Sabtu, 24 November 2018

Orang Cerdas, Bijak Bermedsos

Sumber: www.hipwee.com



Mulutmu, harimaumu. Ungkapan yang sering kita dengar. Tidak sedikit masalah timbul karena kita salah ucap dan pada akhirnya menyinggung perasaan orang lain. Lalu, apa ungkapan itu masih relevan dengan masa sekarang?

Sangat masih. Tapi, kalau di zaman digital sekarang nggak hanya mulut, tapi jari kita pun bisa menjadi petaka. Ya, jari ini bisa jadi sebuah kebaikan tapi bisa juga jalan keburukan bagi kita. Kenapa bisa?

Di era gadget sekarang ini semuanya ditentukan di ujung jari. Tinggal menggerakkan jari di atas smartphone, semuanya bisa langsung ada. Hampir semua kalangan sudah sangat familiar dengan gadget. Bahkan gadet seakan-akan jiwa kedua yang nggak bisa dan nggak boleh jauh dari dirinya.

Penggunaan social media pun seperti sebuah kebutuhan pokok. Kita menjadi lebih terbuka dengan apa yang kita rasakan, lihat dan dengar dengan membagikannya di media sosial. Bahkan sekarang, seakan-akan perbedaan antara dunia nyata dan dunia maya itu tipis sekali.

Membagikan cerit, foto maupun video sudah menjadi hal yang lumrah dan malahan wajib ketika kita mengalami atau mendatangi sesuatu yang baru. Tidak ada lagi perasaan takut, khawatir ataupun malu ketika hal yang dulu dianggap sesuatu yang privasi, sekarang bisa dengan mudah dibagikan kepada orang lain.

Tentu ada konsekuensi dalam hal ini. Ya, orang-orang yang berada dalam lingkaran pertemanan kita di media social menjadi tahu apa yang sedang kita alami dan rasakan. Jangan marah atau gusar ketika mereka berkomentar sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Itu hak mereka, dan kita pun harus terima konsekuensi dari apa yang sudah kita bagikan di media sosial.

Bijak. Itu barangkali yang harus kita lakukan. Tidak hanya sekadar tulis, lalu share. Pikirkan lagi kalau apa yang kita bagikan itu tidak akan menyinggung pihak manapun. Lebih baik membagikan hal-hal positif daripada membuat masalah baru hanya karena status kita di media sosial.

Kalau merasa kita ini hidup di zaman serba canggih, era digital dan bagian dari kaum milenial, ya bersikaplah jauh lebih cerdas. Kenapa? Ya, karena dengan kecanggihan dan kemudahan yang ada, kita bisa belajar banyak untuk menjadi manusia cerdas.

Berhentilah membuang waktu dengan menulis status nggak jelas. Kalau saya boleh bilang sih, sayang kuota masbro dan mbaksis. Mendingan disedekahin aja tuh kuota, akan jauh lebih manfaat hehehe… Ingat ya, orang cerdas itu, bijak bermedsos lho!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar