Jumat, 09 September 2016

Met Milad, Suamiku!

03.18 0 Comments

Dreamily
You come in my life
Greet and accompany me

Dreamily
You always stand by me
Listening what I said

Dreamily
I am a part of your life
First or last and ever


9 September, hari yang begitu spesial untukmu. Hari yang tidak akan pernah kau lupakan. Hari dimana kau mengingat perjuangan ibumu yang menjadi perantara kehadiranmu ke dunia ini.
Sudah 2 tahun ini, aku bisa menjadi bagian dari hari spesialmu. Meski aku belum bisa memberikan apapun di hari istimewamu. Ya, aku belum bisa memberikan apa-apa dan juga belum bisa melakukan apa-apa.
Suamiku, terima kasih sudah berkenan menjadi bagian hidupku. Bagiku, kau adalah sosok yang sangat sabar, penuh perhatian dan penyayang. Tidak hanya itu, kau juga Ayah yang luar biasa. Selelah apapun, kau selalu menyempatkan waktu untuk menyapa dan bermain dengan anak kita.
Suamiku, 1 tahun kebelakang, ada banyak pencapaian yang telah kau raih. Mulai dari perubahan status menjadi seorang suami dan ayah, kelulusan pendidikan, dan juga pencapaian-pencapaian lainnya. Selamat untuk semua impian yang telah menjadi kenyataan.
Suamiku, tetaplah menjadi suami yang hebat, imam yang selalu membimbing istri dan anak-anaknya. Teruslah menjadi Ayah yang luar biasa untuk anak-anak kita. Jangan pernah lelah untuk tetap menyayangi dan menuntun kami menuju jannah-Nya.

Suamiku, di hari yang tidak pernah kau lupakan ini, izinkan aku menghaturkan doa tulus. Aku berdoa agar kau selalu ada dalam lindungan dan cinta-Nya. Dan, apapun yang kau impikan selama ini akan menjadi kenyataan. Happy many returns of the day, my hubby. Keep fighting to get your dreams. Let’s step together to make our dreams come true. Always love you, my great hubby :). 

Minggu, 04 September 2016

Kepincut Nasi Pecel Pincuk

21.00 7 Comments

Awalnya hanya niat keliling kota Jember, tapi memang kita berdua kadang suka punya ide tiba-tiba. Ya, hari Minggu ini, kami mencoba menelusuri jalan perbatasan Jember – Banyuwangi. Bersepeda motor bertiga dengan si kecil melintasi perkebunan tembakau dan hutan pinus. Suamiku menawarkan untuk menyapa kota Banyuwangi, tapi karena hari sudah terlanjur siang, kami memutuskan untuk  putar arah di daerah Garahan, Kecamatan Silo.
Eh, lirik kanan – kiri, ternyata di sepanjang jalan Gunung Gumitir itu, banyak sekali warung pecel pincuk. Hmm...katanya sih Pecel Pincuk khas Garahan itu terkenal banget. Kayanya kalau sampai nggak mencoba, rugi banget deh. Kami berdua pun memutuskan untuk singgah sebentar melepas lelah di salah satu warung pecel pincuk.
Meski kami bingung, mau memilih warung yang mana. Akhirnya, suamiku menepikan motornya di “Warung Nasi Pecel Pincuk Bu Erik 23”. Kenapa namanya pecel pincuk? Kenapa juga harus ada angka 23-nya?

Ok, ok, aku jelasin satu-satu. Namanya nasi Pecel Pincuk, karena nasi dan pecelnya disajikan dalam pincuk (daun pisang yang dilipat seperti kerucut). Oya, isi dari pecelnya sih sama saja dengan pecel kebanyakan, ada tauge, genjer, dan pepaya muda, lalu disiram dengan bumbu kacang. Kalau soal rasa pedas, itu sih sesuai dengan selera. Kita pun bisa menambahkan lauk pauk yang lainnya sesuai dengan selera, seperti telur, daging ayam, rampelo ati, dan dendeng daging sapi. Tapi kalau tempe dan tahu sih sudah include di menu pecelnya.
Awalnya agak sedikit pesimis dengan rasanya. Makanya kami hanya memesan satu porsi saja. Eh, ternyata rasanya enak banget. Tadinya kami mau memesan lagi. Tapi, karena satu porsinya lumayan banyak, jadi cukuplah mengganjal dua perut yang keroncongan.
Terus harganya? Tenang...tenang... jangan khawatir dengan harga. Aku aja kaget ketika tahu harga satu porsi pecel pincuk hanya Rp. 5000,00,- Gila nggak tuh? Perut kenyang, hati tenang hehe...
Oya, kenapa juga nama warungnya harus ada angka 23? Ya, warung-warung di sana memang sengaja diberikan nomor sesuai dengan urutan posisi warungnya. Oya, warung nasi pecel pincuk Bu Erik ini bukan mulai dari pukul 04.30 – 22.00. Satu lagi yang kamu mesti tahu, Bu Erik ini sudah berjualan nasi pecel pincuk selama 10 tahun.

Pokoknya, kalau kamu-kamu melewati jalan perbatasan Jember – Banyuwangi, jangan lupa singgah di warung pecel pincuk. Kita memang bisa memilih dimana saja untuk menikmati sepiring nasi pecel atau sekedar ngopi dan makan cemilan. Rasakan sensasi pecel pincuk yang dinikmati di pinggiran jalan dengan suasana hutan pinus dan udara yang dingin. Yakin deh, kamu- kamu bakalan kepincut nasi pencel pincuk khas Garahan ini.