Sabtu, 29 April 2017

My Home, My Inspiration

21.43 0 Comments

Home is where the heart is. Rumah bagiku bukan sekadar susunan batu bata dilapisi semen ditutupi atap beralaskan keramik. Rumah adalah tempat dimana cinta saling menyapa, menguatkan satu sama lain dan sumber inspirasi tanpa henti.
Bagiku dan juga suami, rumah haruslah menjadi tempat ternyaman. Kami berdua kurang suka dengan rumah yang terlalu disesakkan oleh barang yang tidak berguna. Kami berdua sangat suka dengan suasana rumah yang lapang. Alasan yang pertama karena rumah yang kami tempati tidak terlalu luas. Alasan yang kedua, anak kami yang masih usia batita dan super aktif membutuhkan banyak ruang untuk bergerak dan mencoba apapun di sekitarnya.
Satu hal yang tidak boleh terlupakan di rumah kami, ruang untuk menyimpan buku. Hobiku dan suami memang sama, membaca. Dan, sekarang, hobi itu sudah menular pada anak kami. Karena alasan itu pula, kami harus memiliki space khusus untuk menyimpan koleksi buku kami bertiga.
Aku dan suami memang ingin menciptakan rumah yang tidak hanya untuk tempat melepas lelah. Tapi, harus ada sesuatu yang bisa kami ciptakan dari rumah. Rumah yang kami tempati harus bisa menjadikan kami menghasilkan sesuatu yang berarti.
Menulis adalah hobiku yang lain dan juga sebagai cara bagiku untuk lebih berarti. Dengan suasana rumah yang nyaman dan mendukung, aku bisa lebih bersemangat dan produktif untuk menulis. Karena bagiku, menulis adalah cara untuk amenebar manfaat lebih kepada orang-orang di sekitarku.
Kenyamana dan ketenangan memang tidak bisa dibeli oleh materi. Tapi, kita bisa menciptakannya dengan bantuan materi yang kita miliki. Memilih dengan cerdas, mulai dari bahan bangunan sampai furniture, merupakan salah satu cara untuk menciptakan kenyamanan tersebut.

Aku dan suami terus berusaha agar rumah yang kami tempati bisa memberikan kenyamanan dan juga value lebih. Kami yakin, jutaan inspirasi senantiasa akan hadir dari rumah. Semangat untuk produktif dalam kebersamaan penuh cinta akan selalu tercipta di rumah mungil kami. Finally, I have to say, my home is my inpsiration. 

Selasa, 25 April 2017

Kartini Muda, Kamukah Itu?

22.00 0 Comments
Sumber: www.youtube.com

Kartini, salah satu contoh wanita inspiratif negeri ini. Banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita ambil. Semangat belajar untuk terus mengembangkan diri, patut kita tiru. Pantang menyerah dan memiliki keinginan mencoba hal baru, adalah salah satu sisi positif dari sosok pahlawan wanita ini.
Kita, sebagai kaum wanita Indonesia, tentunya bisa mengambil pelajaran dari perjalanan kehidupan Kartini. Ia mengajarkan bahwa kita memiliki hak untuk menjemput impian. Kita bisa mewujudkan apa yang kita impikan dengan semangat dan usaha untuk meraihnya.
Sikap Kartini yang pantang menyerah itu pastilah tidak akan datang secara tiba-tiba. Semuanya membutuhkan proses untuk menjadikannya sebuah karakter yang melekat erat. Mental yang tangguh terlatih sejak ia masih belia.
Ibarat sebuah batu permata, ia harus rela ‘ditempa’ sedemikian rupa agar ia bisa menjadi sebuah permata yang indah dan bernilai tinggi. Itulah seharusnya sosok wanita. Jangan sampai kita hanya menjadi sosok yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Menerpa diri sejak dini akan menjadikan kita sebagai wanita bisa tetap bertahan dalam situasi apapun. Memperkaya pikiran dengan terus belajar dan mencoba hal baru adalah satu cara melatih mental pemenang. Bersikap open-minded akan membuat kita jauh lebih berkembang.
Karena saat ini, wanita memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi yang luar biasa. Dunia pun kini sudah sangat welcome dengan wanita dengan segala kelebihannya. Meskipun kesempatan ini seringkali disalah artikan.

Sebenarnya kita harus sadar, wanita bukan komoditi yang hanya dilihat dari sisi fisiknya saja. Wanita itu harus cerdas. Wanita hebat itu ialah wanita yang cerdas hati, fisik dan perilaku. Wanita luar biasa itu ialah wanita yang bisa memberikan kontribusi positif bagi kehidupan. Satu hal yang perlu diingat, wanita dicipta bukan untuk menyaingi lelaki. Wanita memiliki tugas yang sangat mulai. Ia dihadirkan di muka bumi untuk mencipta generasi. So, jadikan dirimu kartini muda negeri ini. 

Jumat, 21 April 2017

The Gravity Is Me

21.06 2 Comments
Menjadi Seorang Ibu

Menemani tumbuh kembang buah hati tercinta merupakan hakku sebagai seorang wanita. Tidak ada kata lelah untuk mendampinginya menjemput impian. Aku izinkan waktuku tersita bahagia bersamanya dalam keceriaan tanpa jeda.
 Menjadi seorang ibu adalah gravitasi terindah di alam semesta. Aku sadar betul tidak akan ada piagam penghargaan ataupun mahkota ketika aku berhasil mendidik buah hatiku. Tapi, bukan itu yang aku cari.
Menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup anakku adalah sebuah peran yang sangat menyenangkan. Kelak, ketika ia tumbuh dewasa, ada ukiran indah yang terus terpatri dalam setiap langkahnya. Aku ingin anakku tumbuh menjadi pribadi yang hebat.

Menjadi Penulis

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti aku berhenti berkreasi. Bukan pula aku harus terjebak dalam rutinitas ibu rumah tangga biasa. Aku ingin berbeda. Aku ingin bisa tetap berkarya dan menebar kebaikan.
Bagiku, menulis itu caraku untuk menjelajah dan menyapa dunia luar. Aku bisa berpetualang dengan tulisanku. Dengan kata yang aku torehkan, aku bisa menebar virus kebaikan.
Ada kebahagiaan tersendiri ketika orang-orang terinspirasi dari kata-kata sederhana yang aku tuangkan. Aku memang selalu berusaha untuk merangkai kata dari hati, karena aku yakin sesuatu yang datang dari hati akan dengan mudah menyentuh hati lagi. Aku tidak ingin mengajari siapapun lewat tulisanku. Karena aku sadar, aku bukanlah orang yang ahli atau suci. Namun, niatku hanya satu, mengajak orang lain sama-sama mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh Ilahi.

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus menjalani hobi menulis ialah pilihan hidup yang telah aku ambil. Tidak ada kata menyesal. Malah sebaliknya, aku sangat menikmati peran dalam kisah perjalanan hidupku.
Aku berharap, agar peranku saat ini bisa menjadi gravitasi indah bagi semesta. Memberi kekuatan lewat generasi baru. Meskipun mungkin tak pernah terlihat, tapi tetap terasa pengaruhnya.
Sumber: www.hariangadget.com

Menjadi gravitasi di alam semesta seperti halnya Luna Smartphone. Smartphone yang satu ini benar-benar sungguh mengagumkan. Desainnya tipis dan elegan. Tidak hanya itu, kekuatan baterainya pun luar biasa. Dalam keadaan standby bisa bertahan hingga 500 jam, 11 jam dalam keadaan audio playback dan 7 jam dalam kondisi video playback. Untuk urusan recharge pun, Luna memang jagonya. Kita hanya butuh waktu 30 menit untuk recarge sampai 30% dan 60 menit untuk recharge sampai 80%. Itu artinya, kita bisa menghemat waktu sangat banyak.
Kualitas suaranya pun tidak kalah dengan smartphone lainnya. Dengan teknologi akustik NXP Smart AMP dapat mengoptimalkan kualitas suara. Luna Smartphone menggunakan 2.5 GHz Quad-core Processor, 3 GB RAM dan 64 GB Internal Memory.
Bagi penyuka selfie dan wefie, Luna Smartphone memfasilitasinya. Luna Smartphone memiliki kekuatan 13 MP untuk kamera utama dan 8 MP untuk kamera depan, F 2.0 Aperture dengan 800 wide angle, Dual Tone LED flash, 22 scene options dengan 25 filter effect.

Dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, Luna Smartphone pantas menjadi pilihan untuk melengkapi gaya hidup. Sudah saatnya kita lebih cerdas dalam memilih smartphone. Dan, saat ini, Luna Indonesia hadir sebagai jawaban bagi pemenuhan generasi milenial. 

Jumat, 07 April 2017

Memesona Itu

21.40 0 Comments

Memesona. Setiap orang pastilah memiliki pemahaman dan pengertian tentang satu kata ini. Semuanya tergantung dari sudut mana ia melihat. Meskipun pada akhirnya akan tertuju pada satu titik makna yang sama.
Bagiku, memesona itu kembali kepada fitrahnya. Sejatinya setiap perempuan pastilah akan terlihat memesona ketika ia berlaku dan berpikir selayaknya kaum hawa. Kita terlahir dengan sejuta kelebihan dan kasih sayang dari Ilahi.
Dengan segala kelebihan yang dimiliki, sudah sepantasnya kita sadar akan hal tersebut. Fitrah kita adalah menjadi perantara terciptanya peradaban baru. Atas izin-Nya, kita dititipi penerus kehidupan. Baik buruknya generasi yang akan datang, ada di tangan kita.
Mengapa wanita dititipi makhluk dalam raganya? Karena kita makhluk istimewa. Kita begitu dipercaya sebagai perantara lahirnya ciptaan-Nya. Tapi, kembali lagi, bukan hanya itu. Apalah artinya kita melahirkan, jika kita tak pernah ikut andil dalam menanamkan pesan cinta kepada buah hati kita.
Jika kita mampu menerima amanah yang luar biasa itu dengan sangat baik, maka tak perlu merisaukan masa depan. Tapi, sebaliknya, ketika kita menganggap sepele titipan Ilahi tersebut, maka jangan harap kita bisa merasakan indahnya mentari kehidupan. Yang perlu diingat di sini, tugas kita bukan hanya sekedar melahirkan dan menyusui. Namun ada tugas yang lebih memesona, yaitu menemani tumbuh kembang anak-anak kita, buah hati kita, titipan cinta dari yang Maha Mencintai.

Kita akan terlihat lebih memesona ketika sadar akan hak dan kewajiban sebagai seorang wanita. Tak perlu tergoda untuk salah memaknai emansipasi. Karena bagaimanapun juga kaum adam dan kaum hawa itu berbeda. Kita dicipta bukan untuk sama atau menyaingi lelaki. Tapi, kita dilahirkan untuk dan melengkapi dan menjadikan hidup lebih indah dan bermakna. Memahami keseimbangan antara laki-laki dan wanita, jauh lebih penting daripada mencari celah untuk mengungguli mereka.
Pesona wanita akan terpancar ketika ia bisa menjadi wanita seutuhnya. Wanita yang bisa senantiasa menebar cinta dari hati. Wanita yang bisa memposisikan dirinya sebagai seorang makhluk yang dianugerahi rasa cinta yang lebih besar dari makhluk lainnya.
Ya, kita harus sadar jika kita dianugerahi rasa cinta yang lebih besar daripada mahkluknya. Buktinya, ada rahim dalam tubuh kita. Bukankah rahim itu berarti cinta atau kasih sayang? Sadarkah kita?
Namun, seringkali kita lupa kalau kita itu begitu istimewa dan memesona. Tidak jarang kita keliru memaknai keberadaan kita di dunia ini. Perkembangan zaman dan pengaruh budaya negara lain, menjadikan kita lebih mengejar kesetaraan daripada mempertahankan fitrah sebagai seorang makhluk yang teristimewa.
Memesonakan diri kita dengan hal yang sebenarnya tidaklah sulit. Lihatlah kedalam diri kita masing-masing, dan dengarkan bisikan hati yang sesungguhnya. Tak perlu lelah mencari cara agar terlihat lebih memesona dan menarik dengan mengeluarkan rupiah tak terkira. Karena jawaban dan rahasianya ada dalam diri kita sendiri.
Memang bukan hal yang mudah untuk mendengarkan suara hati di tengah kebisingan dunia modern. Terkadang kita lebih memilih mendengar apa kata orang kebanyakan daripada menjadi diri sendiri. Meskipun ego kita terlalu dominan dalam menjalani hidup ini. Ego untuk saling mengungguli, ego untuk setara dengan kaum adam.

Kini, saatnya kita sadar, memesona itu menjadi wanita seutuhnya. Wanita yang menyadari fitrahnya. Wanita yang memahami makna dan tujuan mengapa ia dicipta. Wanita yang bisa menjadi tempat terindah bagi pasangan dan keluarganya. Karena, sejatinya setiap wanita itu memesona. 

Minggu, 02 April 2017

Aku Meminta, Shopback Kabulkan

20.49 0 Comments

Barang impian apa yang aku inginkan? Hmmm...banyak. Hehehe...manusiawi kan kalau aku jawab seperti itu? Namanya juga manusia, sudah nggak aneh kalau punya sejuta keinginan.
Tapi, kalau ditanya lagi, barang yang pengin banget? Printer. Sebuah jawaban yang pasti. Memang aku lagi butuh banget sama barang yang satu ini. Bukan karena dikejar deadline skripsi atau mau cetak kartu undangan. Ada satu alasan yang membuatku menginginkannya.
Rasa sayang. Lebay? Terserah mau apa komentarnya. Karena aku menginginkannya sebagai hadiah untuk seseorang yang aku sayang. Kok nggak modal sih? Mumpung ada kesempatan baik, kenapa juga nggak diambil.
Beberapa bulan terakhir, printer suamiku sama sekali tidak bisa digunakan. Padahal kerjaan suami seperti kereta tak berujung. Ia memang bisa menggunakan printer kantor, tapi nggak bisa maksimal karena terbatas waktu. Seringkali aku merasa kasihan kalau sudah larut malam harus bolak-balik ke tempat nge-print di luar rumah.
Sebenarnya ia bisa beli yang baru, tapi aku tahu ia masih harus memikirkan kebutuhan keluarga. Aku benar-benar ingin menghadiahkan printer baru untuk suamiku. Impianku ingin memberikan Printer Canon Pixma MP287 Multifungsi. Dengan printer ini, aku harapkan suamiku bisa lebih semangat lagi bekerjanya.

Oya, satu lagi barang yang lagi aku idam-idamkan. Modem. Sebenarnya lebih tepat aku ingin menebus rasa bersalahku. Di awal menikah, suamiku memberiku sebuah modem. Katanya benda itu sangat penting untukku yang sedang menjemput impian sebagai penulis. Tapi, bulan lalu, modem pemberian suamiku agak rusak. Tombol ON modem tersebut agak sulit ditekan.
Aku ingin sekali memiliki modem HUAWEI Mifi E5577 4G LTE Unlock. Aku lihat di Lazada harganya Rp. 997.900, dan setelah diskon 11% menjadi Rp. 888.300. Benda ini akan sangat membantuku untuk mengirim naskah dan juga untuk menyalurkan hobi ngeblog.

Aku yakin impianku ini akan terwujud. Nggak ada yang nggak mungkin kalau kita terus berusaha dan berdoa. Bukankah kerja keras tidak akan pernah mengingkari? Where there is a will, there is a way. Dan, semoga saja, SHOPBACK menjadi jalan terwujudnya impian-impianku ini.
Oya, ngomong-ngomong SHOPBACK, kamu-kamu tahu kan keuntungan yang bakalan didapat? Pokoknya, berbelanja di SHOPBACK itu menyenangkan dan mudah. Dengan e-commerce partner yang sangat banyak, menjadikan kita lebih mudah untuk memilih mana yang sesuai dengan pilihan kita. Selain itu, ada banyak promo yang ditawarkan sehingga harganya akan jauh lebih murah dibanding berbelanja di tempat lain.
Contohnya saja, kalau aku beli Printer Canon Pixma MP287 Multifungsi di Lazada. Harganya normal adalah Rp. 1350.000. Dengan potongan harga sebesar 30%, harganya menjadi Rp. 949.000. Lalu, kalau kita beli di SHOPBACK, kita akan mendapat cashback sebesar 15% untuk pembelanjaan di Lazada. Jadi kita bisa hemat Rp. 142. 350.

Hmm...asyik bukan? Apalagi buat kamu-kamu yang hobi banget shopping, belanja di SHOPBACK akan menjadi pilihan yang tepat. Pokoknya, belanja akan lebih menyenangkan. Jadi, nggak perlu mikir-mikir deh, aktifkan aplikasi SHOPBACK di smartphone kamu, dan nikmati kelebihan dan kemudahan berbelanja.