Rabu, 17 Mei 2017

Mudik, Pelepas Rindu yang Mengusik


Mungkin bagi orang-orang yang tidak pernah merantau, tidak akan pernah merasakan begitu pentingnya momen mudik. Tapi berbeda sekali bagi para perantau yang hidup jauh dari orangtua dan keluarga, mudik adalah saat-saat yang paling ditunggu-tunggu. Tak peduli harga tiket yang selangit, bermacet-macetan ataupun sampai harus menunggu lama di antrian. Karena yang terpenting bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Apalagi setelah lama tidak berjumpa dan saling menyapa.
Bagi orang Indonesia, lebaran memang identik dengan berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Rasanya ada sesuatu yang hilang ketika tidak bisa bersua dengan keluarga besar di hari nan fitri. Lebaran merupakan satu momen yang sangat dirindukan. Merindu akan atmosphere penuh ketenangan, kedamaian dan juga kebersamaan.
Bagiku, lebaran adalah saat-saat yang paling ditunggu. Memiliki kesempatan setahun sekali untuk pulang ke tanah kelahiran, tentunya tidak akan pernah disia-siakan. Menahan kerinduan untuk berjumpa Mamah dan Bapak di Bandung, sebenarnya bukan hal yang mudah bagiku. Ada kerinduan yang luar biasa untuk menatap wajah kedua orangtua dan mencium tangan keduanya.
Seringkali kerinduan ini hanya mampu aku balut dengan doa yang tak pernah putus. Jarak Jember dan Bandung memang bukan jarak yang terlalu jauh. Tapi, kesempatan untuk pulanglah, yang membuat kami harus pandai mengatur waktu. Aku juga tidak mungkin memaksakan suami untuk mengambil cuti kerja seenaknya. Dan, di saat lebaranlah aku bisa mengobati rasa rindu ini.
Aku bersyukur karena di lebaran kali ini, suamiku mengajak untuk mudik ke Bandung. Aku sangat berterima kasih karena ia berbesar hati dengan memilih merayakan lebaran di Bandung, meskipun keluarga besarnya ada di Lumajang. Kondisi bapakku yang sedang sakit dan sangat merindukan kehadiran cucunya, menjadi pertimbangan untuk pulang ke Bandung pada lebaran tahun ini. Kami berharap kedatangan cucunya bisa menjadi obat bagi Bapak.
Karena sudah yakin untuk mudik di lebaran kali ini, kami pun sudah mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Aku dan suami memutuskan untuk menggunakan kereta api. Kami pun sudah memesan tiket sejak sebulan yang lalu. Hal itu kami lakukan untuk menghindari kehabisan tiket.
Sebenarnya kami ingin sekali menggunakan pesawat, tapi karena di tahun ini ada kebutuhan yang mendesak, maka menggunakan kereta api menjadi pilihan terbaik. Ini adalah kali pertama mengajak si kecil mudik menggunakan kereta api, karena di tahun kemarin kami menggunakan pesawat. Kami berharap si kecil akan nyaman selama perjalanan ke Bandung. Lama perjalanan 12 jam dari Surabaya ke Bandung, tentunya bukan waktu yang singkat bagi anak kami yang masih berumur 21 bulan. Tapi, aku dan suami akan berusaha agar si kecil akan tetap merasakaan mudik yang nyaman.
Berbicara tentang mudik memang tidak akan terlepas dari tiket, entah itu tiket pesawat ataupun moda transportasi lainnya. Kalau dulu kita harus direpotkan dengan pemesanan tiket pesawat secara langsung, saat ini banyak sekali kemudahan dengan memesan secara online. Tapi, tentu saja kita harus lebih cerdas dalam memilih agen penjualan tiket online.
HIS Travel Indonesia bisa dijadikan pilihan untuk mendapatkan tiket. HIS Travel memiliki paket wisata domestik dan juga libur lebaran. Selain itu, kita bisa memesan tiket pesawat domestik  untuk lebaran dengan menggunakan fasilitas layanan HISGO domestik. Dengan fasilitas ini, pesan tiket pesawat menjadi lebih mudah, nyaman dan cepat. Booking di HISGO menjadikan mudik lebih nyaman dan kita pun bisa lebih tenang merayakan lebaran bersama keluarga. Karena bagi perantau, mudik itu pelepas rindu yang selalu mengusik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar