Jumat, 08 Maret 2019

Resolusi Traveling 2019




“You don’t have to be rich to travel well.”  (Eugene Fodor)

Yap, setuju banget nih dengan quote yang satu ini. Bagi saya, traveling itu memang nggak harus nunggu rekening berdigit banyak, kok. Kalau nunggu kaya dulu mah, hanya orang berduit saja yang bisa mengenal dunia luas. Nah, apa kabar dengan orang-orang berpenghasilan pas-pasan.

Nah, kalau saya dan suami sih, traveling itu bukan menghabiskan uang, tapi menginvestasikan uang untuk merawat cinta, asyikkk… Eh, serius nih, dengan melakukan traveling apalagi dengan pasangan dan anak, kita bakalan merasakan efek yang luar biasa. Kelekatan diantara anggota keluarga akan semakin kuat.

Anyway, kalau berbicara tentang traveling, saya dan suami punya resolusi traveling nih di tahun 2019. Yap, tahun kemarin kan kita backpackeran ke Jakarta dan Bandung. Itu tuh backpackeran pertama kali bareng dua krucil lho. Riweuh? Hmmm… Jangan ditanya. Tapi, sejujurnya asyik, seru, dan unforgettable pokoknya.

Ok, sekarang kalau ditanya apa sih resolusi traveling saya di tahun 2019? Ehmm… Sejujurnya, saya dan suami sudah membuat planning melakukan traveling bersama anak-anak. Sebenarnya sih pengennya bisa ke luar negeri. Kita pengen banget mewujudkan keinginan kakaknya untuk bisa pergi ke ka’bah. Ya, anak saya yang pertama itu paling senang kalau diajak ke tempat yang ada masjidnya.

Terus, kalau destinasi di dalam negeri, saya dan suami punya planning pengen banget ngajak kedua anak kami ke Batu, Malang. Destinasinya sih pengen ke Jatim Park 2 dan Museum Angkut. Kenapa pengen banget ke sana?



Karena kita berdua pengen banget memperkenalkan langsung dunia binatang kepada anak-anak. Kedua anak saya, terutama kakaknya memang senang banget dengan dunia binatang. Dia tuh selalu excited kalau lihat binatang. Kadang pertanyaan bikin saya dan suami kehabisan jawaban. Selain itu, karena memang dua-duanya anak cowok, jadi hobi juga lihatin berbagai macam jenis kendaraan.

Alasan lain pilih Batu, karena di sini ada kebun binatang modern. Interaksi kita dengan hewan jauh lebih dekat. Selain itu, tempatnya pun jauh lebih menarik dan menyenangkan untuk di-explore bersama anak-anak.

Nah, tempat mana saja dan mau ngapain aja nih rencananya kita di Batu? Ini dia to do list yang sudah kita bikin:

Hari
Pukul
Destinasi
Pertama
08-00 – 12.00
Berangkat dari Jember ke Malang

12.00 – 14.00
Sampai di Batu – Penginapan

14.30 – 18.00
Museum Angkut
Kedua
09.30 – 17.00
Jatim Park 2

18.00
Perjalanan Pulang ke Jember

Itu dia to do list yang kami rencanakan. Saya dan suami memang menargetkan hanya 2 destinasi wisata saja, karena kita membawa 2 balita. Kita harus memperhatikan kondisi fisik dan juga psikologi kedua anak kami. Daripada liburan jadi nggak menyenangkan karena mereka cranky. Ya, namanya juga anak-anak, kalau mereka kelelahan pasti ada aja dramanya hehehe…

Sebenarnya untuk merencanakan travelling bagi kami yang memiliki 2 balita harus dengan persiapan yang matang. Terutama barang apa saja yang mesti dibawa. Perlengkapan anak-anak yang menjadi prioritas. Karena jangan sampai liburan jadi terganggu gara-garaada barang yang tertinggal. Ya, kalau barang itu miliki kami berdua, kami bisa memahami dan nggak mempermasalahkannya. Tapi kalau punya anak-anak, biasanya mereka nggak mau pakai kalau bukan miliknya sendiri.

Namun, yang perlu digarisbawahi, dari pengalaman kami melakukan backpackeran di akhir tahun kemarin, kedua anak kami bukan tipe anak yang ribet. Mereka berdua sama-sama menikmati perjalanan. Bahkan untuk masalah tidur pun, kakaknya bisa dimana saja. Kalau sudah ngantuk, mau tidur di ruang tunggu stasiun, bandara, bahkan di lantai kereta pun, ia bisa tidur dengan pulas.

Sebenarnya apa sih alasan saya dan suami suka sekali mengajak buah hati kami travelling? Hmm… Alasannya sangat sederhana. Kami ingin mengukir cerita dna menorehkan kenangan di dalam kisah hidup anak-anak kami.

Kami meyakini dengan mengajak anak-anak mengunjungi tempat-tempat baru, ada banyak hal yang bisa diperkenalkan. Tidak hanya mereka, tapi kami akan banyak belajar hal baru. Selain itu, dengan melakukan travelling bersama mereka, kelekatan yang terjalin akan semakin kuat.

Selain itu, dengan mengajak mereka berjalan-jalan ke alam dan mengenal lingkungan, mereka akan lebih mengenal Tuhan. Di tempat baru pun mereka akan bertemu banyak orang, itu berarti mereka akan belajar mengenal dan memahami berbagai macam karakter orang.

Bagi kami, travelling itu bukan sekadar keluar rumah, mendatangi destinasi wisata, selesai. Tidak. Bukan hanya itu. Travelling itu sebuah cara untuk merawat cinta. Ya, merawat cinta antara saya dan suami, dan juga kami berdua dengan anak-anak.

Dan, tujuan kami mengapa tahun ini lebih memilih Batu untuk melakukan travelling, karena usia kakaknya sudah cukup mengerti untuk mengenal dunai binatang. Apalagi, saya dan suami sepakat untuk lebih memaksimalkan belajar bersama orang tua sampai usia TK. Jadi, kami harus lebih cerdas untuk memilih tempat-tempat yang edukatif sebagai sarananya belajar banyak hal.

Tentu saja travelling yang kami lakukan juga sesuai dengan budget yang ada. Kami tidak ingin mengejar gengsi semata. Kami akan memperhitungkan banyak hal sebelum melakukan travelling, termasuk mencari penginapan. Satu hal yang perlu kami garisbawahi, niat kami untuk travelling, jadi penginapan hanyalah sarana untuk melepas lelah. Jadi nggak perlu yang terlalu mewah. Namun, karena kami memiliki balita, jadi harus nyaman bagi mereka.

Nyaman tapi sesuai budget? Ada nggak ya? Hmmm… Ya, pastinya ada dong. RedDoorz. Yap… RedDoorz merupakan jaringan hotel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. RedDoorz memiliki lebih dari 500 properti yang tersebar di Indonesia, Filipina, Vietnam dan Singapura. RedDoorz menghubungkan pemilik properti dengan traveller.

RedDoorz juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang berkualitas kepada seluruh pelanggan. Dengan 6 guarantee services yang ditawarkan, RedDoorz patut dipertimbangkan. Apa aja keenam layanan garansi dari RedDoorz? Ini dia 6 guarantee services dari RedDoorz:
  1. Linen bersih
  2. Kamar mandi bersih
  3. Perlengakapan mandi
  4. Televisi
  5. Air mineral
  6. Wifi gratis



RedDoorz pertama kali buka di Jakarta pada Oktober 2015. Lalu, pada Januari 2016 berekspansi ke Bandung dan Bali. Pada Agustus 2016, mulai melebarkan sayap ke Surabaya, Jawa Timur. Di bulan yang sama, RedDoorz berekspansi ke Bogor, Yogyakarta dan Semarang. Pada 2017, RedDoorz Singapura meluncurkan 7 properti. Januari 2018, RedDoorz membuka di Manila, Filipina. Pada Juli 2018, RedDoorz memasuki Vietnam. Di usianya yang ketiga tahun, RedDoorz resmi tersedia di 4 negara.

Jadi, nggak perlu khawatir memilih RedDoorz pada saat melakukan travelling. Pelayanan yang diberikan sudah terpercaya dan berkualitas. Travelling akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar