Senin, 23 April 2018

4 Cara Cerdas Membiasakan Si Kecil Memilih Jajanan Sehat

20.38 0 Comments



“Anakku tuh ya, kalo disuruh makan itu susahnya minta ampun, maunya ngemil terus.”
“Aku bingung deh, anakku tuh kalo beli jajanan pasti yang bikin emaknya worry.”
“Hadeuuhh...zaman sekarang tuh ya, kalau mau beliin cemilan buat si kecil, kadang suka bingung. Kebanyakan cemilan yang nggak sehat gitu.”

Apa teman-teman pernah merasakan hal yang sama? Kegundahan emak-emak zaman sekarang tuh selain tentang perkembangan teknologi yang bikin melongo, juga bingung milih jajanan yang sehat buat si kecil. Bahkan, kita sering merasa horor dengan pemberitaan media tentang makanan dan minuman yang dijual di pasaran.

Sebagai bagian dari emak-emak yang punya anak batita, saya juga mengalami hal yang sama. Memang terkadang berpikir kok lebay juga ya kalau mau beli sesuatu tuh dipikir seribu kali. Pokoknya beda banget sama sebagian kaum bapak. Mereka pastinya akan bilang, “Nggak apa-apa. Kan nggak setiap hari ini.” Dan, tahu dong gimana reaksi kita, “What?! No Excuse!”

Bagi kita para emak-emak, memilih makanan dan minuman untuk si kecil memang menjadi pertaruhan hidup dan mati (halah...lebay...). Eh, tapi serius... Sebelum menikah, mungkin sempat ada pikiran seperti itu. Melihat emak sendiri yang khawatir level dewa ketika kita beli jajanan sembarangan. Kadang, nih telinga sampai merah dengerin kuliah sampai 2 sks kalau beli jajanan yang aneh-aneh.

Dan, sekarang baru terasa ketika punya anak. Rasanya hati ini nggak ridho bin ikhlas kalau anak kita makan sembarangan. Pokoknya kalau bisa semua makanan dan minuman harus sesuai dengan Quality of Control kita sebagai emaknya. Ya, memang terlalu berlebihan sih, tapi itulah emak-emak! J

Ngomong-ngomong soal jajanan sehat, saya ingin berbagi sedikit tips nih. Maklum saya dan anak tuh karakternya jauh berbeda. Saya tuh emak-emak bergolongan darah A yang segalanya harus serba teratur. Kalau kata suami sih, harus sesuai SOP. Nah, berbeda dengan si kecil yang bergolongan darah O. Hadeuuh... You know... Orang golongan darah O itu keukeuh kalau sudah kepengen sesuatu.

Tapi, sampai detik ini, saya belum pernah merasa pusing menghadapi keinginan si kecil soal jajanan. Bahkan ketika ia diajak ke supermarket, minimarket, toko atau pasar sekalipun, ia tidak akan meminta jajanan yang anek-aneh. Nih, saya bagi tipsnya ya...
1.         Harus satu jalan dengan pasangan
      Sudah bukan rahasia lagi dong, kalau kebanyakan anak lebih senang jalan dengan bapaknya daripada dengan emaknya. Tahu sendiri kan alasannya? Yap, seorang bapak tuh selalu dengan mudah mengabulkan keinginan anaknya. Nah, kalau sama emaknya, susahnya itu melebihi dari mahasiswa yang mau ketemuan dosen buat bimbingan skripsi.
     Jadi, mulai saat ini, antara ayah dan ibu tuh harus satu suara, nggak boleh yang satu iya, yang satunya lagi nggak.

2.        Berikan pengertian sejak dini
     Jangan pernah berpikir kan anak saya masih usia 2 tahun, ia belum paham. Semua anak itu cerdas, mereka bahkan sudah mendengar sejak dalam kandungan. So, tidak ada salahnya memberikan pengertian sejak dini dengan cara mengajaknya bercerita. Bantuan buku cerita dan video akan sangat membantu si anak untuk memahami makanan dan minuman yang sehat itu seperti apa. Nanti seiring berjalannya waktu, mereka akan paham dengan sendirinya, tanpa harus membuat kita menaikkan volume suara untuk melarangnya membeli jajanan aneh-aneh.

3.        Buat kesepakatan dengan anak
     Sebagai orang tua, kita harus tegas untuk menentukan jajanan apa saja yang boleh dikonsumsi. Tidak hanya dari kandungan gizinya, tapi juga porsi yang seharusnya mereka konsumsi. Jangan biasakan anak-anak makan apapun dengan berlebihan.
     Oya, biasakan ada reward kalau anak mengikuti kesepakatan yang telah dibuat, dan jangan lupa berikan punishment jika ia tidak mengikuti aturan yang telah dibuat bersama. Tentu saja kesepakatan yang dibuat itu harus dirundingkan antara orang tua dan anak.

4.        Berikan contoh bukan hanya larangan
      Nah ini nih yang terkadang para orang tua lupa. Kita seringkali melarang anak untuk jajan sembarangan, tapi ketika menunggui si anak di sekolah, orang tua asyik mencoba berbagai jajanan. Ingat lho, anak itu peniru yang hebat. So, ayo mulai dari diri kita sendiri untuk care dengan apa yang kita makan ya!

Ngomong-ngomong tentang jajanan, tentunya tidak akan jauh dari biskuit, coklat, chips dan permen. Nah, kalau kita berbicara permen, ada permen susu yang enak dan tentunya sehat juga lho. Permen Pindy Susu. Udah pada dengar belum?

Permen empuk ini memiliki tiga varian rasa, ada rasa susu, rasa susu dan strawberry, rasa susu dan coklat. Permen Susu Pindy aman untuk dikonsumsi anak-anak. Selain kandungan susunya yang sangat bagus buat tubuh, pastinya produk ini juga sudah mendapat sertifikasi halal dari BPOM. Pokoknya kalau masih penasaran dengan permen susu yang satu ini, kepoin aja deh akun IG nya di permenpindy_id. Intinya sih ya, Permen Susu Pindy itu permen yang nggak bikin worry.

Nah, itu tadi 4 cara cerdas membiasakan si kecil memilih jajanan sehat. So, mulai saat ini, ayo kita mulai lebih peduli lagi dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh si kecil. Jadi emak-emak itu memang harus cerdas lho. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ya, moms.

Senin, 02 April 2018

Olahraga Pakai Hijab, Why Not?

20.08 0 Comments



Olahraga? Jujur saja, dulu pas zamannya sekolah, aku tuh paling malas kalau sudah pelajaran olahraga. Pokoknya sebisa mungkin cari alasan agar bisa dapat dispensasi nggak ikut pelajaran yang satu ini. Mulai dari alasan sakit, nggak boleh terlalu capek, atau kalau pas jadwal renang, hijab menjadi alasan kuat agar bisa menghindar.

Tapi, itu dulu ketika sekolah. Setelah lulus sekolah, malah aku merasakan hal yang berbeda. Ya, sama sekali berbeda. Meskipun kesibukan mengajar yang padat merayap, tapi rasanya ada kepuasan tersendiri kalau bisa lari pagi atau bersepeda. Dengan aktivitas yang full dari pagi sampai malam, aku masih bisa merasakan badan yang tetap fresh dan terhindar dari sakit.



Aku memang tidak setiap hari melakukan olahraga, tapi setidaknya 3 atau 4 kali dalam seminggu aku merutinkannya. Untuk bersepeda, biasanya aku memilih rute yang lebih jauh kalau jadwal mengajar agak luang. Tapi kalau untuk lari pagi cukup di sekitaran komplek, ya nggak perlu lama sih, cukup 15 - 30 menitan saja.

Oya, ngomong-ngomong tentang lari nih, bagi para hijabers alias wanita yang berhijab, rasanya olahraga satu ini bisa juga jadi pilihan. Kita masih bisa melakukannya meskipun kita memakai hijab. Nilai plusnya kulit kita masih tetap terlindungi meskipun terpapar sinar matahari. Selain itu, kita jadi cepat berkeringat, kan enak tuh bisa bakar lemak lebih cepat. Kalau nggak percaya dan pengen buktikan, coba aja ikutan event Hjaberlari yang diadakan oleh saliha.id pada 29 April 2018. Untuk info lengkapnya kamu bisa kunjungi bit.ly/hijaberlari Oya, untuk pendaftarannya, kamu bisa langsung klik   bit.ly/salihaid.



Ok, kembali ke olahraga yang biasa aku lakukan. Ada satu olahraga yang dulu sangat aku hindari, berenang. Tapi, ada satu kejadian ketika di bangku SMA, yang membuatku mau nggak mau harus belajar berenang. Dan, sekarang setelah malaikat kecilku hadir, ternyata berenang itu olahraga favoritnya. Karena alasan itulah, aku dan suami paling suka mengajaknya berenang. Ya, sekalian aku juga ikut berolagraga kan hehehe...

Di kehamilan anak kedua saat ini, berenang menjadi pilihan olahraga yang aman untuk dilakukan. Badan terasa lebih relaks dan menurut beberapa literatur sih berenang itu memang bagus buat ibu hamil. Oya, tentu saja aku masih menjaga dengan berpakaian yang tidak mencetak lekuk tubuh dan masih memakai hijab yang mutup dada. Bagiku, tidak ada halangan apapun untuk bisa tetap berolahraga meskipun sehari-hari kita berpakaian syar’i.



Selain mendampingi si kecil berenang, sesekali aku dan suami pun mencoba untuk berolahraga memanah. Ya, itung-itung belajar olahraga yang disunnahkan Rasulullah. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan kepada buah hati kami olaharaga yang satu ini. Untuk olahraga memanah ini, tidak ada halangan ataupun malu untuk tetap memakai hijab plus gamisan lho.

Bagiku, hijab bukanlah sebuah penghalang untuk melakukan aktivitas apapun, termasuk olahraga. Memang dulu, pertama kali memutuskan untuk berhijab, sempat terbersit banyak pertanyaan tentang merasa terbatasinya dalam beraktivitas. Tapi, ternyata itu semua tidak terbukti. Aku bisa sangat menikmati setiap hal yang memang aku ingin lakukan.

“Panas dong kalau olahraga pakai hiijab?”
Lho bukannya malah lebih bagus, jadi kita bisa lebih cepat berkeringat. Itu artinya, lemak juga bakalan cepat luntur hehehe... Dan, menurutku untuk olahraga outdoor itu malah lebih enak pakai hijab. Beneran lho... Aku sendiri merasakan efek positifnya.

“Terus, kalau berenang ribet juga kalau harus pakai hijab.”
Menurutku sih itu hanya alasan saja. Sisi positifnya, tubuh juga jadi nggak terbakar sinar matahari langsung. Jadi kulit kita nggak akan belang-belang tanpa harus memakai cream apapun juga. Pokoknya asli deh, nggak ada alasan untuk berhenti berolahraga hanya karena kita berhijab. So, olahraga pakai hijab? Why not?