Jumat, 26 Oktober 2018

9 Tips Membersamai Anak Perempuan

21.22 0 Comments



“Neng boleh jadi apapun, tapi Bapak akan bekali dengan basic agama yang kuat dan pendidikan umum. Bapak mungkin tidak bisa mewariskan harta, tapi Bapak akan mewariskan ilmu yang bisa digunakan untuk menjemput harta.”

Masih terngiang kata-kata Bapak ketika saya masih kecil. Saat itu, saya sama sekali tidak paham dan bahkan menganggap cara mendidik Bapak itu aneh. Kedisiplinan yang diterapkan luar biasa tegasnya. Bahkan beliaulah langsung yang mengajari anak-anaknya mengaji dan juga mempelajari pelajaran di sekolah. Tidak hanya itu, beliau wajibkan anak-anaknya untuk bisa bahasa asing dan juga beladiri.

Parenting gaya Bapak. Ya, saya menyebutnya demikian. Meski dulu sering mengeluh. Tapi, ternyata hasilnya terasa ketika beranjak dewasa.

Ya, dengan ‘bekal’ yang diberikan Bapak dan dibersamai oleh kesabaran dan kasih sayang Mamah, saya bisa menjemput impian tanpa harus tergelincir meski jalan licin sering ditemui. Dengan ilmu agama, pengetahuan dan juga kesantunan yang diajarkan Bapak dan Mamah, impian yang awalnya tidak mungkin, ternyata bisa saya dapatkan.

Tidak hanya itu, kedisiplinan yang diterapkan di rumah saat itu, sangat berguna baik itu ketika saya menjalani profesi sebelum menikah, maupun profesi menjadi istri dan ibu dari dua anak sekarang. The power of habits. Ya, kebiasaan baik yang ditanamkan kedua orang tua saya sejak kecil, sangat membantu saya menjalani kehidupan. Tidak ada kekagetan yang luar biasa meski harus jauh dari orang tua dan menuntaskan amanah harian setiap hari.  

Belajar dari pengalaman pribadi itulah, saya ingin membagi tips bagaimana kedua orang tua saya mendidik anak-anak perempuannya. Ada 9 tips dalam membersamai anak perempuan, diantaranya:

1.        Tanamkan pendidikan agama sejak dini
Ini poin yang sangat penting, bisa dikatakan pondasi dalam ilmu parenting. Ketika pendidikan agama sudah diperkenalkan dan ditanamkan sejak kecil, bahkan sejak dalam kandungan, maka mau diberikan pendidikan dan ilmu apapun juga akan jauh lebih mudah.

2.        Posisikan orang tua sebagai teman dan teladan yang baik
Yang kedua ini terlihat simple, tapi tidak mudah untuk melakukannya. Terkadang ada dinding pemisah antara orang tua dan anak. Banyak anak yang takut untuk sekadar berbagi cerita. Selain itu, berikan teladan yang baik. Belajarlah memberi contoh bukan hanya sekadar memerintah.

3.        Dekatkan ia dengan sosok ayah
Kehadiran dan keteladanan seorang ayah akan menjadi cerminan bagi anak perempuan untuk mencari pasangannya kelak. Ketika ia mendapatkan perhatian penuh dan perlakuan yang baik dari ayahnya, tangki cintanya akan benar-benar terpenuhi. Ia tidak akan mencari perhatian yang tidak sepantasnya dari sosok lelaki yang bukan seharusnya.

4.        Hadirkan sosok ibu sebagai teman curhat
Sebagai sesama perempuan, tentunya sosok ibu akan menjadi tempat paling pas untuk menceritakan apapun. Jadilah seorang ibu yang mau mendengarkan apapun yang diceritakan oleh anak perempuan. Karena semakin dekat, ia tidak akan berani menungkapkan apa yang ia rasakan.

5.        Tanamkan disiplin sejak dini
Anak perempuan itu tentu saja akan menjadi perempuan dewasa dan juga seorang ibu. Ketika menjadi seorang istri dan ibu, ada tanggung jawab yang luar biasa yang diemban. Semua itu akan bisa terselesaikan ketika kita bisa mendisiplinkan diri.

6.        Tanamkan etika yang baik
Ini sangat penting bagi seorang perempuan. Kecantikan perempuan itu terlihat dari bagaimana ia bisa menjadi sikapnya.

