Kamis, 13 Oktober 2016

I Am Healthy, I Am Grateful

20.22 0 Comments
Sumber: www.taylorswift.com

Dokter, obat-obatan, dan jarum suntik adalah sahabat sejak kecil. Bersilaturrahim ke Rumah Sakit sudah merupakan kebiasaan setiap bulannya. Mengkonsumsi obat sudah layaknya makan kacang goreng saja. Itulah yang aku rasakan hingga menginjak bangku SMA.
Tidak jarang saya merasa lelah dengan semua ‘ritual’ yang dilakukan setiap bulan. Belum lagi mendapat predikat pesakitan, tentunya tidaklah menyenangkan. Tidak hanya itu, karena rasa sayang dan perhatian, kedua orangtua dan juga keluarga bersikap over protective.
Menjadi orang sakit-sakitan merupakan beban tersendiri. Banyak ketakutan dan kekhawatiran dalam menjalani kehidupan. Jangankan memiliki impian jauh ke depan, setiap saat dihabiskan untuk memikirkan kondisi tubuh yang tidak sama dengan orang lain.
Tapi, syukur alhamdulillah, setelah tertidur panjang, akhirnya aku terbangun. Dengan motivasi dari kedua orangtua, aku mulai yakin kalau aku bisa sembuh. Pikiran positif mulai ditanamkan. Segala kekhawatiran, sedikit demi sedikit dihilangkan. Aku juga terus meyakinkan diri sendiri untuk bisa sembuh.
Pikiran adalah sumber dari segalanya. Ya, itulah yang aku rasakan. Tanpa aku sadari, aku bisa terlepas dari obat-obatan dan juga kunjungan ke Dokter dan Rumah Sakit. Meskipun demikian, badanku jauh lebih sehat. Bahkan, walau kondisi cuaca ekstrim sekalipun dan aktivitas yang padat merayap.
Dari apa yang aku alami, aku mendapat satu pelajaran penting. Pelajaran penting yang bisa menjadikan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Kuncinya ada pada pikiran. Pikiran positif ialah obat paling mujarab. Aku merasakan semahal-mahalnya dan sebagus-bagusnya obat, kalau pikiran kita tidak yakin akan sembuh, maka jangan harap penyakit itu akan hilang.
Sejak rasa sakit itu hilang, aku menjadi lebih berani mengapresiasikan diri. Mengunjungi banyak tempat dan berbagai apa yang aku bisa kepada orang lain. Bertemu banyak orang dan mendapat pelajaran kehidupan yang tak terkira. Sebuah impian yang sejak dulu selalu memaksa untuk diwujudkan.
Sekarang, aku bersyukur, karena semua ketakutan yang aku rasakan dulu, perlahan sirna. Satu persatu impian mulai terwujud. Saat ini, aku lebih menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat dan menjaga pikiran untuk tetap positif. Kalaupun, harus mengkonsumsi obat atau vitamin, aku akan memilih produk yang terpercaya, seperti Theragran-M. Produk ini merupakan vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Tidak hanya itu, Theragran-M juga merupakan vitamin yang untuk mengembalikna daya tahan tubuh setelah sakit.
Intinya, ketika kita memang dihadapkan pada pilihan untuk menggunakan vitamin, maka pilihlah yang berkualitas dan sesuai. Tapi, sekali lagi, semua itu harus diikuti dengan pola pikir dan pola hidup yang positif. Ingatlah, sehat itu rezeki yang tidak ada bandingannya. Kondisi sehat itu tidak bisa ditukar dengan apapun. Dan, saat ini, saya harus berucap, I am healthy. So, I have to be grateful of being healthy person.


"Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan olehBlogger Perempuan Network dan Taisho."

Senin, 10 Oktober 2016

#BatikIndonesia Bukan Hanya Sebatas Tradisi

21.48 0 Comments
Sumber: www.keyogyakarta.com 

Batik, sebuah ciri dari bangsa Indonesia. Ketika kita berbicara tentang batik, maka pikiran kita akan langsung berkiblat pada dua kota, Solo dan Yogya. Kedua kota ini memang cikal bakal lahirnya batik.
Berawal sejak Kerajaan Majapahit, kesenian batik di Indonesia terus mengalami perkembangan hingga sekarang. Dengan berbagai motif, batik mendapatkan tempat tersendiri di hati pecinta seni dan juga fashion. Tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri pun, batik sudah menjadi barang yang sangat dikagumi.
Seiring perkembangan zaman, teknik pembuatan batik pun mengalami perkembangan. Awalnya, para pembuat batik hanya membuat batik dengan cara dilukis. Tapi, kini, ada teknik batik cap dan juga printing. Dari sisi kefektifan waktu, kedua cara ini lebih efisin. Namun, dari segi kualitas, batik lukis jauh lebih tahan lama dibanding dengan batik cap atau printing.
Perlu kita akui, saat ini, batik mulai dilirik oleh hampir semua kalangan dan usia. Kita sudah tidak asing lagi ketika melihat orang-orang menggunakan batik. Bahkan hampir di semua instansi, ada hari-hari tertentu yang diwajibkan untuk mengenakan batik. Batik bukan lagi sekedar warisan dan tradisi bangsa, tapi sudah menjadi kekayaan budaya yang patut dipertahankan.
Kita juga harus berbangga hati karena orang-orang dari negara lain sudah mulai tertarik dan mencintai batik. Sudah sering kita dengar, para penggiat seni batik mempromosikan batik hingga ke negara-negara lain. Sebuah usaha mulia untuk membuat batik lebih mendunia.
Mereka pun tidak berhenti hanya pada meningkatkan hasil produksi batiknya. Para penggiat seni bati terus melakukan inovasi dalam mengembangkan produk batik mereka. Inovasi yang dihadirkan tidak hanya sebatas pada motif saja, namun juga memberikan nilai tambah pada hasil olahan dari batik tersebut. Dengan cara tersebut, maka batik akan tetap bertahan sebagai tradisi luhur bangsa yang mendunia. 

Sabtu, 08 Oktober 2016

Pengikat Janji Pengingat Rasa

19.21 0 Comments


Dua tahun yang lalu, sebuah tanda pengikat rasa ini melingkar di jari manis. Dikenakan langsung oleh beliau, yang sekarang kupanggil Ibu. Ya, malam itu, ibu mertuakulah yang memasangkan benda sakral ini.
Bagiku, saat itu ialah salah satu momen tak terlupakan dalam perjalanan menemukan cinta suci. Ketika sebuah pertanyaan diajukan oleh paman dari suami yang diulang kembali oleh bapakku. Pertanyaan yang tidak aku jawab oleh kata-kata, tapi hanya mampu kubalas dengan anggukan dan air mata syukur.
Aku paham kalau khitbah bukanlah cara untuk menghalalkan hubungan kami. Tapi, ketika tanda pengikat janji ini mulai menyatu dengan jari manis, maka aku sudah menutup hati untuk ikhwan yang lain. Aku sudah yakin dengan ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah Swt.
Saat ini, tidak hanya ada sosok seorang imam yang membimbingku, tapi ada malaikat kecil yang selalu menemaniku setiap saat. Sebuah anugerah yang harus selalu aku syukuri. Semoga cincin ini tidak hanya sebagai pengikat janji, tapi juga sebagai pengingat rasa dan tanda cinta.