Senin, 15 April 2019

Bukti Nyata Rasa Cinta Alfamart Terhadap Perempuan dan Lingkungan




Alfamart, salah satu perusahaan ritel yang sudah sangat familiar di telinga kita.  Sebagai toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia, Alfamart selalu ikut andil dalam upaya pemberdayaan perempuan dan UMKM. Alfamart berusaha menjadi partner bagi pengembangan usaha dan pemberdayaan perempuan.



Sebagai contoh, Alfamart rutin menggelar pelatihan pemberdayaan khususnya perempuan. Peserta yang memang semuanya perempuan mendapat ilmu baking. Tentu saja ilmu ini sangat berguna, tidak hanya untuk dicoba di rumah, namun bisa juga menjadi ide usaha baru.




Selain itu, peserta pun diajak untuk mengenal bagaimana usaha mereka bisa menjalin kerjasama dengan Alfamart. Store Sales Point Alfamart, Bapak Taufik memaparkan dengan jelas tentang peluang produk kita bisa dipasarkan di Alfamart. Dijelaskan mulai dari produk yang seperti apa dan bagaimana caranya agar bisa menjual produk di Alfamart.

Mungkin timbul pertanyaan, sulit nggak sih menjual produk kita di Alfamart? Sama sekali tidak kalau memang memenuhi syarat. Ya, tentu saja produk yang akan dijual di Alfamart harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya:
  • Kesesuaian segmen Alfamart
  • Ketersediaan tempat (space terbatas)
  • Potensi permintaan pasar
  • Tren penjualan barang atau kategory barang tersebut
  • Keterkaitan kategori barang (diusahakan tidak duplikasi)
  • Dukungan atas ketersediaan barang


Nah, kalau sudah sesuai, maka Alfamart akan menerima produk UMKM tersebut. Muncul pertanyaan, bagaimana sih proses pengajuan produk kita? Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mengajukan produk baru, yaitu:





Selain itu, ada beberapa hal yang harus kita jelaskan dan dibawa ketika bertemu buyer. Apa saja?
  • Sample produk
  • Daftar harga
  • Produk knowledge
  • Kondisi yang diberikan oleh supplier
  • Status Supplier (PKP/NPKP)
  • Dukungan promosi lainnya (missal: iklan TV/radio, promosi di toko Alfamart, dll)


Di Jember, kita memiliki beberapa produk UMKM aktif, diantaranya:













Dalam acara yang digelar kemarin pun, Alfamart pun mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik. Plastik memang sangat praktis, tapi efek negatif yang kita peroleh jauh lebih besar dari kepraktisannya. Sifatnya yang sulit terurai bahkan hingga ribuan tahun, bisa mencemari lingkungan.




Seperti yang kita dengar, ada banyak fakta mengerikan yang disebabkan penggunaan kantong plastik, diantaranya:
  • 9,8 miliar sampah plastik pertahun
  • 1 orang menggunakan lebih dari 700 lembar kantong plastic pertahun
  • Indonesia menjadi juara 2 penyumbang limbah plastik ke laut terbesar (187,2 juta ton)


Mengerikan. Ya, dengan 3 fakta itu saja, seharusnya sudah membuat kita sadar. Tapi, memang semuanya pilihan, apa kita mau menutup telinga dan mata? Atau, kita mau melakukan sesuatu yang bisa membuat bumi ini kembal tersenyum?

Apa yang harus kita lakukan?
  • Reuse è Gunakan kembali tas belanja yang masih bisa digunakan
  • Recycle è Pilah-pilih dan daur ulang plastik bekas
  • Reduce, Refuse è Kurangi penggunaan kantong plastik, bahkan tolak selagi bisa
  • Rethink è Sebelum memakai kantong plastik, pikirkan kembali! Apakah kita benar-benar membutuhkan?



  


Alfamart pun tidak ingin hanya berdiam diri saja. Alfamart berusaha untuk ikut andil dalam menjaga lingkungan. Dengan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar kepada konsumen, ini merupakan bukti nyata rasa cinta Alfamart untuk menjaga lingkungan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? 

2 komentar:

  1. Alhamdulillah ya mbak kehadiran Alfamart juga bisa bergandengan tangan dengan UMKM dan menjadi mitra untuk upgrading segaka sesuatunya. Semoga program diet plastik ini sukses juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mbak. Semoga bisa ditiru (diikuti) oleh ritel lainnya.

      Hapus