7.        Tanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik
Ketika seorang anak perempuan terbiasa dengan good habits, maka itu semua akan terbawa sampai ia dewasa. Dan, tentu saja tanpa disadari akan tertular kepada anak-anaknya kelak.

8.        Ajari pekerjaan harian di rumah
Dalam hal ini, tidak perlu melihat mau jadi ibu rumah tangga ataupun wanita karier kelak. Atau, apa nanti anak perempuan kita memiliki asisten rumah tangga atau tidak. Karena setidaknya ia tidak akan bergantung kepada orang lain jika kondisi sedang tidak bersahabat.

9.        Temani mereka menjadi pribadi yang cerdas
This point is very important, too. Jadi perempuan itu harus cerdas, karena mau nggak mau ia akan menjadi seorang ibu dari anak-anaknya. Ia harus bisa menjadi tempat bertanya yang nyaman dari anak-anaknya. Ia juga harus mampu mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa.

Itulah 9 tips yang saya pernah rasakan dan dapatkan dari kedua orang tua saya. Dan, tentu saja menjadi bekal ketika kelak dipercaya memiliki anak perempuan, karena saat ini masih dipercaya diamanahi dua jagoan yang sholeh-sholeh. (Aamiin semga jadi doa J )

Intinya, kita juga harus paham bagaimana seharusnya memperlakukan anak perempuan. Karena perlu diakui bersama kalau antara anak laki-laki dan peremuan memiliki fisik, psikologis dan karakter yang berbeda. Anak laki-laki dan perempuan memiliki ciri dan kelebihannya masing-masing.

Menurut Anita Sethi, PhD, peneliti di Child dan Family Policy Center di New York University, anak perempuan memiliki beberapa karakterisitik diantaranya:

1.        Lebih pintar meniru
2.        Tangan mereka lebih cekatan
3.        Pendengar yang baik
4.        Lebih terampil membaca ekspresi emosional
5.        Lebih cepat berbicara
6.        Anak perempuan akan mengurus orang tuanya kelak

Pendapat Anita Sethi pun setali tiga uang dengan penelitian yang dilakukan di Virgina Polytechnic Institute and State University AS pada tahun 2008. Mereka mengambil sampel 224 anak perempuan dan 284 anak laki-laki usiap 2 bulan sampai 16 tahun. Hasil dari penelitina tersebut mengatakan bahwa:

1.        Kemampuan berbahasa dan motorik halus anak perempuan berkembang 6 tahun lebih awal  daripada anak laki-laki.
2.    Saraf yang terkait dengan emosi pada otak perempuan lebih banyak dibandingkan padalaki-laki. Hal inilah yang menjadikan perempuan akan jauh lebih mengingat peristiwa yang emosional.
3.        Aliran darah pada otak perempuan 15% lebih banyak.
4. Jalur saraf (corpus callosum) antara belahan otak kanan dan kiri bayi perempuanterhubung lebih awal dan berkembang lebih kuat. Kondisi ini menjadikan perempuan cepat berbicara dan membaca dengan kedua belahan otaknya.

Dengan mengetahui karakteristik dan kelebihan yang dimiliki oleh anak perempuan, kita bisa memilah dan memilih cara menemani tumbuh kembang mereka. Pendekatan seperti apa yang harus dilakukan agar anak perempuan kita kelak bisa tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa.

Dan, yang harus diingat kembali, memiliki anak perempuan itu sebuah anugerah. Bukan sebagai prestasi atau prestise apalagi berpikiran sebagai musibah ketika mendapatkan anak perempuan. Tapi, berpikirlah kalau kita memang pantas diberi amanah anak perempuan.

Ada dua buah hadits Rasulullah yang bisa dijadikan pengingat dan juga penyemangat bagi teman-teman yang memiliki anak perempuan.

“Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka.” (H.R Muslim)

“Barangsiapa yang mengayomi anak perempuan hingga dewasa, maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku. (Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari jemari beliau).” (H.R Muslim)

Dua buah hadits di atas sudah cukup membuat kita harus banyak bersyukur dengan dititipkan anak perempuan. Jangan sampai kesempatan emas yang diberikan Sang Pencipta, kita sia-siakan begitu saja. Persiapkan anak perempuan kita agar ia mampu menyiapkan generasi emas kelak.