rasanya aneh, mending tadi pesan menu yang sama aja ya,” ucap suamiku sambil tertawa.
Sejak saat itu, kami selalu tertawa ketika lewat di depan mall tersebut. Aku juga sering guyonin suami kalau sedang makan sup. Ah, memang tidak selamanya nama dan tampilan mencerminkan rasa dan isi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar