Rabu, 31 Januari 2018

Notebook, Soulmate Menjemput Impian


“Ibu, apa-apa...” (Maksudnya minta diputar video Johny Johny Yes Papa)
“Ibu, Fa, Qof, kaf... ya...” (Maksudnya minta diputar video huruf hijaiyah)

Itulah ocehan anakku yang baru saja berusia 2 tahun sambil nunjuk ke arah notebook. Aku memang mengizinkannya untuk melihat video-video edukatif di notebook, tentunya dengan porsi yang cukup. Ia pun sebenarnya tidak setiap saat meminta, bahkan ketika aku asyik dengan buku, ia pun akan mengambil buku-buku miliknya dan meminta untuk dibacakan cerita. Tapi, ketika aku merasa ia anteng dengan mainannya, aku memutuskan untuk menyicil tulisan-tulisan untuk buku ketiga dan juga lomba-lomba blog.



Children see, children do. Yap, itulah yang benar-benar aku alami. Anakku akan segera berlari ke arah notebook dan meminta untuk diputarkan video-video kesukaannya. Hmmm... kalau sudah begini, aku akan mengalah untuk memilih nge-draft terlebih dulu di buku. Biasanya aku akan memindahkannya ke notebook ketika ia tertidur, tepatnya malam hari.

Sebenarnya bagiku tidak ada masalah dengan kebiasaan si kecil untuk melihat video edukatif, toh masih dalam pengawasanku sebagai seorang ibu. Aku akan segera memintanya beralih ke permainan lain, ketika waktunya sudah terlalu lama di depan notebook. Tapi, ada satu tantangan bagiku. Ya. Memiliki anak cerdas memang harus memiliki kuota kesabaran yang luar biasa. Anakku baru berusia 2 tahun, tapi dia sudah bisa menghidupkan notebook sendiri.



Tidak hanya itu, ia meniru kebiasaanku dan suami kalau sedang mengetik. Nah, ini yang menjadi tantangan kesabaran bagiku. Ya, namanya juga masih usia 2 tahun, ia memang sudah bisa menghidupkan dan mematikan notebook, tapi ia belum paham dengan keyboard. Tidak jarang ia asal pijit keyboard dan juga klik apapun yang ada di layar. Alhasil, aku harus merelakan beberapa tombol di keyboard tidak berfungsi. Contohnya, tombol ENTER, TAB dan DELETE sama sekali tidak bisa digunakan. Untung saja masih ada On Screen Keyboard yang bisa membantu.

Kondisi seperti ini sebenarnya menjadi pemantik bagiku untuk memiliki notebook baru. Aku tidak ingin mengeluhkan dan juga menyalahkan keadaan. Aku masih bersyukur ditengah kondisi notebook yang ‘tidak fit’, aku masih bisa menulis dan menerrbitkan buku kedua. Meskipun butuh usaha keras untuk menyelesaikan setiap tulisan yang aku kerjakan.

Karena alasan itulah, aku memang memimpikan untuk memiliki notebook baru. Beberapa hari yang lalu suamiku sempat memberika penawaran, mau notebook baru atau uangnya dipakai ongkos pulang kampung ke Bandung. Aku lebih mendahulukan untuk pulang ke Bandung, karena kondisi orangtua yang sedang sakit. Selain itu, kesempatan pulang yang hanya setahun sekali, tidak bisa aku dapatkan di tahun ini kalau tidak pulang kemarin, karena di hari raya nanti, insya Allah anak keduaku lahir. Tapi, aku yakin, impianku untuk memiliki notebook baru akan segera terwujud.


Sebenarnya kalau aku meminta kepada suami, ia pasti akan tetap membelikannya. Tapi, aku ingin mendapatkan notebook baru dari hasil menulis. Ada kesan tersendiri ketika bisa mendapatkan notebook karena tulisanku. Dan, aku telah membuktikan itu. 1 Laptop dan 2 notebook yang aku punya, aku dapatkan dari hasil keringatku sendiri. Laptop aku beli dari hasil mengajar, dan satu notebook dari hadiah karena naskahku menjadi juara satu pada lomba menulis yang diadakan salah satu penerbit mayor, sedangkan notebook yang satunyanya lagi dari tabunganku memenangkan beberapa lomba menulis. Oya, yang menarik, kedua notebook yang aku dapatkan dari hasil menulis itu sama-sama merek ASUS.

Saat ini, impianku untuk memilik notebook baru begitu kuat. Selain karena laptop yang dulu sudah aku berikan, dan kedua notebook yang ada pun sudah tidak bisa digunakan secara maksimal. Karena itulah, aku benar-benar ingin mengganti ‘soulmate’ yang selalu menemaniku menjemput setiap impian.




Tentu saja, pilihan masih kepada notebook ASUS. Kali ini, aku jatuh cinta pada ASUS X555 BP. Kenapa harus ASUS X555 BP? Hmmm... karena perangkat ini menyatukan antara desain yang ikonik, performa andal, dan durasi bateria yang panjang. Selain itu, ASUS X555 BP merupakan perangkat notebook berbasi APU milik AMD. Ya, ASUS X555 BP ini menggunakan prosessor AMD APU A9-9620 Dual Core dan kartu grafis Radeon R5 M420.

Tidak hanya hardware yang mumpuni, sofware pada ASUS X555 BP ini pun sangat menunjang pekerjaan kita sehari-hari. Ada banyak aplikasi yang memberikan kita kenyamanan, seperti Ice Cool Technology, ASUS Audio Wizard, dan aplikasi-aplikasi lainnya yang membuat ASUS patut untuk dimiliki.

Terus, kalau desainnya? Wah, kalau berbicara masalah desain, ASUS nggak kalau jago deh. ASUS X555 BP merupakan notebook dengan desain yang sangat elegan. Finishing pada bagian cover dibuat dengan mengadopsi teknik spun line atau guratan lurus. Dengan teknik ini akan menjadikannya agak kasar, sehingga tidak mudah meninggalkan sidik jari. Tidak hanya itu, dengan teknik spun line ini pun, akan membuat tampilan ASUS X555 BP semakin indah dan anggun.

Eitss... Masih berbicara tentang desain nih. Kita lihat bagian dalam, balutan warna hitam doff menjadikan ASUS X555 BP ini semakin eksentrik. Wah, pokoknya tampilannya bikin kita pede dan semangat untuk mengerjakan pekerjaan deh.

Oya, ASUS X555 BP ini juga memiliki kapasitas penyimpanan 1TB yang dibantu oleh RAM sebesar 4GB DDR3. Tidak hanya itu, port konektornya pun membuatnya semakin sempurnan, seperti HDMI, 2 USB A 3.0, 1 USB 3.1, Audio Jack, VGA port, dan RJ45 LAN.

Cukup sampai situ? Belum dong... Pastinya kita juga mempertanyakan baterainya. Iya kan? Wah, kagak usah khawatir deh, ASUS X555 BP ini menggunakan baterai berjenis polimer. Nah, jelas kan, yang namanya polimer pastinya ketahanan baterainya 2,5 kali lebih kuat dibandingkan dengan baterai jenis Li-ion Silinder.


Wah, pokoknya ini notebook bikin ngiler deh. Sepertinya memang harus segera punya notebook satu ini. Aku ingin tetap bisa berkarya. Bagiku, notebook bukan hanya sekadar kebutuhan atau gaya hidup, tapi ia bagaikan soulmate untuk menjemput impian dan membersamai tumbuh kembang anak-anakku.


Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD - Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

3 komentar:

  1. anakku dulu waktu usia 2-3 th juga lagi seneng2nya liat youtube lagu2 anak2 atau film mendidik... sekarang masih butuh laptop utk mengerjakan tugas2 sekolahnya nanti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang anak zaman now ga bisa jauh dari lepi ya, Mbak :)

      Hapus
  2. Terima kasih telah berpartisipasi dalam Blog Competition ASUS AMD – Laptop for Everyone. Good luck yaaa…

    BalasHapus