Jumat, 21 April 2017

The Gravity Is Me

Menjadi Seorang Ibu

Menemani tumbuh kembang buah hati tercinta merupakan hakku sebagai seorang wanita. Tidak ada kata lelah untuk mendampinginya menjemput impian. Aku izinkan waktuku tersita bahagia bersamanya dalam keceriaan tanpa jeda.
 Menjadi seorang ibu adalah gravitasi terindah di alam semesta. Aku sadar betul tidak akan ada piagam penghargaan ataupun mahkota ketika aku berhasil mendidik buah hatiku. Tapi, bukan itu yang aku cari.
Menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup anakku adalah sebuah peran yang sangat menyenangkan. Kelak, ketika ia tumbuh dewasa, ada ukiran indah yang terus terpatri dalam setiap langkahnya. Aku ingin anakku tumbuh menjadi pribadi yang hebat.

Menjadi Penulis

Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti aku berhenti berkreasi. Bukan pula aku harus terjebak dalam rutinitas ibu rumah tangga biasa. Aku ingin berbeda. Aku ingin bisa tetap berkarya dan menebar kebaikan.
Bagiku, menulis itu caraku untuk menjelajah dan menyapa dunia luar. Aku bisa berpetualang dengan tulisanku. Dengan kata yang aku torehkan, aku bisa menebar virus kebaikan.
Ada kebahagiaan tersendiri ketika orang-orang terinspirasi dari kata-kata sederhana yang aku tuangkan. Aku memang selalu berusaha untuk merangkai kata dari hati, karena aku yakin sesuatu yang datang dari hati akan dengan mudah menyentuh hati lagi. Aku tidak ingin mengajari siapapun lewat tulisanku. Karena aku sadar, aku bukanlah orang yang ahli atau suci. Namun, niatku hanya satu, mengajak orang lain sama-sama mensyukuri atas apa yang telah diberikan oleh Ilahi.

Menjadi ibu rumah tangga sekaligus menjalani hobi menulis ialah pilihan hidup yang telah aku ambil. Tidak ada kata menyesal. Malah sebaliknya, aku sangat menikmati peran dalam kisah perjalanan hidupku.
Aku berharap, agar peranku saat ini bisa menjadi gravitasi indah bagi semesta. Memberi kekuatan lewat generasi baru. Meskipun mungkin tak pernah terlihat, tapi tetap terasa pengaruhnya.
Sumber: www.hariangadget.com

Menjadi gravitasi di alam semesta seperti halnya Luna Smartphone. Smartphone yang satu ini benar-benar sungguh mengagumkan. Desainnya tipis dan elegan. Tidak hanya itu, kekuatan baterainya pun luar biasa. Dalam keadaan standby bisa bertahan hingga 500 jam, 11 jam dalam keadaan audio playback dan 7 jam dalam kondisi video playback. Untuk urusan recharge pun, Luna memang jagonya. Kita hanya butuh waktu 30 menit untuk recarge sampai 30% dan 60 menit untuk recharge sampai 80%. Itu artinya, kita bisa menghemat waktu sangat banyak.
Kualitas suaranya pun tidak kalah dengan smartphone lainnya. Dengan teknologi akustik NXP Smart AMP dapat mengoptimalkan kualitas suara. Luna Smartphone menggunakan 2.5 GHz Quad-core Processor, 3 GB RAM dan 64 GB Internal Memory.
Bagi penyuka selfie dan wefie, Luna Smartphone memfasilitasinya. Luna Smartphone memiliki kekuatan 13 MP untuk kamera utama dan 8 MP untuk kamera depan, F 2.0 Aperture dengan 800 wide angle, Dual Tone LED flash, 22 scene options dengan 25 filter effect.

Dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, Luna Smartphone pantas menjadi pilihan untuk melengkapi gaya hidup. Sudah saatnya kita lebih cerdas dalam memilih smartphone. Dan, saat ini, Luna Indonesia hadir sebagai jawaban bagi pemenuhan generasi milenial. 

2 komentar:

  1. Great...!!
    Setuju banget nih dg statementnya "Meskipun mungkin tak pernah terlihat, tapi tetap terasa pengaruhnya". Teruslah menginspirasi...

    BalasHapus
  2. Korelasi yg pas.. antara pengaruh sosok ibu dan gadget. Sama sama memiliki pengaruh yg tak terlihat. Pengaruh ibu akan tercermin Dr bagaimana anaknya bersikap kelak, sedangkan pengaruh gadget akan tercermin Dr sikap pemilik gadget tersebut. Apakah hanya sebuah gengsi ataukah sebagai media inspirasi agar hidup ini lebih berarti?. Good luck untuk tulisannya jie. Inspiratif

    BalasHapus