Kamis, 29 November 2018

5 Buku Keren Versi Intan Daswan




“A good book is a good friend.”
Pernah mendengar statement itu? Sepertinya ungkapan tersebut benar pake banget? Ya, bagi saya buku itu sahabat paling baik dan juga paling jujur. Ia bisa mengubah pola pikir dan hidup saya tanpa saya merasa digurui.

Bagi saya, membaca buku itu sebuah candu. Sepertinya ada sesuatu yang kurang ketika tidak membaca buku. Membaca buku juga bisa menjai terapi. Dan, bagi seseorang yang hobi menulis, membaca itu sebuah keharusan. Karena buku itu bagaikan multivitamin yang bisa membuat tulisan kita jauh lebih berbobot.

Diantara banyak buku yang saya baca, ada 5 buku yang membuat mata lahir dan batin saya terbuka lebar. Lima buku yang benar-benar inspiratif dan sarat ilmu. Apa saja sih bukunya? Ini dia kelima buku yang super keren versi Intan Daswan:

1.        Ubah Lelah Jadi Lillah



Buku yang ditulis Dwi Suwiknyo ini membuat kita sebagai pembaca seperti terbangunkan dari tidur lama. Kita diingatkan kembali tentang tujuan hidup yang hakiki.

Penulis dengan caranya menyampaikan sesuatu yang berat menjadi lebih mudah dicerna oleh pembaca. Pembaca dibawa untuk memahami bagaimana seharusnya kita berperilaku sebagai seorang hamba. Sebenarnya ada banyak ayat yang disampaikan dalam buku ini, tapi dengan penyajian dan penyampaian yang dikemas berbeda, menjadikan buku tetap terasa ringan untuk dibaca.

Buku ini memiliki 491 halaman dan diterbitkan oleh Penerbit Genta Hidayah. Lay out bukunya asyik dan dengan warna yang tidak monoton. Oya, buku ini juga termasuk Best Seller Book, lho.

2.        Quantum Ikhlas



Siapa yang tidak tahu buku fenomenal ini. Erbe Sentanu, sang penulis yang berhasil memaparkan dengan sangat jelas tentang teknologi aktivasi kekuatan hati. Kita akan belajar tentang the power of feeling.

Buku setebal 236 ini berisis tentang bagimana mengukur dan mengelola potensi jiwa secara digital untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Buku keluaran Elex Media Kompetindo ini memang pilihan yang tepat bagi siapapun yang ingin melejitkan potensi diri. Ini juga termasuk buku best seller, keren kan?

3.        Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk



Sejak baca judulnya di medsos, saya sudah penasaran ingin menikmati buku ini. Dan, ketika membuka halaman demi halaman, ternyata tulisannya nendang abis. Menohok dan bikin diri ini bermuhasabah.

Ahmad Rifa’i Rif’an sangat cerdas meramu judul dan isi buku ini. Judulnya bikin menggelitik dan membuat siapapun ingin membacanya. Buku keluaran Penerbit Quanta ini memilki 358 halaman. Tapi, dijamin kita sebagi pembaca tidak akan merasa bosan membacanya karena ukuran huruf juga lebih besar dan warna yang tidak seperti biasanya. Satu lagi, gaya bahasa penulisnya luar biasa, keren pokoknya.

4.        I Am Sarahza



Ah, ini novel juara deh. Hanum Rais berhasil meramu kisah hidupnya dengan sangat apik. Ia mampu membuat pembaca ikut ke dalam cerita yang tertuang dalam novel ini. Perjuangannya mendapatkan seorang anak memberikan banyak pelajaran berharga bagi pembaca.

Novel 368 halaman ini membuat perasaan pembaca campur aduk. Meskipun tangis lebih banyak menyapa dengan membaca novel ini. Kita juga secara tidak langsung belajar bagaimana proses panjang mendapatkan anak bagi pasangan yang diberikan cobaan kesulitan mendapatkan keturunan. Inti dari buku ini ialah belajar ikhlas dan mengembalikan semua urusan kepada Allah.

Novel yang diterbitkan oleh Penerbit Republika ini memiliki 368 halaman. Untuk ukuran novel, ketebalannya cukup, tidak terlalu tebal. Oya, bagi orang-orang yang ngga suka dan nggak bisa baca novel, saya yakin novel ini pasti akan membuat siapapun bisa menikmatinya. Gaya bahasa seorang Hanum Rais memang tidak dapat diragukan lagi dalam mengolah kata dan bahasa.

5.        Journey to Andalusia



Buku keren satu ini asyik sekali dibaca. Kita jadi tahu dan bahkan merasakan seakan-akan ikut bertualang di Negari penuh kisah ini.

Penulisnya, Marfuah Panji Astuti berhasil memang sangat apik menyuguhkan pengalaman pribadinya berkeliling di Eropa. Tidak hanya itu, kita belajar banyak tentang jejak sejarah Islam di bumi Eropa.

Bukunya juga tidak terlalu tebal hanya 190 halaman. Diterbitkan oleh BIP Kelompok Gramedia. Journey to Andalusia memang bukan buku pertama yang membahas tentang jejak sejarah Islam di Eropa. Tapi dengan penyajian yang cerdas, esensi yang akan disampaikan masih benar-benar terasa.

Itulah 5 buku yang wajib dibaca, menurut saya lho. Tapi, saya jamin deh, akan ada banyak perubahan positif yang bisa kita dapatkan setelah membaca kelima buku tersebut. Yakin banget tidak akan sampai nyesel baca kelima buku itu. So, nunggu apa lagi? Baca deh kelima buku keren itu, ok!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar