Senin, 02 April 2018

Olahraga Pakai Hijab, Why Not?




Olahraga? Jujur saja, dulu pas zamannya sekolah, aku tuh paling malas kalau sudah pelajaran olahraga. Pokoknya sebisa mungkin cari alasan agar bisa dapat dispensasi nggak ikut pelajaran yang satu ini. Mulai dari alasan sakit, nggak boleh terlalu capek, atau kalau pas jadwal renang, hijab menjadi alasan kuat agar bisa menghindar.

Tapi, itu dulu ketika sekolah. Setelah lulus sekolah, malah aku merasakan hal yang berbeda. Ya, sama sekali berbeda. Meskipun kesibukan mengajar yang padat merayap, tapi rasanya ada kepuasan tersendiri kalau bisa lari pagi atau bersepeda. Dengan aktivitas yang full dari pagi sampai malam, aku masih bisa merasakan badan yang tetap fresh dan terhindar dari sakit.



Aku memang tidak setiap hari melakukan olahraga, tapi setidaknya 3 atau 4 kali dalam seminggu aku merutinkannya. Untuk bersepeda, biasanya aku memilih rute yang lebih jauh kalau jadwal mengajar agak luang. Tapi kalau untuk lari pagi cukup di sekitaran komplek, ya nggak perlu lama sih, cukup 15 - 30 menitan saja.

Oya, ngomong-ngomong tentang lari nih, bagi para hijabers alias wanita yang berhijab, rasanya olahraga satu ini bisa juga jadi pilihan. Kita masih bisa melakukannya meskipun kita memakai hijab. Nilai plusnya kulit kita masih tetap terlindungi meskipun terpapar sinar matahari. Selain itu, kita jadi cepat berkeringat, kan enak tuh bisa bakar lemak lebih cepat. Kalau nggak percaya dan pengen buktikan, coba aja ikutan event Hjaberlari yang diadakan oleh saliha.id pada 29 April 2018. Untuk info lengkapnya kamu bisa kunjungi bit.ly/hijaberlari Oya, untuk pendaftarannya, kamu bisa langsung klik   bit.ly/salihaid.



Ok, kembali ke olahraga yang biasa aku lakukan. Ada satu olahraga yang dulu sangat aku hindari, berenang. Tapi, ada satu kejadian ketika di bangku SMA, yang membuatku mau nggak mau harus belajar berenang. Dan, sekarang setelah malaikat kecilku hadir, ternyata berenang itu olahraga favoritnya. Karena alasan itulah, aku dan suami paling suka mengajaknya berenang. Ya, sekalian aku juga ikut berolagraga kan hehehe...

Di kehamilan anak kedua saat ini, berenang menjadi pilihan olahraga yang aman untuk dilakukan. Badan terasa lebih relaks dan menurut beberapa literatur sih berenang itu memang bagus buat ibu hamil. Oya, tentu saja aku masih menjaga dengan berpakaian yang tidak mencetak lekuk tubuh dan masih memakai hijab yang mutup dada. Bagiku, tidak ada halangan apapun untuk bisa tetap berolahraga meskipun sehari-hari kita berpakaian syar’i.



Selain mendampingi si kecil berenang, sesekali aku dan suami pun mencoba untuk berolahraga memanah. Ya, itung-itung belajar olahraga yang disunnahkan Rasulullah. Selain itu, kami juga ingin memperkenalkan kepada buah hati kami olaharaga yang satu ini. Untuk olahraga memanah ini, tidak ada halangan ataupun malu untuk tetap memakai hijab plus gamisan lho.

Bagiku, hijab bukanlah sebuah penghalang untuk melakukan aktivitas apapun, termasuk olahraga. Memang dulu, pertama kali memutuskan untuk berhijab, sempat terbersit banyak pertanyaan tentang merasa terbatasinya dalam beraktivitas. Tapi, ternyata itu semua tidak terbukti. Aku bisa sangat menikmati setiap hal yang memang aku ingin lakukan.

“Panas dong kalau olahraga pakai hiijab?”
Lho bukannya malah lebih bagus, jadi kita bisa lebih cepat berkeringat. Itu artinya, lemak juga bakalan cepat luntur hehehe... Dan, menurutku untuk olahraga outdoor itu malah lebih enak pakai hijab. Beneran lho... Aku sendiri merasakan efek positifnya.

“Terus, kalau berenang ribet juga kalau harus pakai hijab.”
Menurutku sih itu hanya alasan saja. Sisi positifnya, tubuh juga jadi nggak terbakar sinar matahari langsung. Jadi kulit kita nggak akan belang-belang tanpa harus memakai cream apapun juga. Pokoknya asli deh, nggak ada alasan untuk berhenti berolahraga hanya karena kita berhijab. So, olahraga pakai hijab? Why not?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar