Jumat, 22 Maret 2019

VivoBook Pro F570, ASUS AMD NVIDIA dalam Satu Laptop

19.46 0 Comments





Pernah dengar nggak, ada laptop yang menggabungkan CPU dan GPU dari dua produsen yang bersaing ketat? 





Yap, ASUS. Saat ini ASUS memang mengeluarkan produk terbarunya. Produk yang sebenarnya merupakan gabungan dari dua produsen yang bersaing ketat di pasaran. Ya, VivoBook Pro F570ZD merupakan produk terbaru yang menggabungkan prosesor keluaran AMD yaitu Ryzen 5 atau Ryzen 7 dengan chip grafis keluaran Nvidia yaitu GeForce GTX1050 4GB. Dengan gabungan keduanya, VivoBook Pro F570ZD memiliki performa tinggi, baik dari sisi GPU maupun grafis.




Pengen tahu spesifikasi dari laptop VivoBook Pro F570 ZD? Ini dia spesifikasi yang dimiliki laptop ASUS VivoBook Pro F570 ZD:

Prosesor
AMD® RyzenTM 7 2700U Processor
AMD® RyzenTM 5 2500U Processor


Sistem Operasi
Windows 10 Home – ASUS recommends Windows 10 Pro


Memori
8 GB DDR4 2400MHz SDRAM, 2 x SO-DIMM socket, up to 16 GB SDRAM (On selected models), Dual-channel


Display
15.6” (16:9) LED-backlit FHD (1920x1080) Anti-Glare 60Hz Panel with 45% NTSC with ASUS Splendid


Grafis
NVIDIA ® GeForce ® GTX 1050 , with 4GB GDDR5 VRAM
AMD Radeon TM RX Vega 10 Graphics
AMD Radeon TM Vega 8 Graphics


Storage
Hard Drive:
1TB 5400 rpm SATA HDD

Solid State Drive:
256GB SATA 3.0 M.2 SSD


Keyboard
Chiclet keyboard with isolated numpad key
Optional illuminated Chiclet keyboard available


Card Reader
Multi-format card reader (SDXC)


Webcam
VGAWebcam


Nerworking
Wi-Fi
Integrated 802.11ac (2x2) (On Selected Models)
10/100/1000 Base T
Bluetooth
Bluetooth® 4.1


Interface
1 x Microphone-in/Headphone-out jack
1 x Type-C USB 3.0 (USB 3.1 Gen 1)
1 x USB 3.0 port(s) Type A
2 x USB 2.0 port(s)
1 x RJ45 LAN jack for LAN insert
1 x HDMI, Mendukung HDMI 1.4
1 x Fingerprint reader (Optional)
1 x AC Adapter plug
1 x micro SD card


Audio
Built-in 2 W Stereo Speakers with Analog Microphone
Supports Windows 10 Cortana with Voice
ASUS SonicMaster Technology
  

Baterai
3- Cell 48 Wh battery


Adaptor Daya
Plug type : Ø4.5 (mm)
Ouput:
19 V DC, 6.3 A, 120 W
Input:
100-240 V AC , 50/60 Hz Universal


Dimensi
NB:
374.6 x 256 x 21.9 mm (WxDxH)


Berat
NB:
1.9 kg with battery
*Disclaimer: It may differ by product specifications.


Sekuritas
BIOS user password protection
Fingerprint reader
Security lock
fTPM (firmware-based Trusted Platform Module)


Certificates
UL, MIC, CE Marking Compliance, FCC Compliance, BSMI, Australia C-TICK / NZ A- Tick Compliance, CCC, GOST-R, CB, Energy Star, IDA, WEEE, Erp 2013, RoHS, JATE


Jaminan
1 tahun garansi hardware global *berbeda di setiap Negara


Itu dia spesifikasi yang dimiliki laptop VivoBook Pro F570ZD. Gimana? Keren, kan? Nggak bakalan nyesel deh kalau punya laptop kayak gini. Apalagi buat kamu yang suka bersentuhan dengan game, video atau film, Uhhh… Pokoknya ini laptop cocok pake banget deh kamu miliki.

Eitss… Jangan dulu kepincut… Kenapa? Soalnya, ada yang bakalan bikin kamu ternganga lagi nih… Apaan tuh? ASUS VivoBook Pro F570 ZD memiliki 4 kelebihan yang akan menjadikan kamu bakal lebih nggak sabar buat punya laptop ini. Pengen tahu? Ok, ini dia 4 kelebihan yang dimiliki oleh ASUS VivoBook Pro F570 ZD:





Auto keren ya? Udah performance-nya bagus, tampilannya elegan lagi. Dengan kelebihan yang dimiliki, ASUS VivoBook Pro F570 ZD memang pantas dimiliki. Apa yang kita cari dan butuhkan dari sebuah laptop, semuanya bisa kita dapatkan di ASUS VivoBook Pro F570 ZD.

Dari tadi kita bahas kelebihan. Terus, apa kabar nih harganya? Biasanya kan harganya nggak bersahabat banget. Hmmm… Tunggu dulu… Jangan menghakimi sebelum kita tahu hehehe…

Harga menentukan kualitas, masbro, mbaksis… Kita nggak akan terbohongi dengan harga yang ditawarkan ASUS ini. Pengen tahu harganya?





Nah, sesuai kan dengan kelebihan yang bakalan kita dapatkan. Oya, jangan lupa, ASUS VivoBook Pro F570 Ryzen 7 juga dijual ekslusif di JD.ID, melalui mobile site https://m.jd.id/camp/asus-f570zd-r7591t-316210179.html atau desktop site di  https://www.jd.id/campaign/asus-f570zd-r7591t-3162.html

Nggak ribet kan buat dapatin ASUS VivoBook Pro F570 Ryzen 7? Cukup klik, laptop keren ini bisa ada di depan mata kamu. 

Oya, buat nambah kamu semakin yakin dengan laptop keren ini, ada beberapa pernyataan dari yang sudah merasakan kelebihan ASUS VivoBook F570ZD. Ini dia komentar positif tentang ASUS VivoBook F570ZD:







Nah, itu dia komentar positif dari yang sudah merasakan kelebihan ASUS VivoBook Pro F570 ZD. Gimana? Masih ragu sama laptop keren ini? 

Untuk sebuah laptop mainstream, performa ASUS VivoBook Pro F570 sangat baik. Kombinasi Ryzen 5 dan GeForce GTX 1050 mengahadirkan kinerja yang cukup memadai untuk aktivitas multimedia dan digital masa kini. Dengan dukungan dual channel memory juga menghadirkan peningkatan performa lebih lanjut. Selain itu, tersedia juga opsi untuk meng-upgrade storage ke penyimpanan berbasis SSD.

Oya, untuk daya tahan, ASUS mengkkalim ASUS VivoBok Pro F570 ZD ini mampu bekerja hingga 9 jam. Suhu prosesornya pun dapat bertahan di kisaran 60 derajat celcius. Dan, untuk baterainya sendiri dapat memasok daya hingga 2 jam 20 menit jika dalam kondisi full load nonstop, dan hingga 10 jam dalam kondisi normal. Satu lagi yang menarik, laptop ini mendukup tekonologi fast charging, yang membuat baterai bisa terisi hingga kapasitas 60 persen dalam waktu 49 menit saja.

Gimana? Pastinya mupeng banget kan? ASUS VivoBook Pro F570 ZD ini jawaban dari kegelisahan kita mendambakan laptop yang ngerti banget kebutuhan kita. Kita bakalan puas dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki ASUS VivoBook Pro F570 ZD ini, dijamin deh…


Minggu, 17 Maret 2019

Ibu, Bukan Sekadar Panggilan Terindah

21.17 5 Comments



Ibu, panggilan terindah dari mulut kecil buah hatiku. Pertama kali mendengar anak pertamaku memanggilku Ibu, membuatku merasa menjadi wanita paling bahagia. Ya, meskipun sebelumnya beberapa anak didikku memanggil dengan sebutan itu. Tapi, saat satu kata itu terucap dari malaikat kecilku, ada bahagia yang tak bisa diungkap hanya lewat kata.

Ibu. Mengapa aku lebih suka dipanggil ‘Ibu’? Entah kenapa, saat dua garis merah terlihat jelas, aku memiliki impian kelak jika buah cinta ini terlahir, aku ingin dipanggil ibu. Alasannya kenapa? Tak ada alasannya, hanya saja hati ini memiliki ingin seperti itu.



Tak sekadar panggilan yang menjadi sebab bahagia. Tapi, menjalankan peran seorang ibu pun jauh lebih membahagiakan. Meskipun aku sendiri tidak menafikan masih sering keliru menafsir inginnya. Tidak jarang sulit rasanya menaruh emosi dan menggantikannya dengan kuota sabar yang unlimited.

Life is a process. Bukan sebuah pembelaan diri. Tapi, inilah realita. Selama 3,5 tahun memerankan sosok ibu dalam episode kehidupan ini, aku semakin yakin kalau menjadi ibu memang sebuah proses belajar. Kita boleh saja pernah belajar ilmu parenting dengan para pakar, tapi kita akan tahu ada saat dimana betapa tidak mudahnya menerapkan sederet teori yang kita pelajari tersebut.



Namun, kalau ditanya apa aku bahagia jadi seorang ibu? Sangat. Ya, aku sangat bahagia. Bahagia yang tak terkira. Bahagia yang tak bisa diungkap dengan kata. Bahagia yang tak cukup dilukis diatas kanvas. Bahagia yang hanya dipahami oleh hati dan dirasa oleh perasaan. Bahagia yang tak akan bisa tergantikan dengan apapun.

Meskipun perlu aku akui, terkadang ada tergelitik rasa kangen dengan segala aktifitas menjemput asa. Namun, seringkali pikir ini tersadar, kalau asa tertinggi seorang wanita adalah bisa menjaga amanah luar biasa dari Allah SWT. Status karier tak akan bisa menggantikan senyuman tulus, pelukan hangat dan kecupan sayang si kecil setiap saat.




Memang terkadang ego menelisik memaksa masuk ke dalam pikir. Ia tak suka jika kita tersadar akan kodrat yang seharusnya. Tapi, sejujurnya, aku bersyukur ada sosok yang selalu mengingatkan akan fitrah seorang wanita. Membersamai buah hati dengan penuh sentuhan dan cinta, jauh lebih penting dari apapun juga. Itulah pesan yang selalu diingatkan imamku.



Close my ears! Yap, itu pula yang sering aku lakukan ketika pertanyaan, “Kenapa nggak kerja?”, “Sayang dong ilmunya kalau nggak digunain.” Stop! Don’t judge me by saying that! I know what I do. Orang boleh berkata apa, tapi akulah peran utama dari kisah hidupku.

Bagiku, saat ini, menyandang predikat seorang ibu merupakan amanah sekaligus proses belajar tanpa henti. Kedua buah cinta yang diititpkan Allah adalah guru terhebat untukku. Merekalah guru kehidupan yang mengajarkan aku tentang kesabaran, keteladanan, dan banyak hal mengenai makna kehidupan yang sebenarnya.

Seringkali aku tersadarkan dengan segala sikap dan ucapnya. Pertanyaan demi pertanyaan yang terlontar dari mulut kecilnya sering menyadarkanku untuk belajar lebih banyak lagi. Membersamainya itu bukanlah hal yang mudah. Aku harus terus upgrade ilmu dan kedekatan dengan Allah agar bisa menyeimbangkan dengan kesholehan dan kecerdasannya.



Ibu, satu kata, sebuah panggilan, tapi berjuta makna dan pesan yang aku dapat. Bahkan untuk menuliskan ini semua pun, aku masih memiliki ragu dan takut. Ragu karena memang aku tak pantas berbagi tentang ini semua. Takut, apa yang aku tuliskan ini hanyalah sebatas rangkain kata tak bernapas.

Namun, satu hal yang membuat jemariku tergerak, terapi. Ya, aku sadar aku masih belum bisa menjadi ibu yang baik. Tapi, dengan cara menuangkan segala apa yang aku rasa lewat kata, bisa menjadi terapi bagi diri sendiri. Tulisan ini pun bisa menjadi pengingat bagiku untuk terus mematut diri agar bisa menjadi ibu yang sholehah dan pantas diteladani.

Kembali lagi, menjadi ibu adalah sebuah proses belajar yang luar biasa bagiku. Jadi, segala cara aku lakukan untuk terus memperbaiki diri, termasuk dengan menuliskan ini. Karena aku ingin menorehkan kenangan indah dalam kisah hidup anak-anakku.



Menjadi ibu adalah salah satu impian yang bisa terwujud. Karena itulah, rasanya aku tak pantas mengingkari nikmat yang luar biasa ini. Semoga dengan panggilan dan predikat yang melekat ini menjadi jalanku untuk bisa merasakan kenikmatan surga-Nya kelak. Aamiin…


Minggu, 10 Maret 2019

7 Cara Merawat Romantisme

20.19 2 Comments



Romantisme, satu kata yang pastinya disuka banyak orang. Siapa sih yang tidak suka diperlakukan romantis? Tapi, yang perlu digarisbawahi, diperlakukan romantis oleh pasangan halal ya hehehe… (yang belum menikah, no baper)

Romantisme bersama pasangan halal tentu saja menjadi sebuah kewajiban. Jangan sampai berdalih bukan sosok yang romantis, terus kita bersikap dingin kepada pasangan kita. Romantis itu tak selalu diungkap lewat kata. Romantis juga tak melulu harus diekspresikan dengan bunga ataupun coklat.

Intinya semua orang bisa bersikap romantis terhadap pasangan halalnya. Tapi, yang lebih penting dari itu ialah merawat romantisme itu sendiri. Jangan sampai di awal pernikahan kita merasakan romantisme bersama pasangan halal kita, namun seiring berjalannya waktu, rasa itu memudar dan bahkan hilang. Nah, kali ini kita akan bahas cara merawar romantisme bersama pasangan halal ya. Bukan berarti saya expert lho. Tapi ini sekadar sharing aja. Ini dia 7 cara merawat romantisme bersama pasangan halal:

  • Perlakukan pasangan kita sesuai dengan bahasa cintanya

Pernah dengar kan ada 5 bahasa cinta yang dimiliki setiap orang? Yap, menurut Dr. Gray Chapman dengan teorinya Five Love Languages, menyebutkan ada 5 bahasa cinta yang harus kita pahami. Kelima bahasa cinta itu ialah:
-      Word of Affirmation (Pujian)
-      Quality Time (Waktu yang berkualitas)
-      Receiving Gift (Penerimaan hadiah)
-      Acts of Service (dilayani)
-      Physical Touch (Sentuhan fisik)

Nah, kalau kita sudah paham apa sih bahasa cinta pasangan kita. Jangan sampai kita sudah memberikan banyak hadiah, eh pasangan kita akan jauh lebih senang kalau kita memberikan banyak waktu untuknya karena memang bahasa cintanya Quality Time. Bisa jadi niat kita ingin bersikap romantis dengan melayani pasangan, tapi ternyata dia merasa risih kalau apa-apa dilayani. Intinya kita bisa duduk bareng dan tanyakan apa sih bahasa cinta pasangan kita masing-masing.

  • Berpelukan dengan pasangan setiap pagi minimal 20 detik setiap hari

Jangan remehkan pelukan! Yap, aktifitas yang sepertinya biasa tapi manfaatnya luar biasa lho. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Marriage and Couples Counselor, dr. Jim Walkup, mengatakan bahwa berpelukan selama 20 detik dapat mencegah perselingkuhan dan menurunkan tingkat stress. Dengan berpelukan, kita akan sama-sama mengeluarkan hormon cinta (hormone oksitoksin). Hormon oksitoksin ini merupakan hormon yang kuat mendekatkan seseorang dengan orang lain. Selain itu, berpelukan juga bisa menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

  • Makan bersama setidaknya sekali sehari



Waktu makan ialah waktu yang tepat untuk duduk bersama. Kita bisa saling berkomunikasi atau sekadar menanyakan aktifitas yang sudah kita lakukan seharian. Akan ada kelekatan ketika bisa makan bersama pasangan halal kita. Tak perlu kita mendatangi restoran mahal, cukup makan di rumah dengan menu sederhana tapi makan bersama pasangan, tentu akan terasa lebih nikmat.

  • Lakukan pillow talk setiap hari

Aktifitas ini juga seringkali dilupakan. Tidak sedikit pasangan suami istri yang pergi ke tempat tidur sendiri-sendiri. Jangankan buat ngobrol-ngobrol, sekadar menyapa pun mungkin sering terlupakan karena sangking lelah pulang bekerja, atau waktu bertemu yang tak pernah sama. Bahkan dalam ajaran agama Islam, pasangan suami istri sebaiknya berangkat ke tempat tidur bersama-sama.

Sebetulnya ngobrol santai sebelum tidur itu bisa lebih melekatkan kita dengan pasangan. Momen seperti ini sederhana tapi nilai romantisme bisa kita rasakan lho. Oya, tema obrolan pada saat pillow talk itu sesuatu yang ringan ya, seperti kejadian lucu, aktifitas seharian, cerita tentang anak-anak, rencana liburan atau sekadar bercerita tentang makanan yang disantap hari ini.

  • Senantiasa memberi kabar



Ini sesuatu yang sangat penting ketika kita sedang berada di luar rumah atau berjauhan dengan pasangan. Tanamkan dalam pikiran kita kalau pasangan kita pasti akan menunggu kabar dari kita. Bukan karena pasangan kita tidak percaya dengan apa yang kita lakukan di luaran sana, tapi lebih kepada rasa sayang dan perhatian saja. Pasangan kita merasa dianggap keberadaannya ketika kita selalu memberikan kabar kepadanya.

  • Sering jalan bareng


Jalan bareng dengan pasangan itu jangan dianggap remeh. Dengan sering pergi bersama pasangan, romantisme akan jauh lebih terjalin. Nggak perlu ke tempat yang jauh, cukup keliling di dekat rumah, itu pun sudah akan membahagiakan pasangan kita. Intinya, kelekatan antara kita dan pasangan akan lebih terbentuk.

  • Saling mendoakan pasangan kita

Ini sih yang utama dari yang utama. Apa artinya keenam cara di atas, kalau kita meluapakan yang satu ini. Doa itu senjata orang yang beriman, kan? Nah, jangan sampai kita lupa untuk mendoakan pasangan kita. Kita berdoa agar hubungan kita dan pasangan kita bisa tetap terjaga dan ada dalam keridhoan-Nya.



Itu dia 7 cara merawat romantisme yang sedang saya dan suami coba untuk lakukan. Kami pun masih belajar untuk terus merawat romantisme. Satu hal yang perlu diingat, layaknya tanaman, romantisme itu butuh dirawat. Jangan menunggu layu, baru kita tersadarkan kalau kita telah kehilangan rasa. 

Jumat, 08 Maret 2019

Resolusi Traveling 2019

22.00 0 Comments



“You don’t have to be rich to travel well.”  (Eugene Fodor)

Yap, setuju banget nih dengan quote yang satu ini. Bagi saya, traveling itu memang nggak harus nunggu rekening berdigit banyak, kok. Kalau nunggu kaya dulu mah, hanya orang berduit saja yang bisa mengenal dunia luas. Nah, apa kabar dengan orang-orang berpenghasilan pas-pasan.

Nah, kalau saya dan suami sih, traveling itu bukan menghabiskan uang, tapi menginvestasikan uang untuk merawat cinta, asyikkk… Eh, serius nih, dengan melakukan traveling apalagi dengan pasangan dan anak, kita bakalan merasakan efek yang luar biasa. Kelekatan diantara anggota keluarga akan semakin kuat.

Anyway, kalau berbicara tentang traveling, saya dan suami punya resolusi traveling nih di tahun 2019. Yap, tahun kemarin kan kita backpackeran ke Jakarta dan Bandung. Itu tuh backpackeran pertama kali bareng dua krucil lho. Riweuh? Hmmm… Jangan ditanya. Tapi, sejujurnya asyik, seru, dan unforgettable pokoknya.

Ok, sekarang kalau ditanya apa sih resolusi traveling saya di tahun 2019? Ehmm… Sejujurnya, saya dan suami sudah membuat planning melakukan traveling bersama anak-anak. Sebenarnya sih pengennya bisa ke luar negeri. Kita pengen banget mewujudkan keinginan kakaknya untuk bisa pergi ke ka’bah. Ya, anak saya yang pertama itu paling senang kalau diajak ke tempat yang ada masjidnya.

Terus, kalau destinasi di dalam negeri, saya dan suami punya planning pengen banget ngajak kedua anak kami ke Batu, Malang. Destinasinya sih pengen ke Jatim Park 2 dan Museum Angkut. Kenapa pengen banget ke sana?



Karena kita berdua pengen banget memperkenalkan langsung dunia binatang kepada anak-anak. Kedua anak saya, terutama kakaknya memang senang banget dengan dunia binatang. Dia tuh selalu excited kalau lihat binatang. Kadang pertanyaan bikin saya dan suami kehabisan jawaban. Selain itu, karena memang dua-duanya anak cowok, jadi hobi juga lihatin berbagai macam jenis kendaraan.

Alasan lain pilih Batu, karena di sini ada kebun binatang modern. Interaksi kita dengan hewan jauh lebih dekat. Selain itu, tempatnya pun jauh lebih menarik dan menyenangkan untuk di-explore bersama anak-anak.

Nah, tempat mana saja dan mau ngapain aja nih rencananya kita di Batu? Ini dia to do list yang sudah kita bikin:

Hari
Pukul
Destinasi
Pertama
08-00 – 12.00
Berangkat dari Jember ke Malang

12.00 – 14.00
Sampai di Batu – Penginapan

14.30 – 18.00
Museum Angkut
Kedua
09.30 – 17.00
Jatim Park 2

18.00
Perjalanan Pulang ke Jember

Itu dia to do list yang kami rencanakan. Saya dan suami memang menargetkan hanya 2 destinasi wisata saja, karena kita membawa 2 balita. Kita harus memperhatikan kondisi fisik dan juga psikologi kedua anak kami. Daripada liburan jadi nggak menyenangkan karena mereka cranky. Ya, namanya juga anak-anak, kalau mereka kelelahan pasti ada aja dramanya hehehe…

Sebenarnya untuk merencanakan travelling bagi kami yang memiliki 2 balita harus dengan persiapan yang matang. Terutama barang apa saja yang mesti dibawa. Perlengkapan anak-anak yang menjadi prioritas. Karena jangan sampai liburan jadi terganggu gara-garaada barang yang tertinggal. Ya, kalau barang itu miliki kami berdua, kami bisa memahami dan nggak mempermasalahkannya. Tapi kalau punya anak-anak, biasanya mereka nggak mau pakai kalau bukan miliknya sendiri.

Namun, yang perlu digarisbawahi, dari pengalaman kami melakukan backpackeran di akhir tahun kemarin, kedua anak kami bukan tipe anak yang ribet. Mereka berdua sama-sama menikmati perjalanan. Bahkan untuk masalah tidur pun, kakaknya bisa dimana saja. Kalau sudah ngantuk, mau tidur di ruang tunggu stasiun, bandara, bahkan di lantai kereta pun, ia bisa tidur dengan pulas.

Sebenarnya apa sih alasan saya dan suami suka sekali mengajak buah hati kami travelling? Hmm… Alasannya sangat sederhana. Kami ingin mengukir cerita dna menorehkan kenangan di dalam kisah hidup anak-anak kami.

Kami meyakini dengan mengajak anak-anak mengunjungi tempat-tempat baru, ada banyak hal yang bisa diperkenalkan. Tidak hanya mereka, tapi kami akan banyak belajar hal baru. Selain itu, dengan melakukan travelling bersama mereka, kelekatan yang terjalin akan semakin kuat.

Selain itu, dengan mengajak mereka berjalan-jalan ke alam dan mengenal lingkungan, mereka akan lebih mengenal Tuhan. Di tempat baru pun mereka akan bertemu banyak orang, itu berarti mereka akan belajar mengenal dan memahami berbagai macam karakter orang.

Bagi kami, travelling itu bukan sekadar keluar rumah, mendatangi destinasi wisata, selesai. Tidak. Bukan hanya itu. Travelling itu sebuah cara untuk merawat cinta. Ya, merawat cinta antara saya dan suami, dan juga kami berdua dengan anak-anak.

Dan, tujuan kami mengapa tahun ini lebih memilih Batu untuk melakukan travelling, karena usia kakaknya sudah cukup mengerti untuk mengenal dunai binatang. Apalagi, saya dan suami sepakat untuk lebih memaksimalkan belajar bersama orang tua sampai usia TK. Jadi, kami harus lebih cerdas untuk memilih tempat-tempat yang edukatif sebagai sarananya belajar banyak hal.

Tentu saja travelling yang kami lakukan juga sesuai dengan budget yang ada. Kami tidak ingin mengejar gengsi semata. Kami akan memperhitungkan banyak hal sebelum melakukan travelling, termasuk mencari penginapan. Satu hal yang perlu kami garisbawahi, niat kami untuk travelling, jadi penginapan hanyalah sarana untuk melepas lelah. Jadi nggak perlu yang terlalu mewah. Namun, karena kami memiliki balita, jadi harus nyaman bagi mereka.

Nyaman tapi sesuai budget? Ada nggak ya? Hmmm… Ya, pastinya ada dong. RedDoorz. Yap… RedDoorz merupakan jaringan hotel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. RedDoorz memiliki lebih dari 500 properti yang tersebar di Indonesia, Filipina, Vietnam dan Singapura. RedDoorz menghubungkan pemilik properti dengan traveller.

RedDoorz juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang berkualitas kepada seluruh pelanggan. Dengan 6 guarantee services yang ditawarkan, RedDoorz patut dipertimbangkan. Apa aja keenam layanan garansi dari RedDoorz? Ini dia 6 guarantee services dari RedDoorz:
  1. Linen bersih
  2. Kamar mandi bersih
  3. Perlengakapan mandi
  4. Televisi
  5. Air mineral
  6. Wifi gratis



RedDoorz pertama kali buka di Jakarta pada Oktober 2015. Lalu, pada Januari 2016 berekspansi ke Bandung dan Bali. Pada Agustus 2016, mulai melebarkan sayap ke Surabaya, Jawa Timur. Di bulan yang sama, RedDoorz berekspansi ke Bogor, Yogyakarta dan Semarang. Pada 2017, RedDoorz Singapura meluncurkan 7 properti. Januari 2018, RedDoorz membuka di Manila, Filipina. Pada Juli 2018, RedDoorz memasuki Vietnam. Di usianya yang ketiga tahun, RedDoorz resmi tersedia di 4 negara.

Jadi, nggak perlu khawatir memilih RedDoorz pada saat melakukan travelling. Pelayanan yang diberikan sudah terpercaya dan berkualitas. Travelling akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.